Anda di halaman 1dari 25

ALUR KEGIATAN

SURVAILENCE GIZI

TIM DOSEN SURVEILANS GIZI PRODI GIZI UPNVJ


Alur Kegiatan Survailence
Gizi
Kegiatan Survailence Gizi

 Pengumpulan data
 Pengolahan, Analisis dan Penyajian Data
 Diseminasi Informasi
 Tindak Lanjut
A. Pengumpulan Data

 Pengumpulan data secara cepat,akurat,


teratur dan berkelanjutan dari berbagai
kegiatan survailence gizi sebagai informasi.
Kegiatan Pengumpulan Data

 Kegiatan rutin, yaitu penimbangan bulanan,


pemantauan dan pelaporan kasus gizi buruk,
pendistribusian tablet Fe ibu hamil,
pendistribusian kapsul vitamin A balita, dan
pemberian ASI eksklusif
 Kegiatan survei khusus yang dilakukan
berdasarkan kebutuhan, seperti konsumsi garam
beryodium, pendistribusian MP-ASI dan PMT,
pemantauan status gizi anak dan ibu hamil dan
Wanita Usia Subur (WUS) risiko Kurang Energi
Kronis (KEK)
Pengumpulan Laporan Rutin

 Pengumpulan data kegiatan pembinaan gizi


masyarakat di kabupaten/kota antara lain
meliputi pembinaan pecatatan dan pelaporan
serta melakukan rekapitulasi hasil kegiatan di
Puskesmas/kecamatan
 Dalam pelaksanaan pengumpulan data, bila ada
puskesmas yang tidak melapor atau melapor
tidak tepat waktu, data laporan tidak lengkap
dan atau tidak akurat maka petugas Dinkes
kabupaten/Kota perlu melakukan pembinaan
secara aktif melengkapi data.
 Kegiatan ini dapat dilakukan melalui telepon,
SMS atau kunjungan langsung ke puskesmas
Pengumpulan Kasus Gizi Buruk
 Selain merekap data kegiatan Pembinaan
Gizi masyarakat dari Puskesmas, pengelola
kegiatan gizi juga perlu melakukan kompilasi
laporan kasus gizi buruk yang di rawat di RS
atau informasi dari masyarakat dan media.
 Tujuannya : untuk klarifikasi & memberikan
informasi mengenai status gizi
 Jika terjadi balita gizi buruk (BB/TB < -3 SD
dengan atau tanpa gejala klinis) perlu
pelacakan /penyelidikan kasus
Pelacakan kasus gizi buruk
dilakukan apabila
 Kasus gizi buruk belum mendapatkan
penanganan
 Kasus gizi buruk terkonsentrasi pada satu
wilayah
 Dicurigai kemungkinan adanya rawan
pangan
Output dari Pengumpulan Data

 Adanya rekapitulasi laporan terkait dengan :


1. jumlah puskesmas yang melapor,
2. ketepatan waktu,
3. kelengkapan dan kebenaran data yang
dilaporkan
B. PENGOLAHAN, ANALISIS, DAN
PENYAJIAN DATA
 Kegiatan ini dilakukan oleh pengelola gizi
pada umumnya setiap bulan.
 Analisis dilakukan 6 bulan, seperti data
pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan,
pemberian kapsul vitamin A pada balita, dan
pemantauan konsumsi garam beryodium
tingkat rumah tangga.
 Pengolahan dilakukan secara manual
maupun komputerisasi
Pengolahan dan Analisis Data
 Analisis Deskriptif
memberikan gambaran umum tentang data
cakupan kegiatan pembinaan gizi masyarakat
Tujuan : menetapkan daerah prioritas untuk
pembinaan wilayah & menentukan
kecenderungan antar waktu
 Analisis Analitik
memberikan gambaran hubungan antar 2 atau
lebih indikator yang saling terkait baik gizi
maupun program lainnya
Tujuan : menentukan upaya yang harus dilakukan
bila terdapat kesenjangan cakupan antara 2
indikator
Analisa Deskriptif
 Prioritas Pembinaan Wilayah
Analisa Deskriptif
Membandingkan kecenderungan antar
waktu
Analisa analitik
Analisa Analitik
Penyajian Data
 Hasil Pengolahan dan analisis data:
 NARASI
 TABULASI
 GRAFIK
 PEMETAAN
Disseminasi Informasi

 untuk menyebarluaskan informasi hasil


pengolahan dan analisis data untuk
mendapatkan dukungan dari lintas sektor
dan lintas program di setiap jenjang
pemerintahan tentang hasil kegiatan
Pembinaan Gizi Masyarakat.
 Kegiatan : Umpan balik dan Sosialisasi
Advokasi
Umpan Balik
 Pengelola kegiatan gizi memberikan umpan balik
bulanan
 berbentuk : absensi laporan dan hasil cakupan
indikator pembinaan gizi ke puskesmas dan rumah
sakit, ulasan hasil, kelengkapan data, saran yang harus
dilakukan puskesmas dan ucapan terimakasih kepada
Puskesmas yang telah mengirimkan laporan tepat
waktu & lengkap
Sosialisasi Advokasi

 Sosialisasi merupakan penyajian hasil


surveilans gizi dalam forum koordinasi atau
forum-forum lainnya
 Advokasi merupakan penyajian hasil
surveilans gizi dengan harapan memperoleh
dukungan dari pemangku kepentingan
Pertemuan Lintas Program dan
Lintas Sektor
 Diseminasi informasi dapat juga dilakukan
kepada lintas sektor, lintas program dan
puskesmas melalui pertemuan koordinasi dan
rapat konsultasi di tingkat Kabupaten/Kota.
 Hasil yang diharapkan : harus ada
kesepakatan pemecahan masalah untuk
perbaikan & peningkatan kegiatan
pembinaan gizi masyarakat
Pemanfaatan Informasi Hasil
Surveilans Gizi
 dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan
sebagai Tindak Lanjut atau respon terhadap
informasi yang diperoleh
 Berupa :
 Tindakan segera,
 Perencanaan jangka pendek, menengah
dan panjang
 Perumusan kebijakan pembinaan gizi
 Masyarakat baik di kabupaten/kota,
provinsi dan pusat