Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

G1P0A0 H 40 mgg + Anensefali


Oleh:
Muhammad Rizky Lazuardi Putra, S.Ked
1730912310074

Pembimbing:
dr. H. Yudie Alfiani, Sp.OG, M.Kes

BAGIAN/SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


FK ULM/RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY
KANDANGAN
Juni, 2019
PENDAHULUAN
Anensefali adalah suatu malformasi kongenital pada sistem saraf
pusat, yang ditandai dengan tidak terbentuknya kedua hemisfer s
erebri, serebelum, medula spinalis dan jaras piramidalis. Sisa bat
ang otak biasanya masih ada, sedangkan sisa otak yang rudimen
ter terdiri dari jaringan ikat, pembuluh darah, dan neuroglia.

Anensefali merupakan malformasi yang berat karena


dapat menyebabkan abortus spontan pada usia kehamilan
yang bervariasi, terlahir mati, atau lahir hidup
tetapi hanya dapat bertahan beberapa jam saja.

Jumlah kasus anensefali bervariasi, diperkirakan antara 0,5–2 per 1000


kelahiran. Anensefali lebih sering terjadi pada janin perempuan daripada
laki-laki dengan rasio 3–4:1
LAPORAN KASUS
MRS Nama Ibu Nama Suami
Pasien

18/6/2019
Ny. B Tn. A
Anamnesa dilakukan 01 Usia: 25 tahun
01 Usia: 35 tahun
secara autoanamnesa
tanggal 19 juni 2019 Pendidikan: SMP Pendidikan: SMP
Pekerjaan: Ibu Rumah Pekerjaan: Swasta
Tangga Agama: Islam
Agama: Islam
Suku: Banjar
Suku : Banjar
Anamnesis
Keluhan utama : pasien ingin melahirkan

Praktek dokter
MRS Lain-lain Planning
Sp. OG

Nyeri (-)
Pasien datang Riwaya trauma (-), Pasien
bersama suami ke Riwayat operasi SC (-) disarankan
Apabila pasien pada Sebelumnya pasienKenca terminasi
praktek dokter Sp.
tgl 18-06-2019 belum ng2 (+) hilang
OG dikatakan ada
melahirkan maka timbul
kelainan pada
disarankan untuk Keluar air-air (-).
pembentukan
MRS Lendir darah (-),
tempurung kepala Keputihan (-)
BAB (+) dan
BAK (+)

R/ ANC : SpOG 3x  sup. anencefali


Bidan 5x
Anamnesis
• Riwayat Penyakit Dahulu:
Asma (-), Hipertensi (-), DM (-), Alergi (+) ayam ras
• Riwayat Penyakit Keluarga :
Asma (-), Hipertensi (+), DM (-), Alergi (-)
• Riwayat Haid :
Menarche usia 13 tahun, selama ± 5 hari, siklus 29 hari.
HPHT : 08-09-2018
TP : 15-6-2019
UK : 40 minggu
• Riwayat Perkawinan :
• 1x perkawinan
• Riwayat KB : -
• Riwayat Obstetri :
1. Hamil ini
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan Umum : Baik Tinggi Badan : 155 cm
• Kesadaran : Komposmentis Berat Badan : 65 kg
BMI : 27,1 (overweight)
• Vital Sign:
Tekanan Darah :150 / 80 mmHg
Frek. Nadi : 80 x / menit
Frek. Nafas : 20 x / menit
Suhu : 36OC

Mata: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik

Mulut : mukosa bibir kering (-), stomatitis (-)


Pemeriksaan Fisik
• Thoraks :

Paru: Sn.Vesikuler,Rhonki (-/-), wheezing (-/-) ,


Jantung:
Inspeksi: iktus kordis tidak terlihat
Palpasi : Sulit dilakukan, terhalang payudara
Perkusi : Sulit dilakukan, terhalang payudara
Auskultasi: S1, S2 tunggal, Murmur (-) holosistolik.

• Abdomen : Status Obstetrikus, Turgor cepat kembali

• Genitalia : Status Obstetrikus

• Ekstremitas: Akral hangat, Edem (-)


Pemeriksaan Fisik
STATUS OBSTETRIK
• Inspeksi : Perut tampak membesar asimetris
• Palpasi:
Leopold I : Teraba bagian keras balotemen (kepala), TFU = 28 cm
Leopold II : punggung kiri
Leopold III : Teraba bagian lunak (bokong)
Leopold IV : belum masuk PAP
• TBJ : 2325 gram
• Auskultasi : DJJ (+) 146 x/menit
• His : (-)
• Pemeriksaan Dalam : TDL
Laboratorium
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal

HEMATOLOGI

Hemoglobin 11.0 12.00-16.00 g/dl

Lekosit 12.1 4.0-10.5/ul

Eritrosit 3.59 3.50-5.50 juta/ul

Heatokrit 32.4 37.00-47.00 vol%

Trombosit 288 150-450 ribu/ul


Diagnosis
G1P0A0 H 40 mgg + Anensefali
• Penatalaksanaan
• KIE dan informed consent
• IVFD RL 20 tpm
• Gastrol ¼ amp
• Drip Oxytosin 1 amp dalam
RL 500cc
Foto Buku KIA
Hasil USG
Px Obstetri 21-06-2019
Status Obstetri
• His 4x/10’/30”
• VT pembukaan lengkap / kepala / H III

Ibu dipimpin mengejan


Kondisi Kamis, 21 Juni 2019
• Lahir bayi Perempuan / 2100 g / 37 cm / AS 0-0-0
• Plasenta lahir lengkap dengan MAK III

Diagnosis
P1A0 post partum dengan fetal dead ec anencefali
Diagnosis Awal
G1P0A0 H 40 mgg + anencefalus
+ Oligohidroamnion
Diagnosis post partum
P1A0 post partum spt bk dengan
fetal death post partum
PEMBAHASAN
Anensefali adalah suatu malformasi kongenital pada siste
m saraf pusat, yang ditandai dengan tidak terbentuknya ke
dua hemisfer serebri, serebelum, medula spinalis dan jaras
piramidalis.
• Anensefali lebih sering terja • Pada kasus bayi yang di lahir
di pada janin perempuan dar kan pasien berjenis kelamin p
ipada laki-laki dengan rasio erempuan
3–4:1

Kekerapan pada perempuan tersebut diduga disebabkan oleh perbedaan beberapa asp
ek tertentu proses neurulasi pada embrio laki-laki dan perempuan.
• Etiologi pasti dari anensefali masih belum diketahui. Sebanyak 20–2
5% kasus diduga disebabkan interaksi faktor genetik dan lingkungan
, pada 15–25% kasus disebabkan faktor genetik saja, dan 7–10% ka
sus disebabkan faktor lingkungan.
• Faktor risiko yang diketahui antara lain kelainan kromosom, mutasi g
en tunggal, riwayat keluarga, alkohol, obat-obatan, infeksi, tembakau
, diabetes, dan defisiensi vitamin dan mineral esensial (contohnya as
am folat dan seng)

Berdasarkan anamnesis diketahui bahwa ibu jarang sekali minum tablet-tablet vitamin yang diberik
an bidan maupun dokter
Kemungkinan terjadinya kelainan anencephaly dapat ditekan hingga 70 % jika ibunya mengkonsu
msi tambahan vitamin asam folat.
• Pada embrio manusia yang normal, lempeng saraf mulai terbentuk kira-kira
18 hari setelah fertilisasi.
• Pada perkembangan minggu ke-4, lempeng saraf berinvaginasi sepanjang g
aris tengah membentuk alur saraf
• Alur saraf akan menutup membentuk tabung saraf. Proses penutupan dimul
ai dari bagian tengah kemudian ke arah kedua ujung tabung saraf. Bagian kr
anial menutup pada hari ke-24 dan bagian kaudal menutup pada hari ke-26.

Anensefali timbul dari suatu defek embrional sebelum hari ke-26 sehingga tidak terjadi penutupan n
europorus anterior, ujung kranial tabung saraf. Otak dan kalvaria bisa hanya
ada sebagian atau sama sekali tidak ada
Salah satu gen yang memegang peranan penting dalam NTD adalah Methylene Tetrahydrofolate R
eduktase (MTHFR) telah terbukti berhubungan dengan resiko NTD
Manifestasi Klinis
• Anensefali sangat nyata terlihat sejak bayi dilahirkan, dikarenakan ti
dak adanya tempurung kepala. Baik fetus maupun bayi baru lahir de
ngan anensefali menunjukkan wajah yang khas.

• Gejala-gejala yang dapat timbul akibat malformasi otak adalah ment


al retardasi, ataksia spastik, kejang, buta dan gangguan gerakan bol
a mata.
Pemeriksaan Penunjang
• Amniosintesis (AFP atau Alfa-fetoprotein dan acetylcholinesterase)
Kadar AFP dalam amnion akan meningkat pada anensefali dan defek tuba
neural janin.
Bila acetylcholinesterase meningkat menandakan adanya paparan terhada
p jaringan neural atau ada defek terbuka yang lain pada janin

• Kadar estriol pada air kemih ibu


Estriol berkorelasi baik dengan laju pertumbuhan janin; keha
milan dengan anensefali memiliki kadar estriol yang rendah karen
a terjadi aplasia hipofisis yang menyebabkan hipofungsi kelenjar a
drenal janin.

• USG
Kondisi anensefali dapat diditeksi selama masa prenatal dengan
menggunakan USG
Setelah ditegakkannya diagnosis prenatal pada kasus anensefalus ini,
pilihan untuk terminasi kehamilan harus disampaikan kepada pasangan
suami istri. Bagi pasangan yang memilih untuk melanjutkan kehamilan,
kemungkinan persalinan prematur, polihidramnion, persalinan tak maj
u, dan onset persalinan yang tertunda hingga melewati waktunya

Pasien sudah diberitahukan tentang keadaan pasien dan di anjurkan terminasi, namun p
asien dan keluarga sepakat untuk menunda terminasi dan dilahirkan aterm
Pasien mengalami persalinan yang tak maju dan onset persalinan yang tertunda sehing
ga melewati perkiraan waktu partusnya, sehingga dilakukan induksi persalinan.
Pencegahan
• Wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan hend
aknya lebih waspada karena kelainan ini dapat diturunkan secra genetik, da
n dianjurkan untuk melakukan konseling genetik sebelum hamil.
• Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
• Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahak
an utnuk melakukan USG minimal tiap trimester kehamilan.
• Jalani pola hidup sehat.
• Penuhi kebutuhan akan asam folat.
• Hindari asupan vitamin A dosis tinggi.
Thank you