Anda di halaman 1dari 51

RENCANA PEMECAHAN MASALAH PENYAKIT MENULAR

KHUSUSNYA PNEUMONIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS


KAMONJI DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA

Indah Citra Pratiwi, S. Ked


11.16.777.14.114
Pembimbing : dr. Meity Salatan
BAGIAN ILMU KESEHATAN KOMUNITAS DAN ILMU
KEDOKTERAN PENCEGAHAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
2018
PENDAHULUAN

Pendekatan kedokteran keluarga merupakan


pendekatan yang dilakukan oleh dokter keluarga dalam
melakukan pelayanan yang berorientasi pada keluarga
(secara bio-psiko-sosial).

Prinsip pendekatan keluarga mengutamakan


peningkatan & pencegahan, tanpa mengesampingkan
pengobatan & pemulihan. Dilakukan pendekatan secara
menyeluruh & berkelanjutan.

Anies, 2015. Kemenkes RI, 2015.


Prinsip-prinsip pelayanan/pendekatan kedokteran keluarga
adalah mewujudkan :
Pelayanan
1.Holistik dan komprehensif
2.Pelayanan yang kontinu
3.Pelayanan mengutamakan pencegahan
4.Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
5.Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarganya

6.Mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggalnya

7. Menjunjung tinggi etika dan hukum


8.Dapat diaudit dan dapat dipertanggungjawabkan
9.Sadar biaya dan mutu
Pendahuluan
• Permenkes RI No.82 Tahun 2014 tentang
penanggulangan penyakit menular :

• Penanggulangan Penyakit Menular adalah upaya


kesehatan yang mengutamakan aspek promotif dan
preventif yang ditujukan untuk menurunkan dan
menghilangkan angka kesakitan, kecacatan, dan
kematian, membatasi penularan, serta penyebaran
penyakit agar tidak meluas antar daerah maupun antar
negara serta berpotensi menimbulkan kejadian luar
biasa/wabah
PNEUMONIA

Pneumonia merupakan proses inflamasi yang terjadi


pada parenkim paru. Pada anak pneumonia merupakan
peyakit yang paling umum terjadi dan sebagai salah satu
penyebab kesakitan dan kematian pada anak ( banyak kurang
dari 5 tahun )
Sistem Pelayanan Dokter Keluarga
Diperlukan kerjasama harmonis antar-pengandil

Pemerintah SDM Kesehatan


Pelayanan
bermutu
Farmasi dan
Pengguna jasa
alat Kedokteran
3/15/2008 Seminar Kedokteran Keluarga - Bandung
RISKESDAS 2007

 Pneumonia penyebab kematian kedua setelah diare ( 15,5 % )

 Selalu berada pada 10 daftar penyakit terbesar setiap


tahunnya di fasilitas kesehatan
Persantase kematian akibat Pneumonia
Distribusi kematian anak < 5 tahun 2012

UnIcef 2012
Pravalensi Pneumonia pada usia 1-4 tahun
Pravalensi pneumonia 1991 - 2007
Insiden Pneumonia Menurut Provinsi 2008
Proporsi Pneumonia Menurut Kelompok Umur
2007 - 2009
10 PENYAKIT TERBESAR TAHUN 2017
DI WILAYAH PUSKESMAS KAMONJI KECAMATAN PALU BARAT

Jumlah
No Nama Penyakit Kasus
1 Penyakit tulang belulang, radang sendi termasuk reumatik 6. 666
2 Penyakit lain pada saluran pernapasan bagian atas 5.880
3 Gastritis 5.751
4 Penyakit dan kelainan susunan saraf lainnya 2.745
5 Penyakit kulit alergi 2.573
6 Penyakit pulpa dan jaringan peripikal 2.048
7 Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas 1.138
8 Penyakit mata lainnya (konjungtivitis, hordeolum, pterygium) 841
9 Diare 790
10 Karies gigi 688

Sumber data: SP2TP UPTD Urusan Puskesmas Kamonji Tahun 2017


MASALAH PENYAKIT MENULAR
DI PUSKESMAS KAMONJI

Salah satu kasus yang ditemukan yaitu pada An. A laki-


laki berusia 1 tahun 2 bulan mengalami batuk selama ± 4
hari.
HASIL PENGAMATAN, ANAMNESIS, DAN
PEMERIKSAAN FISIK TERHADAP KELUARGA

1. Jenis Pengamatan : Kunjungan rumah

2. Waktu Pelaksanaan : 10 – 13 Desember 2018

(10.00 WITA-selesai)

3. Lokasi : Jl. Pasar Tua


GENOGRAM

Tn. S Ny. W
Tn. L Ny. R

Tn. N Ny. N

An. A

Ket : = Laki-laki = Perempuan =Meninggal = Penderita


KARAKTERISTIK DEMOGRAFI KELUARGA
No Nama JK Status Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan
(Tahun) Terakhir
1. Tn. N L Suami 23 SMA Wiraswasta -
2. Ny. N P Istri 23 SMA IRT -
3. An. A L Anak 1, 2 bulan - - -
KASUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN
•Nama : An. A
•Jenis kelamin : Laki-laki
•Umur : 1 Tahun 2 bulan
•Agama : Islam
•Alamat : Jl. Pasar Tua
•Pembiayaan kesehatan : Tunai
ANAMNESIS

Pasien an. Laki-laki usia 1 tahun 2 bulan datang dengan


keluahan batuk sejak 4 hari yang lalu, desertai dengan demam
hilang timbul, sesak napas (+), penurunan nafsu makan (+),
riwayat kontak dengan penderita tb (-), bab (+) biasa, bak (+)
normal.
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum: Pemeriksaan Penyakit Dalam:

• Kesan : Sakit Sedang • Bunyi Pernafasan :

• Kesadaran : Compos mentis - Vesikuler+/+

• Gizi : Sedang - Rh +/+

• BB : 11kg - Wh -/-

• Denyut nadi : 110 kali/menit • Bunyi Jantung S1 & S2 reguler,

• Suhu : 38,40C Murmur (-), bising (-)

• Pernafasan : 40 kali/menit • Peristaltik usus normal


Penatalaksanaan
• Farmakologi
– Paracetamol syrup 125ml 3 x 1 cth
– Antibiotik

• Non farmakologi
- Menganjurkan ibu untuk melakukan kopres air hangat untuk
membantu menurunkan demam.
- Memberikan perasan jeruk nipis dengan madu atau kecap untuk
membantu mengurangi batuk
- Memberikan makanan bergizi pada anak secara teratur untuk
membantu meningatkan daya tahan tabuh anak
- Mengurangi minum yang dingin-dingin dan memperbanyak minum air
putih ataupun sari buah untuk membantu engencerkan dahak.
- Istirahat cukup.
PEMANTAUAN & EVALUASI
DENAH RUMAH
LANTAI 1 4m LANTAI 2
8m
J
A Dapur
L Ruang tamu
A
N Kamar 1 WC
TAMPAK DEPAN

Tampak halaman
samping rumah
TAMPAK VENTILASI UDARA
BAGIAN DEPAN

Tampak ventilasi
udara ruang tamu
RUANG TAMU BESATU DENGAN KAMAR TIDUR

Tampak plafon
rumah, dinding
dan lantai rumah
Ventilasi
DAPUR
KAMAR MANDI DAN CUCI KAKUS
LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL
Status Kepemilikan Rumah : Rumah kontrakan

KARAKTERISTIK RUMAH DAN LINGKUNGAN KESIMPULAN

Luas Rumah : 4 x8 m2 Tidak cukup memenuhi kriteria


Jumlah Penghuni dalam 1 rumah : 3 orang
rumah sehat: plafon rumah tidak
Luas halaman : 4x1 m2
ada, dan sumber air bersih berupa
Bertingkat 2
sumur suntik hanya berjarak 4 m
Lantai rumah dari semen
dari septic tank.
Dinding rumah dari papan dan tembok
Plafon rumah tidak ada
Penerangan listrik 450 KwH
Ketersedian air bersih sumur suntik ada (4m dari
septic tank)
Tempat pembuangan sampah ada
Jamban ada
Lingkungan Tempat Tinggal
KRITERIA RUMAH SEHAT (WHO)
Karakteristik Rumah dan lingkungan
1. Jamban yang sehat
2. Saran air bersih
3. Tempat pembuangan sampah
4. Sarana pembuangan air limbah
5. Ventilasi rumah yang baik
6. Kepadatan hunian rumah yang sesuai
7. Lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah
Lingkungan Tempat Tinggal
KRITERIA RUMAH SEHAT (WHO)
7 Syarat rumah sehat
1. Kering
2. Bersih
3. Aman
4. Bebas kontaminasi
5. Memiliki ventilasi
6. Bebas hewan pengganggu
7. Terawat
IDENTIFIKASI FUNGSI FISIOLOGI KELUARGA

Hampir Kadang- Hampir tidak


Kriteria Pernyataan
selalu (2) kadang (1) pernah (0)
Adaptasi Dalam keluarga saling membantu baik moral maupun
Ya
(Adaptation) material
Semua masalah keluarga diselesaikan dengan
Kemitraan
musyawarah antara pasien, kepala keluarga, istri dan Ya
(Partnership
anak-anak.

Dalam hal ini anak-anak dapat mengambil keputusan


Pertumbuhan
dengan tanggung jawab, serta orang tua selalu Ya
(Growth)
memperhatikan aktiftitas anak-anaknya di rumah.

Kasih sayang Penumbuhan rasa kasih sayang sudah cukup baik karena
Ya
(Affection) adanya keakraban di antara anggota keluarga.

Pembagian waktu, kekayaan dan ruang antar anggota


Kebersamaan
keluarga sudah baik karena adanya waktu untuk Ya
(Resolve)
memecahkan suatu masalah.
IDENTIFIKASI FUNGSI FISIOLOGI KELUARGA

Skor APGAR keluarga: 6 (Keluarga Kurang sehat)

SKORING
8-10 Fungsi Keluarga Sehat
4-7 Fungsi Keluarga Kurang Sehat
0-3 Fungsi Keluarga Tidak Sehat
IDENTIFIKASI FUNGSI PATOLOGIS KELUARGA
Fungsi Pelaksanaan Patologis

Sosial Keluarga pasien membina hubungan baik dengan tetangganya -


Budaya Kepuasan atau kebanggaan terhadap budaya (hal ini dapat dilihat dari -
pergaulan sehari-hari baik dalam keluarga maupun di lingkungan,
banyak tradisi budaya masih diikuti. Sering mengikuti acara-acara
bersifat kondangan, sunatan, dll
Religius Keluarga pasien beragama Islam, jarang melaksanakan sholat 5 waktu -

Ekonomi Pendapatan keluarga rendah dan tidak tetap (500.000-800.000,- per +


bulan). Sehingga kebutuhan primer sulit sekali dipenuhi.
Pendidikan Tingkat pendidikan tergolong rendah. +
Pengetahuan Pengetahuan orang tua pasien tentang penyakit menular yang dialami +
dan perilaku hidup bersih dan sehat masih kurang
Medical Bila ada anggota keluarga yang sakit tidak segera di bawah ke PKM. +
Keluarga menggunakan KIS untuk pembiayaan kesehatan
PHBS
NO Kriteria yang Dinilai Jawaban Skor
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan Ya 1

2. Memberi ASI esklusif Tidak 0


3. Menimbang balita setiap bulan Tidak 0
4. Menggunakan air bersih Ya 1
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan Tidak 0
sabun
6. Menggunakan jamban sehat YA 1
7. Memberantas jentik nyamuk dirumah Tidak 0
sekali seminggu
8. Makan buah dan sayur setiap hari Tidak 1
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak 0
10. Merokok Tidak 1
Total jawaban Ya 5
Skor PHBS

Keluarga Belum PHBS


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN (TEORI
H.L BLUM 1974)

Perilaku Kesehatan
Sering konsumsi
snack-snack dan
tidak mencuci tangan
sebelum makan.

Faktor Lingkungan fisik Pel. Kesehatan


Keadaan rumah yang tidak Meningkatkan
sehat terutama masalahn konseling tentang
pencahayaan atau ventiasi penyakit pneumonia
udara yang kurang baik
serta kebetsihan .
Derajat beserta komplikasinya
dan memotivasi
Faktor lingkungan sosial keluarga pasien agar
Pasien dapat bersosialisasi
dengan baik terhadap
Kesehatan teratur minum obat
teratur.
lingkungan sekitarnya

Faktor genetik
Berdasarkan teori
ISPA atau
Pneumonia
bukanlah penyakit
keturunan
DIAGNOSTIK HOLISTIK
Diagnosis dilakukan secara holistik dengan memperhitungkan 5 aksis, yaitu :

 Poin I (Aspek Personal)

Batuk dan demam

‐ Poin II (Aspek Klinis)

Pnemonia

‐ Poin III (Aspek Resiko Internal)

Kurangnya pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat , dan masalah ekonomi

‐ Poin IV (Aspek Resiko Eksternal)


Keadaan lingkungan rumah, sekitar rumah yang tidak kondusif (berdebu) dan
kurangnya ventilasi sebagai pertukaran udara.
‐ Poin V (Skala Fungsional Pasien)
Pasien masih mampu melakukan aktifitas bermain seperti biasa sesuai usianya
IDENTIFIKASI MASALAH

Pembiyaan kesehatan pasien tidak menggunakan JKN

Riwayat Imunisasi tidak lengkap

- Atap rumah masih belum memiliki plafon.


- Ventilasi dan penerangan yang kurang
Kebersihan dan cara menata perlengkapan rumah di dalam rumah
kurang.
DAFTAR MASALAH, RENCANA, & TINDAKAN INTERVENSI

No. Masalah Rencana Tindakan Intervensi

1. Pembiyaan Melalukan edukasi Melakukan edukasi dan


kesehatan pasien tentang sistem JKN menjelaskan alur
tidak kepada keluarga pasien pendaftaran agar pasien
menggunakan dapat masuk dalam sistem
JKN JKN
No. Masalah Rencana Tindakan Intervensi

2. Riwayat Imunisasi tidak Melakukan edukasi Melakukan pebimbingan


lengkap kepada keluarga pasien kepadakeluarga pasien
tentang pentingnya mengenai jadwal, jumlah,
peran imunisasi dalam jenis immuniasi yang di
mencegah timbulnya perlukan oleh anak-anak
penyakit
No. Masalah Rencana Tindakan Intervensi

3. - Atap rumah - Konseling tentang - Menjelaskan bahaya rumah yang


masih belum rumah sehat tidak ada plafon dapat
memiliki plafon. menyebabkan suhu panas dan air
- Ventilasi dan hujan masuk kedalam rumah
penerangan sehingga dapat menyebabkan
yang kurang. keluarga gampang terkena
penyakit.
- Menjelaskan berbagai dampak
penyakit dan menyarankan
persediaan alat penerangan
dirumah sehingga mencegah
kecelakaan dirumah.
- Ventilasi kurang sehingga kurang
pertukaran udara didalam rumah.
No. Masalah Rencana Tindakan Intervensi

4. Kebersihan dan cara Penyuluhan tentang Memberikan penyuluhan


menata perlengkapan pentingnya menjaga dan tentang pentingnya menjaga
rumah di dalam rumah memelihara kebersihan dan memelihara kebersihan
masih kurang. lingkungan untuk mencegah kontaminasi
bakteri ke makanan atau
minuman yg dikonsumsi serta
dampaknya bagi kesehatan
dan orang sekitar
MANAJEMEN KOMPREHENSIF

1. Promotif - Memberikan informasi guna meningkatkan pengetahuan pasien


dan keluarga tentang penyakit yang di derita.
- Menjelaskan pentingnya kunjungan ke Puskesmas atau Rumah
sakit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

2. Preventif - Memberikan motivasi agar keluarga pasien rutin membawa


pasien ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan sesuai
penyakit yang diderita pasien

3. Kuratif - Diberikan antibiotik untuk mengobati penyakit

4. Rehabilitatif - Konseling mengenai penyakit yang di derita dan prognosisnya


kedepan.
KESIMPULAN
• An. A mengalami penyakit saluran pernapasan yaitu pneumonia yang
disebabkan Streptococcus Pneumonia.
• Pada kasus ini disebabkan karna kurangnya ventilasi dan kebersihan
dalam rumah sehingga pertukaran udara tidak bagus.
• Diagnosis holistik pada pasien ini adalah pnemonia dengan permasalahan
fungsi patologis keluarga melalui FAMILY SCREEM yaitu tingkat
pendidikan,tingkat pengetahuan, ekonomi dan medical.
• Berdasarkan hasil APGAR (fungsi pokok keluarga atau tingkat kesehatan
keluarga) dapat disimpulkan bahwa fungsi keluarga kurang sehat.
• Keberhasilan dalam penatalaksanaan penyakit sangat bergantung pada
tingkat pengetahuan pasien, motivasi, dan perhatian keluarga tentang
penyakit anak pasien.