Anda di halaman 1dari 11

TURUNAN DALAM BERBAGAI BIDANG

KEILMUAN
DISUSUN OLEH :

M. YUNUS HENDRAWAN
ADELIA SEKARSARI
ELSIE SULASTRY
FARAH SALSABILA
GISELA GILBERTA
1. Pada bidang Teknik

Pada bidang Tekhnik penggunaan turunan dapat membantu programer dalam pembuatan aplikasi dari mesin –
mesin yang handal.
Contohnya : Para Enginer dalam membuat / mendisain mesin – mesin pesawat terbang.

2. Pada bidang Matematika

Turunan digunakan untuk pencarian dalam limit, yang bentuk soal limitnya harus di faktorkan atau di kalikan terlebih
dahulu dengan akar sekawan. Selain itu , Aplikasi turunan juga digunakan untuk menentukan persamaan garis singgung.

Contoh penggunaan Turunan untuk menentukan Garis singgung :


Tentukan persamaan garis singgung dari y = x3 - 2x2 - 5 pada titik (3,2).
Jawab :
Y=f(x)= x3-2x2-5
Y’=f’(x) = 3x2-4x
f’(3) = 3(3)2 - 4(3) = 15 ; m = 15.
Rumus pers. Garis singgung :
y-yo = m (x-xo)
, maka garis singgung fungsi diatas adalah :
Y – 2 = 15 (x – 3) atau y = 15x – 43
3. Aplikasi Turunan Dalam Bidang Ekonomi

Penerapan penggunaan turunan parsial matematika pada kehidupan sehari-hari sangat banyak. Hampir semua bidang ada. Namun pada saat ini saya
akan menjelaskan penggunaan turunan parsial dalam bidang ekonomi.
Pada bidang ekonomi fungsi turunan dipakai untuk mencari biaya marjinal, yaitu dengan cara menurunkannya dari persamaan biaya total. Bisa ditulis
biaya marjinal = biaya total’. Para matematikawan mengenal biaya marjinal sebagai dc/dx, turunan C terhadap x. dengan demikian dapat didefinisikan
harga marjinal sebagai dp/dx, pendapatan marjinal sebagai dR/dX, dan keuntungan marjinal sebagai dp/dx.

Berikut contoh soalnya


*Sebuah perusahaan mempunyai biaya 3200 + 3,25x – 0,0003x2 dengan jumlah persatuan x=1000. Tentukan biaya rata-rata dan biaya marjinal?
Penyelasaian
biaya rata-rata = C(x)/x
= 3200+3,25x-0,0003x2 / X
= 3200+3,25 (1000)-0,0003(1000)2 / 1000
= 6150 / 1000 = 6,15
Maka biaya rata-rata persatuan yaitu 6,15 x 1000 = Rp.6150
biaya marjinal = dc/dx
= 3,25-0,0006x
= 3,25-0.0006 (1000)
= 2,65
maka biaya marjinalnya, 2,65 x 1000 = Rp.2650 Pada x=1000
Dari hasil di atas, dapat dikatakan bahwa dibutuhkan Rp.6150 untuk memproduksi 1000 barang pertama dan membutuhkan Rp. 2,65 untuk membuat 1
barang setelah barang yang ke 1000, hanya dibutuhkan Rp. 2650 untuk membuat 1000 barang yang sama.
Demikian postingan saya tentang turunan parsial. Mohon maaf bila ada kesalahan Semoga postingan ini bermanfaat. Jika anda butuh postingan yang lain,
anda bisa meninggalkan comment dan saya akan berusaha memposting postingan yang anda butuhkan.
ELASTISITAS
Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan
perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen
terhadap perubahan harga.
Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan.
Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen,
pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan
dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah
barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan
menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan
harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini
ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja
tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus
mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan
seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh
persen, dua puluh persen, dan seterusnya.
4. Aplikasi Turunan Parsial Dalam Bidang Fisika

Matematika merupakan ilmu dasar dari segala ilmu yang lain, sekarang ini matematika digunakan sebagai alat
penting di berbagai bidang ilmu pengetahuan, salah satunya dalam bidang pengetahuan fisika dengan menghubungkan
fungsi suatu turunan parsial dalam bidang tersebut.
Sebelum diperjelas apa saja hubungan diatas kita harus tahu dulu definisi dari turunan parsial itu sendiri. Turunan
parsial itu adalah suatu proses melakukan differensial dari suatu fungsi yang hanya melibatkan satu macam variabel dari
keseluruhan variabel yang berkontribusi terhadap perubahan fungsi tersebut.
Berikut ini adalah contoh turunan parsial yang menggunakan 3 variabel. Dalam bidang fisika saya mengambil contoh
rumus jarak yang ditempuh oleh benda yaitu: y = ½gx2+v0x+y0 dimana y0 menyatakan jarak awal dari titik 0. Apabila
rumus ini diturunkan menjadi turunan yang pertama y’ = dy/dx maka akan menjadi y= gx+v0, dimana v0menyatakan
kecepatan awal. Rumus ini masih bisa diturunkan menjadi turunan yang kedua yaitu d2y/dx2, menjadiy=g(konstan),
sehingga menjadi rumus percepatan, dimana jika suatu benda dijatuhkan dari ketinggian tertentu di atas permukaan bumi.
Sehingga kita dapat mengetahui bahwa dengan turunan parsial, kita dapat membuktikan rumus-rumus dari turunan
sebelumnya. Seperti rumus diatas dari rumus jarak,hingga dapat rumus percepatan. Rumus-rumus itu didapat hanya dari
satu rumus saja.
Dengan demikian turunan parsial dibilang sebagai hubungan yang mengaitkan suatu fungsi dengan turunan-turunannya
melalui variabel-variabel yang dimaksud.
5. Besaran Turunan dan Satuannya Dalam Ilmu Fisika – Fisika

Besaran Turunan adalah besaran yang terbentuk dari satu atau lebih besaran pokok yang ada. Besaran adalah
segala sesuatu yang memiliki nilai dan dapat dinyatakan dengan angka.
Misalnya adalah luas yang merupakan hasil turunan satuan panjang dengan satuan meter persegi atau m pangkat 2 (m^2).
Luas didapat dari mengalikan panjang dengan panjang.
Berikut ini adalah berbagai contoh besaran turunan sesuai dengan sistem internasional / SI yang diturunkan dari sistem
MKS (meter - kilogram - sekon/second) :
- Besaran turunan energi satuannya joule dengan lambang J
- Besaran turunan gaya satuannya newton dengan lambang N
- Besaran turunan daya satuannya watt dengan lambang W
- Besaran turunan tekanan satuannya pascal dengan lambang Pa
- Besaran turunan frekuensi satuannya Hertz dengan lambang Hz
- Besaran turunan muatan listrik satuannya coulomb dengan lambang C
- Besaran turunan beda potensial satuannya volt dengan lambang V
- Besaran turunan hambatan listrik satuannya ohm dengan lambang ohm
- Besaran turunan kapasitas kapasitor satuannya farad dengan lambang F
- Besaran turunan fluks magnet satuannya tesla dengan lambang T
- Besaran turunan induktansi satuannya henry dengan lambang H
- Besaran turunan fluks cahaya satuannya lumen dengan lambang ln
- Besaran turunan kuat penerangan satuannya lux dengan lambang lx
Posisi partikel ditunjukkan oleh persamaan s=f(t)=t3-6t2+9t (t dalam detik dan s dalam meter). Tentukan :
a. Kecepatan pada waktu t?
b. Kecepatan setelah 2 detik?
c. Kapan partikel berhenti?
d. Kapan partikel bergerak maju ?
Jawab :

a. Fungsi kecepatan adalah turunan dari fungsi posisi.


s=f(t)=t3-6t2+9t
v(t)= =3t2-12t+9

b. Kecepatan setelah 2 detik bermakna sebagai kecepatan sesaat pada t=2


v(t)= =3t2-12t+9
v(2)= 3(2)2-12(2)+9=-3m/dt

c. Partikel berhenti jika v(t)=0


v(t)= 3t2-12t+9=0
3t2-12t+9
3(t2-4t+3)
3(t-1)(t-3)=0
 t1=1 dan t2=3 Partikel berhenti setelah t=1 atau t=3

d. Partikel bergerak maju (dalam arah positif) jika v(t)>0


3t2-12t+9=3(t-1)(t-3)>0
 Partikel bergerak maju jika
t<1 atau t>3 (dari mana ?)
 Partikel bergerak mundur jika
1<t<3
Aplikasi Turunan dalam Ilmu Kimia.
Salah satu aplikasi diferensial dalam ilmu kimia, yaitu laju reaksi. Dalam riset operasi,turunan menentukan cara paling
efisien dalam memindahkan bahan dan desain pabrik.Dengan menerapkan teori permainan, turunan dapat
memberikan strategi yang paling baikuntuk perusahaan yang sedang bersaing.Laju reaksi memiliki kemampuan untuk
meramalkan kecepatan campuran reaksimendekati keseimbangan. Untuk menghitung laju reaksi dalam orde reaksi
dapat digunakansecara praktis persamaan diferensial. Hukum laju reaksi adalah persamaan yangmenyatakan laju
reaksi v sebagai fungsi dari konsentrasi semua spesies yang ada, termasukproduknya. Terdapat dua metode yang
dapat dikembangkan untuk menentukan perubahankonsentrasi pereaksi per satuan waktu, yaitu metode
diferensial dan metode integral.Metode diferensial berguna untuk menentukan tingkat reaksi, sedangkan
metodeintegral berguna untuk mengevaluasi tingkat reaksi.

Metode integral didasarkan pada pengukuran reaksi setiap saat. Data yang terkumpulselanjutnya dievaluasi dengan
persamaan integral yang dimodifikasi ke dalam bentuk grafik.Kemudian, ditentukan apakah reaksi
tersebut tingkat satu, tingkat dua, atau tingkattertentu. Mengingat metode integral memerlukan pemahaman
matematika, khususnyaintegral yang memadai maka tidak diberikan di sini .Metode diferensial disebut juga metode
laju awal atau metode laju rata-rata.
Metode ini didasarkan pada perubahan konsentrasi pereaksi dalam selang waktu tertentu.
Dengan kata lain, metode diferensial adalah metode untuk menentukan tingkat reaksi ataulaju reaksi.
• Tentukan persamaan garis singgung dari y = x3 - 2x2 - 5 pada titik (3,2).
• Sebuah perusahaan mempunyai biaya 3000 + 3x – 0,0003x2 dengan jumlah
persatuan x=1000. Tentukan biaya rata-rata dan biaya marjinal?
• Posisi gelombang ditunjukkan oleh persamaan y=0,01 sin(10𝜋t- 𝜋x) tentukan
a. Kecepatan pada waktu t=0,1 sekon dan x=0,25 m
b. Percepatan pada saat yang sama.