Anda di halaman 1dari 13

TUNARUNGU

Pengertian Tunarungu Karakteristik Anak Tunarungu

Cara Pencegahan Terjadinya


Tunarungu Penyebab Tunarungu

Layanan Bimbingan Bagi


Kalsifikasi Tunarungu Tunarungu
Pengertian Tunarungu
Tunarungu adalah istilah yang menunjukan pada kondisi
ketidak fungsian organ pendengaran atau telinga seseorang. Kondisi
ini menyebabkan orang tersebut mengalami hambatan atau
keterbatasan dalam merespons bunyi-bunyi yang ada disekitarnya.
Kendala tersebut ada yang tidak bisa mendengar secara total atau
hanya sebagian saja.
Karakteristik Anak
Tunarungu
Fisik
Jika dibandingkan dengan kecacatan lain nampak jelas dalam arti tidak terdapat kelainan, tetapi bila
diperhatiakan lebih teliti mereka mempunyai karakteristik seperti cara berjalan kaku dan agak membungkuk hal
ini terjadi pada anak tunarungu yang mempunyai kelainan atau kerusakan pada alat keseimbangannya. Lalu
Gerakan kaki dan tangan yang cepat.

Emosi
Semua anak memerlukan perhatian dan dapat diterima di lingkungan yang di tempati. Tidak terkecuali anak
tunarungu, tetapi semua itu akan sulit didapatkan oleh anak tunarungu karena mereka hanya dapat merasakan
ungkapan tersebut melalui kontak visual

Sosial
Mereka cenderung memiliki rasa curiga pada lingkungan, memiliki perasaan tidak aman dan memiliki
kepribadian yang tertutup, kurang percaya diri, menafsirkan sesuatu secara negatif, memiliki perasaan rendah
diri dan merasa disingkirkan, kurang mampu mengontrol diri dan cenderung mementingkan diri sendiri
Cara Pencegahan Terjadinya Tunarungu
1. Upaya yang dapat dilakukan sebelum nikah ( pranikah )
 Menghindari pernikahan sedarah atau pernikahan dengan saudara dekat, terutama pada keluarga yang
mempunyai sejarah tunarungu
 Melakukan pemeriksaan darah
 Melakukan konseling genetika

2. Upaya yang dapat dilakukan pada waktu hamil


 Menjaga kesehatan dan memeriksakan kehamilan secara teratur pada dokter kandungan atau bidan
 Mengonsumsi gizi yang baik atau seimbang
 Tidak meminum obat sembarangan karena dapat menyebabkan keracunan pada janin
 Melakukan imunisasi anti tetanus

3. Upaya yang dapat dilakukan pada saat melahirkan


 Pada saat melahirkan diupayakan tidak menggunakan alat penyedot
 Apabila ibu tersebut terkena virus herpes simplek pada daerah vaginanya maka kelahiran harus melalui
operasi caesar.
Penyebab Tunarungu
Ketulian juga bisa dialami
Ketulian juga bisa ketika anak pada masa
Lahir secara disebabkan karena sang Anak yang lahir pertumbuhan. Misalnya,
ibu pada saat hamil seorang anak lahir secara
prematur, hal ini juga yang berusaha
dan kekurangan normal, hanya saja menjelang
bisa menyebabkan oksigen pun bisa usia 10 tahun ia mengalami
menggugurkan janin sakit dan diberikan obat
ketulian pada anak. yang ada dalam menjadi tuli. dengan dosis tinggi sehingga
kandungan. hal itu bisa menyerang fungsi
pendengaran telinganya.

Anak terlahir dengan Peringatan bagi para ibu-ibu Faktor genetik juga bisa
disedot, vakum, atau cesar. hamil, kalau sedang mengandung
sebisa mungkin jangan sakit memengaruhi, misalnya
Hal ini juga bisa merusak
karena suatu penyakit yang kedua orangtuanya normal,
saraf pendengaran. Jika
diderita saat hamil sangat riskan namaun kakek, dan
anak mengalami tuli saraf, untuk kandungan, terlebih seperti neneknya memiliki riwayat
tentu tidak bisa campak atau tipes. Semua pernah mengalami ketulian.
disembuhkan, hanya bisa penyakit dengan panas tinggi, Hal ini bisa berdampak pada
dibantu dengan alat bantu akan sangat riskan untuk
kandungan. anak.
dengar semata.
Klasifikasi Tunarungu

Menurut Hallahan dan Menurut buku pendidikan anak tuna


rungu untuk Sekolah Guru Pendidikan
Kauffman Luar Biasa ( SGPLB )

Tuli (deaf) Klasifikasi etilogis

Kurang dengar (hard of hearing) Klasifikasi anatomis-fisikologis

Menurut nada yang tak dapat di dengar


Layanan Bagi Anak Tunarungu
Layanan
Umum dan
Khusus

Strategi dan Tempat Atau


Media Sistem
Pembelajaran Layanan

Metode
Komunikasi
Layanan Umum Layanan Khusus
Layanan umum merupakan layanan Layanan khusus merupakan layanan yang khusus
pendidikan yang biasa diberikan kepada anak diberikan kepada anak tunarungu dalam
mengurangi dampak ketunarunguannya atau
mendengar atau normal yang meliputi layanan melatih kemampuan yang masih ada, yang meliputi
akademik, latihan dan bimbingan. layanan bina bicara serta layanan bina persepsi
bunyi dan irama.

Layanan bina bicara merupakan layanan upaya untuk


meningkatkan kemampuan anak tunarungu dalam
mengucapkan bunyi-bunyi bahasa dalam rangkaian kata-
kata, agar dapat dimengerti atau diinterpretasika oleh
orang yang mengajak atau diajak bicara

Layanan bina persepsi bunyi dan irama merupakan


layanan untuk melatih kepekaan terhadap bunyi dan
irama melalui sisa pendengaran atau merasakan
vibrasi (getaran bunyi) bagi siswa yang hanya
memiliki sedikit sekali sisa pendengaran.
Sistem pendidikan
Tempat khusus atau segregasi adalah sistem
pendidikan yang terpisah
sistem segregasi dari sistem pendidikan
anak normal
Tempat dan
Sisitem Layanan Sistem pendidikan integrasi
merupakan sistem
pendidikan yang
memberikan kesempatan
Sekolah umum atau kepada anak tunarungu
sistem integrasi untuk belajar bersama-sama
dengan anak mendengar
atau normal di sekolah
umum
atau sekolah biasa
Metode
Oral

Metode
Komunikasi

Metode Metode
Membaca Manual
Ujaran (Isyarat)
Strategi Dan Media Pembelajaran
Strategi Media
Pembelajaran Pembelajaran
media pembelajaran yang
Strategi cocok untuk Anak
Tunarungu adalah media
Individualisasi visual dan cara
menerangkannya dengan
bahasa bibir/gerak bibir

Strategi
Kooperatif

Strategi
Modifikasi
Perilaku
Dokumentasi Tunarungu