Anda di halaman 1dari 30

Tatalaksana pada Gastroenteritis Dehidrasi di

Instalasi Gawat Darurat 1

Elva Oktiana Rahmi


1102012075
Kepeminatan Kegawatdaruratan
17 November 2015
Outline
Presentasi ini tersusun atas lima agenda :

1 Abstract

2 Pendahuluan

3 Case Report
2
4 Diskusi

5 Kesimpulan dan Saran


Outline
Presentasi ini tersusun atas lima agenda :

1 Abstract

2 Pendahuluan

3 Case Report
3
4 Diskusi

5 Kesimpulan dan Saran


Abstract
In this case report aims at comparing Gastroenteritis Dehydration’s
Objective treatment in emergency department with existing literature.

Study Design Case Report

Observation the patien at emergency department in Bhakti Yudha hospital


Methods
that we have done in one day.

In terms of reducing mortality rate because of dehydration on gastroenteritic acute,


there should be a proper treatment such as oral rehydration solution (ORS). We also
Discussion have to completely check what is the causes agent due to gastroenteritic
dehydration, so we can eliminate the cause. For example if the main cause is 4
bacterial, we can give antibiotics treatment. To reduce vomiting symptomp we can
give ondancetron
Oral rehydration solution (ORS) and some interventions are promising. While standard
(over 24 h) rehydration is also effective. Convicing evidence has accumulated showing
that ondancetron reduces the risk of vomiting; however, aclearance on safety in
Conclussion children is needed. New data, although mainly from outside of Europe, have
reconfirmed that either smectite or racecadoctril is an effective of using certain
probiotics, such as Lactobacillus GG or S. boulardii.

Keyword Gastroenteritis dehydration, treatment

4
Outline
Presentasi ini tersusun atas lima agenda :

1 Abstract

2 Pendahuluan

3 Case Report
5
4 Diskusi

5 Kesimpulan dan Saran


Pendahuluan
Menurut World Health Organization (WHO) 3,5 juta kematian pertahun disebabkan
diare, dimana 80% dari kematian ini mengenai anak-anak dibawah umur 5 tahun
Gastroenteritis dehidrasi pada Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh
umumnya…. subdit diare terjadi kenaikan dari tahun 2000-2010

Gejala diare dan muntah dan dapat • Pada tahun 2008 terjadi KLB di 69 Kecamatan
berakibat lanjut akibat pengeluaran dengan jumlah kasus 8133 orang, kematian 239
orang (CFR 2,94%). Tahun 2009 terjadi KLB di 24
cairan dan elektrolit dalam jumlah
Kecamatan dengan jumlah kasus 5.756 orang,
banyak, salah satunya syok
dengan kematian 100 orang (CFR 1,74%),
hipovolemik. sedangkan tahun 2010 terjadi KLB diare di 33 6
kecamatan dengan jumlah penderita 4204
• Hingga saat ini masalah diare dengan kematian 73 orang (CFR 1,74 %.)
masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia, masih • Berdasarkan pola penyebab kematian semua
sering timbul dalam kejadian umur, diare merupakan penyebab kematian
Kejadian Luar Biasa (KLB), selain peringkat ke-13 dengan proporsi 3,5%.
itu juga disertai dengan angka Sedangkan berdasarkan penyakit menular,
kematian yang tinggi diare merupakan penyebab kematian peringkat
ke-3 setelah TB dan Pneumonia, menurut
Risekesdas 2007.

(Kementrian Kesehatan RI, 2011) 6


Outline
Presentasi ini tersusun atas lima agenda :

1 Abstract

2 Pendahuluan

3 Case Report
7
4 Diskusi

5 Kesimpulan dan Saran


Case Report

Case Story

An. M datang ke UGD Rumah Sakit Bhakti Yudha karena mengeluh


sudah 2 hari ini mengalami buang air besar dengan konsistensi cair
sebanyak lebih dari 20 kali dalam sehari. Selain itu juga terasa mual
dan muntah yang tak kunjung berhenti. Setelah dilakukan
pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum kompos mentis.
Tekanan darah: 110/80, suhu tubuh: 36,2 celcius, pernafasan: 21x
8
/menit dan nadi: 85x/menit. Kemudian pada palpasi terdapat nyeri
epigastrium. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan lab
H2TL.Penatalaksaan yang diberikan pada pasien tersebut saat
berada di UGD RS. Bhakti Yudha berupa infus ringer laktat dengan
cara diguyur sebanyak 1 kolf, injeksi ondancetron, injeksi
ceftriakson sebanyak 2x1 gr, injeksi ranitidin sebanyak 2x1 gr, new
diatab sebanyak 3x2 dan kemudian dirujuk ke bagian interna.
Case Report

IDENTITAS

Nama : An. M
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia : 16 Tahun
Alamat : Depok
Pekerjaan : Siswa 9
Status : Belum Kawin
Agama: Islam
Case Report - Anamnesis

1 Keluhan Utama Diare lebih dari 20x sudah selama 2 hari.

Sejak dua hari yang lalu, pasien mengeluh baung air besar dengan

2 Riwayat Perjalanan
Penyakit
konsistensi cair lebih dari 20 kali setiap harinya. Pasien mengeluh mual
dan muntah dan disertai nyeri epigastrium

Riwayat Penyakit - Riwayat darah tinggi disangkal

3 Dahulu - Riwayat infeksi typoid disangkal

4 Riwayat Penyakit Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal 10
Keluarga

5 Riwayat Sosial
Ekonomi
Pasien belum menikah dan masih berstatus sebagai siswa

6 Riwayat Pengobatan
Pasien sebelumnya pernah berobat ke Rumah Sakit Bhakti Yudha dengan
penyakit dan keluhan yang berbeda
Case Report - Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum Pemeriksaan Fisik Penatalaksanaan

Kesadaran : Abdomen: •Infus ringer laktat dengan


Compos Mentis bising usus (+), nyeri cara diguyur,1 kolf,
Keadaan sakit: tekan epigastrium (+) •New diatab 3x2.
Sakit sedang •Injeksi obat:
Tekanan Darah : o Ondancetron
110/80 mmHg Pemeriksaan Penunjang
o Ceftriakson 2x1 gr
Nadi : o ranitidin sebanyak 11
85 kali per menit 2x1 gr,
Pernafasan : H2TL
Rujuk untuk konsul interna
21 kali per menit
Suhu :
36,2o C
Outline
Presentasi ini tersusun atas lima agenda :

1 Abstract

2 Pendahuluan

3 Case Report
12
4 Diskusi

5 Kesimpulan dan Saran


Diskusi - Definisi
Kasus gastroenteritis dehidrasi dapat terjadi pada segala usia. Pada umumnya
gastroenteteritis ini memberi gejala diare dan muntah jika terjadi terus-menerus tentu saja
dapat berakibat lanjut yaitu pengeluaran cairan dan elektrolit dalam jumlah yang sangat
banyak, seperti:

1 Syok hipovolemik
2 Kekurangan elektrolit

3
13
Kegagalan ginjal mendadak (tipe prerenal)

Asidosis metabolik, karena:

4 • Pengeluaran ion bikarbonat dalam jumlah besar


• Akibat kegagalan ginjal mendadak
• Pembakaran energy secara aerobic pada saat terjadi syok

(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)


Diskusi - Etiologi
Penyebab gastroenteritis dehidrasi dapat berupa virus maupun bakteri.
Virus: Food-
•Norovirus Bakteri (15-20%): borne toxic
•Rotavirus •Shigella diare
•Adenovirus •Salmonella
•Parvovirus •C jejuni Keracunan obat
•Astrovirus •Yersinia enterocolitica •Quninidine
•Coronavirus •E coli •Antibiotic
•Pestivirus •Aeromonas •Laxative
•Torovirus •B cereus •Sorbitol 14
•C difficle •Kolinergic
•Clostridium
perfringens
•Listeria, dan lain lain.

Penyebab lainnya bisa karena AIDS, cholitis ulserativ, cholitis


ischemic, chron disease, short bowel syndrome atau agent
penyebab yang tidak diketahui terutama dinegara berkembang.
(Diskin, Arthur)
DISKUSI - KLASIFIKASI

Gastroenteritis choleriform Gastroenteritis disentriform


Vibrio Parahemolitica, Vibrio eltor, E. coli Salmonella, Shigella, dll.

Diare tanpa tenesmus Kolik

15
Muntah tanpa mual Tenesmus

Rice water stool Mual

Sering akibatkan dehidrasi Pada kotoran terdapat lendir dan darah

(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)


Diskusi - Patofisiologi

Mikroorganisme yang telah disebutkan pada etiologi gastroenteritis dehidrasi


tersebut memproduksi toxin yang dapat menjadi fasilitator untuk infeksi.

Cara lain yang dapat menyebabkan adalah ketika mengkonsumsi makanan, obat
atau faktor intrinsik lain yang mengandung toxin juga dapat menyebabkan
infeksi. PH asam yang terdapat di abdomen sebenarnya efektif untuk menjadi
pertahanan antimikrobal. 16

Selain itu pasien dengan immunocompromised juga dapat lebih mudah terjangkit
organisme penyebab gastrointestinal dehidrasi.

(Diskin, Arthur)
Diskusi - Diagnosis

Berdasarkan gejala yang terjadi:

Yaitu buang air besar dengan konsistensi cair sudah terjadi selama 2 hari dan
sebanyak 20 kali sehari. Selain itu pada anamnesis juga didapatkan mual dan
muntah

Gejala yang telah disebutkan diatas merupakan gejala utama gastroenteritis


dehidrasi meskipun untuk mengetahui agen penyebabnya perlu dilakukan
17
pemeriksaan labolatorium lebih lanjut

(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)


Diskusi - Tatalaksana

Prinsip penatalaksanaan pada gastroenteritis diare ini adalah:

1 Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi syok

2 Mengenal dan mengatasi komplikasi yang terjadi

3
18
Mengganti elektrolit yang hilang

4 Memberantas penyebabnya.

(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)


Tabel 2. pedoman menentukan ‘nilai’ untuk menghitung jumlah cairan yang
dibutuhkan pada penanggulangan kasus gastroenteritis.

19

Sumber: Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013, Pedoman Penatalaksanaan Praktis Kedaruratan Medik
Terapi Rehidrasi

• Pemberian cairan dan elektrolit pada dewasa diberikan sebanyak:

• Cara pemberian cairan bisa melalui per oral maupun per infus (I.V.P.D). 20

Untuk pemberian oral dilakukan bila ‘nilai’ kurang dari 3.


• Bila terjadi syok atau penurunan kesadaran, cairan per oral tidak
diberikan.

(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)


Terapi Kausal

Gastroenteritis Coleriform Gastroenteritis Disentriform

Entamoeba hystolitica:
Metronidazole, 21
Tetrasiklin-HCl
Tinidazole, Tetrasiklin,
E.B.I

Salmonella & Shigella:


Ampisilin
(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)
Penatalaksanaan yang diberikan pada anak:

Mengatasi Koreksi asidosis


Antibiotika Refeeding
dehidrasinya metabolik

Dehidrasi ringan/
sedang: garam Diatas usia
oralit sebanyak 2- neonatus:
5 gelas per hari Prokain -Penisilin, Setelah rehidrasi
selama 2-3 hari. kloramfenikol, (tidak perlu
ASI tetap ampisilin Na-bikarbonat menunggu 24
diberikan. 0,3 x BB x Base jam) dapat 22
excess mEq/liter langsung dimulai
yang diberikan refeeding
separuh dahulu,
sisanya bila
Dehidrasi berat: dibutuhkan
Penderita dirawat Neonatus/BBLR:
di rumah sakit ampisilin dan
dan diberikan gentamisin
cairan intravena

(Purwadianto Agus, Sampurna B, 2013.)


23

Sumber: Piescik-Lech, et al, 2012. The Management Of Acute Gastroenteritis In Children.


• Berdasarkan literature yang telah • Terapi rehidrasi yang disarankan
dibaca oleh penulis dan observasi terdapat dua cara yaitu dengan
pada pasien yang dilakukan di oral rehidrasi dan melalui
UGD RS. Bhakti Yudha didapatkan intevena rehidrasi
bahwa tatalaksana yang dilakukan • Kemudian diberikan New diatab
pada pasien tersebut sudah 3x2
sesuai, yaitu dengan diberikan: • Injeksi obat:
• Infus ringer laktat dengan cara – Ondancetron sebagai 24

diguyur 1 kolf, sebagai terapi antiemetik


rehidrasi.
– ceftriakson 2x1 gr (antibiotik)
– ranitidin sebanyak 2x1 gr
• Dirujuk untuk konsul interna.
Diskusi – Agama
Pandangan Islam Mengenai Bersuci Pada Orang Yang Sedang Sakit
Seseorang yang sakit apabila tidak mampu bersuci dengan air untuk berwudhu dari
hadats kecil atau mandi dari hadats besar, maka dia boleh bertayyamum.

Caranya yaitu dengan memukulkan kedua telapak tangannya pada permukaan yang suci
dan berdebu sebanyak satu kali. Kemudian dilanjutkan dengan mengusap wajah dan
kedua telapak tangan.
25

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:


‫ست َ َط ْعتُم‬ َََّ ‫فَاتَّقُوا‬
ْ ‫َللا َما ا‬
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu “ (At Taghabun:16).
Seseorang dengan penyakit tidak bisa menahan kencing atau yang terus mengeluarkan
darah atau tidak bisa menahan kentut dan tidak bisa diobati, maka wajib baginya untuk
berwudhu setiap kali hendak shalat setelah masuk waktunya dan mencuci bagian tubuh
dan pakaiannya, atau menggantinya dengan pakaian yang bersih jika memungkinkan

Allah Ta’ala berfirman :

1 “Allah sekali-kali
2 “Allah
menghendaki
3 Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda:
26

tidak menjadikan kemudahan “Jika Aku


kesulitan bagimu bagimu, dan tidak memerintahkan
dalam beragama “ menghendaki kalian maka
(Al Hajj:78). kesukaran bagimu“ lakukanlah
semampu kalian”
(Al Baqarah:185).
Outline
Presentasi ini tersusun atas lima agenda :

1 Abstract

2 Pendahuluan

3 Case Report
27
4 Diskusi

5 Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan dan Saran

1Setelah ditegakan
diagnosis sebagai
gastroenteritis dehidrasi
harus dilakukan
2
Pada pemberian oral
rehidrasi pada anak
maupun dewasa harus
diberikan dengan segera,
3
Jika penyebab telah
diketahui bila
penyebabnya adalah
bakteri tentu dapat
penatalaksanaan pada selain itu antiemetic yang diberikan antibiotic
secara tepat terutama dapat diberikan seperti yang sesuai untuk
jika pasien telah ondancetron juga sangat memberantas agen
mengalami dehidrasi diperlukan untuk penyebabnya, begitu 28
berat mengurangi pengeluaran pula jika
cairan dan elektrolit penyebabnya adalah
lewat muntah yang virus.
berlebihan
TERIMA
29

KASIH

Referensi
Bellemare S, Hartling L, et al, 2004. Oral Rehydration Versus Intravenous Therapy For Treating
Dehydration Due To Gastroenteritis In Children: A Meta-Analysis Of Randomised Controlled Trials.
[Online] BMC Medicine. Canada: Alberta Research Centre for Child Health Evidence, Department of
Pediatrics, University of Alberta. P. 1-8. Available from: Springer

Diskin, Arthur. Emergent Treatment of Gastroenteritis. [online] Available from: www.Medscape.com


[Diakses: 11 November 2015].

Kementrian Kesehatan RI, 2011. Situasi Diare di Indonesia. Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.
http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-diare.pdf. [Diakses
pada 10 November 2015].

Mianoki, Adika, 2013. Tuntutan Bersuci Pada Orang Sakit [online] Available from : 30
http://kesehatanmuslim.com/tuntunan-bersuci-bagi-orang-sakit-2/ [Diakses : 13 November 2015].

Purwadianto A, Sampurna B, 2013. Kedaruratan Medik Pedoman Penatalaksanaan Praktis. P. 119-128.


Tangerang Selatan, Bina Rupa Aksara.

Piescik-Lech, R Samir, et al, 2012. The Management Of Acute Gastroenteritis In Children. [Online] AP&T
Alimentary Pharmacology an Therapeutics (37). pp. 289-303. Available from : http://ebscohost.com
[Diakses : 10 November 2015].