Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH LARUTAN DETERGEN, NaCl FISIOLOGIS DAN

AQUADEST TERHADAP KONTRAKSI OTOT JANTUNG IKAN


NILA (Oreochromis niloticus)

Alfikri Shadrian
Cut Nathasya Fahira
Fatin Salsabila
Nurlis Yunita
ASISTEN : NADYA SHIFANI
LATAR BELAKANG

Pengaruh Kerja Otot KERJA SIRKULASI


kontraksi Jantung DARAH
ikan
Jantung
mengamati bagaimana Sistem yang berfungsi
kontraksi otot jantung kerja otot jantung tanpa dalam pengangkutan
ikan dapat ditimbulkan pengaruh organ tubuh dan penyebaran zat-zat
karena adanya faktor lain serta mengetahui di dalam tubuh dari
eksternal yang ketahanan jantung ikan jantung keseluruh
menginduksi jantung di luar tubuh. bagian tubuh sehingga
ikan. tekanan yang diperlukan
besar
RUMUSAN MASALAH

Pengaruh umum
01 Bagaimana pengaruh larutan detergen, NaCl
fisiologis dan aquadest terhadap kontraksi
otot jantung Oreochromis niloticus.

Efektivitas Larutan
Pada larutan apa kontraksi otot jantung tampak optimal?
Relasi apa yang mampu menjelaskan hubungan antara
02 jenis larutan dengan kontraksi otot jantung yang
dihasilkan ?
Berapa lama kontraksi otot jantung maksimum yang
dapat dihasilkan?
Manfaat dan tujuan PENELITIAN

Menginformasikan bahwa Menginformasikan Membuktikan bahwa otot


jantung akan tetap bahwa jantung tetap jantung bekerja tanpa
berkontraksi beberapa saat dapat bekerja sesaat pengaruh kesadaran
setelah dikeluarkan dari tanpa pengaruh organ
tubuh ikan tubuh lain
HIPOTESIS

Jantung ikan akan tetap berkontraksi karna


03 memiliki sifat miogenik
kontraksi jantung lebih tahan
pada larutan NaCl 0,9%
02 dikarenakan bersifat isotonis
dengan cairan tubuh
Kandungan dalam deterjen
01 yang berbeda dengan
cairan tubuh
menyebabkan otot jantung
bekerja lebih berat untuk
adaptasi
METODOLOGI PENELITIAN

Parameter yang diuji :


1. Lamanya kontraksi Waktu dan Tempat Penelitian

otot jantung
A Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2019 bertempat di
BPBAP Ujong Batee, Aceh Besar.
2. Pengaruh jenis larutan
Populasi dan Sampel
terhadap kontraksi Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah ikan nila (Oreochromis
otot jantung. B niloticus). Untuk keperluan penelitian diambil sampel sebanyak 3 ekor
dengan rincian 1 ekor diperlakukan pemberian larutan detergen 0,9%, 1 ekor
yang diperlakukan pemberian NaCl 0,9%, dan 1 ekor diperlakukan
Perlakuan yang pemberian
. aquadest
diberikan : Alat
Pengaruh larutan detergen C Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain stopwatch,
erlenmeyer, pisau bedah, batang pengaduk,baki ,timbangan dan
0,9%, larutan NaCl 0,9% dan cawan petri.
.
aquadest terhadap Bahan
kontraksi otot jantung D Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain ikan nila
(Oreochromis niloticus), larutan NaCl, Aquades dan larutan
detergen .
PROSEDUR KERJA

Pemilihan sampel Pembuatan larutan


Sampel yang digunakan adalah 3 Larutan yang dibuat
ekor Oreochromis niloticus berupa larutan detergen
dengan rincian 1 ekor dengan konsentrasi
diperlakukan pemberian 0,9%(0,9 gram detergen
larutan detergen 0,9%, 1 ekor dalam 100 mL larutan),
diperlakukan pemberian larutan NaCl dengan
larutan NaCl Fisiologis, dan 1 kosentrasi 0,9%(0,9 gram
ekor diperlakukan pemberian NaCl dalam 100 mL
aquadest. larutan) dan aquadest.
Proses pembedahan sampel Perlakuan pertama
Sampel yang digunakan Jantung ikan nila diletakkan
dipingsankan dengan cara kedalam cawan petri yang
menusuk bagian otak. berisi larutan NaCl 0,9%
Kemudian sampel dibedah sebanyak 20 mL. Setelah itu
dengan pisau steril mulai dari detak jantung ikan dihitung
anus sampai ke bagian dan lama kontraksi jantung
ingsang, lalu diambil organ dihitung menggunakan
jantung. stopwatch.
PROSEDUR KERJA

Perlakuan Kedua Perlakuan Ketiga


jantung ikan nila diletakkan jantung ikan nila diletakkan
kedalam cawan petri yang kedalam cawan petri yang
berisi larutan detergen 0,9% berisi aquadest sebanyak 20
sebanyak 20 mL. Setelah itu mL. Setelah itu detak
detak jantung ikan dihitung jantung ikan dihitung dan
dan lama kontraksi jantung lama kontraksi jantung
dihitung pula menggunakan dihitung pula menggunakan
stopwatch. stopwatch.

Mengevaluasi parameter uji


Parameter uji yang dievaluasi Penyusunan laporan
adalah durasi dan banyaknya Tahap ini terdiri sub bab
jumlah detak jantung yang pembahasan dan hasil
dihasilkan akibat setiap pengamatan yang ditujukan
perlakuan. untuk menjawab hipotesa
awal penelitian.
TABEL DATA PENELITIAN
Jumlah Detak Jantung Per Menit
Lama
No Perlakuan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kontraksi

NaCl
24.02
1 Fisiologis 46 100 146 183 215 240 264 295 330 353 384
menit
(0,9%)

Deterjen 16.59
2 32 63 92 115 138 152 170 188 204 217 222
(0,9%) menit

22.39
3 Aquades 49 70 137 175 205 220 267 290 310 332 362
menit
HASIL PERCOBAAN

Intensitas kontraksi terkuat terjadi pada perlakuan NaCl


konsentrasi 0,9% yang selama 11 menit menghasilkan 384
detak jantung, sedangkan intensitas terlemah terjadi pada
perlakuan deterjen konsentrasi 0,9% yang selama 11 menit
menghasilkan 222 detak jantung.

Durasi terlama kontraksi pada otot jantung hewan uji


(Oreochromis niloticus) terjadi pada perlakuan NaCl
konsentrasi 0,9% yang menghasilkan kontraksi otot selama 24
menit 2 detik, sedangkan durasi tersingkat terjadi pada
perlakuan deterjen konsentrasi 0,9% yang menghasilkan
kontraksi otot selama 16 menit 59 detik.

Perlakuan aquades yang digunakan sebagai kontrol


memberikan pengaruh terhadap durasi dan intensitas otot
jantung yang rentangnya berada di tengah hasil dua
perlakuan lainnya
PEMBAHASAN

Fauzi (2001) yang menyebutkan bahwa NaCl fisiologis


adalah larutan isotonik yang terbuat dari NaCl 0,9% yang sama dengan
cairan tubuh atau darah. Penggunaan larutan fisiologis yang
mengandung NaCl dan urea dapat mempertahankan daya hidup selama
20-25 menit. Larutan deterjen mengandung komposisi yang berbeda
dengan kondisi cairan dalam tempat tinggal jantung sebelumnya,
sehingga jantung perlu menyesuaikan diri kembali dengan
lingkungannya. Akibatnya, energi jantung banyak digunakan dan
bekerja lebih berat sehingga daya tahan jantung lebih cepat habis.
Grafik lamanya kontraksi jantung ikan Grafik jumlah kontraksi jantung ikan
30

450

25
400

350
20
300
larutan aquadest
15 250 larutan aquadest
NaCl Fisiologis
NaCl Fisiologis
larutan detergen
200 larutan detergen
10
150

5 100

50

0
larutan aquadest NaCl Fisiologis larutan detergen 0
larutan aquadest NaCl Fisiologis larutan detergen
KESIMPULAN

Otot jantung ikan tetap berdetak meskipun jantung telah


dikeluarkan dari tubuh ikan karena ikan memiliki tipe jantung
A meogenik.

Ketahanan jantung ikan di luar tubuh lebih tahan pada larutan


B NaCl fisiologis dibanding dengan aquades dan deterjen, hal
tersebut karena NaCl fisiologis memiliki kandungan yang hampir
sama dengan cairan dalam tubuh.

Semakin sesuai lingkungan luar tubuh dengan dalam tubuh


C ikan (isotonis), maka intensitas dan durasi detak jantung
ikan semakin lama.
“Besar Harapan Kami Semoga Projek Ini Bermanfaat”

TERIMA KASIH