Anda di halaman 1dari 15

REVIEW MODUL 2 PPG DARING

NAMA : BAYU HANDONO


NO PESERTA PPG : 19166085710166
PRODI : AKUNTANSI KEUNGAN
KEGIATAN BELAJAR 1
KOMPETENSI GURU

 Guru wajib memenuhi kualifikasi akademik minimum diploma empat (D-IV)

atau sarjana (S1) yang diperoleh dari program studi terakreditasi dengan

memiliki penguasaan empat kompetensi yaitu; pedagogi, kepribadian,

sosial dan professional Rumusan kompetensi guru ini dikembangkan di

Indonesia sudah tertuang dalam Undang-undang No.14 tahun 2005

tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1)


• Kompetensi inti kepribadian seperti (a) bertindak sesuai dengan norma agama, hukum,
sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, (b) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur,
berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (c) menampilkan diri
sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, (d) menunjukkan etos
kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri, dan (e)
menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
• Kompetensi sosial penting dimiliki bagi seorang pendidik yang profesinya senantiasa
berinteraksi dengan human (manusia) lain. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan
indikator sebagai berikut. bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif
berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua, dan masyarakat, beradaptasi di tempat bertugas di seluruh
wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.
• dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain,
seperti; (1) berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah
lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, (2)
mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri
secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
KEGIATAN BELAJAR 2
STRATEGI PENINGKATAN PROFESIONALISME
BERKELANJUTAN

 Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Menurut


Permennegpan itu telah pula dijelaskan bahwa
pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) terdiri dari 3
komponen, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan
karya inovatif.

 Abad 21 menuntut perubahan peran guru lebih kepada


kontekstualisasi informasi dan mengajarkan nilai nilai-nilai etika,
budaya, kebijaksanaan, pengalaman, empati sosial, sikap-
sikap, dan keterampilan esensial abad 21 yaitu kolaborasi,
komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas (4C).
• Kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas (4C).
Guru harus terus belajar dalam konteks Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) meliputi pengembangan
diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.
• Penting bagi guru selalu melakukan refleksi pembelajaran,
mengidentifikasi masalah, merancang tindakan, melaksanakan
mengevaluasi hasil dan tindaklanjut sebagai bagian dari
kebiasaaan
pengembangan keprofesian bekelanjutan.
• Perkembangan masif Teknologi Informasi dan Komunikasi
membawa perubahan pola-pola pembelajaran sehingga guru
dituntut mampu menyesuaikan mode-mode pembelajaran
baru.
REVIEW MODUL 3 PPG
DARING
KEGIATAN BELAJAR I
TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM
PEMBELAJARAN

 Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah


laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan
respon
 Dalam teori ini yang terpenting adalah masukan atau input
yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa
respons.
 Faktor lain yang juga dianggap penting adalah faktor
penguatan (reinforcement). Penguatan adalah apa saja yang
dapat memperkuat timbulnya respon. Bila penguatan
ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan
semakin kuat
 Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus
dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang
terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal
lain yang dapat ditangkap melalui alat indera
 Watson adalah seorang tokoh aliran behavioristik yang datang
sesudah Thorndike. Menurutnya, belajar adalah proses interaksi
antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang
dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati
(observabel) dan dapat diukur
 Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus
dan respon untuk menjelaskan pengrtian tentang belajar. Namun ia
sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh
Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi
tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan
hidup manusia
KEGIATAN BELAJAR II
TEORI BELAJAR KOGNITIF DAN PENERAPANNYA DALAM
PEMBELAJARAN

 Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari


pada hasil belajarnya.
 Pengertian belajar menurut teori kognitif adalah perubahan
persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk
tingkah laku yang dapat diamati dan dapat diukur. Asumsi
teori ini adalah bahwa setiap orang telah memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang telah tertata dalam
bentuk struktur kognitif yang dimilikinya. Proses belajar akan
berjalan dengan baik jika materi pelajaran atau informasi baru
beradaptasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki
seseorang
• Di antara para pakar teori kognitif, paling tidak ada tiga
yang terkenal yaitu Piaget, Bruner, dan Ausubel
• Menurut Piaget, kegiatan belajar terjadi sesuai dengan
pola tahap-tahap perkembangan tertentu dan umur
seseorang, serta melalui proses asimilasi, akomodasi dan
equilibrasi
• Sedangkan Bruner mengatakan bahwa belajar terjadi
lebih ditentukan oleh cara seseorang mengatur pesan
atau informasi, dan bukan ditentukan oleh umur
• Sementara itu Ausubel mengatakan bahwa proses
belajar terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan
pengetahuan yang telah dimilikinya dengan
pengetahuan baru
KEGIATAN BELAJAR III
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISTIK DAN PENERAPANNYA
DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN

 Pada bagian ini akan dibahas proses belajar dari pandangan


konstruktivistik, dan dari aspek-aspek si-belajar, peranan guru, sarana
belajar, dan evaluasi belajar. Proses belajar konstruktivistik. Secara
konseptual, proses belajar jika dipandang dari pendekatan kognitif,
bukan sebagai perolehan informasi yang berlangsung satu arah dari
luar ke dalam diri siswa, melainkan sebagai pemberian makna oleh
siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan
akomodasi yang bermuara pada pemutahkiran struktur kognitifnya.
Kegiatan belajar lebih dipandang dari segi prosesnya dari pada segi
perolehan pengetahuan dari faktafakta yang terlepas-lepas.
• Pada teori konstruktivistik mengangap bahwa belajar
merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan.
Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar. Ia harus aktif
melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan
memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari
• Teori belajar ko-kontruktinvistik menekankan pada bagaimana
seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu
zona keterbatasan dirinya yaitu Zona Proksimal Developmen
(ZPD) atau Zona Perkembangan Proksimal dan mediasi. Di
mana anak dalam perkembangannya membutuhkan orang lain
untuk memahami sesuatu dan memecahkan masalah yang
dihadapinya
KEGIATAN BELAJAR IV
TEORI BELAJAR HUMANISTIK DAN
PENERAPANNYA DALAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN

Proses belajar dianggap berhasil jika siswa


telah memahami lingkungannya dan dirinya
sendiri. Dengan kata lain, siswa telah mampu
mencapai aktualisasi diri secara optimal. Teori
humanistik cenderung bersifak eklektik,
maksudnya teori ini dapat memanfaatkan
teori apa saja asal tujuannya tercapai
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai