Anda di halaman 1dari 48

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

I. Identitas Mata Kuliah


Nama Mata Kuliah : Arsitektur dan Lingkungan
Kode Mata Kuliah : MKK.123
Jumlah SKS : 2 (dua)
Dosen Pembina : Ir.Sudirman Is.MT.Ph.D

II. Diskripsi Mata Kuliah: Pemahaman terhadap hubungan disain arsitektural


dengan lingkungan (alam, lingkungan binaan, sosoial). Pertimbangan faktor-
faktor lingkungan dalam disain seperti aspek ekologi dan aplikasi disain
berwawasan lingkungan.

III. Manfaat Mata Kuliah : Praktek pengajaran arsitektur dan Lingkungan


menempatkan mahasiswa berperan aktif dalam mendapatkan informasi dan
metode pengajaran yang bersifat interaktif. Mata kuliah ini menjelaskan
tentang hubungan manusia dengan manusia, lingkungan alam, lingkungan
buatan (build environment) dan respon terhadap hubungan tersebut, baik yg
bersifat positif ataupun yang bersifat negatif

IV. Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu menganalisis fakta hubungan


arsitektur dengan lingkungan, mengevaluasi, dan mengadaptasi secara kreatif serta
dapat mendisain bangunan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan (alam
dan manusia) terhadap disain ataupun sebaliknya.

V. Ujian : Berupa orientasi terhadap lingkungan binaan seperti


disain perkotaan, permukiman, bangunan komersial disain interior , lansekap dsb.
ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

Semenjak manusia lahir mereka telah mengenal lingkungannya


Untuk melindungi diri dari hujan dan panas serta gangguan binatang,
manusia berusaha mencari tempat berlindung seperti gua, pohon-pohon.
Selanjutnya manusia menggunakan akal pikiran untuk melanjutkan
kehidupan yang selanjutnya melahirkan kebudayaan
Akibat perbedaan perkembangan tingkat pengetahuan dan lingkungan
terjadi perbedaan kebudayaan
Melalui panca indera dan akal fikirannya manusia memiliki tingkah-laku
yang berbeda dengan makhluk lainnya yang selanjutnya mereka
menyesuaikan diri dengan alam, mengatur alam, mengolahnya dan
selanjutnya menghasilkan lingkungan buatan.
Untuk berfungsi dengan baik, maka lingkungan buatan harus dibuat
sedemikian rupa yang selanjutnya disebut arsitektur.
Selanjutnya manusia berusaha untuk meningkatkan kualitas lingkungan agar
hidupnya lebih mudah, baik secara fungsional ataupun secara simbolik.
Arsitektur sebagai wadah tempat menjalankan kehidupan manusia yang
berbudaya, tidak terlepas dari pertumbuhan dan perkembangan manusia
pengguna arsitektur itu sendiri.
INTERACTION IN ENVIRONMENTS

Biosphere
Spiritual
Interface

Land-
Place
People
Work use
Resource
Interface Economic
Interface

Interaksi manusia
dengan lingkungan
Physical Settlement
Architecture, agriculture etc..
Tsunami Hits
Thailand
Ocean water
submerges coastal
buildings on Thailand’s
Phi Phi Island after the
worst tsunami in history
killed people in 14
countries rimming the
Indian Ocean in
December 2004. The
death toll reached more
than 250,000 people. It
far eclipsed the death
toll caused by the
second worst tsunami,
which destroyed Lisbon,
Portugal, in 1755 and
killed 60,000 people.
Kobe
Earthquake

A strong
earthquake struck
the Kobe area of
Japan in 1995.
Japan has
hundreds of
earthquakes every
year. Sometimes
they are powerful
and cause severe
damage.
AP/Wide World Photos/Huynh Cong
Microsoft ® Encarta ® 2006. ©
1993-2005 Microsoft Corporation. All
rights reserved.
Fungsi Dalam Bangunan (manusia dg ling.buatan)

PERTUMBUHAN ARS TIDAK SAMA


DENGAN MANUSIA, LAHIR, KANAK-
KANAK, REMAJA, DEWASA DAN TUA.
ARSITEKTUR SEBAGAI BAGIAN DARI
KEBUDAYAAN, PERKEMBANGANNYA
DIPENGARUHI OLEH SOSIAL BUDAYA,
TEKNOLOGI, EKONOMI DAN POLITIK.
FUNGSI MERUPAKAN PEMENUHAN
AKTIVITAS MANUSIA YG BERKAITAN
DENGAN KEBUTUHAN JASMANI,
ROHANI DAN AKTUALISASI DIRI
MANUSIA.

RUMAH SUSUN PRUIT IGOE, ST. LOUIS,


MINORU YAMASAKI
(1952-1955), DILEDAKAN TH.1972
PRIMITIVE
PERILAKU DAN LINGKUNGAN
PERMASALAHAN DALAM ARSITEKTUR
Adalah masalah yang terjadi akibat hubungan manusia
dengan arsitektur (lingkungan binaan)

Apakah bangunan dipergunakan sesuai


maksud waktu merancang ?

Bagaimanakah suatu fasilitas


Mempengaruhi Pemakainya ?

Implikasi apakah yang ditimbulkan


oleh kesan atau citra suatu bangunan
terhadap pemakai / lingkungan ?

Apakah pola tata ruang dalam bangunan


Mempetimbangkan aktivitas pemakainya ?

Apakah terdapat perbedaan persepsi arsitek


dengan non arsitek terhadap bangunan ?
KEBUTUHAN MANUSIA
• Manusia sebagai makhluk sosial menurut F.E Darling dalam social Behavior and
survival (1952), bahwa teritorial lebih memenuhi kebutuhan psikologis daripada
psiologis yang terdiri dari 3 faktor: keamanan, (sekuriti), perangsang (stimuli) dan
identitas.
• Menurut Maslow, kebutuhan manusia dapat diuraikan dalam 5 tingkatan
1. Kebutuhan psiologis, lapar dan haus
2. Kebutuhan akan rasa aman, bebas dari rasa sakit, rasa tidak enak (disconfort)
3. Rasa memiliki, dimiliki dan kasih sayang, cinta, sex, persahabatan dan identitas.
4. Kebutuhan akan penghargaan , populer, pretise, prestasi, pengakuan dan sukses
5. Kebutuhan penyempunaan diri, keinginan untuk mencapai apa yang sanggup dicapai
Menurut Ingrid Gehl, dalam bukunya living environment ada 3 kebutuhan yang dapat
memuaskan lingkungan hidup manusia:
• Kebutuhan fisiologis, tidur, istirahat, minum,makan, sex, cahaya, udara dan matahari
• Kebutuhan akan rasa aman
• Kebutuhan psikologis, hubungan, privacy, beraktivitas, bermain, berorientasi dan
estetis (ingin menerima rangsangan yang baik baginya)
KEBUTUHAN MANUSIA
• Ingrid selanjutnya membagi lingkungan menjadi empat komponen:
1. Dimensi (panjang, lebar dan tingi)
2. Aransemen lingkungan seperti (bangku, taman, pohon)
3. Lokasi lngkungan (hubungan kontak sesama)
4. Rangsangan penginderaan (musik, tekstur, warna)

dari kenyataan bahwa penalaran, terkaan, perasaan belum cukup untuk


meramalkan manusia, karena kita harus mempelajari manusia itu sendiri.
Mempelajari manusia adalah basic, karena tidak ada persamaan antara seorang
dengan orang lain, sedangkan respon manusia dipengaruhi pula oleh faktor-faktor
usia, jenis kelamin, pengalaman dan jiwanya.
LINGKUNGAN PERMUKIMAN
• Hubungan antara unsur fisik dan unsur non fisik dalam lingkungan permukiman menurut
Doxiadis (1971), memiliki dua unsur utama yaitu: unsur isi (content) dan unsur ruang
(container).
• Unsur isi dari permukiman terdiri dari penghuni, baik berfungsi sebagai individu ataupun
kelompok, sedang unsur ruang ialah lingkungan fisik (physical settlement) yang berfungsi
sebagai ruang tempat menjalankan kegiatan penghuni.
• Kedua unsur tersebut terbagi dalam beberapa elemen berupa alam (nature), orang
(anthropos), masyarakat (society), dan ruang kehidupan (shells) serta jaringan (network).
• Alam berfungsi sebagai ruang dan lingkungan hidup serta sumber daya, orang ialah
elemen yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh dinamika perkembangan alam,
individu ialah orang yang membentuk kelompok sosial yang berfungsi sebagai
masyarakat, kemudian masyarakat tersebut membentuk lingkungan untuk menampung
berbagai kegiatannya.
• Dengan demikian hubungan antara rumah sebagai tempat tinggal dengan lingkungan
permukiman tidak dapat dipisahkan, karena memiliki hubungan yang erat dalam sistem
sosial dan spatial secara keseluruhan.
• Hal itu menunjukan bahwa dalam suatu lingkungan permukiman tercermin keselarasan
antara lingkungan fisik (alam, buatan) dengan lingkungan sosial masyarakat yang hidup
di dalamnya.
PENGETAHUAN
P TTG. MANUSIA
s
• Berkaitan dengan lingkngansbuatan yang perlu diketahui apa dan siapa manusia itu, apa
i
kebiasaan-kebiasaanya, bagaimana sikap dan pola tingkah-lakunya dan apa yang
k
dibutuhkannya (secara phisiologis dan psikologis). Hampir semua kebijaksanaan dan
o
tindakan manusia utk menata kehidupan dan lingkungan hidupnya berkaitan dengan:
l
sisiologi psikologi, antrhopologi
o
o
Ars. adalah salah satu g Tingkah laku berkaitan dg
Intervensi manusia thd i variabel yg nyata (tangible)
Lingkungan hidup dan variabel yg tidak nyata
Sehingga berkaitan (
i intangible)
dengan hal diatas l
m
u

Sosiologi Antrhopologi
t (ilmu struktur sosial dan bentuk tata
a laku manusia
(ilmu sifat-sifat manusiadlm
danlingk)
keadaan fisiknya
t PSIKOLOGI SOSIAL
dan bentuk kebudayaan pada masy. Primitif)
a Reaksi individual thd
l individual dan
a kaitannya dg lingk.
k
u

d
a
n
• Ilmu psikologi selalu berbicara mengenai kepribadian (personality) dengan tingkah laku sebagai hasil dari
kepribadian tersebut. Tingkah laku erat kaitannya dengan lingkungan dalam artian sebagai peroses
interaksi antara kepribadian dengan lingkungan. Lingkungan mengandung stimuli (rangsangan) yang
selanjutnya dibalas dengan respon-respon oleh kepribadian ybs berupa tingkah laku.
• Tingkah laku dilandasi asumsi-asumsi: 1. Tingkah laku selalu ada sebab-sebabnya (caused). 2. Tingkah
laku selalu bermotivasi ( motivated). 3. Tingka laku selalu bertujuan (goal-oriented)
Tidak semua rangsangan (informasi) diterima dan disadari oleh individu, melainkan diseleksi
berdasarkan orientasi nilai yang dimiliki dan pengalaman pribadinya.
Informasi selanjutnya diberi tafsiran (interpretasi, makna) atas dasar nilai dan pengalaman

Orientasi nilai, budaya


dan pengalaman
Persepsi adalah pengamatan secara
langsung yg dikaitkan dengan suatu
makna tertentu.
Persepsi berawal dari
adanya informasi interpretasi
dari lingkungan infor Pers
masi epsi
Pengukhan,
Seleksi pembulatan
subyektif
ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN
ARS

Fungsi
Primitive
Bentuk
Klasik
Konstruksi
Tradisional
Mistik
Modern
Material
Post-modern
Simbol / lambang
Dekonstruksi
Makna
Pesan

Kebudayaan WAKTU
RUANG Nilai-nilai
Norma-norma
Hukum dan peraturan
Benda budaya
PERKEMBANGAN ARSITEKTUR DAN KEBUDAYAAN

Priode Primitive
Gua, monumen dan peninggalan arkeologis: Candi, tugu, benteng,
reruntuhan istana
Tradisional Warisan ars tradisional: Rumah adat, fas. Permukiman, benteng

Kolonial Peninggalan kolonial: Benteng, stasiun kereta api, pasar, kantor

Modern Ars modern: Internasional Style, supermarket, super blok

Post-modern: menggunakan komponen lokal, kontekstual, regionaliszed


Post-modern
Anti kemapanan
Dekonstruksi
Sebuah Igloo, sebuah Inuit tempat tinggal Sebuah tipi dari Nez Perce suku,
musim dingin sekitar tahun 1900.
sebuah rondavel Afrika
Selatan (atau banda

Apache pondok Zulu Beehive Houses, South Africa Southern African

Toda gubuk, India Nilgiris


Thatch House in Kenya Cameroon
ARSITEKTUR TRADISIONAL

Tulou chinese arch Longhouse, Sarawak, Malaysia Rural Japan

Terengganu Malaysia This mountain village is in Nepal Minangkabau setlement


BANGUNAN KOLONIAL
GELOMBAQNG II
MANUSIA MENGUASAI ALAM DAN MENDEWAKAN
TEKNOLOGI
MASYARAKAT INDUSTRI
YAD …..?
ARSITEKTUR MODERN

GELOMBANG III
PASCA MOD
MANUSIA MEMANFAATKAN ALAM,
LINGKUNGAN DAN TEKNOLOGI UNTUK
MODERN KEPENTINGAN MANUSIA DAN
PENYELAMATAN LING.
TRAD ARSITEKTUR PASCA-MODERN

GELOMBANG I
INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
MANUSIA DIPENGARUHI DAN TERGANTUNG PADA LINGKUNGAN
ARSITEKTUR PRA MODERN, TRADISIONAL, KLASIK
TEORI DALAM ARSITEKTUR
A B B
C D DECON

Primitive klasik

KOLONIAL/Art Deco

Super block
Tradisional

ARSITEKTUR lampau / lama Post-mo


klasik, tradisional
Hybrid building
kini, baru,
modern
post-modern
dekon
Modern /high rise building
Tropis/ reginalism
ARSITEKTUR DAN KEBUDAYAAN

BUDAYA PAND. HIDUP NILAI2 YG DIANUT

Pandangan hidup Keinginan atau Pilihan berbagai


pilihan yg ideal elemen yg dianggap
Nilai2 yg dianut
penting
Cara hidup
Aktivitas
Benda budaya

CARA HIDUP AKTIVITAS BENDA BUDAYA

Pilihan peran Individu Sistem setting


perilaku sesuai Keluarga Lingkungan binaan
alokasi sumber
kehidupan Masyarakat arsitektur
• Perubahan dalam arsitektur

Karakteristik lama Perubahan Karakteristik baru

1. …………….. Karakteristik lama Berbagai karakteristik


berkurang baru
2. ……………..
1. ………………. 1. ……………….
3. ……………..
2. ………………. 2. ……………….
Kongruen dengan
latar belakang Kongruen dengan Penggantian e. inti
budaya elemen inti

e. samping

e. inti

waktu
1). ADAT NAN SABANA ADAT

Adalah adat yg berada pada peringkat filosofis dan berlaku secara universal,
sepanjang masa, serta di dalamnya tersirat ilmu pengetahuan, teknologi dan
Agama Islam.

SUMBER Alam
Alamraya
rayasebagai
sebagaiorientasi
orientasi
SUMBER (alam
(alamtakambang
takambangjadi
jadiguru)-
guru)-mempelajari
mempelajariketentuan
ketentuandari
dari
alam
alam
ALAM
ALAM Memiliki
Memilikikonsep
konsepkeseimbangan
keseimbangandalam
dalampertentangan
pertentangan
RAYA (unity
(unity in diversity, harmony of the contradiction)sebagai
in diversity, harmony of the contradiction) sebagai
RAYA dasar
dasar
adat
adatMinangkabau
Minangkabau
Melahirkan

LOGIKA Menghubungkan Antara


LOGIKA
BERPIKIR
BERPIKIR Pikiran (otak) individualisme
MASYARAKA
MASYARAKA dengan Dengan
TT Perasaan (hati) colectivisme

Konsep: Raso jo pareso, alua jo patuik, ukua jo jangko


Lamak dek awak, Katuju dek urang.
(meletakan sesuatu pada tempatnya)
TEORI PERILAKU
Untuk mengevaluasi hubungan antara lingkungan fisik dan perilaku, dibutuhkan
Pengumpulan dan penganalisaan informasi tentang:
• Jenis kegiatan yang terjadi dilingkungan tersebut.
• siapa saja yang terlibat didalamnya.
• tempat kegiatan tersebut berlangsung.
Menurut Altman ada 3 unsur pokok yang mendukung hubungan lingkungan dg
Perilaku:
2. Pemakai rg atau lingkungan
1. Fenomena perilaku lingkungan
Berupa kelompok manusia atau
Unsur yang berkaitan dengan
perorangan dengan kebutuhan
nilai serta filosofi manusia di 2 yang berbeda setiap kelompoknya
dalamnya terdiri dari
ruang perorangan (personal space) 3
teritorialitas, privacy, persepsi dan
pemaknaan (meaning)
3. Pelataran (setting)

dimana perilaku itu berlangsung seperti bangunan,


ruangan, kamar dan perabotan
TEORI PERILAKU
Disamping pengaruh variabel fisik terhadap perilaku manusia
juga pengaruh variabel non fisik seperti: peraturan-peraturan keorganisasian,
Kepemimpinan seseorang, tugas-tugas dan kewajiban, suasana dan iklim.
Menurut Irwin Altman ada tiga komponen pokok dalam pengkajian
lingkungan.
1. FENOMENA PERILAKU LINGKUNGAN
meluputi Antropometrik, ruang perorangan, teritorialitas, privacy, persepsi,
pengenalan dan makna.
2. KELOMPOK PEMAKAI
kelompok pemakai dalah terdiri dari orang yang berbeda-beda, memiliki kebutuhan yang
berbeda-beda dan dipengaruhi dalam berbagai cara oleh sifat lingkungan.
kelompok ini terdiri dari manusia normal (anak-anak, dewasa dan lanjut usia), kelompok
tingkat sosial ekonomi / pdd yg berbeda, kelompok etnis yg berbeda dan kelompok cacat.
3. TEMPAT
meliputi perlengkapan, perabot, kamar, bagian bangunan, berbagai tipe bangunan
ANTROPOMETRIK
Proporsi dan dimensi tubuh manusia dan karakteristik
fisiologis lainnya.
1). FAKTOR 2).
ERGONOMIS TERITORIALITAS Perilaku seseorang pada ruang pribadi
yang menyatakan ciri dan mempertahankan
Bermanfaat untuk
Keputusan 1 daerah tersebut spt ruang daerah kerja dan
Kadang juga diungkapkan dg cara simbolik
merancang
• ukuran rg mak Kemampuan individu mengontrol oran lain
dan min PRIVACY Mendekati ada 4 keadaan privacy
• Ruang duduk Interaksi dan komunikasi adalah lawan privacy
• Balai pertemuan
• Ruang seminar
2 kesunyian
kesunyian Intim
Intim Anonimitas
Anonimitas Pembatas
Pembatas
Tidak
Tidak dikenal
dikenal diri
diri
• Ruang kerja

BERINTERAKSI Adalah ruang yg batas-batasnya tidak dapat dilihat


• secara akrab
RUANG PRIBADI daerah tersebut mengitari individu dan tidak boleh
batas-batasnya dilanggar orang lain
• pribadi
• sosial
3
• umum Adalah tanpa dikenali berupa keadaan seseorang
yang tidak menginkan untuk dikenali oleh pihak
lain, sekalipun ia berada ditempat umum.
KUALITAS RUANG

1. KEADAAN UMUM RUANG


Adalah ciri-ciri fisik dari suasana ruang yang mengelilingi individu spt: penerangan,
Suara/ bunyi, kondisi udara, suhu dan kelembaban.
2. ARSITEKTURAL RUANGAN
Adalah penampilan fisik ruangan, bila dikaitkan dengan prinsip-prinsip perancangan,
maka dapat disebut sebagai dimensi, proporsi, bentuk, skala, warna, tekstur, cahaya,
bayangan, dsb. Ciri-ciri arsitektural ruangan tsb dapat diidentifikasikan melalui mantra
ruang, mantra perabot/peralatan, furnishing dan pengendalian bangunan.

Mantra ruang dibatasi oleh elemen-elemen pembatas


1. Spt dinding, lantai, plafon, letak bukaan jendela & pintu
(mantra dapur berbeda dg r. tidur
2. 2. Mantra perabot /peralatan adalah unsur yang berkaitan langsung
Dengan struktur tubuh (anatomy), manusia dengan ruang geraknya.
3. 3. Furnishing berkaitan dengan suasana pembentukan ruang (warna, tekstur)
yang juga berkaitan dengan persepsi perabaan
4. 4. Pengendalian bangunan berkaitan dengan penerangan atau pencahayaan
Penghawaan, bunyi dan bau
PENGERTIAN PERSEPSI
HAL YANG MENDASARI PERILAKU
Perilaku adalah interaksi dinamis antara unsur-unsur internal dari suatu organisme dengan
Unsur-unsur tuntutan eksternal dari lingk (Kaplan, Cohen:1973)
Perilaku manusia ditentukan oleh kondisi kejiwaan dalam diri manusia berupa sikap
(attitude), persepi, kognisi dan motivasi.

Kognisi
Keing diperoleh dari
Nilai
inan kebudayaan,
Peng Eksternal pengalaman dan
etah biolo Tuju pendidikan yang
uan gis an Sosi dimiliki
al
Gene Buda Motivasi
tik Internal ya berkaitan
Histo dengan kondisi
ris fisik spt:
kesehatan,
kemampuan.
PENGERTIAN PERSEPSI, SIKAP DAN TINDAKAN
Unsur utama dalam psikologi tata ruang adalah persepsi yaitu suatu
observasi yang langsung dikaitkan dengan makna (meaning).
Mekanisme persepsi adalah rangsangan yang ada atau terdapat diluar
yang diamati oleh manusia dan kemudian rangsangan tersebut diolah
dan diberi makna sehingga terjadi persepsi.
Setiap manusia mempunyai perbedaan persepsi atau bersifat
sangat subyektif karena tergantung pada pengalaman manusia yang
berpresepsi dan hal-hal yang tidak disadarinya.

Oleh karena persepsi sangat subyektif, maka cara pengukuran


Dan metodologinya dapat digunakan pendekatan spt:
1. Pendekatan Fenomenologis
mengadakan telaah deskriptip dari pengalaman manusia yang mengadakan
persepsi tentang suatu lingkungan.
2. Pendekatan fungsional
pengukuran laboratorium terhadap manusia yang diberikan stimulus
3. Gabungan pendekatan fungsional an fenomenologis
bila pendekatan fenomenologis bersifat kualitatif dan pendekatan fungsional
bersifat kuantitatif
4. Penilaian oleh ahli (konsultan yang berpengalaman)
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN PERSEPSI,MOTIVASI DAN KOGNISI

• Kebudayaan • Perilaku
Kognisi/pengenalan • Pengalaman
Terdiri dari
• pendidikan
• Persepsi
• Imajinasi Kognisi Sikap Motivasi /alasan
• Berfikir Bersifat
• Bernalar • Energetik
• Pengambilan keputusan • Keterangsangan
atau stimulus
Persepsi Motivasi • Keterarahan

• Kondisi fisik
• Informasi
• kesehatan.
• Kemampuan
PERSEPSI

Untuk melegkapi Pengalaman


hal-hal yang
kurang, sangat
Evaluasi
tergantung dari
hal-hal yang tidak
disadari oleh
manusia Persepsi
Informasi Seleksi
Kekurangan
Informasi
Dilengkapi

Hal yg tak disadari


MEKANISME PERSEPSI
MANUSIA LINGKUNGAN
PERSEPSI DIPRESEPSIKAN LINGKUNGAN FAKTUAL
Ling.realitas, apa adanya
sebelum dipresepsikan
olehmanusia
BERPIKIR DISTRUKTURKAN LINGKUNGAN YG TELAH
DISTRUKTURKAN
Berada dalam alam pikiran manusia
yg berpresepsi
MENTAL REPRESENTASION
Peta mental dari struktur yang telah DICITRAKAN
dicitrakan yg sudah milik manusia
yang berpresepsi dan dihimpun sbg
pengalalan
LINGKUNGAN SEBAGAI
BERTINDAK ACTION SPACE
Tindakan manusia terhadap
lingkungan setelah memiliki mental
representasi dibenaknya
INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

Orientasi nilai
budaya dan
pengalaman
KEPRIBADIAN
SITEM KOGNISI

Tind
Stim PERSEPSI POLA TINGKAH akan
ulus
LAKU

MOTIVASI

Lingku
ngan
TERITORIALITAS

TERITORI
Merupakan wilayah kekuasaan yang menjadi hak miliknya agar dapat melakukan
Berbagai kegiatan dengan leluasa. Keleluasaan yang dituntut adalah sesuai dengan
Persepsinya.
Merupakan masalah-masalah yang berkenaan dengan obyek fisik, baik berupa tempat
Tinggal, maupun berupa barang-barang (meja, kursi, ruangan, perkarangan / wilayah
Teroteri menyangkut masalah kepemilikan, pengawasan serta pemeliharaan terhadap
Penggunaan sesuatu obyek atau tempat
Pengawasan terhadap teritori dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok
Teritori yang dimiliki individu / kelompok selalu diberi identitas / simbol-simbol sesuai
Dengan keinginan pemiliknya yang berfungsi sebagai suatu tanda
Manusia cenerung mengadakan perlawanan apabila teritorinya dilanggar tanpa izin
Manusia didominir oleh nalurinya untuk mempertahankan teritorinya
Naluri ini dapat diduga sebagai salah satu penyebab faktor agresivitas manusia
KELOMPOK TERITORI
a. Teritori Utama
Teritori yang digunakan secara khusus dan digunakan sendiri oleh pemiliknya
sehingga memiliki arti sendiri bagi pemiliknya
Pelanggaran terhadap teritori ini akan mendapatkan perlawanan dari pemiliknya
Ketidakmampuan mempertahankan teritori ini mengakibatkan gangguan masalah
psikologis, harga diri, identitas. Diantaranya ruang kerja, ruang tidur, pekaangan,
wilayah negara dsb.
b. Teritori Kedua
Lebih longgar pemakaiannya, pengontrolan oleh perorangan
Dapat digunakan oleh orang lain yang masih didalam kelompoknya
Sifat teritori ini adalah semi publik. Diantaranya adalah sirkulasi lalulintas
Didalam kantor, toilet, daerah service.
c. Teritori Umum
Dapat digunakan oleh setiap orang dengan mengikuti aturan-aturan yg lazim
dalam masyarakat dengan penggunaanya dapat sementara ,lama ataupun
singkat, Seperti taman umum, tempat duduk di bus kota, gedung bioskop,
ruang kuliah dsb.
TERITORI UMUM
Dalam perancangan arsitektur pembedaan dan pembagian teritori harus jelas
dan menggunakan tanda-tanda atau simbol tertentu yang dapat dibaca atau
dirasakan oleh pemakainya.
Dengan demikian ruang dapat digunakan secara tertib dan rasa aman seperti
pembedaan sirkulasi dengan ruang tertentu, dapat memberi kesan larangan atau
membolehkan. Ruangan harus jelas teritorialitasnya, sehingga tidak terlihat
sebagai daerah tidak bertuan.
A. Stalls
Tempat yg disewa atau dipergunakan dalam jangka waktu tertentu, seperti
kamar hotel, kamar diasrama, ruang kerja, lapangan tenis dan bilik telp umum.

B. Turns
Mirip dengan stalls, hanya berbeda dalam jangka waktu penggunaanya saja
Yang dipakai dalam jangka waktu singkat spt tempat antrian karcis, antrian bensin

C. Use Space
Berupa ruang mulai dari titik tempat kedudukan seseorang ke titik kedudukan obyek
Yang sedang diamati seseorang. Seperti pengamatan lobyek ukisan oleh seseorang
Dalam pameran. Ruan yg terjadi antara obyek lukisan dengan orang yang mengamati
tersebut disebut use space. Ruang terpakai tsb tidak dapat diganggu orang lain
selama ia masih mengamati lukisan itu.
PRIVACY
Privacy adalah kemampuan individu untuk mengontrol kemungkinan orang lain mendekat,
Menghubungi, dan memperoleh informasi tentang dirinya.
Konsep tentang privacy, perilaku teritorial dan ruang personal sangat erat kainnya

Privacy suatu lingkungan bisa dicapai melalui pengontrolan teritori


Adalah hal penting karena didalamnya terdapat pemenuhan kebutuhan dasar manusia spt.

1. Kebutuhan akan identitas, kebutuhan akan kepemilikan, aktualisasi diri, harga diri yang
yg merupakan gambaran kedudukan atau peran seseorang dlm masyarakat.
2. Kebutuhan akan stimuli yang berkaitan erat dengan aktualisasi serta pemenuhan diri
3. Kebutuhan akan rasa aman, dalam bentuk bebas dari kecaman, serangan dari pihak lain
dan memiliki keyakinan diri.
4. Kebutuhan yang berkaitan dengan pemeliharan hubungan dengan pihak-pihak lain
Dan lingkungan sekitar
Perilaku teritorialitas manusia dalam hubungannya dengan lingkungan binaan dapat
dikenal berupa pagar halaman yang terbagi pula sesuai sifatnya dalam bentuk private
sampai publik
JENIS PRIVACY
1. Solitude, adalah mengasingkan diri dengan cara bebas dari pengamatan orang lain
2. Intimacy ,atau keintiman berupa keadaan seseorang yang bersama dengan oang lain
namun bebas dari pihak-pihak luar
3. Anonymity, adalah tanpa dikenali berupa keadaan seseorang yang tidak menginkan
untuk dikenali oleh pihak lain, sekalipun ia berada ditempat umum.
4. Reserve, berupa pembatasan diri dimana keadaan seseorang yang menggunakan
pembatas psikologis untuk mengontrol gangguan yang tidak dikehendaki

Ada empat tujuan privacy

-Privacy memberikan otonomi pada seseorang


-Privacy memungkinkan pembebasan dari emosi
-Privacy membantu seseorang untuk mengevaluasi diri (mawas diri)
-Privacy turut melindungi dan membuat batas untuk berkomunikasi
MODEL HUBUNGAN ANTARA PRIVACY, ISOLASI, CROWDING,
PERSONAL SPACE DAN TERITORY
Isolasi Pc > Pi

Mekanisme kontrol
antar personal
Privacy yg diinginkan Personal space
Privacy yg dicapai Optimal
(Pi) Territory
(Pc) Pc=Pi
Verbal behavior /
Non verbal behavior

Crowding Pc < Pi

Menurut Altman (1975), privacy yang optimal dicapai apabila privacy yang diinginkan
sama dengan privacy yang dicapai
Kesesakan / crowding terjadi apabila Pc < Pi
Isolasi terjadi apabila Pc > Pi
Kondisi yang dialami seseorang tergantung dari mekanisme kontrol yg dilakukannya
Yaitu berupa konsep teritory (wilayah yang dimiliki seseorang dg batas konkrit,
personal space (daerah sekeliling tubuh dg batas abstrak dan verbal/non verbal behavior
TUGAS

OBYEK DAN AREA PENGAMATAN


Obyek pengamatan adalah perilaku karyawan / pegawai atau pedagang K5
Yang terkait dengan privacy
Ara pengamatan dapat ditentukan sendiri
Cara dan waktu pengamatan ditentukan sendiri
Disajikan dalam bentuk peta kegiatan orang (person centered map) foto, dan
peta tempat kegiatan (place centered map)
Yang berkaitan dengan pengamatan non fisik dapat dilakukan dengan wawancara
Perilaku yang dimaksud adalah tindakan manusia / orang sebgai respon terhadap
Stimuli ruang / perabot
Lingkup observasi atau pengamatan perilaku dalam tugas ini dibatasi pada
Pengamatan atribut privacy (salah satu kualitas hubungan yang muncul dari interaksi
Antara pemakai dengan ruang tempat bekerja.
Diharapkan dapat bermanfaat bagi perencanaan ruang kantor dan kegiatan lainnya
LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN TUGAS

PADA DASARNYA LANGKAH-LANGKAN PENELITIAN DILAKUKAN SBB


1. Mengkaji teori privacy secara umum
2. Mengindentifikasi ruang kerja sebagai setting menurut fungsi dan komponen rg
(fixed, semi fixed dan non fixed)
3. Mengindentifikasi pemakai / pengguna
4. Mencatat perilaku pengguna rg (setting) tanpa pengtahuan mereka
5. Selanjutnya mencatat presepsi mereka terhadap setting dg cara wawancara
6. Mempelajari karakteristik performansi perilaku
7. Mengemukakan kriteria performansi dan design guide lines

SETTING KRITERIA PERFORMANSI DESIGN GUIDELINES


RUANG ADM KARYAWAN TIDAK INGIN BUATKAN BENTUK
KONTAK LANGSUNG DG RUANG PEMBATASNYA
KARYAWAN LAINNYA
DALAM MENYELESAIKAN
PEKERJAAN
LAMPUNG
BANDINGKAN DENGAN BANGUNAN DI JEPANG

Shimmei Style - Kuil Ise

Taisha style – Kuil Izumo

Sumiyoshi Style - Kuil Sumiyoshi

Tipikal bangunan kuil Shinto Bangunan primitive Jepang dan evolusinya


The Mother Temple of Besakih one Dalem Agung Padantegal Hindu
World Heritage-listed Borobudur in
Prambanan temple in Java. of Bali's most significant Hindu temple, Monkey Forest, Ubud,
Java.
temples. Bali.

Tongkonan are the traditional


Torajan houses. The houses may
An Uma, the traditional communal The village of Ke'te Kesu, a living
Bena village houses in Flores. be decorated with large numbers
house of the Mentawai. museum of Toraja culture.
of buffalo horns to denote the
status of the family.
TANGGAL JAM SKS TTM MATAKULIAH DOSEN LOKAL