Anda di halaman 1dari 69

Anti korupsi

Fasilitator:
Iman Iskandar, M.Pd
Widyaiswara BPSDM Kementerian Dalam Negeri RI
Disampaikan pada Latsar CPNS DKI Jakarta
Jakarta, Tgl 17 Juli 2019

1
Tak kenal maka tak sayang…

Tak sayang maka tak cinta…


Tak cinta maka tak muncul
Rasa untuk berbagi…
IMAN ISKANDAR
BPSDM KEMENDAGRI

WIDYAISWARA - ASESOR KOMPETENSI


BPSDM - PENYULUH ANTI KORUPSI

KEMENDAGRI
2010-2017 S-1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN
S-2 MANAJEMEN PENDIDIKAN

081318525283 Jakarta Timur


imaniskandar@live.com
www.imaniskandarsemangat.blogspot.co.id
Let’s do Ice Breaking
Brain Gym …
Kebenaran
biasanya melalui tiga tahap:

pertama ditertawakan,
kedua ditentang dengan keras,
ketiga diterima sebagaimana seharusnya
(Arthur Schopenhauer)
Latsar CPNS Kemenkumham 2017
9/14/2019 6
richard pantun
Indikator Hasil Belajar
setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat:

1. menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi kehidupan


diri pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa;
2. menjelaskan cara-cara menghindari perilaku dan tindak pidana korupsi;
3. menjelaskan pembangunan sistem integritas untuk mencegah
terjadinya korupsi di lingkungan; dan
4. mengaktualisasikan nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri pribadi,
keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Latsar CPNS Kemenkumham 2017
9/14/2019 8
richard pantun
Kita adalah
pejuang
antikorupsi
Indonesia Tanpa
Korupsi?
INDONESIA MAJU TANPA KORUPSI
TAP MPR No. XI/MPR/1998
Tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas KKN

UU No. 28 Tahun 1999


Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas KKN

UU No. 31 Tahun 1999


Tentang Tindak Pidana Korupsi
jo.
UU No. 20 Tahun 2001

UU No. 30 Th. 2002


Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Latsar CPNS Kemenkumham 2017
9/14/2019 12
richard pantun
GLOBAL
CORRUPTION
BAROMETER 13
Tingkat
Korupsi

Masyarakat
Kinerja
Melawan
Pemerintah
Korupsi
Indikattor
GCB

Suap Korupsi di
Layanan Lembaga
Publik Negara
APAC INDONESIA

SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT MASIH


MEMANDANG BAHWA LEVEL KORUPSI MENINGKAT
9/14/2019 15
ASIA PACIFIC
39%

37%

35%

35%

31%

29%

29%

25%

18%

RERATA ASIA PASIFIK MENUNJUKKAN BAHWA POLISI ADALAH


LEMBAGA YANG PALING KORUP
9/14/2019 16
INDONESIA

9/14/2019 17
GCB 2017 33% 64% v Pada GCB 2013, mayoritas
responden menilai kinerja
pemerintah buruk.

v Pada GCB 2017, mayoritas


GCB 2013 65% 16% responden menilai kinerja
pemerintah baik.

Buruk Baik

KINERJA PEMERINTAH DALAM


MEMBERANTAS KORUPSI
18
INDONESIA 32%

DI INDONESIA, 32% MENGATAKAN PERNAH


MELAKUKAN SUAP
19
TAHUN Sekolah Rumah sakit Dukcapil Air/listrik Polisi Pengadilan

2013 21% 12% 37% 4% 75% 66%

2017 15% 15% 23% 14% 25% 6%

v Pengalaman suap paling tinggi dilakukan pada Polisi (25%). Paling


rendah Pengadilan (6%).
v Dibandingkan dengan GCB 2013, sebagian besar menurun cukup
signifikan, kecuali pada sektor kesehatan dan layanan air/listrik yang
justru meningkat.
20
Pelaku suap berdasarkan gender Pelaku suap berdasarkan usia
Laki-laki Perempuan
69%
62%

48% 24%
52%

<35 35-54 >54

• Dalam hal pengalaman melakukan suap perbandingan perempuan


dan laki-laki punya persentase yang hampir sama.
• Usia muda (di bawah 35 tahun) cenderung lebih banyak melakukan
suap untuk mengakses layanan publik
9/14/2019 21
Kejahatan Luar Biasa

1. Berpotensi dilakukan oleh setiap orang.


2. Random target/victim.
3. Kerugiannya besar dan meluas.
4. Terorganisasi atau oleh organisasi.

+ bersifat lintas negara


(Korupsi, TPPU, Terorisme, Pelanggaran berat HAM,
dan Narkotika)
Dengan memiliki kesadaran, akan lebih

mantap untuk memastikan bahwa seluruh
unsur dalam diri anda baik pikiran, emosi,
ucapan dan tindakan atau perilaku, semuanya
akan ANTI KORUPSI dan terbangun kebiasaan
INTEGRITAS.

Latsar CPNS Kemenkumham 2017


9/14/2019 23
richard pantun
DEFINISI KORUPSI

Latsar CPNS Kemenkumham 2017 richard


24 9/14/2019
pantun
• Tahun 2012, CPI Indonesia naik 32 (namun
Korupsi turun peringkat menjadi 118 dari 182
negara-masih lebih baik Timor Leste (33)
Korupsi sudah sangat meluas secara • Tahun 2013, CPI Indonesia tidak
sistemik merasuk ke semua sektor berubah/tetap 32 peringkat 114 dari 177
diberbagai tingkatan pusat dan negara
daerah, disemua lembaga negara • Tahun 2014, CPI Indonesia naik menjadi
eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. 34, dengan urutan 107 dari 174 negara
Oleh karenanya korupsi digolongkan • Tahun 2015, CPI Indonesia naik menjadi
sebagai kejahatan luar biasa (extra 36, dengan urutan 88 dari 163 negara
ordinary crimes)
• Tahun 2016, CPI Indonesia naik menjadi
37, dengan urutan 90 dari 176 negara
• Tahun 2017, CPI Indonesia naik menjadi
37, dengan urutan 96 dari 176 negara
• Tahun 2017, CPI Indonesia naik menjadi
38, dengan urutan 89 dari 180 negara
Korupsi
25 bukan lagi masalah lokal,
melainkan suatu fenomena transnasional
yang mempengaruhi semua masyarakat
dan ekonomi sehingga mendorong
perlunya kerjasama internasional dalam
hal pencegahan dan pemberantasan
korupsi.
Unsur korupsi dalam konteks administrasi publik:
“Misuse of entrusted power for personal gain”
Penyalahgunaan kekuasaan/kewenangan bagi
keuntungan pribadi
(UNDP, 2008)

Latsar CPNS Kemenkumham 2017


9/14/2019 27
richard pantun
Rumus Korupsi (Robert Klitgaard):
Monopoly + Discretion – Accountability =
Corruption
Monopoly: faktor dari lingkungan yg lebih luas yang memungkinkan seseorang
mengendalikan penyediaan pelayanan publik.
Discretion: kekuasaan/kewenangan yang dimiliki seseorang untuk menyalahi posisi monopoli.
Accountability: mengacu pada kendali dalam organisasi yg dapat membatasi penggunaan diskresi seseorang.

peluang korupsi muncul karena adanya monopoli


kekuasaan, didukung oleh adanya kewenangan
untuk mengambil keputusan, namun tidak ada
pertanggungjawaban

Latsar CPNS Kemenkumham 2017


9/14/2019 28
richard pantun
KPK DAN PEMBERANTASAN KORUPSI
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi didefinisikan sebagai
serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas TPK
melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan-
penyidikan-penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan
dengan peran serta masyarakat. (Pasal 1 UU 30/2002)

Koordinasi Supervisi
Pasal 7 Pasal 8 1. networking
counterpartner
TUGAS 2. tidak memonopoli tugas
Penyelidikan, dan wewenang lid-dik-tut;
Monitoring KPK Penyidikan & 3. trigger mechanism
Pasal 14 Penuntutan
Pasal 11
Pencegahan
Pasal 13
29
PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

Kita semua harus menjadi


Subjek Pemberantasan Korupsi

Clean
PP 71 Th. 2000:
Government & Aparat PNS & P3K
Good Pemerintah Peran serta
Governance masyarakat
adalah peran
aktif perorangan,
Ormas, atau LSM
Sektor Masyarakat dalam
Swasta Mahasiswa pencegahan
dan
Good Corporate Peran Serta pemberantasan
Governance Tidak Permisif tindak pidana
Anti Bribery Policy korupsi.
Komitmen Semua Pihak
Berdasarkan UU No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001
DELIK-DELIK TINDAK PIDANA KORUPSI
1. Penyalahgunaan Jabatan atau Wewenang
(Abuse of Power)
Mempergunakan kewenangan yang dimiliki,
untuk melakukan tindakan yang memihak atau
pilih kasih kepada kelompok atau perorangan,
sementara bersikap diskriminatif terhadap
kelompok atau perorangan lainnya.
2. Suap menyuap (Bribery)
• Menyuap PNS atau penyelenggara negara
• Memberi hadiah
• Menerima suap
• Menerima hadiah yang berhubungan dengan
jabatannya
32
3. Penggelapan dalam jabatan (Embezzlement)
• Penggelapan uang atau membiarkan
penggelapan
• Memalsukan buku untuk pemeriksaan
administrasi
• Merusak barang bukti
• Membiarkan orang lain merusak barang bukti
dengan jabatannya
4. Pemerasan (Extortion)
Memaksa seseorang untuk membayar atau
memberikan sejumlah uang atau barang atau
bentuk lain, sebagai ganti dari seorang pejabat
publik untuk berbuat atau tidak berbuat
sesuatu. Perbuatan tersebut dapat diikuti
dengan ancaman fisik ataupun kekerasan.

33
5. Kecurangan
Seseorang yang berbuat curang maupun
membiarkan kecurangan, serta ingin
memperoleh keuntungan tanpa tenaga dan
usaha, bisa dilakukan sendiri atau melibatkan
pihak lain. Contoh: pemborong dengan rekanan
atau anak buahnya yang berbuat curang saat
mengirim barang atau menerima barang.
6. Benturan Kepentingan dalam Pengadaan
Melakukan transaksi publik dengan
menggunakan perusahaan milik pribadi atau
keluarga, dengan cara mempergunakan
kesempatan dan jabatan yang dimilikinya untuk
memenangkan kontrak pemerintah.

34
7. Gratifikasi
Pejabat Publik yang menerima sesuatu yang
bernilai, menerima dalam arti luas, meliputi
menerima uang, rabat (diskon), komisi,
pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan,
fasilitas penginapan, perjalanan wisata,
pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas
lainnya.

35
Ungkapan sehari-hari yang berkaitan erat
dengan perilaku korupsi:
- “ucapan terima kasih”
- “anggap saja sedekah”
- “buang sial”
- “uang lelah”
- “sudah biasa”
- “tidak ada maksud apa-apa”
Apa lagi?
Adakah 7 bentuk
korupsi tersebut
terjadi di
lingkungan Intansi
Anda?

Analisa penyebab
dan dampaknya
apabila terjadi di
Instansi Anda?
Setiap negara mempunyai undang-undang yang berbeda
terkait dengan TINDAK PIDANA KORUPSI .
Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001,
terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri dari :
(1) Kerugian keuangan negara,
(2) Suap-menyuap,
(3) Pemerasan,
(4) Perbuatan Curang,
(5) Penggelapan dalam Jabatan,
(6) Benturan Kepentingan dalam Pengadaan,
(7) Gratifikasi.
Semua jenis tersebut merupakan delik-delik yang
diadopsi dari KUHP (pasal 1 ayat 1 sub c UU no.3/71)
Saat anda telah telah mencapai kesadaran anti
korupsi secara menyeluruh dan utuh,
maka hal tersebut tidak hanya sampai menjadi
semangat, namun akan terus bergerak
menjadi komitmen integritas,
anda sudah melangkah lebih jauh,
bukan sekedar menghindar namun mencari solusi
Input Proses Output Outcomes Impact
n
TUJUAN NASIONAL
KONDISI TERCAPAI
Integritas Sinergi NASIONAL
Integritas DENGAN KORUPSI
Pilar Antar Pilar nasional TERKENDALI

KORSUP
KPK
Integritas Intg.
Sinergi org.
Org. pilar

Integritas Bangun
Intg.org
Individu Intg. Org,
SKEMA KONSEP
SISTEM INTEGRITAS
Int’ tunas Intg.ind NASIONAL
Value ividu
intg
SEMAKIN JAUH DARI KORUPSI

Latsar CPNS Kemenkumham 2017


9/14/2019 41
richard pantun
SEMAKIN JAUH DARI KORUPSI

A. TUNAS INTEGRITAS…

Tunas integritas merupakan terjemahan dari konsep


yang berprinsip bahwa manusia sebagai faktor knci
perubahan, dan pendekatan seutuhnya terkait manusia
sebagai mahluk dengan aspek jasmani dan rohani serta
makluk sosial yang harus berinteraksi dengan
lingkungannya. Simak contoh teladan para negarawan..
SEMAKIN JAUH DARI KORUPSI

B. IDENTIFIKASI NILAI DASAR ANTI KORUPSI

1. Berani;
2. Jujur;
3. Mandiri; Internalisasi,
4. Peduli; Identifikasi dan
5. Adil. Kesediaan
6. Disiplin; menerapkan nilai,
7. Kerja keras; melalui role playing
8. Tanggungjawab;
9. Sederhana;
C. PENYELARASAN NILAI ORGANISASI DAN
NILAI ANTI KORUPSI
PENYELARASAN.
Latsar CPNS Kemenkumham 2017
9/14/2019 richard pantun 45
a.Kesediaan.
Kesediaan terhadap integritas adalah ketika
individu bersedia menerima pengaruh untuk
berintegritas dari orang lain atau kelompok
lain, dikarenakan ia berharap untuk
memperoleh reaksi atau tanggapan positif
dari pihak lain.
Contoh : bentuknya dukungan/pujian atau pencitraan.
b. Identifikasi.
Identifikasi integritas terjadi apabila individu
meniru integritas seseorang atau kelompok
lain dikarenakan integritas sudah sesuai
dengan apa yang dianggap hubungan yang
menyenangkan antara dia dengan yang
memberikan pengaruh integritas.
Contoh : meniru sikap yang dimodelkan.
c. Internalisasi.
Individu menerima pengaruh dan bersedia
bersikap dan berperilaku dengan penuh
integritas dikarenakan integritas tersebut
sesuai dengan apa yang dipercayainya dan
sistem nilai yang dianut.
c. Internalisasi.
Internalisasi dengan pendekatan :
1. Inside out

2. Outside in

Membangun budaya integritas :


1. Ide cara berpikir nilai dan sistem nilai

2. Lingkungan yang berintegritas.


Internalisasi integritas akan maksimal,
dengan menggabungkan Inside out dan
Outside in, maka :
1. Lingkungan yang berintegritas
2. Proteksi integritas
3. Perubahan sistem nilai
1. Perbanyak teman yang berperilaku
positif
2. Membanyak simbol dan sejarah yang
memberikan makna;
3. Membanyak ritual atau rutinitas positif;
4. Membangun/menjalankan sistem
integritas : kepemimpinan, struktur
organisasi, sistem pengendalian, dll.
KORUPTOR
L A W A N ...!!!
Terima Kasih
aclc.kpk.go.id
INOVASI PORTAL PEMBELAJARAN ANTIKORUPSI
1. melakukan simbolisasi yang dilengkapi :
imajinasi, simbolisasi dan asosiasi
(pengaruh hanya ada diluar)
2. Melakukan dis-asosiasi, yaitu keluar dari
lingkaran pengaruh negatif;
3. Melakukan multi-protection of integrity.
Simbolisasi :
Jika positif simbol tersebut diasosiasikan
masuk dari diri kita, jika negatif seakan
simbol tersebut disimpan diluar.
Dis-Asosiasi:
Setiap ada fenomena atau kejadian yang akan
berpengaruh negatif, untuk menghindarnya
kita melakukan gerakan ke kiri atau
kekanan.
Multi Protection of Integrity:
 Jika ragu-ragu kita hentikan;
 Jika dorongan masih kuat, maka segera
bayangkan, ya atau tidak, bagaimana dampaknya
terhadap kita;
Jalur pengulangan, dengan sering panca indra kita
menagkap stimulus pengaruh secara terus
menerus, maka pengaruh tersebut akan masuk ke
dalam bawah sadar (lupa dan ingat);
Jalur “effect WOW”, peristiwa atau kejadian yang luar
biasa, yang membuat terkaget-kaget, hingga otak
kirinya tidak berfungsi maksimal langsung direspon
otak kanan hingga terbuka pintu bawah sadar
secara otomatis.
A. PERAN TUNAS INTEGRITAS
1. Menjadi jembatan masa depan kesuksesan
organisasi, mereka menjadi kumpulan orang yang
selalu terdepan untuk memastikan tujuan organisasi.
2. Membangun sistem integritas, berpartisipasi aktif
dalam membangun sistem integritas hingga semua
peluang korupsi dan berbagai penyimpangan lainnya
dapat ditutupi,
3. Mempengaruhi orang lain, khususnya mitra kerja
untuk berintegrasi tinggi.
A. Re-Framing Culture
merupakan upaya untuk mengembalikan
konten pada kontennya semula atau pada
orientasi sebelumnya.
B. Seeding Of Integrity.
merupakan upaya untuk menanamkan nilai
nilai integritas pada bawah sadar seseorang
sehingga menjadi otomatis.
Tiga aspek pertempuran antara integritas dengan
korupsi:
1. Koruptor menggoda pada saat orang diluar
sistem;
2. Koruptor menggoda keadaan sepi dan rahasia;
3. Koruptor menggoda dengan beragam cara dan
menggidakan pengaruh yang sebelumnya diluar
perkiraan (WOW effect)
Modality.
‘kecenderungan panca indera yang dominan
untuk dipengaruhi dan mempengaruhi’
1. Gabungan modality
2. Visual;
3. Kinestetik/rasa;
4. Multi modality.
“membaca panca indra apakah ada perubahan bila menerima
dan tidak menerima”
Upaya-upaya tunas integritas dilakukan
secara simultan/terus menerus sebagai
perwujudan upaya pencegahan korupsi secara
integrasi, yaitu pendekatan perilaku dan
sistem hingga budaya.
Leadership Risk.
 Di Pimpin oleh orang yang berintegritas
tinggi dengan melakukan penyelarasan dan
pengendalian)
Penyelarasan dan Pengendalian.
-Yaitukode etiknya telah terinternalisasi dengan
kuat setiap individu, sehingga penyelarasan dan
pengendalian dijalankan dengan baik;
- pengendalian pada penggunaan kapasitas (SDM,
dana, teknologi, informasi dan komunikasi).
Kematangan Praktek Sistem Integritas.
Sistem mampu memastikan organisasi mencapai
tujuannya dan menjaga individu dalam
organisasi, maka pelaksanaan program
dilaksanakan :
1. Not Performance (belum ada kinerja)
2. Adhoc (sementara, reaktif, mendadak)
3. Planned (terencana)
4. Institutionalized (menyatu dengan sistem
organisasi)
5. Evaluated (telah dapat dievaluasi)
6. Optimized (dapat dioptimalkan).
Tingkat Kinerja Korupsi di Suap Kesadaran
korupsi Pemerintah Polisi masyarakat

KESIMPULAN
Di tengah tingkat korupsi yang relatif tinggi, upaya yang
dilakukan Pemerintah dan kesadaran masyarakat
mengalami optimisme.
pertama

Korupsi terjadi lebih mudah dalam

pengaturan kelembagaan, politik,

dan budaya tertentu.


Kita mungkin berhipotesis bahwa
akan ada sedikit korupsi ketika

 Warga negara sepakat mengenai nilai demokrasi,


kebebasan pers, dan tata pemerintahan yang baik.
 Peran pemerintah terbatas pada wilayah yang disepakati
dengan baik, terutama di mana pemerintah memiliki
keunggulan komparatif.
 Tidak ada keadaan darurat mulai dari perang hingga
gangguan sipil sampai kehancuran finansial hingga bencana
alam, yang semuanya mungkin memerlukan tindakan
dramatis dan cepat.
 Pegawai negeri dibayar dengan baik dan berkualitas.
 Sektor swasta bersifat luas dan kompetitif, dengan aturan
main dan keterbukaan yang jelas terhadap persaingan asing.
kedua

Apapun situasi dan kondisinya,


korupsi adalah kejahatan,
bukan salah satu
gairah/nafsu/hasrat
ketiga

Monopoly + Discretion – Accountability =


Corruption
Rekomendasi
• Lembaga legislatif (DPR, DPRD) perlu melakukan
upaya lebih keras dalam menegakkan integritas dan
nilai-nilai antikorupsi. Termasuk juga Partai Politik, harus
terlibat aktif dalam menghadang peluang terjadinya
korupsi politik.
• Reformasi birokrasi oleh Pemerintah (Pusat dan
Daerah) menjadi ujung tombak bagi penyediaan
pelayanan publik yang prima kepada masyarakat
• Akses dan jaminan terhadap pelapor/saksi/korban,
khususnya pada kasus-kasus korupsi menjadi hal yang
penting diperhatikan.
• Inisiatif seperti Saber Pungli, bisa menjadi inovasi bagi
Pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama
dalam memberantas korupsi di Indonesia.