Anda di halaman 1dari 37

Konsep

Gerontologi

By : Ns. AWP, S.Kep


A. Kondisi dan permasalahan lansia
Kemajuan IPTEK

Penemuan obat-obatan ex : antibiotika


Penemuan alat-alat kes canggih

Umur harapan hidup meningkat

Jumlah penduduk lansia ↑↑

Jadi, fenomena apa yang akan terjadi ??


Fenomena yang terjadi ……...

Usia bayi &


anak

Usia remaja
& dewasa

Usia lanjut
usia

In the past Now and in the future

konsekuensi
Konsekuensi :
1. Masalah fisik,
2. Mental,
3. Sosial,
4. Kebutuhan pelayanan kesehatan dan
keperawatan khususnya masalah
degeneratif.

Keberadaan lansia sering dipersepsikan secara


negatif o/k : Penurunan fungsi tubuh  sakit-
sakitan  ketergantungan  muncul persepsi
“beban bagi keluarga”
Ketika muncul persepsi “beban bagi
keluarga” tahukan anda bahwa persepsi
itulah yang sebenarnya membunuh lansia
secara pelan-pelan “silent killer”……..

Why ???

Persepsi “beban bagi keluarga”  lansia tidak


dirawat dengan baik  masalah psikologis
bagi lansia  lansia menjadi depresi 
penurunan sistem tubuh secara drastis 
die….
Demografi lanjut usia di Indonesia
*perbandingan dengan jumlah balita

Tahun Balita Lanjut Usia


Jumlah % (dari total Jumlah % (dari total
penduduk) penduduk)
1990 20.985.144 11,7 12.778.212 6,56
1995 21.609.150 11,0 13.298.588 6,83
2000 21.190.900 10,1 17.767.709 7,97
2005 21.115.758 9,5 19.936.895 8,48
2010 19.720.793 8,4 23.992.513 9,77
2020 17.595.966 6,9 28.822.879 11,34
Sumber : Nugroho, 2008
Dengan perbandingan jumlah tsb apa yg
akan terjadi ….??

Tahap 1 : “Generation Gap” 


kesenjangan antar generasi

Tahap 2 : “Generation pressure” 


tekanan pada generasi muda
ex : dlm hal jabatan

Tahap 3 : “Generation conflict”  konflik


antar generasi (lansia ke
generasi dibawahnya
Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi
hal tsb ….??

 Menyelenggarakan program pensiun


secara terpadu dan merata

 Menciptakan lapangan kerja atau


kegiatan bagi lanjut usia yg tidak
bertentangan dengan keb. Kaum muda
Gerontologi dan Geriatri
Gerontologi : bahasa latin
geros : lanjut usia
logos : ilmu

ilmu yang mempelajari secara khusus


mengenai masalah/faktor yg menyangkut
lanjut usia

“Gerontology is comprehensive study of


aging and the problem of the aged”
 Gerontologi
 ilmu yg mempelajari seluruh aspek menua (Kozier, 1987)

 cabang ilmu yg mempelajari proses menua dan masalah


yang mungkin terjadi pada lanjut usia (Miller, 1990)

 Gerontic nursing/gerontological nursing


 spesialis keperawatan lanjut usia
 menjalankan perannya pada setiap tatanan
pelayanan
 menggunakan pengetahuan, keahlian, dan
keterampilan merawat
 untuk meningkatkan fungsi optimal lanjut usia secara
komprehensif.

Oleh karena itu 


 Gerontic nursing meliputi  perawatan lansia yg
menderita penyakit (geriatric nursing) dan dirawat di
rumah sakit
Tujuan Gerontologi
 Membantu individu lansia memahami adanya perub.
pd dirinya berkaitan dgn aging process
 Membantu mempertahankan identitas kepribadian
lansia
 Mempertahankan, memelihara dan meningkatkan
derajat kes lansia
 Memotivasi dan menggerakan masyarakat dlm upaya
meningkatkan kesejahteraan lansia
 Memenuhi kebutuhan lansia sehari-hari
 Mengembalikan kemampuan melakukan ADL
 Mempercepat pemulihan/penyembuhan penyakit
 Meningkatkan mutu kehidupan u/ mencapai masa tua
yg bahagia dan berguna
Geriatri
Geros : lanjut usia
Eatriea : kesehatan/medical

“Geriatry is a branch of medicine that deals w/


problems and disease of old age and ageing
people.”

 Geriatri adl cabang ilmu kedokteran (medicine) yg


berfokus pada masalah kedokteran yaitu penyakit
yang timbul pada lanjut usia (Black & Jacob, 1997)

 Geriatric Nursing : praktik perawatan yg berkaitan


dengan penyakit pada proses menua (Kozier, 1987)
Tujuan Geriatri
 M’pertahankan derajat kes lansia pada taraf yg
setinggi-tingginya
 M’melihara kondisi kes dengan aktivitas fisik dan
mental
 Merangsang para petugas kes u/ dpt mengenal
dan menegakkan diagnosis yg tepat dan dini bila
ada kelainan
 Mencari upaya semaksimal mungkin agar para
lansia yg sakit  dapat m’pertahankan
kebebasan/kemandirian tnpa perlu pertolongan
 U/ tetap m’beri bantuan yg simpatik dan
perawatan yg penuh pengertian dlm akhir
hidupnya
B. Proses Menua
Proses Menua
 Proses sepanjang hidup, terus menerus/berkelanjutan,
tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi
dimulai sejak permulaan kehidupan

 Merupakan proses yg alamiah  telah melalui


tapahan kehidupan : bayi, anak, remaja, dewasa

 Terjadi suatu proses kemunduran

 Kecepatan proses menua @individu pada organ


tubuh tidak akan sama
 Menurut WHO dan UU No 13 th 1998 ttg
kesejateraan lansia pada Bab 1 pasal 1 ayat
2 menyebutkan bahwa usia 60 tahun adalah
usia permulaan tua

 Menurut Prof. Dr. R. Boedhi Darmojo dan Dr.


H. Hadi Martono (1994) mengatakan bahwa
“menua” adl suatu proses menghilangnya
secara perlahan kemampuan jaringan untuk
 memperbaiki diri
 mempertahankan struktur dan fungsi normalnya shg
tidak dapat bertahan thd jejas (termasuk infeksi)
 memperbaiki kerusakan yg diderita
Teori Proses Menua
 Teori Biologis
 Teori genetic
 Teori non genetic

 Teori Sosiologis
 Teori interaksi sosial
 Teori aktivitas
 Teori kepribadian berlanjut
 Teori pembebasan /penarikan diri
Teori Biologis
1. Teori Genetic
a. Teori genetic clock
teori intrinsik  di dalam tubuh terdapat
jam biologis yg mengatur gen dan
menentukan proses penuaan

Jenis makhluk Umur (tahun)


manusia 116
Kerang 80
gajah 70
Kuda 62
anjing 27
lanjutan……..
b. Teori mutasi somatik (Teori ekstrinsik)
penuaan terjadi k/ adanya mutasi akibat
pengaruh lingkungan yg buruk

terjadi kesalahan dlm proses transkripsi DNA


dan RNA dan proses translasi RNA
protein/enzim

penurunan fungsi organ / perubahan sel


menjadi kanker

(Suhana, 1994; Constantinides, 1994)


2. Teori Non Genetik
a. Teori penurunan sistem imun tubuh (auto
imune theory)
mutasi yg berulang

b’kurangnya kemampuan sistem imun tubuh


mengenali dirinya sendiri (self recognition).
Jika mutasi merusak membran sel

↑ peny. Auto imune


(Goldstein, 1989)
b. Teori kerusakan akibat radikal bebas (free
radical theory)
 radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas
maupun di dalam tubuh k/ adanya proses
metab/pernafasan di dalam mitokondria.

 Radikal bebas merupakan suatu atom atau


molekul yg tidak stabil k/ mempunyai elektron
yg tidak berpasangan  sangat reaktif
mengikat atom / molekul lain  oksidasi
oksigen bahan organik ex : karbohidrat dan
protein  sel tidak mampu beregenerasi 
sel rusak/mati (Halliwel, 1994)
c. Teori menua akibat metabolisme
Pengurangan asupan kalori bisa menghambat
pertumbuhan dan memperpanjang umur. Penambahan
asupan kalori menyebabkan kegemukan dan
memperpendek umur ( Bahri & alem, 1989; Boedhi
Darmojo, 1999)

d. Teori rantai silang (cross link theory)


Menua disebabkan oleh lemak, protein, karbohidrat dan
asam nukleat (molekul kolagen) bereaksi dgn zat kimia
dan radiasi  fungsi jaringan “membran plasma” 
jaringan kaku dan tidak elastis

e. Teori fisiologis
Gabungan teori intrinsik dan ekstrinsik  teori oksidasi stress
dan teori dipakai-aus (wear and tear theory)  kelebihan
usaha dan stress  sel tubuh lelah terpakai  regenerasi
jaringan tidak stabil
Teori Sosiologis
1. Teori interaksi sosial
Kemampuan lansia u/ terus menjalin interaksi sosial
merupakan kunci m’pertahankan status sosialnya

2. Teori aktivitas
Lanjut usia yg sukses adl mereka yg aktif dan banyak
ikut serta dlm kegiatan sosial

3. Teori kepribadian berlanjut (continuity theory)


Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah
pada lanjut usia

4. Teori pembebasan/penarikan diri (disangagement


theory)
Putusnya pergaulan/hubungan dgn masyarakat 
menarik diri & memusatkan perhatian pada persoalan
pribadi dan mempersiapkan kematian
C. Mitos-mitos lansia
 Mitos konservatif
 Tidak kreatif
 Berorientasi ke masa lalu
 Susah menerima ide baru
 Keras kepala dan cerewet
Fakta : tidak semua lansia spt itu

 Mitos berpenyakitan dan kemunduran (peny.


Degeneratif)
Fakta : memang benar dengan terjadinya proses
menua  daya tahan tubuh menurun  muncul
penyakit degeneratif
 Mitos senilitas (lansia dipandang sebagai masa pikun
o/k kerusakan sel otak)
Fakta : tidak semua lansia atau banyak yg daya
pikirnya masih jernih dan cemerlang

 Mitos ketidakproduktifan (masa yg tidak produktif


bahkan dianggap beban keluarga)
Fakta : tidak benar. Banyak lansia yg mencapai
ketenaran, kematangan, kemapanan di masa lansia

 Mitos aseksualitas (anggapan lansia minat, dorongan,


gairah, kebutuhan dan daya seks menurun)
Fakta : kehidupan seks berlangsung normal. Frekuensi
hubungan seksual menurun sejalan dengan
bertambahnya usia
 Mitostidak jatuh cinta (sudah tidak jatuh cinta,
tidak tertarik atau bergairah dlm hal
percintaan)
Fakta : perasaan cinta tidak berhenti hanya
karena menjadi lanjut usia

 Mitos
kedamaian dan ketenangan (lansia
dapat santai menikmati hasil kerja dan jerih
payahnya di masa muda)
Fakta : sering ditemukan lansia stress karena
kemiskinan, kecemasan, depresi, paranoid dll.
D. Batasan umur lansia
1. Menurut WHO :
 Usia pertengahan (middle age) 45-59 th
 Lanjut usia (elderly) 60-74 th
 Lanjut usia tua (old) 75-90 th
 Usia sangat tua (very old) > 90 th
2. Menurut Hurlock (1979) :
 Early old age : 60-70 th
 Advanced old age : usia > 70 th
3. Menurut Burnside (1979) :
 Young old : 60-69 th
 Middle age old : 70-79 th
 Old-old : 80-89 th
 Very old-old : > 90 th
 UU no 4 pasal 1 th 1965 ttg Bantuan
penghidupan orang jompo lanjut usia,
dinyatakan sbg berikut : “seseorang dapat
dinyatakan sebagai orang jompo atau lanjut
usia setelah yg bersangkutan mencapai umur 55
th ………. (sudah tidak relevan lagi)

 UU No 13 Bab 1 pasal 1 ayat 2 th 1998 ttg


kesejahteraan lanjut usia : lansia adalah
seseorang yg telah mencapai usia 60 tahun
keatas, baik pria maupun wanita
E. Perubahan akibat Proses Menua
1. Perubahan fisik
2. Perubahan mental
3. Perubahan psikososial
4. Perubahan spiritual
1. Perubahan fisik dan fungsi
a. Sel
b. Sistem saraf
c. Sistem pendengaran
d. Sistem penglihatan
e. Sistem pengaturan suhu tubuh
f. Sistem kardiovaskuler
g. Sistem respirasi
h. Sistem pencernaan
i. Sistem genitourinaria
j. Sistem endokrin
k. Sistem integumen
l. Sistem muskuloskeletal
2. Perubahan mental
 Sikap semakin egosentrik, mudah curiga,
bertambah pelit atau tamak bila memiliki sesuatu
 Keinginan untuk berumur panjang
 Mengharapkan u/ tetap diberi peranan dlm
masyarakat
 Ingin tetap m’pertahankan hak dan hartanya serta
ingin tetap hidup berwibawa
 Jika meninggal, mereka (suami-istri) ingin secara
terhormat
 Dementia
 Penampilan, persepsi, dan ketrampilan psikomotor
berkurang
3. Perubahan Psikososial
 Kehilangan finansial
 Kehilangan status (terkait dengan jabatan)
 Kehilangan teman/relasi dan orang yg
dicintai
 Kehilangan pekerjaan/kegiatan
 Timbul perasaan kesepian akibat
pengasingan dari lingk. Sosial
 Perubahan terhadap konsep diri (citra diri,
ideal diri, identitas diri, harga diri, dan
peran diri)
 Sadar terhadap kematian
4. Perubahan spiritual
 Sadar akan kematian  semakin mature
dalam kehidupan beragama
 Berusaha meningkatkan kualitas
hubungan dengan Tuhannya
 Perkembangan spiritual “universalizing”
yaitu berpikir dan bertindak dengan
cara memberikan contoh cara
mencintai dan menegakkan keadilan
(Folwer, 1978)