Anda di halaman 1dari 35

Ns. Gst. Kd. Adi Widyas Pranata, S.

Kep
Pengertian Nutrisi

 Ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi,
membangun dan memelihara jaringan serta
mengatur proses kehidupan lansia.

 Nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam


tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan
dari lingkungan hidupnya dan menggunakan
bahan-bahan tersebut agar menghasilkan berbagai
aktivitas penting dalam tubuhnya sendiri.
Kane dan Ouslander sering menyebut
masalah lansia dengan istilah 14 I yaitu :
1. Immobility (kurang gerak)

2. Instability (berdiri dan berjalan tidak
8. Isolation (depresi).

9. Inanition (kurang gizi).


stabil atau mudah jatuh)
3. Incontinence (beser buang air kecil 10. Impecunity (tidak punya uang)
atau buang air besar)
4. Intellectual Impairment (gangguan 11. Iatrogenesis (menderita penyakit
intelektual/dementia) akibat obat-obatan)
5. Infection (infeksi) 12. Insomnia (gangguan tidur)
6. Impairment of vision and hearing, 13. Immune Deficiency (daya tahan
Taste, Smell, Communication tubuh yang menurun)
Convalescence, Skin Integrity
(gangguan panca indera, komunikasi,
penyembuhan dan kulit)

7. Impaction (sulit buang air besar). 14. Impotence (impotensi)


Masalah Gizi pada Lansia

 Gizi Berlebih
 Gizi Berkurang
 Kekurangan Vitamin :
vitamin A, vitamin B komplek, vitamin C, tiamin (vit B1),
asam folat (vit. B9), niasin (vit. B3), riboflavin (vit. B2)
dan kobalamin (vit. B12), serta vitamin D akibat kurang
terpajang sinar matahari
 Kekurangan Kalori Protein
Pemantauan Status
Nutrisi

 Penimbangan BB dilakukan secara teratur minimal 1 minggu
sekali

 Menghitung berat badan ideal pada dewasa :


Rumus : Berat badan ideal = 0,9 x ( TB dalam cm – 100 )

Catatan untuk wanita dengan TB kurang 150 cm dan pria


dengan TB kurang dari 160 cm, digunakan rumus :
Berat badan ideal = TB dalam cm – 100

 Jika BB lebih dari ideal artinya gizi berlebih


 Jika BB kurang dari ideal artinya gizi kurang
Faktor – faktor yang mempengaruhi
kebutuhan gizi pada lansia

A. GIGI
 Berkurangnya kemampuan mencerna makanan
akibat kerusakan gigi atau ompong  periodontal disease  biasa
terjadi setelah umur 30 tahun.

B. LIDAH dan KELENJAR LUDAH


 Berkurangnya indera pengecapan  iritasi yang kronis dari
selaput lendir, atropi indera pengecap (±80%)  hilangnya
sensitivitas dari syaraf pengecap di lidah terutama rasa manis, asin,
asam, pahit

 Sekresi air ludah berkurang sampai kira-kira 75% sehingga


mengakibatkan :
 rongga mulut menjadi kering  proses menelan sukar dan bisa
menurunkan cita rasa
 proses perubahan kompleks karbohidrat menjadi disakarida.
C. ESOFAGUS

 Pengerasan sfincter bagian bawah sehingga menjadi mengendur
(relaksasi)  mengakibatkan esofagus melebar (presbyesofagus) 
memperlambat pengosongan esofagus  tidak jarang berlanjut
sebagai hernia hiatal.

 Gangguan menelan biasanya berpangkal pada daerah pre-esofagus


tepatnya di daerah orofaring  penyebabnya tersembunyi dalam
system saraf sentral atau akibat gangguan neuromuskuler seperti
jumlah ganglion yang menyusut sementara lapisan otot menebal 
dengan manometer akan tampak tanda perlambatan pengosongan
esofagus.

 Gangguan motilitas otot polos esophagus  refluks disease


(refluks isi lambung ke esophagus) (insiden ini mencapai puncak
pada usia 60 – 70 tahun)
D. LAMBUNG

 Lapisan lambung menipis diatas 60 tahun, sekresi HCL dan
pepsin berkurang, asam lambung menurun  waktu
pengosongan lambung menurun  rasa lapar menurun 
dampaknya vitamin B12 dan zat besi menurun.

E. USUS
 Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya
menimbulkan konstipasi.
 Penyerapan makanan di usus menurun / Fungsi absorpsi
melemah
 Berat total usus halus berkurang diatas usia 40 tahun meskipun
penyerapan zat gizi pada umumnya masih dalam batas normal,
kecuali kalsium (diatas 60 tahun) dan zat besi.
F. LIVER (HATI)

 Penurunan enzim hati yang terlibat dalam oksidasi
dan reduksi, yang menyebabkan metabolisme obat
dan detoksifikasi zat kurang efisien.
Faktor penyebab masalah gizi

 Tinggal sendiri
Seseorang yang hidup sendirian sering tidak
mempedulikan tugas memasak untuk menyediakan
makanannya.

 Kelemahan fisik
Contohnya atritis atau cedera serebrovaskular (CVA) yang
menyebabkan kesulitan untuk berbelanja dan masak.
Mereka tidak mampu merencanakan dan menyediakan
makanannya sendiri.

 Depresi
Menyebabkan kehilangan nafsu makan.
Continue……

 Pendapatan yang rendah
Ketidakmampuan untuk membeli makanan yang cermat untuk
meningkatkan pengonsumsian makanan yang bergizi.

 Penyakit saluran pencernaan


Termasuk sakit gigi, ulkus

 Penyalahgunaan alcohol
Mengurangi asupan kalori

 Obat
Pengobatan akan mengakibatkan kemunduran nutrisi yang
semakin jauh.
Manifestasi klinis

Gigi tidak lengkap dan ompong

Nafsu makan menurun

Tidak semangat / lesu

BB kurang / lebih dari normal

Perut terasa kembung

Sukar menelan

Mual muntah
Dampak masalah nutrisi

 Malnutrisi
 Defisiensi nutrient tertentu
 Obesitas
 Kelemahan otot dan kelelahan
 Resiko tinggi untuk terjatuh atau mengalami
ketidakmampuan dalam mobilisasi  luka tekan
atau cedera
 Tulang akan mudah rusak dan proses penyembuhan
luka tekan akan berjalan lama
Komplikasi

 Diabetes mellitus
 Hipertensi
 Penyakit jantung
 Gastritis
 Ulkus peptikum
Keseimbangan Energi

 Kebutuhan akan kalori menurun sejalan dengan
pertambahan usia  metabolisme seluruh sel dan kegiatan
otot berkurang.

 Secara umum, terjadi penurunan asupan energi sebesar 5%


per dekade. Dalam satu penelitian terhadap Lansia yang
masih lajang, penurunan ini terhitung sebesar 35 % (lelaki)
sampai 52 % ( wanita ).
 Penyusutan BMR 10 % sampai 20 %, antara usia 30 dan
75 tahun merupakan cerminan dari perubahan komposisi
tubuh :
 Penambahan massa lemak,
 Penyusutan massa otot
 Disebabkan oleh Berkurangnya kegiatan fisik.

 Untuk Lansia yang sehat, besarnya asupan disamakan


dengan asupan orang dewasa sehat.

 Untuk Lansia yang sedang sakit akut, besaran asupan


dihitung berdasarkan peningkatan yang dibutuhkan untuk
merespons keadaan hiperkatabolik yang disebabkan oleh
stres penyakit.
Tabel 2 Besaran Kebutuhan Zat Gizi pada Lansia
Sumber : “ Meeting the nutritional needs for older person”. WHO 2002
Jenis Gizi Besaran
Energi 1,4-1,8 kali BMR


Protein 0,9-1,1 g/kg BB/hari
Lemak 30%-35%
Lemak jenuh 8%
Air 30 cc/kgBB/hari
Kalsium 800-1200 mg/hari
Besi 10 mg/hari
Tambaga 1,3-1,5 mg/hari
Chromium 50 g /hari
Magnesium 225-180 mg/hari
Selenium 50-70 g/hari
Asam folat 400 g/hari
Seng
Vitamin A
Riboflavin
Vitamin B12
2,5 g/hari
Vitamin C
60-100 mg/hari
Vitamin D
10-20 g/hari
Vitamin E
100-400 IU/hari
Vitamin K
60 – 90 mg/hari
Penatalaksanaan

 Memperhatikan kebutuhan gizi pada lansia.
Kecukupan energy sehari yang dianjurkan untuk :
 Usia diatas 60 tahun (60 -70 tahun) adl maksimal 1700
kalori
 Usia diatas 70 tahun adalah 1500 kalori

 Memperhatikan bentuk dan variasi makanan yang


menarik agar tidak membosankan (bentuk cair,
bubur saring, bubur, nasi tim, nasi biasa)
 Menambah makanan cair lain / susu bila lansia tidak bisa
menghabiskan makanannya

 Bila terdapat penyakit metabolic seperti DM, gula sederhana
dihindari, bila terdapat penyakit gagal ginjal sebaliknya dipilih
asam amino yang esensial

 Perubahan sederhana untuk memperbaiki diet bagi manula


yaitu :
 Minum satu gelas sari buah yang murni (jangan dicampuri air
ataupun gula), Minum segelas susu pada waktu akan tidur
 Sarapan dengan biji-bijian utuh (misalnya havermout, beras
merah) dan telur setiap pagi,
 Mengusahakan makan daging atau ikan paling tidak sekali dalam
sehari,
 Paling sedikit makan satu porsi sayuran setiap hari.
Prinsip Penatalaksanaan
secara umum

 Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan yang
beraneka ragam, yang terdiri dari : zat tenaga, zat pembangun
dan zat pengatur.

 Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang.

 Porsi makan hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga


dapat makan lebih sering dengan porsi yang kecil

 Banyak minum dan kurangi garam
 Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan
makanan yang berlemak seperti santan, mentega dll
 Batasi minum kopi atau teh, boleh diberikan tetapi harus
diencerkan sebab berguna pula untuk merangsang gerakan usus
dan menambah nafsu makan
 Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-
kacangan, hati, telur, daging rendah lemak, bayam, dan sayuran
hijau.
 Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara
dikukus, direbus, atau dipanggang kurangi makanan yang
digoreng
 Bagi pasien Lansia yang proses penuaannya sudah
lebih lanjut perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut :

 Makanlah makanan yang mudah di cerna.
 Hindarilah makanan yang terlalu manis, gurih dan
goreng-gorengan.
 Bila kesulitan mengunyah karena gigi rusak atau gigi
palsu kurang baik, makanan harus lunak/lembek atau
dicincang.
 Makanan dalam porsi kecil tetapi sering.
 Makanan selingan atau snack, susu, buah dan sari
buah sebaiknya diberikan.
Prinsip Penatalaksanaan Lansia
dengan Perubahan Saluran Cerna

 Untuk mengurangi resiko konstipasi dan hemoroid :
 Sarankan untuk mengkonsumsi makanan berserat
tinggi setiap hari, seperti sayuran dan buah-buahan
segar, roti dan sereal.
 Anjurkan pasien untuk minum paling sedikit 8 gelas
cairan setiap hari untuk melembutkan feses.
 Anjurkan untuk tidak menggunakan laksatif secara
rutin, karena pasien akan menjadi tergantung pada
laksatif.
KEBUTUHAN CAIRAN
PADA LANJUT USIA

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN
CAIRAN PADA LANSIA :
 Berat badan (lemak tubuh) cenderung meningkat dengan
bertambahnya usia, sedangkan sel-sel lemak
mengandung sedikit air, sehingga komposisi air dalam
tubuh lansia kurang dari manusia dewasa yang lebih
muda atau anak-anak dan bayi.

 Fungsi ginjal menurun dengan bertambahnya usia.


Terjadi penurunan kemampuan untuk memekatkan urin,
mengakibatkan kehilangan air yang lebih tinggi.

 Penggunaan laksatif yang berlebihan atau tidak
tepat dapat mengarah pada masalah diare.

 Lansia mempunyai pusat haus yang kurang sensitif

 Mungkin mempunyai masalah dalam mendapatkan


cairan (misalnya gangguan dalam berjalan) atau
mengungkapkan keinginan untuk minum (misalnya
pasien stroke).
MASALAH CAIRAN PADA
LANSIA

 Kekurangan cairan tubuh o/k :
 Peningkatan jumlah lemak pada lansia,
 Penurunan fungsi ginjal untuk memekatkan urin
 Penurunan rasa haus.
PEMANTAUAN STATUS
CAIRAN PADA LANSIA

 Kekurangan cairan
Tanda – tanda vital Pemeriksaan Fisik Perilaku
• Terjadi peningkatan • Kulit kering dan • Penurunan
suhu tubuh agak kemerahan kesadaran
• Dapat terjadi • Lidah kering dan • Gelisah
peningkatan kasar • Lemah
frekuensi pernafasan • Mata cekung • Pusing
dan kedalaman • Penurunan BB yang • Tidak nafsu makan
pernafasan terjadi scr • Mual dan muntah
• Peningkatan frek. tiba2/drastis • Kehausan (pada
denyut nadi, nadi • Turgor kulit lansia kurang
lemah, halus menurun (Lansia signifikan)
• Tekanan darah kurang akurat) • Terjadi penurunan
menurun jumlah urin

 Kelebihan Cairan
Tanda-tanda Vital Pemeriksaan Fisik Perilaku
• Terjadi penurunan • Turgor kulit • Pusing
suhu tubuh meningkat (lansia • Anoreksia / tidak
• Dapat terjadi sesak kurang akurat) nafsu makan
nafas • Edema • Mual muntah
• Denyut nadi teraba • Peningkatan BB • Peningkatan jumlah
kuat dan secara tiba-tiba urin (jika ginjal
frekuensinya • Kulit lembab masih baik)
meningkat
• Tekanan darah
meningkat
Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian
 Perubahan berat badan
 Pertumbuhan gigi
Apakah lansia memakai gigi palsu atau apakah mereka
memerlukan gigi palsu?
 Kebiasaan makan
Aspek pribadi, budaya, dan agama mengenal asupan nutrisi
 Kemampuan untuk makan
 Farmakologi
Apakah klien banyak meminum obat-obatan (termasuk medikasi
yang dilakukan sendiri) yang dapat berakibat buruk terhadap
nutrisi.
Diagnosa Keperawatan

 Ketidaseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh b/d tidak mampu dalam memasukkan,
mencerna, mengabsorbsi makanan

 Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan


tubuh b/d intake berlebih

 Kurang perawatan diri makan b/d kelemahan atau


kelelahan

 Konstipasi b/d kebiasaan makan yang buruk


Intervensi Keperawatan

“Ketidaseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh b/d tidak mampu dalam memasukkan, mencerna,
mengabsorbsi makanan”

 Tingkatkan intake makanan melalui mengurangi


gangguan dari lingkungan
 Sajikan makanan yang mudah dicerna dalam keadaan
hangat, tertutup dan berkan sedikit-sedikit tapi sering
 Hindari makanan yang banyak mengandung gas
 Berikan penkes tentang program diet yang benar
“Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan
tubuh b/d intake berlebih”

 Lakukan pengkajian pola makan pasien
 Buat program latihan untuk olahraga
 Hindari makanan yang banyak mengandung lemak
 Berikan penkes ttg : program diet yang benar akibat
yang mungkin timbul pada kelebihan BB
“Kurang perawatan diri makan b/d kelemahan atau
kelelahan”

 Kurangi gangguan dari lingkungan pada saat makan

 Kaji kebutuhan bantuan yang akan diberikan

 Bantu dalam pemilihan makanan yang tepat dari


menu

 Bantu pasien dalam intake makanan


“Konstipasi b/d kebiasaan makan yang buruk”


 Catat dan kaji warna, konsistensi, jumlah dan waktu
BAB

 Kaji dan catat pergerakan usus

 Berikan cairan adekuat dan makanan tinggi serat

 Berikan penkes ttg : kebiasaan diet, aktivitas cairan


dan makanan yang mengandung gas serta kebiasaan
BAB
Tugas !!!

 Buatlah laporan pendahuluan keperawatan gerontik
berdasarkan penyakit / gejala yang umum dialami
lansia akibat masalah nutrisi berikut :

a. Anemia f. Inkontinensia fecal


b. Gastritis g. Konstipasi
c. Gastroenteritis h. DM
d. Tumor Usus i. Hipertensi
e. Stroke j. Ulkus Peptikum