Anda di halaman 1dari 20

Abraham isnan

2014730001
• Traumatic Optic Neuropathy (TON) merupakan suatu bentuk
neuropati optikus oleh adanya kerusakan pada saraf optik
yang menyebabkan kerusakan pada fungsi visual diikuti
dengan defek pupil aferen relative (Marcus-Gunn pupil).
• kecelakaan dengan momentum tinggi dan trauma wajah.
• Kecelakaan sepeda motor,
• kekerasan,
• luka tumpul,
• luka tusuk,
• luka tembak,
• pembedahan endoskopi sinus
• Cedera Tidak Langsung Saraf Optik
Cedera tidak langsung terjadi pada trauma tertutup pada
kepala, menyebabkan timbulnya tekanan yang kemudian
menekan saraf optik.

• Cedera Langsung Saraf Optik


Cedera langsung saraf optik terjadi akibat dari avulsi saraf atau
akibat adanya penetrasi pada orbita, penetrasi fragmen tulang
dan mengenai saraf optik

Perubahan segera pada fundus – oklusi a.v centralis atau iskemia


anterior neuro (pada indirek terjadi setelah 3-5 mggu)
• Primer
Mekanisme primer menyebabkan kerusakan permanen pada
akson saraf optik pada saat terjadinya cedera iskemia dan
edem lokal  apoptosis dan perdarahan pada sel
pembungkusnya

• Sekunder
Mekanisme sekunder menyebabkan pembengkakan saraf optik
setelah terjadi cedera akut.
• Berdasarkan klinis, dengan adanya trauma kepala dan wajah
yang menyebabkan gangguan penglihatan.

• Pasien mengalami kehilangan penglihatan yang mendadak,


berat, dan unilateral. Kondisi ini dapat bermanifestasi segera
atau dalam hitungan jam hingga hari setelah trauma.

• Riwayat penyakit perlu ditanyakan apakah adanya defisit


penglihatan sebelum trauma, riwayat penyakit sebelumnya,
obat-obatan dan alergi obat
• Ketajaman penglihatan (visus)
• Relative afferent pupillary defect (RAPD)
• Penglihatan warna
• Lapangan pandang
• Oftalmoskopi
• Adneksa okuli
• Tonometri
• VEP
Dalam ujian ini, pasien diminta untuk melihat pola yang merubah
atau membalik warna atau lampu sorot yang berkedip dalam
beberapa menit, untuk merangsang saraf mata. Pasien, duduk
dalam jarak 1 meter dari layar (cahaya), akan diminta untuk
fokus pada tengah-tengah pola dan menutup satu mata pada
satu waktu.

• Imaging
Pada pasien politrauma dengan penurunan kesadaran, CT scan
dengan eksplorasi klinis merupakan metode penting untuk menilai
TON pada keadaan darurat yang akut.
• Medikamentosa
Dosis awal metilprednisolone diberikan sebanyak 30mg/kg/IV,
dilanjutkan 15mg/kgBB pada 2 jam kemudian, dan 15 mg/kgBB
setiap 6 jam.

• Pembedahan
Dekompresi bedah optik kanal dan pembungkus saraf optik
digunakan sebagai terapi TON indirek. Berbagai metode bedah
yang digunakan berupa kraniotomi trans nasalis, extra-nasal
trans-ethmoidalis, lateral fasial, sublabial, dan endoskopi.
Kontraindikasi pembedahan:
• Adanya avulsi saraf optik pada pemeriksaan CT.
• Pasien dalam keadaan tidak sadarkan diri.
• Hilang total fungsi penglihatan dan respon pupil.

Indikasi pembedahan:
• Jika penurunan fungsi penglihatan meskipun dengan terapi steroid.
• Jika terjadi penurunan fungsi penglihatan pada pengurangan dosis steroid.
• Jika terdapat fraktur kanal optik disertai dengan adanya penekanan oleh
fragmen tulang.
• Jika terdapat hematoma pada pembungkus saraf.
• Jika respon visual evoked potential (VEP) memburuk seiring waktu
Ada 4 variabel yang dianggap sebagai faktor prognosis yang
buruk untuk perbaikan fungsi visual, antara lain :
• 1. Adanya darah dalam rongga ethmoid posterior
• 2. Usia diatas 40 tahun
• 3. Kehilangan kesadaran diikuti dengan TON
• 4. Tidak adanya perbaikan setelah 48 jam pemberian terapi
steroid.
Traumatic Optic Neuropathy secara patofisiologi dibagi menjadi 2 yaitu cedera
langsung dan tidak langsung dengan mekanisme primer dan sekunder,
keduanya menyebabkan kerusakan akson saraf optik, yang kemudian
mengakibatkan gangguan penglihatan.

Penilaian ketajaman penglihatan, fungsi pupil, hingga CT-scan perlu dilakukan


untuk menilai adanya abnormalitas struktural seperti avulsi saraf optik,
hematoma pembungkus saraf, hematoma orbital, atau fraktur kanal optik.

Pilihan penanganan berupa observasi tanpa intervensi. Pemberitahuan kepada


pasien dan keluarga penting terkait dengan terapi kortikosteroid mega-dosis.

Cedera langsung umumnya memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan


dengan cedera tidak langsung.