Anda di halaman 1dari 30

GANGGUAN KARDIOVASKULAR

(HIPERTENSI DAN
HIPERLIPIDEMIA)
KELOMPOK 1 :
Akhmad Watoni (21181002)
Della Puspatari (21181009)
Lita Puspita (21181020)
Nicharla Rianty S (21181027)
Rihmah Mardiana (21181036)
Rina Anggraeni (21181037)
Wasni (21181045)
HIPERTENSI
HIPERTENSI

Definisi: kondisi tekanan darah arteri sistemik yang terus


meningkat , apabila tekanan darah sistolik ≥130 mmHg
atau tekanan darah diastolik ≥80 mmHg. (Sumber:
American College of Cardiologi, 2017).
Klasifikasi Hipertensi

Statement by the American Society of Hypertension and the International Society of


Hypertension2013
Diagnosis
Prognosis
 Diabetes Mellitus dan Resistensi Insulin
 Sindrom Metabolik
 Dislipidemia
 Microalbuminuria
 Riwayat keluarga
 Usia, ras, jenis kelamin (tidak dapat diubah)
 Pola hidup (mengkonsumsi alkohol, rokok,
tidak olahraga )
Tujuan Terapi

 Menurunkan angka kesakitan


 Menurunkan kerusakan organ target
 Menurunkan angka kematian
 Menurunkan tekanan darah
Comparisons to Other Guidelines
(Target nilai tekanan darah )

Adapted from Salvo M et al. Ann


Pharmacother 2014
Terapi Farmakologi
Lanjutan….
Lanjutan….
Preventif / Terapi Non Farmakologi
Modifikasi gaya hidup (JNC 8)

- Menghentikan kebiasaan merokok


- Mengontrol glukosa dan lemak
darah
- Aktivitas fisik
- Diet
 diet menurut dari DASH
(Dietary Approaches to Stop
Hypertension)
 menghindari konsumsi rokok
Mengurangi asupan natrium (<
2,4 g/hari)
Pemeriksaan Laboratorium

 Tes TD rutin
 Serum kalium dan kreatinin harus dipantau minimal 1–
2 kali / tahun. Jika TD sudah stabil, pemeriksaan serum
kalium dan kreatin dapat dilakukan pada interval 3
hingga 6 bulan.
 Komorbiditas, seperti gagal jantung, penyakit terkait
seperti diabetes, membutuhkan tes laboratorium
lebih rutin.
Monitoring
a. tekanan darah
Respon terhadap tekanan darah harus di evaluasi 2 sampai 4
minggu setelah terapi dimulai atau setelah adanya perubahan
terapi Pada kebanyakan pasien target tekanan darah < 140/90
mmHg, dan pada pasien diabetes dan pasien dengan gagal ginjal
kronik < 130/80 mmHg.
b. Monitoring kerusakan target organ: jantung, ginjal, mata, otak
Serum kalium dan kreatinin harus dipantau minimal 1–2 kali / tahun.
Sesudah TD berada pada tujuan dan stabil, tindak lanjut kunjungan
biasanya dapat dilakukan pada interval 3 hingga 6 bulan.
c. Kepatuhan
Dilakukan edukasi dan konseling kepada pasien mengenai
konsekuensi yang serius dari tekanan darah yang tidak terkontrol
dan pentingnya kontrol teratur
HIPERLIPIDEMIA
HIPERLIPIDEMIA

Definisi : Peningkatan kadar lipid dalam plasma meliputi


peningkatan trigliserida dan kolesterol total,
peningkatan LDL (Low Density Lipoprotein) dan
penurunan HDL (High Density Lipoprotein) atau
kombinasi dari keduanya didalam darah.
Pembagian Hiperlipidemia

 Hyperlipidemia Primer : disebabkan oleh kelainan


genetik dimana terdapat defisiensi atau kurangnya
sejumlah enzim, transpor protein, atau reseptor
protein yang berperan dalam proses metabolisme
dan ambilan lipoprotein.
 Hyperlipidemia Sekunder : disebabkan oleh penyakit
tertentu, seperti diabetes melitus, hipotiroid,
penyakit hepar dan penyakit ginjal kronik serta yang
lainnya.
Klasifikasi kolesterol total, LDL, dan
HDL dan Trigliserida
Diagnosis

(Marie, 2016)
Prognosis
• Umur
• Riwayat keluarga
• Merokok
• Pengunaan alkohol
• PJK (Hipertensi, DM)
• HDL rendah
• BB lebih
Tujuan Terapi
 Penurunan kolesterol total, kolesterol LDL dan
trigliserida serta peningkatan kolesterol HDL,
sehingga dapat menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular.
 Untuk setiap penurunan 1 % LDL, maka terjadi
penurunan resiko penyakit jantung
koroner sebanyak 1 %.
 Untuk setiap 1 % HDL, maka terjadi penurunan
resiko penyakit jantung koroner sebesar 2 %.
Terapi Farmakologi
Preventif

 Terapi Diet (mengurangi asupan lemak jenuh


dan kolesterol)
 Meningkatkan asupan serat (oat, pissilium)
 Menurunkan Berat Badan (10% bagi yang
overweight)
 Olahraga (aktivitas fisik 30 menit perhari)
 Berhenti Merokok
 Rekomendasi nutrisi untuk terapi diet :
Pemeriksaan laboratorium
Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar
kolesterol total. Untuk mengukur kadar kolesterol LDL,
HDL, dan trigliserida sebaiknya perderita berpuasa dulu
minimal selam 12 jam.
Monitoring
 pengukuran kadar lipid harus dilakukan selama puasa untuk meminimalisir
gangguan dari kilomikron.monitoring dilakukan setiap beberapa bulan
selama dosis titrasi. apabila dosisnya sudah stabil monitoring dilakukan pada
interval waktu 6 bulan hingga 1 tahun.
 pasien yang menggunakan obat Resin Asam Empedu harus memiliki panel
puasa yang dicek setiap 4 sampai 8 minggu hingga dosis yang stabil
tercapai. trigliserida harus dicek hingga dipastikan kadarnya tidak naik lagi.
 pasien yang menggunakan niacin membutuhkan monitoring fungsi hati,
asam urat dan glukosa. gejala miopati atau diabetes harus diinvestigasi dan
mungkin membutuhkan determinasi kreatinin kinase atau glukosa. pasien
dengan diabetes membutuhkan monitoring yang lebih sering.
 pasien yang menggunakan statin harus mempunyai panel puasa 4 sampai 8
minggu setelah dosis inisiasi. tes fungsi hati dilakukan secara periodik.
 pasien dengan faktor resiko yang banyak dan menderita PJK juga harus
dimonitoring (tekanan darah, berat badan, penghentian merokok dan
kontrol glikemik apabila diabetes).
Daftar Pustaka
 DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and DiPiro
C. V., 2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth Edit.,
McGraw-Hill Education Companies, Inggris.
 Chisholm-Burns, M.A., B. G. Wells, T. L.
Schwinghammer, P. M. Malone, J. M. Kolesar, J. C.
Rotschafer, and J. T. DiPiro, 2016, Pharmacotherapy
Principles & practice, The McGraw-Hill Companies.
 JNC 7 dan 8 Prevention, Detection, Evaluation, and
Treatment of High Blood Pressure.
THANKYOU….