Anda di halaman 1dari 13

PASIR BESI

Asal Pasir Besi


 Secara umum pasir besi terdiri dari mineral opak yang
bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non
logam seperti, kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol,
piroksen, biotit, dan tourmalin. mineral tersebut
terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit,
limonit, dan hematit, Titaniferous magnetit adalah
bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari
magnetit dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi
terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik
volkanik
Persebaran Pasir Besi di Indonesia
Pasir Besi dapat ditemukan di daerah berikut
 Sumatera
 Kalimantan
 Sulawesi
 Jawa
 Nusa Tenggara
Manfaat Pasir Besi
 Bahan Industri semen
 Bahan Pembuatan besi
 Bahan dasar untuk tinta kering (toner) pada mesin
fotokopi dan tinta laser
 Bahan utama untuk pita kaset, pewarna serta
campuran (filter) untuk cat
 Bahan dasar untuk industri magnet
Cara Produksi
 Berdasarkan cara penggaliannya, alluvial mining dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Penambagan mekanik (mechanical mining), yang
terdiri atas metode kering (dry methods) dan metode
basah (wet methods).
2. Dredging (kapal keruk).
3. Manual / Hand mining.
Metode Kering
 Metode penambangan mekanik kering menggunakan
proses mekanik yang dilakukan tanpa menggunakan
air. Salah satu diantaranya yaitu menggunakan bucket
whell excavator.
 Penambangan mekanik kering menggunakan truk,
excavators, scrapers, loaders, dan bulldoser dilakukan
untuk memindahkan material ke unit pengolahan.
Penambangan secara mekanik metode kering
digunakan untuk pasir besi dengan sebaran dangkal
atau di atas permukaan air.
Metode Basah
 Penambangan metode ini menggunakan air untuk menggali
dan mengangkut pasir besi. Penggalian dilakukan dengan
menggunakan semprotan air bertekanan tinggi yang disebut
monitor atau water jet. Tekanan semprotan air dapat diatur
atau disesuaikan dengan keadaan material yang akan digali,
biasanya tekanan dapat mencapai 10 atm.
 Monitor dibantu dengan alat mekanis seperti back hoe atau
bulldoser terutama untuk mengupas lapisan penutup. Hasil
semprotan berupa lumpur mengandung pasir besi dan
pengotor, kemudian dengan menggunakan pompa hisap
dialirkan ke instalasi pengolahan.
Contoh penambangan metode kering Penggunaan pompa monitor pada
menggunakan bucket whell excavator penambangan mekanik basah
Penambangan Dengan Kapal Keruk (Dredging)
Pengoperasian kapal keruk umumnya dilakukan di daerah lepas pantai,
sungai, dan rawa.
Pola arah pergerakan kapal keruk dalam penambangan mengikuti arah
memanjang sebaran lateral pasir besi atau dapat juga dengan pola arah
pergerakan tegak lurus garis pantai. Kapal keruk umumnya disertai
dengan separator magnetik, sehingga proses penambangan dapat
langsung diikuti dengan proses pemisahan. Berdasarkan jenis alat gali
yang digunakan, kapal keruk dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.Multi bucket dredge
2. Cutter suction dredge
3.Bucket wheel dredge
Metode Manual
Penambangan secara manual atau sederhana adalah
penambangan yang menggunakan tenaga manusia
atau tidak menggunakan tenaga mesin atau alat
mekanis. Penggunaan metode ini biasanya dilakukan
oleh rakyat setempat atau pengusaha skala kecil.
Endapan pasir besi yang ditambang umumnya
mempunyai jumlah cadangan tidak terlalu besar.
Gambar multi bucket dredge, cutter Gambar Penambangan Metode
suction dredge, dan bucket whell manual
dredge
Keadaan produksi dalam negeri
 Di Berdasarkan data dari SEAISI (South East Asia Iron and
Steel Institute) konsumsi baja Indonesia pada tahun 2014
lalu adalah 13,4 juta ton dengan total produksi sebesar 8
juta ton. Sementara itu pada tahun 2015 konsumsi baja
Indonesia mencapai 15 juta ton dengan produksi 8 juta ton
(Bank Mandiri, 2015). Selama ini dalam memenuhi total
kebutuhan akan besi dan baja Indonesia masih
mengandalkan impor dari luar negeri.
 Berdasarkan data Kementeian ESDM total Sumber
Daya bijih besi baik dalam bentuk besi laterit, besi primer
dan pasir besi di Indonesia mencapai 1,68 miliar ton yang
tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Pulau Jawa
dan Nusa Tenggara dengan total cadangan pasir besi
sebesar 605,03 juta ton (Badan Geologi, 2013).
Dampak Penambangan Pasir Besi
 Merusak pantai dan vegetasinya
 Rusaknya jalan raya
 Tingkat polusi udara yang makin meningkat
 Rusaknya area persawahan atau pertanian warga
 Sering rawan banjir