Anda di halaman 1dari 22

Analysing Report

of Financial
Statement Audits
Brigitta Clarabella Petta
Fera Tresnawati
Ni Komang Urip Krisna Dewi
Yutta Dana Paramaresi

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Tujuan Pemeriksaan Laporan Keuangan (LK)
Memberikan keyakinan yang memadai
apakah LK telah disajikan secara wajar dalam
semua hal yang material, sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia atau basis akuntansi komprehensif
selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia.
Objek Pemeriksaan
Catatan atas
Laporan Laporan
Arus Kas; Keuangan
Laporan Operasional

Laporan
Neraca
Perubahan
Ekuitas

Laporan Perubahan
Laporan SAL
Realisasi
Anggaran
Metodologi Pemeriksaan

1. Perencanaan
• Pemahaman tujuan pemeriksaan 2. Pelaksanaan Pemeriksaan
dan harapan penugasan  Pengujian analitis,
• Pemahaman entitas  pengujian pengendalian,
• Pemantauan tindak lanjut laporan  pengujian substantif atas
hasil pemeriksaan sebelumnya transaksi dan saldo,
• Pemahaman dan penilaian risiko  penyelesaian penugasan
• Penetapan tingkat materialitas awal
dan tolerable mistatement (TM) 3. Pelaporan
• Penentuan metode uji petik  pemeriksa menyimpulkan hasil
pemeriksaan dan dituangkan
dalam laporan hasil
pemeriksaan
Pemeriksaan Berbasis Risiko Pada Pemeriksaan
Keuangan
Risk Based Audit (RBA) adalah suatu pendekatan audit yang
memberikan fokus pemeriksaan pada area/akun laporan keuangan
yang memiliki risiko tinggi atas terjadinya salah saji.
 pemeriksaan efektif dan efisien.
 kompleksitas dan luasnya cakupan entitas yang diperiksa
 keterbatatasan sumber daya,
 tidak memungkinkan bagi pemeriksa untuk melakukan
pemeriksaan dengan menguji keseluruhan populasi (100% testing)
 diarahkan pada area-area yang berisiko tinggi agar hasil audit
BPK (opini) bebas dari risiko kesalahan audit dan memenuhi
harapan masyarakat
Pemeriksaan Berbasis Risiko Pada Pemeriksaan
Keuangan
RBA bertujuan untuk memberikan keyakinan, pemahaman, dan
pendalaman mengenai risiko kepada pemeriksa maupun kepada
entitas terperiksa.

2. risiko yang terdapat


1. Identifikasi risiko yang
pada tingkat proses atau
terdapat pada tingkat entitas
siklus entitas

3. Identifikasi risiko yang terjadi


pada tingkat akun (account
level)

Interim Final Year


Planning audit
Audit Audit
Jenis Opini
Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004

Opini Wajar Tanpa Pengecualian


(Unqualified Opinion)

Opini Wajar Dengan


Pengecualian (Qualified Opinion)

Opini Tidak Wajar (Adversed


Opinion)

Pernyataan Menolak Memberikan


Opini (Disclaimer of Opinion)
Kriteria Pemberian Opini:

Kesesuaian LKPD dengan Standar


Akuntansi Pemerintahan (SAP);

Kecukupan pengungkapan;

Efektivitas sistem pengendalian intern;

Kepatuhan terhadap peraturan perundang-


undangan terkait pengelolaan keuangan daerah
dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan
Pertimbangan Opini Auditor
Pelaporan

Penyusunan dan pembahasan


konsep Laporan Hasil Pemeriksaan

Penyusunan Konsep akhir dan


penyampaian hasil pemeriksaan
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow
melaporkan nilai Kas di Bendahara Pengeluaran per
31 Desember 2017 sebesar Rp332.885.181,00.

Sebesar Rp212.695.870,00 tidak dikuasai oleh


Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow

Uang tersebut merupakan kekurangan kas pada


Bendahara Pengeluaran yang sampai dengan 31
Desember 2017 belum disetorkan ke kas daerah.

Catatan dan data yang tersedia tidak


memungkinkan BPK untuk melaksanakan prosedur
pemeriksaan yang memadai.
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow
melaporkan Piutang PBB-P2 per 31 Desember 2017
sebesar Rpl 1.498.966.954,00 dengan penyisihan
sebesar Rp8.998.517.393,97

sehingga nilai piutang bersih setelah dikurangi


penyisihan adalah sebesar Rp2.500.449.560,03

Nilai tersebut tidak didukung dengan penatausahaan


Piutang PBB-P2 yang handal sehingga tidak
menggambarkan nilai sebenarnya.

Catatan dan data yang tersedia tidak


memungkinkan BPK untuk melaksanakan prosedur
pemeriksaan yang memadai.
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow

melaporkan Investasi sebesar Rp40.784.671.289,72.

Nilai tersebut belum termasuk nilai investasi pada PD


Gadasera.

Tidak disajikannya nilai investasi pada PD Gadasera


berdampak pada nilai akun investasi jangka panjang
dan pendapatan LO.

Catatan dan data yang tersedia tidak


memungkinkan BPK untuk melaksanakan prosedur
pemeriksaan yang memadai.
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow
melaporkan Aset Tetap sebesar
Rpl.505.379.387.236,41 dengan akumulasi
penyusutan sebesar Rp284.578.066.884,92

sehingga total nilai buku aset tetap yang disajikan


pada neraca sebesar Rpl.220.801.320.351,49.

Dari nilai tersebut, diantaranya sebesar Rpl


13.013.238.787,06 merupakan saldo Aset Tetap yang
tidak didukung dengan catatan yang memadai

Catatan dan data yang tersedia tidak


memungkinkan BPK untuk melaksanakan prosedur
pemeriksaan yang memadai.
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow
melaporkan total Utang Pihak Ketiga (PFK) per 31
Desember 2017 sebesar Rp838.257.523,27.

BPK tidak dapat memperoleh


Dari nilai bukti pemeriksaanminus
tersebut, diantaranyasebesar yang cukup
dan tepat untuk menyediakan
Rp599.252.046,43 merupakansuatu dasarpembayaran
kelebihan bagi opini
pemeriksaan. Oleh karenaUtang PFK.
itu, BPK tidak menyatakan suatu
opini
tidak memiliki pengendalian internal memadai atas
Utang PFK sehingga ada kelebihan pembayaran atas
PFK yang tidak dilengkapi dengan bukti pendukung.

Catatan dan data yang tersedia tidak


memungkinkan BPK untuk melaksanakan prosedur
pemeriksaan yang memadai.
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow
Analisis WDP Pemerintah Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung menyajikan saldo Piutang Sewa


Tanah per 31 Desember 2017 sebesar Rp39,43 miliar.

Atas saldo piutang sewa sebesar Rp39,43 miliar tersebut,


antara lain terdapat Piutang Sewa Tanah sebesar Rp7,18 miliar
yang tidak diyakini kewajarannya dan perbedaan sebesar
Rp212,79 juta antara saldo berdasarkan perhitungan mutasi
dengan saldo Neraca yang tidak dapat dijelaskan.

BPK tidak dapat memperoleh bukti pemeriksaan yang cukup


dan tepat tentang nilai saldo piutang sewa tanah sebesar
Rp7,18 miliar dan angka Rp212,79 juta yang muncul karena
mutasi dengan saldo neraca.
Analisis WDP Pemerintah Kota Bandung
Analisis WTP Pemerintah Kota Yogyakarta
Analisis TMP Pemerintah Kab. Bolaang Mongondow

sehingga total nilai buku aset tetap yang disajikan


pada neraca sebesar Rpl.220.801.320.351,49.

Dari nilai tersebut, diantaranya sebesar Rpl


13.013.238.787,06 merupakan saldo Aset Tetap yang
tidak didukung dengan catatan yang memadai

Catatan dan data yang tersedia tidak


memungkinkan BPK untuk melaksanakan prosedur
pemeriksaan yang memadai.
Thank you