Anda di halaman 1dari 17

KREDIT PERBANKAN

 Pengertian :
Ps. 1 No. 11 UUP
Adl penyediaan uang atau tagihan yg dpt
dipersamakan dg itu, berdasarkan
persetujuan atau kesepakatan pinjam
meminjam antara bank dg pihak lain yg
mewajibkan pihak peminjam untuk
melunasi utangnya stlh jangka waktu ttt,
dengan pemberian bunga.
 Unsur-unsurnya :
1. Kepercayaan
2. Tenggang Waktu
3. Degree of risk
4. Prestasi

 Fungsi :
1. Meningkatkan daya guna uang
2. Meningkatkan peredaran dan lalu-lintas
uang
3. Salah satu alat stabilitas ekonomi
4. Meningkatkan kegairahan berusaha
5. Meningkatkan pemerataan pendapatan
6. Meningkatkan hubungan internasional
 Jenis-Jenis kredit :
1. Kelembagaannnya :
a. Kredit oleh Bank Milik Negara atau
swasta
b. Kredit likuiditas oleh Bank Sentral
c. Kredit pinjaman antar bank
2. Jangka waktunya :
a. Jangka pendek
b. Jangka menengah
c. Jangka panjang
3. Penggunaannya :
a. Kredit konsumtif
b. Kredit produktif
4. Keterikatan dengan dokumen :
a. Kredit eksport
b. Kredit Import
5. Aktivitas perputaran usaha
a. Kredit kecil
b. Kredit menengah
c. Kredit besar
6. Jaminannya :
a. Kredit tanpa jaminan/blanko
b. Kredit dengan jaminan

• Kredit Sindikasi :
Kredit yang diberikan oleh sindikasi kredit
(lembaga2 pemberi kredit yang dibentuk
dg 7an memberikan kredit pd suatu
perush. yg memerlukan modal untuk
membiayai suatu proyek)
 Dasar hukum perjanjian kredit :
Dari pengertian “kredit”, dapat
disimpulkan bhw dasar perjanjian kredit
adl pinjam meminjam yg didasarkan pada
kesepakatan.
Catatan :
- Lihat Pasal 1754 KUHPer dan
- Pasal 1765 KUHPer
Perjanjian kredit bank di Indonesia adalah
“perjanjian yang bernama” dimana :

- Aspek konsensualnya tunduk pd


ketentuan pd Bagian Umum Buku III
KUHPer
- Aspek riilnya tunduk pd UUP dan
ketentuan yg terdpt pd model
perjanjian (standart) kredit yg ada di
lingkungan perbankan.
 Analisis Kredit :
Untuk menganalisis suatu permohonan
kredit, umumnya digunakan kriteria “5C”
atau The Five C”s, yaitu :
1. Character (sifat)
2. Capacity (kemampuan)
3. Capital (modal)
4. Collateral (jaminan)
5. Condition of economy (kondisi
ekonomi)
 Jaminan Kredit/Agunan Kredit :
Jaminan Kredit adl : Keyakinan bank atas
kesanggupan debitur untuk melunasi
kredit sesuai dgn yg diperjanjikan (SK Dir
BI No. 23/69/Kep/Dir, tgl 28 Peb 1991)
Catatan :
- Dalam pemberian kredit perlu adanya
keyakinan dari bank terhdp debiturnya.
(Lihat Ps. 8 UUP)
- Disamping memperhatikan asas2
perkreditan yg sehat
Agunan : Jaminan tambahan yg
diperlukan dalam pemberian kredit (Lihat
Ps. 1 angka 23 UUP)

Bentuknya :
1. Benda bergerak - Fidusia (UU No. 42
Th 1999)
2. Benda tidak bergerak - Hak
Tanggungan (UU No. 4 Tahun 1996)
 Penanganan Kredit Bermasalah :
Kredit bermasalah adl istilah yg dipakai
untuk menunjukkan penggolongan
kolektibilitas kredit yg menggambarkan
kualitas kredit itu sendiri (SK Dir BI Th
1993)

Penggolongan kualitas Kredit (Ps. 4)


disebutkan sebagai berikut :
1. Lancar
2. Dalam perhatian khusus
3. Kredit kurang lancar
4. Kredit diragukan
5. Kredit Macet

A. Penanganan Kredit bermasalah dapat


ditempuh melalui beberapa cara,
yaitu :
1. Rescheduling (Penjadwalan Kembali)
Perubahan syarat berdasarkan jangka
waktu
2. Reconditioning (Persyaratan kembali)
“Idem” diatas, sepanjang tdk
menyangkut perubahan max. saldo
kredit
3. Restructuring (Penataan kembali)
Dimungkinkan adanya penambahan
dana bank sebagai penyertaan modal
B. Penyelesaian kredit bermasalah melalui
Jalur Hukum

1. Melalui Panitia Urusan Piutang


Negara/Badan Urusan Piutang
Negara
Diperuntukkan pada Bank Milik
Negara (Ps. 12 Perpu No. 49
Tahun 1960)
2. Melalui Badan Peradilan
Penyelesaian kredit bermasalah, dapat
dilakukan di Peradilan Umum melalui
gugatan perdata atau Peradilan Niaga
melalui gugatan kepailitan.
3. Melalui Arbitrase
Penyelesaian suatu sengketa perdata di
luar peradilan umum yg didasarkan pd
perjanjian arbitrase yg dibuat secara
tertulis oleh para pihak.