Anda di halaman 1dari 12

BENTUK-BENTUK

BADAN USAHA
 Persekutuan Firma :
Pengertian :
Adl persekutuan perdata* yang didirikan
untuk menjalankan perusahaan dengan
nama bersama (Ps. 16 KUHD).

*Persekutuan perdata adl perjanj. dgn


mana dua orang atau lebih mengikatkan
diri untuk menyetorkan sesuatu kpd
persekutuan dgn 7an unt. memperoleh
manfaat / keuntungan (Ps. 1618 KUHPer)
Suatu persekutuan dpt disebut Firma,
apabila mengandung unsur pokok :
1. Persekutuan perdata
2. Menjlnkan perusahaan
3. Dengan nama bersama
4. Tanggung jawab sekutu bersifat pribadi
untuk keseluruhan.
Cara mendirikan Firma :
- Harus didirikan dengan akta otentik
(Ps. 22 KUHD)
- Akta pendirian memuat Anggaran Dasar
Firma
- Akta pendirian harus didaftarkan di
Kepaniteraan PN setempat.
- Pendirian harus diumumkan di TBN RI
- Jika tidak didaftar dan diumumkan,
maka ada konsekuensi/resiko
Untuk memulai usaha, sekutu pendiri
harus memperoleh :
1. Surat Ijin Usaha dr Disperindag
2. Surat Ijin Tempat Usaha dr Pemda Tk II
3. Paling lambat 3 (tiga) bulan sejak
memperoleh Surat Ijin Usaha, sekutu
pendiri wajib mendaftarkan Firma pada
Kartor perdagangan setempat (Ps. 10
UU No. 3 Tahun 1982 ttg Wajib Daftar
Perusahaan).
Tanggung Jawab Sekutu Firma :
Tanggung jawab para sekutu terhadap
pihak ketiga, tidak dilaksanakan secara
langsung. Artinya segala hutang Firma
dipenuhi dahulu dr uang kas dan apabila
tdk mencukupi barulah diambilkan dr
kekayaan masing-masing sekutu sampai
terpenuhinya semua hutang Firma.
 Berakhirnya Firma :
- Jangka waktu yg ditetapkan berakhir
- Pengunduran atau pemberhentian
sekutu.

Pembubaran Firma harus dilakukan dgn


akta otentik dan didaftarkan di
Kepaniteraan PN setempat, kemudian
dilanjutkan dengan pemberesan.
 Persekutuan Komanditer (CV) :
Pengertian :
Adl firma yg mempunyai satu atau bbrp
orang sekutu komanditer, yaitu sekutu yg
hanya menyerahkan uang, barang atau
tenaga sbg pemasukan pd persekutuan
dan tdk ikut campur dlm pengurusan atau
penguasaan persekutuan.
 CV mempunyai dua macam sekutu, yaitu :
1. Sekutu komplementer, yaitu sekutu
aktif yg menjadi pengurus
2. Sekutu komanditer, yaitu sekutu pasif
yang tidak ikut mengurus persekutuan

Dua macam sekutu ini, memasukkan


inbreng pada persekutuan secara bersama
untuk memperoleh keuntungan bersama
dan kerugian juga dipikul bersama secara
berimbang dgn pemasukan masing2.
 Cara mendirikan CV :
- CV didirikan dengan pembuatan AD yg
dituangkan dalam akta pendirian yg
dibuat dimuka notaris
- Akta didaftarkan di Kepaniteraan PN
setempat
- Seperti halnya Firma, CV tidak
diperlukan pengesahan dr Menteri
- Karena CV adl Firma, maka tanggung
jawab sekutu komplementer scr pribadi
unt. keseluruhan.
 Dilihat dr segi hub hukum dgn pihak ketiga,
CV dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu :
1. CV Diam-Diam :
Pihak ketiga mengetahui persekutuan
ini sebagai firma.
2. CV Terang-terangan :
Pihak ketiga mengetahui secara terang-
terangan bhw persekutuan ini adl CV.
3. CV atas saham
Modal persekutuan dibagi atas saham-
saham
 Berakhirnya CV :
1. Berakhirnya jangka waktu
2. Akibat pengunduran diri atau
pemberhentian sekutu
3. Akibat perubahan anggaran dasar (akta
pendirian)

Pembubaran harus dgn akta otentik,


didaftarkan dan diumumkan. Kelalaian
pendaftaran mengakibatkan tidak berlaku
no. 1. no. 2 maupun no. 3