Anda di halaman 1dari 22

PERSEROAN TERBATAS (PT)

UU NO. 1 TH 1995 Jo.


UU NO. 40 TH 2007
 Pengertian : (Ps. 1 angka 1)
Adl badan hukum yg mrpkn persekutuan modal,
didirikan berdsrkn perjanj., melakukan kegiatan
ush dgn modal dasar yg seluruhnya terbagi dlm
saham dan memenuhi persyaratan yg ditetapkan
dlm UU ini serta perat. pelaksanaannya.
 Pendirian :
1. Pendirian :
- Didirikan oleh 2 orang atau lebih dgn
akta notaris yg dibuat dlm bhs Indonesia
- Akta pendirian memuat anggaran dasar yg
berisi, a.l :
a. Nama lengkap, tmpt dan tgl lahir,
pekerjaan, tmpt tinggal dan
kewrgnegaraan pendiri.
b. Nama lengkap, tmpt dan tgl lahir,
pekerjaan dan kewrgnegaraan angg
direksi dan komisaris.
c. Nama pemeg. saham yg telah
mengambil bagian saham, rincian
jmlh saham dan nominal saham yg
tlh ditempatkan dan disetor.
d. Dll.
2. Pengesahan :
- Max 60 hr sejak tgl akta pendirian
ditandatangani, pendiri / kuasanya
mengajukan permohonan melalui jasa
teknologi informasi Sistem Adm BH scr
elektronik, kpd menteri dgn mengisi
format yg memuat, a. l :
a. nama dan keddkn perseroan
b. Jangka waktu pendirian
c. Maksud, 7an dan kegiatan ush
d. Jmlh modal dasar, ditempatkan dan
disetor.
- Menteri menyatakan tdk keberatan atas
permohonan atau menolak disertai
alasan, scr elektronik.
- Max 30 hr sejak tgl pernyataan tidak
keberatan, pemohon menyampaikan
scr fisik surat permohonan dilampiri
dokumen pendukung.
- Max 14 hr sejak persyaratan dipenuhi,
menteri menerbitkan keputusan ttg
pengesahan Badan Hukum.
3. Daftar Perseroan Diselenggarakan oleh
Menteri :
Daftar perseroan, memuat ttg :
a. Nama, tmpt kddk, maksud, 7an dan
kegiatan usaha.
b. Alamat perseroan
c. No. dan tgl akta pendirian serta
Kep.Men mengenai Badan Hukum
d. Nama dan keddkn notaris
e. Nama & almt pemeg saham
4. Pengumuman :
- Menteri mengumumkan dlm TBN RI
- Pengumuman dilakukan oleh menteri
dlm waktu paling lambat 14 hr
terhitung sejak tgl diterbitkannya Kep.
Men.
 Organ Dalam PT : (Ps. 1 angka 2)
1. Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS)
2. Direksi
3. Dewan Komisaris
 Modal dan Saham :
Modal :
Adl kekayaan baik berupa uang maupun
benda yg digunakan perseroan untuk
menjalankan usahanya.
Struktur Permodalan :
1. Modal dasar perseroan terdiri atas
seluruh nilai nominal saham
2. Modal dasar perseroan paling sedikit
Rp. 50.000,000,-
3. ..
3. Paling sedikit 25% dr modal dasar harus
ditempatkan dan disetor penuh,
dibuktikan dgn bukti penyetoran yg sah.
4. Penyetoran atas modal dapat dilakukan
dalam bentuk uang dan/atau bentuk
lainnya.
5. Penyetoran dlm bentuk benda tdk
bergerak hrs diumumkan dlm 1 Surat
Kabar atau lebih, dlm jangka waktu 14
hr stlh akta pendirian ditandatangani
atau stlh RUPS memutuskan penyetoran
saham tsb.
Saham :
1. mrpkn bukti penyertaan modal pada
perusahaan
2. Ada 2 macam saham :
a. saham atas nama
- Tercantum nama pemiliknya
- Peralihan dgn akta pemindahan
hak dan penyerahan fisik.
b. Saham atas tunjuk
- Tidak tercantum nama pemiliknya
- Penyerahan cukup secara fisik
 Laporan Tahunan Dan Penggunaan Laba :
Laporan Tahunan :
1. Direksi menyampaikan lap tahunan kpd
RUPS paling lambat 6 bulan, thn buku
perseroan berakhir
2. Lap. (keu) disusun berdsrkan standar
akuntansi keuangan
3. Necara dan lap. rugi laba wajib diaudit
dan disampaikan kpd menteri
4. Lap. tahunan ditandatangani oleh semua
direksi dan angg dewan komisaris
5. Diumumkan dlm 1 Surat Kabar, paling
lambat 7 hr stlh mendapat pengesahan
RUPS
Penggunaan Laba :
1. Perseroan wajib menyisihkan jmlh ttt
dari laba setiap tahun buku untuk
cadangan
2. Kewaj penyisihan unt cadangan, berlaku
apabila mempunyai laba positif
3. ..
3. Penyisihan laba bersih, dilakukan
sampai cadangan mencapai min 20% dr
jmlh modal yg ditempatkan dan disetor
4. Penggunaan laba bersih dan jmlh
penyisihan untuk cadangan diputuskan
oleh RUPS
5. Seluruh laba bersih stlh dikurangi
penyisihan untuk cadangan, dibagikan
kpd pemeg saham sebagai deviden.
 Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan
(Ps. 74) :
Adl komitmen perseroan untuk berperan
serta dlm pemb ekonomi berkelanjutan,
guna meningkatkan kualitas kehidupan dan
lingkungan yang bermanfaat, baik bagi
perseroan, komunitas setempat maupun
masy., pada umumnya.
1. Perseroan yg menjlnkan ush dibid atau
berkaitan dgn SDA, wajib melaks.
tanggung jawab sosial dan lingkungan
2. ..
2. Tangg jawab sosial dan lingkungan,
dianggarkan dan diperhitungkan sbg
biaya perseroan
3. Perseroan yg tidak melaks kewajib,
dikenai sanksi sesuai perat perUUan
4. Ketentuan lebih lanjut diatur dengan
Peraturan Pemerintah.
 Restrukturisasi :
1. Penggabungan :
Perbuatan hkm yg dilakukan oleh satu
perseroan atau lebih untuk
menggabungkan diri dg perseroan lain,
yg mengakibatkan aktiva dan pasiva dr
perseroan yg menggabung beralih krn
hukum kpd perseroan yg menerima
penggabungan. Selanjutnya status
badan hukum perseroan yang menggab
berakhir krn hukum.
2. Peleburan :
Perbuatan hukum yg dilakukan oleh dua
perseroan atau lebih untuk meleburkan
diri dgn cara mendirikan satu perseroan
baru, yang karena hukum memperoleh
aktiva dan pasiva dari perseroan yg
meleburkan diri. Selanjutnya status
badan hukum perseroan yg meleburkan
diri berakhir karena hukum
3. Pengambilalihan :
Perbuatan hukum yg dilakukan oleh
badan hukum atau orang perorangan
untuk mengambilalih saham perseroan,
yg mengakibatkan beralihnya
pengendalian atas perseroan tsb.
4. Pemisahan :
Perbuatan hukum yg dilakukan oleh
perseroan untuk memisahkan ush yg
mengakibatkan seluruh/sebagian aktiva
dan pasiva perseroan beralih krn hukum
kpd 2 (dua) perseroan atau lebih.
 Pemeriksaan Perseroan :
1. Pemeriksaan dapat dilakukan dgn 7an
untuk mendapatkan data atau ktrgn
dalam hal terdapat dugaan :
a. Perseroan melakukan perbuatan
melawan hukum yg merugikan
pemeg saham / pihak ketiga.
b. Dereksi/angg direksi melakukan
perbuatan hukum yg merugikan
perseroan, pemeg saham atau
pihak ketiga.
2. Pengajuan dilakukan secara tertulis ke
Pengadilan Negeri setempat
3. Permohonan dapat diajukan oleh :
a. 1 (satu) pemeg saham yg mewakili
paling sedikit 1/10 bagian jumlah seluruh
saham dengan hak suara.
b. Pihak yang diberi wewenang untuk
mengajukan permohonan pemeriksaan
c. Kejaksaan untuk kepentingan umum
 Pembubaran Dan Likuidasi :
Pembubaran dapat terjadi :
a. Berdasarkan keputusan RUPS
b. Jangka waktu berakhir
c. Penetapan Pengadilan
d. Dicabutnya ijin usaha.
Dalam hal terjadi pembubaran :
a. Wajib diikuti dengan likuidasi yang
dilakukan oleh likuidator atau kurator ;
dan
b. Perseroan tidak dapat melakukan
perbuatan hukum, kecuali diperlukan
untuk membereskan semua urusan
perseroan dalam rangka likuidasi.