Anda di halaman 1dari 41

LENS & DISODER

dr. H. Alie Solahuddin, SpM

OPHTHALMOLOGY DEPARTMENT SRIWIJAYA UNIVERSITY


M. HOESIN PALEMBANG
2014
Lensa kristalin

Embriologi
• Derivat dari permukaan Ektoderm
• Ektoderm melekuk dan terbagi menjadi dua
lapisan
• Membrane basalis dari epitel membentuk kapsul
lensa
• Sel epithel posterior membentuk nukleus
embrional
• Epitel Anterior beregenerasi sepanjang waktu,
membentuk serabut serabut lensa
EMBRYOLOGY

Indentations at left and right of diencephalons (starting at


22nd day of gestation)

optic vesicles
↓ ← ectoderm
lens plate/ lens placode
EMBRYOLOGY
EMBRYOLOGY

Lens vesicle

Invagination

Lens vesicle (33rd day)
EMBRYOLOGY

Cells of posterior wall elongates to anterior, filling the vesicle’s


lumen, so that the lumen is gone (40th day) → primary lens fiber.
EMBRYOLOGY

In 7th week, equatorial lens epithelial cells multiply → secondary lens fiber
→ to the posterior and anterior of the lens → sutures
EMBRYOLOGY

Vascularization of lens in its embryonic days


Tunica vasculosa lentis grows as the lens grows
LENSA
• ANATOMI
- Bikonveks
- Avaskular
- Tak berwarna
- Tebal 4 mm , Φ 9 mm
- Terdiri dari tiga bagian : kapsul elastis dan
epitelium lensa, korteks, dan nukleus
- Lensa terletak dibelakang iris
ANATOMY

Differences Birth Adult


Diameter 6.4 mm 9 mm
Thickness 3.5 mm 5 mm
Weight 90 mg 255 mg
Consistency Soft and pliable Stiff
ANATOMY

• Substructures of the
lens

1. Capsule is a basal
membrane formed by
lens epithelial cells
which covers the
whole lens.
ANATOMY

2. Lens epithelium is a layer of cells which cover


the anterior part of lens. At the equator of the
lens, these cells elongate into a meridian
columnar cells.
ANATOMY

3. Nucleus and
cortex:
 Nucleus is the center of
the lens, made of the
oldest lens fibers;
 Cortex is formed from
the peripheral fibers
recently formed.
 The sutures formed
from the lens fibers is
seen for the differing
optical densities
between apical and
basal cell processes.
ANATOMY
• Menempati cekungan didepan vitreus
yang disebut Fossa Patellaris
• Digantung pada prosesus siliaris oleh
ligametum suspensorium lensa Zonula
Zinnii
• Pada orang muda (<35 years) lensa
melekat pada vitreus: Ligament of Weigert
Fisiologi
• Fungsi lensa :
1. Refraksi cahaya masuk (+18 D)
2. Akomodasi : kemampuan menaikkan power
refraksi untuk memfokuskan bayangan
pada penglihatan dekat.
Optik
• Kekuatan refraksi +18 D
• Punya kemampuan akomodasi sehingga power
refraksi bertambah
• Akomodasi : kontraksi m siliaris-> zonule
relaksasi-> lensa lebih konvex karena lensa
masih elastis-> daya refraksi bertambah.
• Iris mengontrol jumlah cahaya yang masuk mata
dengan melebar dan mengecilkan diameter
pupil dan menutupi daerah perifer lensa
sehingga tidak terjadi aberasi cahaya
KATARAK

• Katarak bukan suatu penyakit

Kondisi yang timbul pada lensa

Perubahan metabolisme

Lensa menjadi keruh


ETIOLOGI KATARAK
• Katarak dapat disebabkan oleh berbagai faktor :
- Proses penuaan
- Trauma
- Radiasi
- Gangguan metabolik
- Peradangan
KLASIFIKASI KATARAK
• Berdasarkan waktu perkembangan :
1) Katarak kongenital
- Didapat sejak lahir
- Bisa akibat genetik, trauma,atau infeksi prenatal
2) Katarak juvenile
- Terjadi pada anak-anak sesudah lahir
3) Katarak senilis
- Paling sering dijumpai
- Berhubungan dengan proses penuaan
Katarak kongenital
KLASIFIKASI KATARAK
• Berdasarkan morfologi lensa :
1) Katarak kortikal
- Merusak lapisan lensa terluar
- Kekeruhan yang tampak seperti gelombang
ireguler dan perifer ke sentral lensa
KLASIFIKASI KATARAK
2) Katarak subkapsular posterior
- Gumpalan sel-sel epitel yang abnormal pada kutub
posterior lensa tepat di dalam kapsul
- Sering berkaitan dengan DM, trauma, steroid, dan
peradangan pada mata
KLASIFIKASI KATARAK

3) Katarak nuklearis
- Bagian sentral menjadi lebih keras dan secara optik
menjadi lebih padat
KLASIFIKASI KATARAK

• Berdasarkan stadiumnya :
1) Stadium insipien
- Std paling dini, belum menimbulkan gangguan
visus
- Kekeruhan terutama pada bagian perifer
2) Stadium imatur
- Kekeruhan belum mengenai seluruh lapisan lensa
- Kekeruhan terutama di posterior dan bagian
belakang nukleus lensa
- Shadow test (+)
KLASIFIKASI KATARAK

3) Stadium matur
- Lensa keruh seluruhnya
- Sinar yang melalui pupil dipantulkan kembali di
permukaan anterior lensa Shadow Test (-)
4) Stadium hipermatur
- Korteks lensa yang konsistensinya seperti bubur
telah mencair nukleus lensa turun
- Kerusakan kapsul lensa isi korteks yang
cair keluar, lensa kempis katarak morgagni
Imatur Matur

Hipermatur Morgagni
GEJALA
• Gejala katarak :
1. Gejala paling umum adalah kaburnya penglihatan
jauh
2. Silau, terutama ketika dihadapkan dgn sinar
langsung
3. Gejala lain dapat berupa mata berair, lebih terang
bila melihat pagi atau malam hari, dan pandangan
berkabut
PENCEGAHAN
Pencegahan katarak :
1) Memperbaiki gaya hidup makanan sehat
menghindari diabetes mellitus
2) Kacamata UV bila di luar ruangan mengurangi
resiko katarak akibat radiasi
3) Pada wanita hamil waspada infeksi rubella
katarak kongenital
4) Diet yang kaya Lutein dan Zeaxanthin sayur
dan buah-buahan seperti bayam, brokoli, dll
PENATALAKSANAAN KATARAK

Penatalaksanaan katarak :
1. Medikasi
2. Operasi
PENATALAKSANAAN KATARAK

Medikasi :
1. Penggunaan kacamata bantu dengan koreksi
akurat
2. Meningkatkan cahaya pada saat membaca
3. Mengatasi faktor penyerta seperti Diabetes
Melitus
PENATALAKSANAAN KATARAK
Indikasi Operasi Katarak :
1. Mengganggu pekerjaan
2. Rehabilitasi visus (terapetik)
3. Diagnosis segmen posterior
4. Mencegah komplikasi
5. Kosmetik
BEDAH KATARAK
Jenis-jenis bedah katarak :
1) Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE)
- Biasanya dilakukan pada katarak lunak
- Insisi pada limbus 10-12 mm
- Kapsulotomi anterior
- Ekspresi nukleus dan sisa massa lensa diaspirasi
Extracapsular Cataract Extraction
1. Anterior 2. Completion of
capsulotomy incision

3. Expression of 4. Cortical cleanup


nucleus

5. Care not to aspirate


posterior capsule 6. Polishing of posterior
accidentally capsule, if appropriate
Extracapsular Cataract Extraction
8. Grasping of IOL and
7. Injection of coating with viscoelastic
viscoelastic substance
substance

9. Insertion of inferior 10. Insertion of superior


haptic and optic haptic

11. Placement of haptics


into capsular bag
and not into ciliary
sulcus 12. Dialling of IOL into
horizontal position
BEDAH KATARAK
2) Intra Capsular Cataract Extraction (ICCE)
- Biasanya pda katarak yang keras
- Insisi pada limbus 14-15 mm
- Lensa dijepit dengan cryoprobe atau cryopencil
pada kapsul lensa
- Diluksasi ke kanan dan ke kiri sehingga zonula Zinii
terlepas & lensa dapat ditarik keluar
- Resiko terjadi prolaps badan kaca dan infeksi
intraokular
BEDAH KATARAK

3) Fakoemulsifikasi
- Cara pembedahan paling mutakhir dengan getaran
ultrasonik
- Insisi limbus 3-5 mm
- Fakofragmentasi dengan vibrasi ultrasonik
- Irigasi dan aspirasi kepingan-kepingan lensa
Phacoemulsification
1. Capsulorrhexis 2. Hydrodissection

3. Sculpting of nucleus 4. Cracking of nucleus

6. Cortical cleanup and


5. Emulsification of insertion of IOL
each quadrant

AVSEQ01.DAT
KOMPLIKASI OPERASI
• Komplikasi yang dapat terjadi post operasi katarak :
- Endoftalmitis
- Perdarahan koroidal
- Peningkatan tekanan intra okular
- Ptosis
- Cystoid macula edema
Possible complications consist of the following:
• Endophthalmitis (an infection of the eye)
• High pressure in the eye
• Drooping eyelid
• Detachment of the retina
• Choroidal hemorrhage (bleeding that occurs behind
the retina)
• Small fragments of lens which can become lodged
behind the vitreous or back cavity of the eye.
• Potential for loss of sight.
• Loss of the eye
THANK YOU
dedek_sol@yahoo.com