Anda di halaman 1dari 34

SUPERVISI PENYUSUNAN

KLHS RDTR KSI MOROWALI


- Morowali, September 2019 -

FASILITASI P2RDTR TA 2019


1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pasal
14 s/d Pasal 17);
2. Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2016 tentang Tata
Cara Penyelenggaraan KLHS
3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
No. 69 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelenggaraan
KLHS;
4. Peraturan Menteri Agraria Tata Ruang Nomor 16
Tahun 2018 Tentang Pedoman RDTR dan PZ
2
Pembuatan & Penjaminan Kualitas dan
Validasi KLHS
Pelaksanaan (ps 13) Pendokumentasian
Identifikasi
Pengkajian Isu PB a. kapasitas daya dukung dan daya tampung
Pengaruh (ps 20-21) Lingkungan Hidup untuk pembangunan;
Identifikasi b. perkiraan mengenai dampak dan risiko
Perumusan Muatan KRP LH;
Alternatif c. kinerja layanan atau jasa ekosistem;
Penyempurnaan d. efisiensi pemanfaatan sumber daya alam;
Analisa e. tingkat kerentanan dan kapasitas
KRP Pengaruh adaptasi terhadap perubahan iklim; dan
f. tingkat ketahanan dan potensi
Rekomendasi keanekaragaman hayati.
RTRW RZWP3K RPJP/M KRP KRP Masy

1 Identifikasi
Identikasi Isu PB
Materi Muatan
4 KRP
2 Isu PB Yang Paling
Strategis
Materi Muatan KRP
3 Isu PB Prioritas yang berdampak
Konsultasi
Publik
5 Analisis Pengaruh

6 DDDT Resiko JE SDA PI KEHATI

Rekomendas Penjamina Pendoku-


Rumusan i Perbaikan VALIDASI
7 Alternatif n Kualitas mentasian
KRP 9
8 10 11
KRP Berdampak

CONTOH
Menteri / Verifikasi dan Berita Acara
Kepala Lembaga Penapisan
/Gubernur Pasal 8 Perlu KLHS

Tidak Perlu KLHS Pelaksanaan


Penyusunan KLHS oleh Divalidasi
Berita Acara Tim Penyusun KLHS

Pengesahan KRP yang ditapis tidak


perlu diselenggarakan KLHS oleh Pengesahan dapat diakses oleh Publik
Penanggung Jawab Tim Penyusun
KLHS
Tata Cara Penapisan KRP
(ps 8 ay 2)

• Penapisan dilaksanakan dengan cara uji tabulasi silang muatan


Kebijakan, Rencana, dan/atau Program dengan kriteria dampak
dan/atau risiko lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
• Kriteria dampak dan/atau risiko Lingkungan Hidup dan pembangunan
berkelanjutan meliputi:
a. perubahan iklim;
b. kerusakan, kemerosotan, dan/atau kepunahan keanekaragaman
hayati;
c. peningkatan intensitas dan cakupan wilayah bencana banjir,
longsor, kekeringan, dan/atau kebakaran dan lahan;
d. penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam;
e. peningkatan alih fungsi kawasan hutan dan/atau lahan;
f. peningkatan jumlah penduduk miskin atau terancamnya
keberlanjutan penghidupan sekelompok masyarakat; dan/atau
g. peningkatan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia.
Contoh Penapisan KRP :
Dampak dan/atau Resiko LH Nilai
No Isu Draft Kebijakan Rencana a b c d e f g
DRAFT dan/atau Program
Kebijakan Rencana 1 Rencana Pembangunan Pabrik Semen + + + + + + + Signifikan
dan/atau Program 2 Rencana Peningkatan Produksi Daging - - - - - - - Tidak
perlu
3 Rencana Pembangunan Infrastruktur + + + + + + + Signifikan
Muatan KRP yang
berdampak: 4 Rencana Ketahanan Pangan Program 1 + + -/+ + + -/+ - Significan
1. Rencana Pembangunan juta hektar
Pabrik Semen 5 Rencana Pembangunan Kota + + + + + + + Signifikan
2. Rencana Peningkatan Metropolitan
Produksi Daging
3. Rencana Pembangunan Keterangan:
a. Perubahan Iklim
Infrastruktur
b. Kerusakan, Kemerosotan, dan/atau Kepunahan biodiversity
4. Rencana Ketahanan Pangan c. Peningkatan intensitas & cakupan wilayah banjir, longsor, kekeringan, dan/atau kebakaran
Program 1 juta hektar hutan dan lahan
5. Rencana Pembangunan d. Penurunan mutu dan kelimpahan SDA
Kota Metropolitan e. Peningkatan alih fungsi Kawasan Hutan dan/atau lahan
f. Peningkatan jumlah penduduk miskin atau terancamnya keberlanjutan penghidupan
sekelompok masyarakat
g. Peningkatan resiko tehadap kesehatan dan keselamatan manusia
Pokja KLHS (ps 14)
Dalam menyusun KLHS Penyusun KRP membentuk
Kelompok kerja KLHS yang terdiri atas unsur:

1. Perwakilan kementerian/lembaga pemerintah


nonkementerian terkait, untuk Kebijakan, Rencana,
dan/atau Program tingkat nasional;
2. Perwakilan unsur Perangkat Daerah terkait, untuk
Kebijakan, Rencana, dan/atau Program tingkat daerah;
Tugas Pokja
Kelompok kerja KLHS bertugas:
1. menyusun kerangka acuan kerja;
2. melaksanakan konsultasi publik;
3. melaksanakan pengkajian pengaruh KRP terhadap kondisi
Lingkungan Hidup:
4. melaksanakan perumusan alternatif penyempurnaan KRP;
5. melaksanakan penyusunan rekomendasi perbaikan untuk
pengambilan keputusan KRP;
6. melaksanakan pengintegrasian hasil KLHS ke dalam KRP;
7. menginisiasi pelaksanaan penjaminan kualitas KLHS; dan
8. melaksanakan pendokumentasian KLHS.
.
Ketepatan keahlian pada isu yang dikaji
Tenaga Ahli Utama :
Pasal 14 - Minimal S1
• latar belakang pendidikan/ keahlian; - Memiliki salah satu
minimal S1 pada bidang-bidang ketrampilan
Pengalaman di bidang
keilmuan yang relevan dengan KLHS - Pernah menyusun
penyusunan KLHS atau
dan/atau Pembangunan Berkelanjutan KLHS minimal 2 kali
Kajian yang sejenis
• keterampilan;  analisis sistem;
analisis spasial; analisis teknis tertentu
yang terkait dengan isu dalam KLHS Tenaga Ahli Anggota:
yang bersangkutan; pernah menyusun KLHS
- Minimal S1
analisis kuantitatif; analisis kualitatif; paling sedikit dua kali.
- Memiliki salah satu
analisis campuran, ketrampilan
pernah mengikuti pelatihan KLHS. - Pernah mengikuti
pelatihan KLHS
Siapa yang bertanggungjawab
melaksanakan pencapaian Output dan Kapan/jangka waktu
Kerangka Acuan Kerja (KAK)
siapa saja yang akan ikut berpastisipasi kegiatan dimulai dan adalah suatu dokumen yang
3. WHO selesai dilaksanakan
menginformasikan gambaran
Mengapa Kegiatan 2. WHY umum dan penjelasan
dilaksanakan & apa
hubungannya dg program 4. WHEN mengenai keluaran kegiatan
yg hendak dicapai
yang akan dicapai sesuai
TOR dengan kajian yang akan
1. WHAT KAK dilaksanakan.
5. WHERE
Pengertian Kegiatan,
Output Dalam KAK memuat latar
7. HOW belakang, penerima manfaat,
MUCH 6. HOW strategi pencapaian, waktu
Berapa biaya yang dibutuhkan
Bagaimana Dimana kegiatan pencapaian, dan biaya yang
Perkiraan Biaya secara Global kegiatan tersebut
di laksanakan
dilaksanakan diperlukan.
1. Identifikasi dan ISU PEMBANGUNAN Dasar untuk
Perumusan Isu PB BERKELANJUTAN Isu
Pembangunan
Berkelanjutan
2. Identifikasi materi a. dikumpulkan b. dipusatkan yang Paling
muatan KRP Strategis

3. Analisis pengaruh literatur kesamaan


hasil identifikasi dan pendapat Pokja sebab akibat
perumusan Isu PB
dengan materi Hasil
Lintas sektor
muatan KRP dikonsultasikan
Pasal 20
Lintas Wilayah dengan
4. Muatan Kajian KLHS ay 1 masyarakat dan
Lintas PW
Pemangku
Lintas waktu kepentingan
Identifikasi Isu Pembangunan Berkelanjutan Strategis (ps 20 – 21)

Menetapkan Prioritas Isu PB dengan mempertimbangkan : (ps 20 ay 2)


Karakteristik Wilayah Pentingnya Isu PB KRP RPPLH KLHS
Isu PB dampak terkait terkait diatasnya

RBI RTR LC Lua Sering


s
Sudah ada
Analisis Sudah ada
Pola Luas Lokasinya rencana
Banjir? Topografi Terbuka? Tiap tahun? sebab penanganan
ruang ? sama? pengelolaa
akibatnya dari KLHS
nya?
pada hirarki
Potensi KLHS di
Kelerenga Struktur Kecil Baru
Longsor? Hutan? pengaruhnya atasnya?
n ruang ? terjadi?
?
Diatas
Kekeringan Tubuh
permukaa Melalui konsultasi Publik, disepakati Isu yang akan diambil
? air?
n laut? menjadi Isu PB yang Paling Strategis dengan
Alih fungai Sempadan mempertimbangkan hasil telaahan tersebut
Karst?
kawasan? ?
Identifikasi Isu Pembangunan Berkelanjutan Prioritas:

Identifikasi isu PB paling sedikit berkaitan dengan :


Isu PB DDDT Dampak LH Jasa Cakupan Mutu Perubahan Masy Kesehat Kaw
Strategis Ekosistem Wil SDA Ikkim miskin Masy Adat

Banjir? 5 5 5 5 5 5 5 5 2

Kekeringa
5 5 5 5 4 4 5 5 4
n?

Alih fungsi
5 5 5 3 5 5 2 2 5
kawasan

...dst...

Skala Bobot: 1 – 5 : tidak berpengaruh –


Nilai bobot melalui konsultasi Publik yang disepakati sangat berpengaruh
untuk Isu yang akan diambil menjadi Isu PB Prioritas
Agenda NO TUJUAN NO TUJUAN
UMUM

TPB/SDGs Tanpa Kemiskinan Berkurangnya Kesenjangan

Kota & Permukiman yang

2030
Tanpa Kelaparan
Berkelanjutan
Konsumsi & Produksi yang
Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Bertanggung Jawab

Pendidikan Berkualitas Penanganan Perubahan Iklim

Kesetaraan Gender Ekosistem Lautan

Air Bersih dan Sanitasi Layak Ekosistem Daratan

Perdamaian, Keadilan, dan


Energi Bersih dan Terjangkau
Kelembagaan yang Tangguh
Pekerjaan Layak & Pertumbuhan
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Ekonomi

Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

15
Pertimbangan dalam mekanisme KLHS
1. Penerapan mekanisme pembuatan dan pelaksanaan KLHS wajib
mempertimbangkan jenis, tema, hirarki dan skala informasi KRP,
yang bersifat:
a. umum, konseptual, dan/atau makro; atau
b. fokus, detail, terikat, terbatas dan/atau teknis, dan
2. prosedur dan mekanisme penyusunan dan/atau evaluasi Kebijakan,
Rencana, dan/atau Program

(note : berguna untuk menentukan metoda kajian yang sesuai)


Pasal 22 ; Identifikasi dan analisa pengaruh muatan KRP yang
berpotensi menimbulkan pengaruh terhadap kondisi LH

Identifikasi materi muatan KRP:


• Memperhatikan keterkaitan materi muatan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP)
dengan kebijakan yang lebih makro serta kebijakan wilayah yang berbatasan,
• Menelaah konsep rancangan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program yang akan disusun,

Analisis pengaruh KRP:


• Memperhatikan hubungan keterkaitan materi muatan KRP dengan isu strategis
Pembangunan Berkelanjutan hasil konsultasi publik
• Materi muatan yang masih berbentuk konsep atau rancangan dianalisis secara iterative
sesuai tahap kemajuannya
Contoh : Identifikasi muatan KRP yang berpengaruh thd LH

Materi Muatan KRP yang berpotensi Isu Pembangunan Berkelanjutan Prioritas


No menimbulkan pengaruh terhadap Keterangan
kondisi Lingkungan Hidup Alih fungsi
Banjir Kekeringan ...dst...
lahan
Rencana Pembangunan Jalan Tol Sunter- Perlu kajian
1 ya tidak ya ...dst...
Rawa Buaya muatan

2 Rencana Pembangunan Tanggul A tidak tidak tidak ...dst... Tidak perlu

3 Rencana Tanggul B tidak tidak tidak ...dst... Tidak perlu

Perlu kajian
4 Rencana Pembangunan 17 Pulau ya tidak ya ...dst...
muatan

5 Rencana Pembangunan Kolam Retensi tidak tidak tidak ...dst... Tidak perlu
Analisa Pengaruh
a) Hasil analisis pengaruh paling sedikit memuat Pelaksanaan analisis memperhatikan:
kajian : • Peraturan perundangan;
• Keberadaan pedoman, acuan, standar,
b) Kapasitas daya dukung dan daya tampung LH contoh- praktek terbaik, dan informasi
dalam pembangunan; tersedia yang diakui secara ilmiah;
• Keberadaan hasil penelitian yang
c) Perkiraan mengenai dampak dan risiko LH; akuntabel dan/ atau
d) Kinerja layanan atau jasa ekosistem; • Kesepakatan antar ahli.

e) Efisisensi pemanfaatan sumber daya alam; Menjadi dasar perumusan alternative


f) Tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi penyempurnaan KRP
terhadap perubahan iklim; dan
g) Tingkat ketahanan dan potensi
keanekaragaman hayati
Perumusan Alternatif Penyusunan Rekomendasi
Penyempurnaan KRP : Perbaikan :
Pasal 26 : Perumusan Alternatif / opsi2
perbaikan KRP, al :
• Perubahan tujuan atau target;
• Perubahan strategi pencapaian target;
• Perubahan atau penyesuaian ukuran, skala,
dan lokasi yang lebih memenuhi pertimbangan
Pembangunan Berkelanjutan; Pasal 28 : memuat:
• Perubahan atau penyesuaian proses, metode, 1. materi perbaikan KRP; dan/atau
dan adaptasi terhadap perkembangan ilmu 2. informasi jenis usaha dan/atau
pengetahuan dan teknologi yang lebih kegiatan yang telah melampaui
memenuhi pertimbangan Pembangunan DDDTLH dan tidak diperbolehkan
Berkelanjutan; lagi
• Penundaan, perbaikan urutan, atau perubahan
prioritas pelaksanaan;
• Pemberian arahan atau rambu-rambu untuk
mempertahankan atau meningkatkan fungsi
ekosistem;
a. Manfaat yang lebih besar
b. Resiko yang lebih kecil
c. Kepastian keselamatan dan kesejahteraan
masyarakat yang rentan terkena dampak;
dan
d. Mitigasi dampak dan resiko yang lebih effektif
a. Mandat, kepentingan, atau kebijakan nasional yang
harus diamankan
b. Situasi sosial-politik
c. Kapasitas kelembagaan pemerintah
d. Kapasitas dan kesadaran masayarakat
e. Kesadaran, ketaatan dan keterlibatan dunia; dan/atau
f. Kondisi pasar dan potensi investasi
Kiat perumusan alternatif adalah:
• Memahami dan dapat memutuskan apakah konsep kebijakan, rencana, dan/atau program
secara sistematis akan menurunkan atau menyebabkan daya dukung dan daya tampung
lingkungan hidup terlampaui
• Memahami alasan dan konteks kebijakan, rencana, dan/atau program yang menjadi subyek
kajian;
• Membuat daftar pilihan-pilihan yang diurut berdasarkan manfaat dan kemudahan
pelaksanaan;
• Berfikir kritis, positif, dan tidak terpaku pada tata cara/metode/pendekatan yang selama ini
berjalan;
• Mengembangkan komunikasi dan dialog yang efektif dengan penyusun kebijakan, rencana,
dan/atau program, pemangku kepentingan terkait dan pengambil keputusan;
• Mencoba mengambil pelajaran dari pengalaman di wilayah lain; dan
• Memanfaatkan kreatifitas dari pemangku kepentingan.
Kriteria Pertimbangan Rekomendasi ;
a. konsistensi dengan pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan nasional (sustainable
development goals);
b. kemungkinan adanya ketidakpastian ilmiah dari hasil
telaahan KLHS;
c. konsistensi dengan penerapan asas-asas
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
dan
d. konsistensi dengan penerapan asas-asas umum
pemerintahan yang baik.
Tata Cara Penjaminan Kualitas:
• Penjaminan Kualitas melalui penilaian mandiri oleh Penyusun KRP

• Forum Rapat Koordinasi, antara Tim Penyusun KLHS dengan Tim Penyusun
KRP, atas inisiasi Tim KLHS.
• Hasil Penjaminan Kualitas berisi informasi tentang:
- Kelayakan KLHS dan
- Rekomendasi perbaikan KLHS diikuti dengan Perbaikan KRP
• Penilaian Mandiri berdasarkan instrumen berupa Daftar Pertanyaan yang
memperhatikan keterkaitan Hasil KLHS dengan RPPLH dan Laporan KLHS
yang relevan.
• Hasil nya dalam Berita Acara, disyahkan oleh Kepala Daerah atau Sekretaris
Daerah Penyusun KRP.
Penjaminan Kualitas KLHS
(dalam rangka self assessment)
Mempertimbangkan:
• Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
yang relevan atau daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
• laporan KLHS dari Kebijakan, Rencana, dan/atau Program yang terkait
dan relevan
Dilaksanakan dengan cara :
• Penilaian bertahap yang sejalan dan/atau mengikuti tahapan
perkembangan pelaksanaan KLHS; dan/atau
• Penilaian sekaligus yang dilaksanakan di tahapan akhir pelaksanaan
KLHS.
Pasal 35 : Pendokumentasian KLHS
Dokumen KLHS Memuat Informasi, sebagai berikut :
• Dasar pertimbangan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program sehingga perlu dilengkapi KLHS;
• Metode, teknik, rangkaian langkah-langkah dan hasil pengkajian pengaruh Kebijakan, Rencana, dan/atau
Program terhadap kondisi Lingkungan Hidup;
• Metode, teknik, rangkaian langkah-langkah dan hasil perumusan alternatif muatan Kebijakan, Rencana,
dan/atau Program;
• Pertimbangan, muatan, dan konsekuensi rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan
Kebijakan, Rencana, dan/atau Program yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan;
• Gambaran pengintegrasian hasil KLHS dalam Kebijakan, Rencana, dan/ atau Program;
• Pelaksanaan partisipasi masyarakat dan keterbukaan informasi KLHS;
• Hasil penjaminan kualitas KLHS; dan
• Ringkasan eksekutif.
Validasi KLHS
Pasal 36 s/d 39
Validasi dilakukan untuk memastikan Penjaminan Kualitas telah
dilaksanakan secara akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan.
Validasi KLHS dapat dilaksanakan secara :
• Bertahap;
 Saat penjaminan kualitas telah dilakukan untuk tahap pengkajian pengaruh KRP terhadap
kondisi Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan;
 Saat penjaminan kualitas telah dilakukan untuk tahap perumusan alternatif
penyempurnaan KRP, penyusunan rekomendasi perbaikan KRP dan integrasi KLHS ke
dalam KRP.
 belum dapat dinilai sebagai validasi akhir.
• Tahap Akhir:  Validasi yang dapat digunakan untuk pengesahan KRP.
Tata Cara Validasi

Permohonan validasi KLHS diajukan oleh:


 Menteri/Kepala lembaga nonkementerian
penyusun KRP kepada Menteri LHK;
 Gubernur kepada Menteri LHK;
 Bupati/Walikota kepada Gubernur.
Bertahap : Tahap Akhir:
1. Surat permohonan 1. Surat permohonan
2. Rancangan Kebijakan, Rencana, 2. Rancangan Kebijakan, Rencana,
dan/atau Program draft awal; dan/atau Program draft awal;
3. Laporan KLHS sampai dengan tahap 3. Rancangan Kebijakan, Rencana,
pengaruh KRP terhadap kondisi dan/atau Program draft terakhir;
Lingkungan Hidup dan Pembangunan 4. Laporan KLHS; dan
Berkelanjutan; dan 5. Bukti pemenuhan standar kompetensi
4. Bukti pemenuhan standar kompetensi Penyusun KLHS.
Penyusun KLHS. 6. Penjaminan Kualitas
5. Penjaminan Kualitas

Disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu proses KLHS yang sedang disusun
.
- Agar dilengkapi, dan
Pemohon dg - Bermohon ulang
Surat
surat hasil Permohonan
validasi Tidak
Lengkap
Telaah Teknis (20 HK):
Lengkap
Dirjen PKTL Cek - kesesuaian hasil KLHS
Menteri atau
atau Dis LH Kelengkapan dengan penjaminan
Gubernur
Prov 3 Hari Kerja kualitas;
- rekomendasi.

Diumumkan
kepada
Masyarakat
1. Koordinasi pelaksanaan KLHS;
2. Sosialisasi peraturan perundang-undangan dan sosialisasi pedoman
KLHS;
3. Asistensi dan konsultasi dalam pembuatan dan pelaksanaan KLHS;
4. Pendidikan dan pelatihan;
5. Pengembangan balai kliring KLHS;
6. Penyebarluasan informasi KLHS kepada masyarakat dan pemangku
kepentingan; dan/atau
7. Pengembangan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dan
pemangku kepentingan.
.....Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melindungi bumi untuk masa depan anak, cucu dan makhluk
hidup lainnya demi keberlajutan kehidupan yang lebih baik .............