Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN ASKEP

HIPOGLIKEMIA
John Toding Padang
Pendahuluan
Hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus
merupakan komplikasi akut yang dapat terjadi
secara berulang dan dapat memperberat
penyakit diabetes bahkan menyebabkan
kematian. Diagnosis hipoglikemia ditegakkan bila
kadar glukosa darah <50-60 mg/dl dengan gejala
gangguan neurologik yang berat dan irreversibel.
Permasalahan dalam kendali glukosa darah akan
meningkatkan risiko komplikasi makro dan
mikrovaskuler akibat hipoglikemia (Zammit &
Frier, 2005)
Con’t.....
Hipoglikemia berdampak serius terhadap morbiditas,
mortalitas dan kualitas hidup pasien diabetes.

The diabetes Control and Complication Trial (DCCT) melaporkan 2-4%


kematian orang dengan diabetes tipe 1 berkaitan dengan hipoglikemia.

Hipoglikemia juga umumnya terjadi pada pasien diabetes tipe 2, dengan


tingkat prevalensi 70-80% (Setyohadi,2011).

Studi kohort yang dilakukan oleh Health Maintenance Organization (HMO)


di Inggris melaporkan insiden hipoglikemia diabetik dari tahun 2000-2011
meningkat kurang lebih 24% per tahun dengan kecenderungan meningkat
bersamaan peningkatan prevalensi DM (Briscoe & Davis, 2013).
Con’t....
• Penyebab hipoglikemia yang sering adalah obat-obatan (terutama obat
DM /OHO) dan juga alkohol.

• Penyebab lainnya berupa gangguan organ,sepsis dan hormon defisiensi,


nonbeta sel tumor, insulinoma dan operasi gaster.

• Tanda pastinya berupa Whipple’s Triad,yaitu“


-Tanda dan gejala hioglikemia
-Adanya glukosa plasma dibawah normal
-Hilang atau berkurangnya gejala dan tanda yang muncul dengan
pemberian glukosa, atau koreksi kadar glukosa plasma yang kurang
Mekanisme Keseimbangan
dan Konterregulasi Glukosa

• Glukosa merupakan bahan bakar utama metabolisme


di otak.

• Otak tidak dapat melakukan sintesis dan penyimpanan


glukosa dalam bentuk glikogen, sehingga harus selalu
bergantung pada asupan glukosa dari sirkulasi darah
arteri.

• Ketika kadar glukosa di darah kurang dari normal,


asupan ke otak akan berkurang. Tubuh akan melakukan
kompensasi pemenuhan kebutuhan terhadap glukosa
dengan mekanisme konterregulasi glukosa
Cont’....
• Pertahanan pertama: Penurunan sekresi insulin

• Pertahanan kedua: Glukagon

• Pertahanan ketiga: Epinefrin

• Pertahanan keempat: Growth Hormon dan Kortisol

• Pertahanan kelima: Ingestion


Klasifikasi klinis hipoglikemia
Secara klinis hipoglikemia dibagi dalam 3 kategori, yaitu:
• Hipoglikemia ringan, yaitu bila gejala dan tanda
hipoglikemia ringan dan dapat diobati sendiri oleh
pasien.
• Hipoglikemia sedang, yaitu bila gejala dan tanda
hipoglikemia disertai dengan gangguan kognitif ringan,
namun pasien masih bisa menanggulanginya sendiri.
• Hipoglikemia berat, bila disertai dengan gangguan
kognitif berat, bahkan sampai terjadi koma dan kejang
sehingga pasien tidak dapat menanggulanginya sendiri.
Manifestasi Klinis
• Neuroglikopenic, yaitu perubahan perilaku, lemas,
kejang, dan penurunan kesadaran.

• Neurogenik (autonomic), yaitu


- Adrenergic: Palpitasi, tremor, dan lemas
-Cholinergic: Keringat, lapar, dan baal (kurang sensasi
sensoris)
• Keluhan yang umum pada hipoglikemia berupa pucat
dan keringat dingin,kenaikan frekuensi nadi dan
tekanan sistolik
Etiologi dan Patofisiologi
• Hipoglikemia pada Diabetes
• Hipoglikemia tidak pada Diabetes
- Obat-obatan
- Penyakit kritis: Gagal ginjal, Gangguan fungsi Hepar, Gagal jantung, Sepsis,
- Hormon defisiensi
- Non-beta sel tumor
- Hiperinsulin Endogen
Komplikasi

• Komplikasi dari hipoglikemia pada gangguan tingkat


kesadaran yang berubah selalu dapat menyebabkan
gangguan pernafasan, selain itu hipoglikemia juga
dapat mengakibatkan kerusakan otak yang bersifat
akut. Hipoglikemia berkepanjangan dapat
menyebabkan gangguan neuropsikologis sedang
sampai dengan gangguan neuropsikologis berat karena
efek hipoglikemia berkaitan dengan
sistem saraf pusat yang biasanya
ditandai oleh perilaku dan pola bicara
yang abnormal (Jevon, 2010).
Pemeriksaan diagnostik

• Gula darah puasa


Diperiksa untuk mengetahui kadar gula darah puasa (sebelum diberi
glukosa 75 gram oral) dan nilai normalnya antara 70-110 mg/dl.
• Gula darah 2 jam post prandial
Diperiksa 2 jam setelah diberi glukosa dengan nilai normal <140 mg/dl/2
jam
• HBA1c
Pemeriksaan dengan menggunakan bahan darah untuk memperoleh kadar
gula darah yang sesungguhnya karena pasien tidak dapat mengontrol hasil
tes dalam waktu 2-3 bulan. HBA1c menunjukkan kadar hemoglobin
terglikosilasi yang pada orang normal antara 4-6%. Semakin tinggi maka
akan menunjukkan bahwa orang tersebut menderita DM dan berisiko
terjadinya komplikasi.
• Elektrolit, tejadi peningkatan creatinin jika fungsi ginjalnya telah terganggu
• Leukosit, terjadi peningkatan jika sampai terjadi infeksi
Pengkajian
Perlu dilakukan anamnesis yang teliti mengenai beberapa hal, antara lain:
• Pekerjaan pasien
• Riwayat keluarga yang menderita diabetes
• Riwayat pemakaian obat-obat golongan sulfonylurea atau insulin
• Riwayat konsumsi alcohol
• Riwayat penyakit yang menjadi faktor predisposisi
• Obat-obat lain yang digunakan pasien

Juga perlu ditanyakan tentang :


• Frekuensi dan lamanya episode gejala,
• Ada tidaknya gejala-gejala otonomik dan atau neuroglikopenik,
• Apakah gejala berkurang dengan minum larutan gula
• Kapan gejala tersebut terjadi (pada saat puasa atau sesudah makan)
Diagnosis Keperawatan
• Resiko komplikasi b/d kadar glukosa plasma yang
rendah seperti, gangguan mental, gangguan
perkembangan otak, gangguan fungsi saraf
otonom, koma hipoglikemi
• Perubahan sensori perseptual b/d
ketidakseimbangan glukosa
• Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
penurunan masukan oral
• Keletihan b/d penurunan energi metabolik
• Intoleran aktivitas b/d penurunan kadar glukosa
plasma darah
Urgent Treatment
• Pasien sadar: Tablet glukosa atau Cairan yang
mengandung glukosa, permen, atau makanan jika
memungkinkan.

• IV 25gr glukosa, dilanjutkan infus maintanance glukosa


sambil dilakukan pemeriksaan serial glukosa plasma.

• Pasang NGT kemudian diberikan larutan 87gr glukosa

• Jika IV tidak memungkinkan, dapat diberikan Sc atau


IM 1 mg Glukagon