Anda di halaman 1dari 20

I.

TAHAPAN PENDAHULUAN
SITE LOKASI : Lokasi yang hendak dibangun
Pada tahapan pendahuluan ini merupakan persiapan awal
yang wajib dilakukan dalam melaksanakan suatu proyek.
Pada tahap ini, segala izin yang dibutuhkan untuk proses
pembangunan pembangunan telah diurus, serta segala
sesuatu yang menyangkut kelancaran pekerjaan pelaksanaan
harus telah disiapkan dilokasi sebelum melaksanakan
pekerjaan.

II. TAHAPAN PERSIAPAN


A. Memiliki Surat Izin B. Pembersihan Lahan

Sebelum mendirikan suatu bangunan ada kalanya kita -Membersihkan lahan dari rumput,humus,pohon dan
harus memiliki Surat Izin dari Dinas Daerah Setempat sampah
karena, segala sesuatu yang berkaitan dengan -Arah pekerjaan ditentukan dengan mempertimbangkan
mendirikan bangunan harus ada Surat Izin Mendirikan urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan berikutnya.
Bangunan. Setelah itu pembersihan yang merata
CONTOH SURAT IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN :

STRUKTUR & KONTRUKSI II 1


C. Pembuatan Pagar Pengaman E. Pemasangan Bouwplank

Pembuatan pagar pengaman proyek ini dilaksanakan -Bouwplank adalah papan yang dipasang disekitar lokasi
sebelum aktivitas pelaksanaan dilapangan akan pekerjaan
dilakukan. Tujuannya adalah untuk menjamin keamanan -Kayu yang digunakan adalah kayu 5/7 x 4m dan kayu papan
kerja didalam lingkungan proyek dan sekaligus sebagai 3/20
pemisah aktifitas diluar dan didalam areal proyek. Pagar -Bouwplank dipasang mendatar sesuai ketinggian rencana dan
pengaman ini dibuat berdinding seng dan disokong oleh dipaku di beberapa tempat untuk menarik benang” as
tiang-tiang penyanggah yang kokoh, dibangun mengitari -Benang-benang as ini menjadi acuan dalam semua pekerjaan
lokasi proyek -Bouwplank tidak perlu dipasang menerus, pada beberapa
tempat dapat dikosongkan untuk jalan pekerja

D. Penentuan As & Peil Bangunan

-As dan Peil bangunan menentukan letak/posisi dan DENAH YANG AKAN DIBANGUN :
orientasi bangunan.
-Posisi As bangunan diukur dari titik acuan yang telah
ditentukan.
-As bangunan juga harus ditandai dengan jelas
(umumnya dengan warna merah) dan diletakkan pada
ketinggian refrensi (mis ± 0.00).
-As bangunan ini menjadi acuan/refrensi as-as yang lain
untuk menentukan posisi pondasi,kolom,lantai dll, pada
bangunan yang akan dibuat

STRUKTUR & KONTRUKSI II 2


F. Zoning Aktivitas Kontruksi
- Barak pekerja merupakan tempat yang
berfungsi sebagai tempat tinggal dan istirahat
Zoning aktivitas pada kontruksi :
pekerja selama proses pembangunan
berlangsung.
- Direksi keet merupakan bangunan sementara
B dan sederhana dengan ukuran luas (biasanya)
4m x 6m yang terbuat dari kaso berdinding
C triplek dan beratap seng yang berada dalam
Direksi sebuah proyek pekerjaan konstruksi yang
Gudang digunakan sebagai tempat koordinasi dan
Keet Bahan, diskusi antara konsultan pengawas, kontraktor
Toilet Material
pelaksana dan pemilik (pemberi pekerjaan atau
owner) dan berfungsi juga sebagai tempat
A
Area Penempatan
D pengawasan, pengendalian, administrasi proyek,
memasang gambar kerja, schedule, dan kurva.
Alat-Alat Berat

E
Bangunan Yang
Barak
Pekerja Akan Dibangun F

Gambar.2 Direksi Keet


KET :
A&B = BANGUNAN RUSUN
C = GEDUNG SERBAGUNA
D = GEDUNG PENUNJANG 1
E = GEDUNG PENUNJANG 2
F = GEDUNG PENUNJANG 3
= PAGAR PEMBATAS Gambar.3 Toilet
Gambar.1 Barak Pekerja

STRUKTUR & KONTRUKSI II 3


III. TAHAPAN KONTRUKSI
A. Alat-alat Berat Yang Digunakan

Gambar.1 Dozer Gambar.2 Backhoe Gambar.3 Truck Gambar.4 Concrete Mix Truck

Gambar.5 Trandem Roller Gambar.6 Tower Crane Gambar.7 Plate Compactor Gambar.8 Concrete Mixer

STRUKTUR & KONTRUKSI II 4


B. Pekerjaan Pondasi

Pemilihan pondasi yang dipakai pada bangunan kali ini memakai jenis pondasi Sumuran. Pada dasarnya,
pembuatan pondasi sumuran dilakukan dengan memasang sumuran yang berupa pipa beton berdiameter 1 m, 2m, 2.5 m,
3 m, 3.5 m, hingga 4 m sedemikian rupa di dalam galian tanah. Kemudian di dalam sumuran tersebut diisi dengan cor yang
terbuat dari campuran adukan beton dan batu kali. Setelah pondasi jadi, tepat di atas pondasi ini dibangun struktur kolom
yang menjadi pegangan bagi dinding bangunan. Berikut tata cara pengerjaan pondasi sumuran :
Langkah Pengerjaan Pondasi Sumuran :
-Buatlah galian tanah dengan ukuran sesuai diameter pipa
beton di lokasi yang akan dibangun pondasi.
-Setelah galian tanah telah mencapai kedalaman sekitar 80-
100 cm, masukkan pipa beton yang pertama ke dalamnya.
-Lanjutkan kembali penggalian tanah di tempat rencana
pembuatan pondasi tersebut.
-Pekerjaan penggalian tanah dihentikan setelah mencapai
lapisan tanah yang keras. Biasanya berkisar antara 2-3
meter.
-Setelah itu, masukkan pipa beton kedua ke dalam lubang
galian tepat di atas pipa yang pertama.
-Agar susunan pipa-pipa beton terangkai kuat, Anda bisa
menambal celah-celahnya dengan adukan semen dan pasir.
Biarkan tambalan ini selama beberapa saat.
-Buat adukan beton sebagai pengisi pondasi sumuran yang
terdiri atas semen, pasir, kerikil, dan air.
-Masukkan batu kali terlebih dahulu ke dalam sumuran
hingga ketinggiannya mencapai 50 cm. Tuangkan adukan
beton di atasnya.
-Masukkan lagi batu-batu kali ke dalam sumuran tadi sampai
ketinggiannya bertambah 50 cm.
-Di bagian atas pondasi sumuran ini, Anda bisa melakukan
pekerjaan pembesian untuk membuat kolom bangunan.

STRUKTUR & KONTRUKSI II 5


C. Pekerjaan Dewatering
Pekerjaan galian untuk basement, seringkali terganggu oleh adanya air tanah. Oleh karena itu, sebelum galian tanah untuk
basement dimulai sudah harus dipersiapkan pekerjaan pengeringan (dewatering) agar air tanah yang ada tidak
mengganggu proses pelaksanaan basement. Masalah galian dalam lebih kritis bila kondisi tanah merupakan tanah lunak
atau pasir lepas dalam kondisi muka air tanah yang tinggi.
Sesungguhnya masalah dewatering dapat diartikan dalam 2 tinjauan. Yang pertama adalah pengeringan lapangan kerja
dari air permukaan (misalnya air hujan atau air banjir yang masuk area galian). Yang kedua adalah karena peristiwa
rembesan yang mengakibatkan air berkumpul di area galian dan mengganggu pekerjaan.
Metode Dewatering :
1.Open Pumping
Metode ini masih dianggap sebagai teknik yang umum diterima dimana 3. Cut Off
kolektor digunakan untuk mengumpulkan air permukaan (khususnya air Prinsip metode cut off adalah memotong aliran
hujan) dan rembesan dari tepi galian. Tentu saja posisi kolektor akan bidang air tanah melalui cara mengurung daerah
mengikuti terus elevasi galian. Fungsi kolektor adalah untuk membuang air galian dengan dinding. Metode ini perlu
keluar galian. memperhitungkan dalamnya “D” tertentu agar
tidak terjadi rembesan air masuk ke dalam
Metode open pumping dipilih bila : daerah galian.
- Karakteristik dari tanah merupakan tanah padat, bergradasi baik dan
berkohesi Metode cut off dipilih, bila :
- Debit rembesan air tidak besar - Kondisi sama dengan pemilihan predrainage
- Sumur / selokan untuk pemompaan tidak mengganggu atau merugikan - Dinding cut off difungsikan juga sebagai
pada tanah / bangunan yang akan dilaksanakan penahan tanah atau sebagai dinding basement
- Penurunan MAT akan mengganggu / merugikan
2. Predrainage lingkungan sekitarnya
Prinsip metode predrainage adalah menurunkan muka air terlebih dahulu
sebelum pekerjaan galian dimulai.
Metode predrainage dipilih, bila :
- Karakteristik dari tanah merupakan tanah lepas, berbutir seragam, cadas
lunak dengan banyak celah
- Debit rembesan cukup besar dan tersedia saluran pembuangan air
- Slope tanah sensitif terhadap erosi atau mudah terjadi rotary slide
- Tidak mempunyai efek mengganggu bangunan disekitarnya.

STRUKTUR & KONTRUKSI II 6


D. Pekerjaan Kolom

Pada pekerjaan kolom hal yang pertama dilakukan ialah menentukan titik kolom, setelah itu tentukan stek tulangan kolom
untuk lantai 1 dan marking kolom tersebut, bersamaan pula dilakukan pekerjaan pabrikasi yang dilakukan dilos besi. Setelah
di pabrikasi angkut tulangan kolom tersebut ke area titik kolom dan pasang tulangan kolom, kemudian pasang sepatu kolom
setelah tulangan kolom selesai dipasang, pemasangan bekisting dilakukan dengan bantuan alat berat tower crane, kemudian
cek ketegakan kolom apabila kolom tersebut telah lurus kolom siap di cor dan setelah 7 jam, bekisting kolom boleh
dibongkar.
Tahapan pekerjaan kolom meliputi pekerjaan tulangan, pekerjaan bekisting, pekerjaan pengecoran dan pekerjaan
pembongkaran bekisting

Gambar 1. Pekerjaan Tulangan Gambar 2. Pekerjaan Bekisting Gambar 3. Pengecoran

Gambar 4. Pembongkaran bekisting

STRUKTUR & KONTRUKSI II 7


E. Pekerjaan Balok & Plat Lantai

Pekerjaan balok dan plat lantai dilakukan pengukuran di lapangan bersamaan dengan persiapan bekisting dan persiapan
tulangan dan dilakukan pabrikasi,kemudian hasil pengukuran dilapangan di cek dengan gambar apakah sudah sesuai apabila
tidak sesuai dilakukan kembali pengukuran dan apabila telah sesuai dilakukan pemasang bekisting dan kembali di cek apakah
bekisiting tersebut telah sesuai atau belum, apabila belum sesuai dilakukan perbaikan pada bekisting dan apabila telah sesuai
dengan rencana dilanjutkan dengan pemasangan besi tulangan dan di setelah di pasang pembesian di lakukan pengecekan
pada tulangan apakah sudah sesuai dengan rencana atau tidak,apabila tidak sesuai besi dilakukan perbaikan dan apabila
sudah sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan pekerjaan pembersihan, dan setelah bersih dilakukan pengecoran, dan
dilanjutkan dengan pekerjaan curing, setelah umur mencukupi bekisting di bongkar.
Pekerjaan plat lantai dan balok meliputi bekisting, pekerjaan pemasangan tulangan, pekerjaan pengecoran dan pekerjaan
pembongkaran bekisting.

Gambar 1. Pemasangan Bekisting Gambar 2. Pemasangan Tulangan Gambar 3. Pembersihan Area Plat Lantai

Gambar 4. Pengecoran Gambar 5. Pembongkaran Bekisting

STRUKTUR & KONTRUKSI II 8


F. Pekerjaan Tangga

Pada pekerjaan tangga hal yang pertama yang dilakukan marking untukmenentukan tinggi offtrede dan besarnya antrede ,
persiapan tulangan pun dilakukan ditempat lain dengan metode fabrikasi. Setelah itu pasang bekisting tangga dan
pengecekan bekisting tangga. Kemudian dilakukan pemasangan dan perakitan tulangan. Setelah pekerjaan ini dilakukan, cek
kembali bekisting tangga dan tangga siap dicor dan dibongkar.
Pekerjaan tangga meliputi pekerjaan pemasangan bekisting, pekerjaan pemasangan tulangan, pekerjaan pengecoran dan
pekerjaan pembongkaran bekisting.

Gambar 1. Pemasangan Bekisting Gambar 2. Pemasangan Tulangan Gambar 3. Pengecoran

Gambar 4. Pembongkaran Bekisting

STRUKTUR & KONTRUKSI II 9


G. Pekerjaan Dinding

Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
- Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah, menghitung
volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
- Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom praktis, ring balok, dan lubang
kusen.
- Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air.
- Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur
dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan
1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan).
- Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan bata merah.
- Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian
bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
- Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor beton kolom praktis.
- Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai dengan yang diinginkan maka
lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu
dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai elevasi yang ditentukan dan cor kolom
praktis sampai elevasi sesuai gambar

STRUKTUR & KONTRUKSI II 10


H. Pekerjaan Kusen Jendela & Pintu

Memasang kusen pintu dan jendela saat pekerjaan dinding dilaksanakan. Bila kusen yang dipasang langsung kepada kolom
maka, tidak dibutuhkan kupingan dan angkur. Namun bila berada ditengah tengah dinding,maka harus ada kupingan dan
angkur yang mengunci kusen langsung pada batu bata. Jenis kusen yang dipakai adalah kusen kayu.

I. Pekerjaan Plafond

Jarak dari lantai ke plafon adalah 3m. Rangka plafon menggunakan rangka kayu utama dengan ukuran 6/12 dan rangka
plafond dengan ukuran 5/7 dengan jarak tiap rangka plafondnya adalah 60 cm, material penutupnya adalah gypsum board
ukuran 120cm x 240cm. Jarak dari tepi bawah balok induk ke rangka plafon adalah 30cm .

STRUKTUR & KONTRUKSI II 11


J. Pekerjaan Atap

Konstruksi atap yang berada di tengah bangunan menggunakan konstruksi atap kayu dengan bentuk atap pelana.
Sekelilingnya adalah atap dak beton yang di gunakan untuk menyimpan peralatan mekanikal seperti reservoir atas, dan pada
sisi sekeliling atap dak beton terapat kantilever yang ditambah sejarak 1.5 m ke luar, untuk akses ke rooftop. Kuda-kuda kayu
berjarak sesuai penempatan kolom, yaitu 4.5 m dengan menggunakan kayu ukuran 8/15, juga gording dan balok Tarik, yang
memiliki ukuran 8/15. Untuk kaso nya sendiri berukuran 5/7 dengan reng 2/3 dan penutup atap adalah genteng jatiwangi.
Pemasangan reng dan genteng dari bawah ke atas.
Pertama balok tarik disimpan di atas ring balk kemudian memasang kaki kuda2 dengan kemiringan 30ᵒ hingga bertemu di
tengah dan disambungkan dengan makelar 8/15. setelah itu di beri balok gapit 8/15 untuk menahan kemiringan kaki kuda-
kuda. Dan balok jepit untuk menjepit sambungan kayu pada balok tarik. Antar kuda-kuda yang berjarak 3m di ikat dengan
balok ikatan angin, sepanjang antar kuda-kuda disimpan balok bubung 8/15 yang bertumpu pada makelar, dan setelah itu
memasang papan bubung di atas balok bubung. Ukuran papan bubung 2/25.

STRUKTUR & KONTRUKSI II 12


Isometri Struktur Tahapan Kontruksi Bangunan

Pemasangan Pemasangan Pemasangan


Pondasi & Sloof Kolom, Balok Lt Kolom, Balok Lt
1&2 1-4

Pemasangan
Kolom, Balok Lt
Pemasangan
1-4 ,Rink Balk &
Kolom, Balok Lt
Atap
1-4 & Rink Balk

STRUKTUR & KONTRUKSI II 13


IV. TAHAPAN JARINGAN UTILITAS

A. Sistem Mekanikal

Sumber air bersih berasal dari PDAM yang berada dalam site.Sumber air tersebut ditampung di reservoir air bawah,
kemudian di distribusikan menuju reservoir air atas menggunakan pompa hydrophoor. Setelah itu akan di
distribusikan kembali ke setiap outlet - outlet sanitary di setiap lantai menggunakan pompa booster, melalui shaft
plumbing. Sedangkan untuk air kotor, untuk BLACK WATER sumber hanya berasa dari kloset yang menampung kotoran
limbah langsung dialirkan dari pipa kloset menuju shaft lalu langsung menuju septitank, lalu menuju roil kota. Untuk
GREY WATER sumber air kotor easal dari wastafel dan floor drain, lalu disalurkan ke shaft untuk dibuang dengan
menggunakan grease trap, lalu langsung menuju riol kota, dan air hujan menuju drainase kecil di samping bangunan
melalui roof drain di atap datar, disalurkan ke talang vertikal yang kemudian menuju riol kota.

Tanki Air Bersih Pompa Hydrophor Bio Septic Tank Pipa Air Bersih/Kotor

Grease Trap Pompa Booster Roof Drain

STRUKTUR & KONTRUKSI II 14


Langkah Pemasangan Kloset :
1. Buka cover toilet set dan baca petunjuk, dengan begitu akan diketahui jarak dari dinding belakang kloset ke bagian tengah pipa
(jika merek American Standard biasanya 30,5 cm).
2. Persiapan alat yang diperlukan, antara lain: Bor listrik, gergaji besi, meteran ukur, obeng plus dan obeng minus, Catut atau tang
kakaktua, kunci inggris, lem silicon, kunci pipa, kunci 10 dan 12, dynabolt ukuran 10 mm sebanyak 2 buah.
3. Mempersiapkan lubang pembuangan dan pipa suplai air bersih sebelum melakukan pemasangan kloset.
4. Ukur lubang pengunci bowl (untuk merek American Standard berjarak 14,5 cm), tandai dengan pensil atau sejenisnya, dan
lubangi pada sisi kanan dan kiri dengan jarak tersebut dengan membagi dua titik tengah pipa. Kemudian masukkan dynabolt,
kencangkan menggunakan kunci 12, lepaskan mur-nya.
5. Balik kloset dan pasang wax ring dengan cara menekannya pada bagian sisi lubangnya dan pastikan lengket pada sisi lubang
kloset.
6. Pasang stop kran, T, flexible hose dan jet shower yang berada pada bagian belakang kloset. Gunakan kunci inggris untuk
mengencangkan drat-nya.
7. Jika kloset duduk menggunakan tempat duduk yang memiliki bijet, maka T juga harus dipasang pada bagian belakang juga. Jika
kloset dipasang terlebih dahulu akan menyulitkan Anda ketika akan memasang stop kran.
8. Pasang kloset di atas lubang pipa yang telah dipasang dynabolt pada kedua sisi kanan dan kiri. Masukkan lubang kaki kloset pas
pada dynabolt dan pasang ring dan mur, kemudian kencangkan dengan kunci 12.
9. Pasang alat-alat dalam tangki/tank trim dan memasangnya pada kloset dengan memasang rubber tank terlebih dahulu sebagai
pencegah bocor dan dudukan tanki.
10. Sambungkan flexible hose pada T dan tank trim dan kencangkan dengan memutar drat secukupnya.
11. Pengaturan ketinggian air dapat Anda atur sendiri sesuai dengan keinginan
12. Tahap berikutnya adalah memasang tutup tangki dan tombol (push button).
13. Kemudian memasang seat cover pada kloset.
14. Lakukan pengetesan jika kloset telah dipasang, apakah terdapat rembesan atau kebocoran pada tangki dan flexible hose

STRUKTUR & KONTRUKSI II 15


Pemasangan Keran Air Tembok :

Hal yang harus diperhatikan sebeum memasang kran tembok adalah :


- Hal yang pertama adalah pastikan bahwa instalasi tembok dan pipa sudah benar-benar selesai dikerjakan hal ini untuk menghidari
Kran anda rusak oleh benturan dan goresan.
- Hal yang kedua adalah pastikan air yang akan dialirkan sudah besih dari kotoran maupun sisa material bangunan. Biasa dilakukan
dengan mengalirkan air ke intalasi pipa beberapa saat. Hal ini berfungsi untuk menjamin kebersihan air serta menghidari kran
anda tersumbat.
- Hal yang ketiga adalah pastikan Kran yang akan di pasang memiliki tipe drat yang sama. Pada umumnya adalah tipe drat PT1/2
atau PJ1/2. Bila ternyata beda dan sudah terlanjur membeli Kran tersebut anda bisa menggunakan Joint atau Connector yang dua
dratnya sesuai dengan unjung kran dan ujung pipa.

Langkah Pemasangan :

1. Lilitkan seal tape pada drat kran yang akan dipasang. Hal ini untuk mencegah supaya sambungan tidak bocor saat dialiri air.
2. Pasang Kran ke pipa searah jarum jam
3. Periksalah sambungan kran dari kebocoran dengan mengaliri air pada instalasi. Bila masih bocor bisa mengukangi cara diatas
dengan menambahkan lilitan Seal tape lebih banyak.

Floor Drain Keran Air Shower


STRUKTUR & KONTRUKSI II 16
B. Sistem Electrikal

Bersumber dari PLN kemudian disalurkan ke ruang LVMDP melalui MCB ( Main Circuit Breaker ) dan Meteran. Lalu
untuk sumber dari genset, terdapat ruang genset diletakkan di samping bangunan dengan peralatan lainnya,
disalurkan juga ke LVMDP. Kemudian di ruang LVMDP terdapat Automatic Switch yang berfungsi untuk menukar
apabila salah satu sumber mati, dengan otomatis. Dari LVMDP disalurkan ke SDP yang berada di ruang panel di setiap
lantai, dan didistribusikan ke setiap alat-alat yang membutuhkan listrik.

LVMDP SDP Genset

Auto-Switch Lampu Pijar Lampu TL

STRUKTUR & KONTRUKSI II 17


V. TAHAPAN FINISHING

A. Lantai C. Pengujian Alat Yang Telah Terpasang


Pada tahap ini, dilakukan pemasangan keramik yang Pengujian di lakukan pada alat-alat mekanikal
telah ditentukan ukurannya dan mereknya. Untuk seperti pompa, dsb, sanitasi, serta elektrikal
keramik area public dan service dibedakan jenis dan seperti lampu, stop kontak, ac, genset dsb.
ukurannya. Merknya adalah KIA Ceramics dengan
ukuran 50 x 50 dan 25 x 25

B. Dinding

Pemilihan cat yang digunakan warna cerah ,


menggunakan merk Vinilex

STRUKTUR & KONTRUKSI II 18


VI. TAHAPAN MASA PEMELIHARAAN

Masa pemeliharaan adalah masa waktu pembuktian bahwa hasil pekerjaan benar-benar berkualitas baik. Apabila ada
kerusakan yang ditemukan dalam masa tersebut, penyedia bertanggung jawab untuk memperbaikinya. Masa
pemeliharaan ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dan dihitung sejak serah terima pertama hasil pekerjaan
(Provisional Hand Over) dan berakhir pada saat serah terima akhir hasil pekerjaan (Final Hand Over).
Untuk pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, masa pemeliharaannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010
dan perubahannya pada pasal 95 ayat 5.

Tanggung jawab yang harus dilakukan oleh penyedia jasa pekerjaan konstruksi pada masa pemeliharaan adalah:
• Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat
penyerahan pertama pekerjaan
• Penyedia jasa pekerjaan konstruksi dapat memilih untuk memberikan Jaminan Pemeliharaan atau retensi
• Jika dalam rentang masa pemeliharaan terdapat kerusakan, penyedia wajib memperbaiki dan segala biaya yang
dibutuhkan untuk perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia.
• Jika kerusakan yang terjadi disebabkan oleh unsur suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak dan tidak
dapat diperkirakan sebelumnya (keadaan kahar), perbaikan menjadi tanggung jawab para pihak.
• Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan
Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, PPK
berhak menahan uang retensi atau jaminan pemeliharaan.

STRUKTUR & KONTRUKSI II 19