Anda di halaman 1dari 12

HIPOTERMI PADA BBL

DEFINISI HIPOTERMI
Hipotermia adalah gangguan medis yang terjadi
di dalam tubuh, sehingga mengakibatkan penurunan
suhu karena tubuh tidak mampu memproduksi panas
untuk menggantikan panas tubuh yang hilang dengan
cepat. Kehilangan panas karena pengaruh dari luar
seperti air, angin, dan pengaruh dari dalam seperti
kondisi fisik (Lestari, 2010).
Menurut diagnosis banding pada suhu tubuh
hipotermi ada dua yakni : hipotermi sedang 320 C –
36,40 C dan suhu tubuh kurang dari 320 C disebut
hipotermi berat (Subekti, 2008)
KLASIFIKASI HIPOTERMI
1. Hipotermi spintas 3. Hipotermi sekunder
 Yaitu penurunan suhu  Penurunan suhu tubuh
tubuh 1-20C sesudah lahir. yang tidak di sebabkan
Suhu tubuh akan menjadi oleh suhu lingkungan
normal kembali setelah yang dingin, tetapi oleh
bayi berumur 4-8 jam, sebab lain seperti sepsis,
bila suhu ruang di atur syndrome gangguan
sebaik-baiknya nafas, penyakit jantung
2. Hipotermi akut bawaan yang
berat,hipoksia dan
 Terjadi bila bayi berada di
hipoglikemi, BBLR
lingkungan yang dingin
selama 6-12 jam, terdapat 4. Cold injuri
pada bayi dengan BBLR,  Yaitu hipotermi yang
diruang tempat bersalin timbul karena terlalu
yang dingin, lama dalam ruang
dingin(lebih dari 12 jam)
ETIOLOGI HIPOTERMI
 Jaringan lemak subkutan tipis.
 Perbandingan luas permukaan tubuh dengan berat badan
besar.
 Cadangan glikogen dan brown fat sedikit.
 Bayi baru lahir tidak ada respon shivering (menggigil) pada
reaksi kedinginan.
 Kurangnya pengetahuan perawat dalam pengelolaan bayi
yang berisiko tinggi mengalami hipotermia.
 Bayi dipisahkan dari ibunya segera mungkin setelah lahir.
 Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur.
 Tempat melahirkan yang dingin.
 Bayi asfiksia, hipoksia, resusitasi yang lama, sepsis,sindrom
denganpernapasan, hipoglikemia perdarahan intra kranial.
TANDA DAN GEJALA HIPOTERMI
 Secara umum keadaan bayi  Tanda hipotermia berat
yaitu : bayi tidak mau (Trauma Dingin) : sama
menetek, bayi tampak lesu dengan hipotermia sedang, bibir
atau mengantuk saja, tubuh dan kuku sianosis, pernapasan
bayi teraba dingin, dalam lambat, pernapasan tidak teratur,
keadaan berat denyut bunyi jantung lambat, selanjutnya
jantung bayi menurun dan timbul hipoglikemia dan asidosis
kulit tubuh bayi mengeras metabolic,
(sklerema).  Tanda-tanda stadium lanjut
 Tanda hipotermia sedang hipotermia : muka, ujung kaki
(cold stress) : aktifitas dan tangan berwarna merah
berkurang, letragis, tangisan terang, bagian tubuh lainya
lemah, kulit berwarna tidak pucat, kulit mengeras merah, dan
rata (cutis marmorata), timbul edema pada punggung,
kemampuan menghisap kaki dan tangan (sklerema).
lemah, kaki teraba dingin.
FAKTOR RESIKO

 Factor-faktor penting yang dianggap beresiko


terjadinya hipotermi, antara lain perawatan yang
kurang tepat setelah lahir, bayi dipisahkan dari
ibunyabsegerabsetelah lahir, bayi berat lahir rendah
dan prematuritas, tempat melahirkan yang dingin,
umur bayi saat dipindahkan/dirujuk, suhu badan
selamamperjalanan rujukan tidak terjaga, serta bayi
asfiksia, hipoksia atau penyakit lain.


MEKANISME TERJADINYA HIPOTERMI
Evaporasi
Adalah kehilangan panas
karena penguapan cairan
yang melekat pada kulit
bayi yang tidak segera
dikeringkan.
 Konduksi

Adalah kehilangan panas


karena panas tubuh melalui
kontak langsung antara
tubuh bayi dengan
permukaan yang dingin
LANJUTAN…

 Konveksi

Kehilangan panas tubuh yang terjadi pada


saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih
dingin
 Radiasi

Kehilangan panas tubuh yang terjadi karena


bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang
mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh
bayi karena benda tersebut akan menyerap
radiasi panas tubuh bayi
PENCEGAHAN HIPOTERMI

 Langkah ke 1 :  Langkah ke 4 :
ruang melahirkan yang pemberian ASI
hangat

 Langkah ke 2 :
pengeringan segera Langkah ke 5 :
tidak segera memandikan
bayi

Langkah ke 3 :
kontak kulit dengan
kulit
 Langkah ke 6 :  Langkah ke 9 :
pakaian dan selimut bayi Resusitasi hangat
adekuat

 Langkah ke 7 :  Langkah ke 10 :
Rawat Gabung Pelatihan dan sosialisasi
rantai hangat

 Langkah ke 8 :
Transportasi hangat
PENATALAKSANAAN HIPOTERMI PADA BAYI BARU LAHIR
 Tindakan yang harus dilakukan adalah segera
menghangatkan bayi di dalam inkubator atau melalui
penyinaran lampu.
 Cara lain yang sangat sederhana dan mudah dikerjakan oleh
setiap orang adalah menghangatkan bayi melalui panas
tubuh ibu. Bayi diletakkan telungkup di dada ibu agar terjadi
kontak kulit langsung ibu dan bayi (metode kangguru)
 Bila tubuh bayi masih dingin,gunakanlah selimut atau kain
hangat yang diseterika terlebih dahulu yang digunakan untuk
menutupi tubuh bayi dan ibu. Lakukanlah berulang kali
sampai tubuh bayi hangat.
 Biasanya bayi hipotermia menderita hipoglikemia sehingga
bayi harus diberi ASI sedikit-sedikit sesering mungkin. Bila bayi
tidak mengisap beri infus glukosa 10 % sebanyak 60-80 ml/kg
per hari.
Thank you 