Anda di halaman 1dari 26

Fraktur

Kosta
Oleh:
Rr. Fauzia Ramadhani
Dian Maknalia Ilham
IDENTITAS PASIEN

– IDENTITAS
– Nama : Ny. S
– Jenis Kelamin : Perempuan
– Umur : 50 Tahun
– Suku : Jawa
– Alamat : Madiun
– Pekerjaan : IRT
– Agama : Islam
– No. RM : 677xxxx
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
Pasien datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Pasien post KLL
motor dengan motor pukul 11.00 di desa tempuran. Saat kejadian sampai
saat ini pasien sadar. Nyeri kepala (-), mual (-), muntah (-), sesak (-).
RIWAYAT PENYAKIT

- RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


DM (-)
Hipertensi (-)

- RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


DM (-)
Hipertensi (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Cukup, GCS 456


Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 88 kali/menit
Respirasi : 16 kali/menit
Temperature : 36,7o C

KEPALA DAN LEHER


Kepala: Anemia (-); Ikterus (-); Cyanosis (-); Dyspneu (-)
Leher: pembesaran KGB (-)
THORAKS
COR
Inspeksi : Normochest, Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis tidak teraba
Auskultasi: S1 S2 single, regular, bising (-)

PULMO
Inspeksi: deformitas (-), jejas pada pinggang kanan (+), pergerakan dinding dada simetris
Palpasi: fremitus taktil normal, nyeri tekan (+), krepitasi (-)
Perkusi: sonor di semua lapang paru
Auskultasi: Vesikuler +/+ Ronkhi -/- Wheezing-/-
ABDOMEN
Inspeksi: Sikatriks (-), Massa (-), Rash (-)
Auskultasi: Bising usus (+) normal
Perkusi: Timpani
Palpasi: Nyeri tekan (-)

EKSTREMITAS
Akral Hangat (+/+), tremor (-), swelling (-/-), pitting edem (-/-)
Pemeriksaan Penunjang
DEFINISI
Costa merupakan salah satu komponen pembentuk rongga dada
yang memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap
organ didalamnya dan yang lebih penting adalah mempertahankan
fungsi ventilasi paru.

Fraktur Costa adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang / tulang


rawan yang disebabkan oleh rudapaksa pada spesifikasi lokasi pada
tulang costa.
Letak fratur

 Costae 1-3  paling jarang fraktur, dilindungi struktur tulang dari


bahu, skapula, humerus, klavikula, dan seluruh otot  jika terjadi
fraktur kemungkinan cedera pembuluh darah besar
 Costae 4-9  paling serig fraktur, kemungkinan cedera jantung
dan paru
 Costae 10 -12  agak jarang fraktur, costae 10-12 bersifat
mobile  jika fraktur ada kemungkinan cedera intra abdomen
Klasifikasi

 Menurut jumlah costa  Letak fraktur


• Fraktur simpel • Superior (costa 1-3)
• Fraktur multipel • Median (costa 4-9)
• Inferior (costa 10-12)
 Jumlah fraktur
• Fraktur segmental
 Posisi
• Fraktur simple
• Anterior
• Fraktur comminutif
• Lateral
• Posterior
Etiologi
 Secara garis besar penyebab fraktur costa dapat dibagi dalam 2
kelompok :
1. Disebabkan trauma
a. Trauma tumpul  KLL, kecelakaan pada pejalan kaki, jatuh dari
ketinggian, atau jatuh pada dasar yang keras atau akibat perkelahian.
b. Trauma Tembus  Luka tusuk dan luka tembak

2. Non trauma
 akibat gerakan yang menimbulkan putaran rongga dada secara
berlebihan / adanya gerakan yang berlebihan dan stress fraktur  seperti
pada gerakan olahraga (Lempar martil, soft ball, tennis, golf), batuk terlalu
keras pada orang tua.
Patofisiologi

Fraktur costa dapat terjadi akibat trauma yang datangnya dari arah
depan,samping ataupun dari arah belakang  Trauma yang
mengenai dada biasanya akan menimbulkan trauma costa  tetapi
dengan adanya otot yang melindungi costa pada dinding dada,maka
tidak semua trauma dada akan terjadi fraktur costa.

Pada trauma langsung dengan energi yang hebat dapat terjadi


fraktur costa pada tempat traumanya .
Patofisiologi

Pada trauma tidak langsung, fraktur costa dapat terjadi apabila


energi yang diterimanya melebihi batas toleransi dari kelenturan
costa tersebut  Seperti pada kasus kecelakaan dimana dada
terhimpit dari depan dan belakang  akan terjadi fraktur pada
sebelah depan dari angulus costa  tempat tersebut merupakan
bagian yang paling lemah.
– Fraktur costa yang “displace” akan dapat mencederai jaringan
sekitarnya atau bahkan organ dibawahnya.
– Fraktur pada costa ke 4-9 dapat mencederai a.intercostalis, pleura
visceralis, paru maupun jantung, sehingga dapat mengakibatkan
timbulnya hematotoraks, pneumotoraks ataupun laserasi jantung.
Patofisiologi
Fraktur kosta  mengurangi ventilasi dan
batuk akibat nyeri  menyebabkan
ateletaksis, penumpukan sekret, pneumonia

Fragmen kosta yg patah menusuk paru-paru


dan pleura  pneumothorax dan
hematothorax

Fraktur kosta multipel yang berurutan (>2)


 flail chest  insufisiensi ventilasi akibat
gerakan nafas yang tidak efektif
Patofisiologi
MANIFESTASI KLINIS
Nyeri pada pergerakan nafas
Sesak nafas
Diagnosis

25% kasus fraktur costa tidak


Pemeriksaan penunjang
terdiagnosis. Baru
dengan foto toraks untuk
terdiagnosis setelah timbul
menyingkirkan cedera toraks
komplikasi (hematotoraks &
lainnya.
pneumotoraks)
Tata laksana

Penanganan umum A (airway), B (breathing, C (Circulation)

Anamnesis lengkap (waktu kejadian, tempat kejadian, jenis trauma,


arah masuk trauma dan keadaan penderita selama dalam perjalanan)

Pemeriksaan Fisik
1. Nyeri tekan, krepitasi dan deformitas dinding dada
2. Adanya gerakan paradoksal
3. Tanda insufisiensi pernapasan (sianosis, tachypnea)
4. Periksa paru-paru dan jantung dengan memperhatikan tanda
pergeseran trakea, pemeriksaan ECG dan saturasi O2.
5. Periksa abdomen terutama pada fraktur costa bagian inferior
6. Periksa skeletal: vertevra, sternum, clavikula, dan fungsi anggota gerak
7. Nilai status neurologis
– Fraktur costa tunggal atau majemuk dengan gerak dada yang masih
memadai dan teratur ditangani dengan analgesik. Nyeri harus
dihilangkan untuk menjamin adekuatnya pernafasan atau mencegah
pneumonia akibat tidak adekuatnya gerak napas.
– Pemasangan adhesive strapping tidak bermanfaat walaupun memberi
rasa aman kepada penderita. Bidai ini akan mengganggu
pengembangan rongga dada, mengganggu gerakan napas dan
menyebabkan dermatitis.
PROGNOSIS

Pada dewasa prognosis


Fraktur costa pada anak
kurang baik karena lebih
dengan tanpa komplikasi
lama dan disertai
memiliki prognosis baik
komplikasi

Costa pada orang dewasa lebih rigit sehingga mudah menusuk pada
jaringan ataupun organ disekitarnya
TERIMAKASIH 