Anda di halaman 1dari 6

Faktor-faktor yang

Mempengaruhi Fiksasi dalam


Asimilasi Nitrogen

1. Jumlah NH4+ (ammonium) didalam tanah yang


terbentuk
Atom ion NH4+ dapat mengurangi bintil
akar dan fiksasi N2 (nitrogen) oleh bintil akar dengan
cara mengganggu pembentukan benang-benang
infeksi oleh Rhizobium.
2. pH
pH juga dapat mempengaruhi keberadaan
bintil akar. pH yang baik agar bakteri bintil akar dapat
bersimbiosis adalah pH yang netral, tidak terlalu
asam maupun tidak terlalu basa.
3. Aerasi Tanah
Aerasi merupakan peristiwa terlarutnya oksigen dalam
air menuju tanah. Reaksi fiksasi ini membutuhkan oksigen. Apabila
aerasi tanah tidak baik, akan berpengaruh pada pertumbuhan akar.
Apabila kekurangan oksigen, akan menimbulkan reaksi anaerob,
sehingga akar akan membusuk dan fiksasi tidak akan terjadi.
4. Kelembaban Tanah
kelembaban yang 5. Suhu
berlebihan akan mengakibatkan Suhu optimal bagi kehidupan bakteri
jumlah fikasasi N2 menurun. penambat fiksasi bervariasi tergantung pada spesies
tanaman dan iklim. Missal pada kacang kapri, suhu
optimal yang dikehendaki adalah 260C. Pada suhu
200C bintil akar tidak dapat tumbuh dengan baik.

6. Ketersediaan Nutrisi
Atom P diperlukan untuk
pembentukan dan aktifitas bintil yang
maksimal. Ca dibutuhkan oleh Rhizombium
untuk menginfeksi akar. kekurangan S akan
menurunkan fiksasi N2. Mo adalah unsur
penting bagi pertumbuhan bakteri.

7. Mikroorganisme lain
terutama yang antagonis, dapat
menghalangi bakteri bintil akar untuk
menginjeksi akar.
Gejala Kekurangan dan Kelebihan
Nitrogen Pada Tumbuhan yang
Kekurangan unsur hara (N)

• Warna daun hijau agak kekuning-


kuningan, warna ini mulai dari
ujung daun menjalar ke tulang • Pertumbuhan tanaman lambat dan
daun selanjutnya berubah kerdil
menjadi kuning lengkap, sehingga
seluruh tanaman berwarna pucat
kekuning-kuningan. Jaringan daun • Perkembangan buah tidak sempurna
mati dan inilah yang atau tidak baik, seringkali masa sebelum
menyebabkan daun selanjutnya waktunya.
menjadi kering dan berwarna
merah kecoklatan. • Dapat menimbulkan daun penuh dengan
serat, hal ini dikarenakan menebalnya
membrane sel daun sedangkan selnya
sendiri berukuran kecil-kecil.
• Dalam keadaan kekurangan yang parah,
daun menjadi kering, dimulai
dari bagian bawah terus ke bagian atas.

• Akar pada tunas kurang kokoh atau


tidak kokoh sama sekali, sehingga
menyebabkan tanaman mudah
tumbang dan mati.

• Produksi biji sedikit.

• Dalam kasus kekurangan unsur


nitrogen yang berat akan
mengakibatkan kematian pada
tanaman
Kelebihan Unsur Hara
Nitrogen

• Warna daun terlalu hijau (hijau • Produksi bunga menurun,


gelap), tanaman rimbun dengan penundaan pembentukan bunga,
daun, tanaman akan tampak terlalu bahkan mudah lebih mudah rontok
subur, ukuran daun akan menjadi dan pemasakan buah cenderung
lebih besar. terlambat.

• Batang menjadi lunak dan berair • Mudah terkena serangan serangga,


(sekulens) sehingga mudah rebah dan sangat sensitif terhadap
dan mudah diserang penyakit perubahan kondisi lingkungan.

• Menurunkan kualitas buah, misalnya


menjadi lebih pahit