Anda di halaman 1dari 35

Skizofrenia Hebefrenik

Disusun oleh
Ester Marcelia Anastasia
11-2017-167

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Periode 13 Juli – 17 Agustus 2019
Identitas pasien

 Nama (inisial) : Tn. RS


 Tempat & tanggal lahir : Bandung, 11 September 1992
 Umur : 27 Tahun
 Alamat : KP.Ciburuy
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Suku bangsa : Sunda
 Agama : Islam
 Pendidikan : SMP
 Pekerjaan : Pedagang
 Status perkawinan : Belum kawin
Keluhan utama

 Mengamuk
Riwayat Penyakit Sekarang

Januari
2014 1 Minggu SMRS
2019

Ps di rawat inap di RS dr. H. Marzoeki Ps di rawat inap di RS dr. H. Marzoeki Satu minggu SMRS pasien sering
Mahdi Bogor akibat gelisah. Pasien Mahdi Bogor. Pasien mengamuk membuang – buang makanan, tidur
sering berbicara dan tertawa sendiri (agresivitas verbal) akibat dilarang kurang, nafsu makan menurun,
(autistik) , mondar mandir (Agitasi), keluar oleh keluarganya, gelisah, marah – marah (agresivitas verbal)
susah tidur (insomnia) mudah marah marah- marah (agresivitas verbal), menyerang keluarga (agresivitas
(agresivitas verbal), memukul memukul anggota keluarga, dan motorik), mondar – mandir (Agitasi),
anggota keluarganya (agresivitas merusak benda-benda yang ada susah tidur (insomnia) dan sering
motorik), pasien menuduh dirumah (agresivitas motorik), berbicara sendiri (Autistik). Menurut
keluarganya bersekongkol untuk mondar mandir (Hiperaktifitas), ayah pasien, anaknya sering
memisahkan dia dengan pacarnya sering tertawa sendiri (autistik), mendengar bisikan-bisikan dari Tuhan
karena iri hati akibat dia memiliki setiap mau makan, makanan tersebut yang menyuruhnya agar rajin
pacar yang sangat cantik (waham dimain – mainkan. Terapi rawat jalan beribadah agar bisa menyelamatkan
curiga). Riwayat kejang, penggunaan terakhir yang diberikan adalah dunia yang sudah rusak karena ia
obat-obatan, dan trauma disangkal. Risperidon 2mg ( 2x1 ) , merupakan nabi utusan Tuhan
Chlorpromazine 1 x100mg (waham kebesaran). Pasien kontrol
RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA

 Gangguan psikiatrik : Pasien sudah mengalami gangguan psikiatrik sejak


tahun 2014.
 Riwayat gangguan medic : Pasien sebelumnya dan saat ini tidak ada kelainan
medis.
 Riwayat penggunaan zat psikoaktif : pasien tidak merokok, tidak minum
minuman beralkohol dan tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.
RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA

• Pasien sering berbicara dan tertawa


sendiri (autistik) • Pasien mengamuk (agresivitas verbal)
• mondar mandir (Agitasi) akibat dilarang keluar oleh keluarganya,
• susah tidur (insomnia) gelisah, marah- marah (agresivitas verbal)
• mudah marah (agresivitas verbal) • memukul anggota keluarga, dan merusak
• memukul anggota keluarganya benda-benda yang ada dirumah (agresivitas
(agresivitas motorik) motoric)
• pasien menuduh keluarganya • mondar mandir (Hiperaktifitas)
bersekongkol untuk memisahkan dia • sering tertawa sendiri (autistik)
dengan pacarnya karena iri hati akibat • setiap mau makan, makanan tersebut
dia memiliki pacar yang sangat cantik dimain – mainkan.
(waham curiga).

Januari
2014
2019
Riwayat kehidupan pribadi

 Riwayat perkembangan fisik


Pasien merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Pasien dilahirkan dengan persalinan
normal. Tidak ada kelainan pada proses tumbuh kembang dari bayi sampai dewasa. Tidak
ada riwayat trauma kepala, kejang, operasi dan patah tulang.
 Riwayat perkembangan kepribadian
• Masa kanak-kanak: pasien mengalami perkembangan kepribadian seperti anak seusianya. Mulai dari
kanak-kanak mampu aktif bergaul dengan orang lain di lingkungannya.
• Masa remaja : pasien memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan teman-teman di sekolah
maupun di lingkungannya.
• Masa dewasa : pasien mulai suka menyendiri, tidak aktif bergaul dengan teman-temannya.
 Riwayat pendidikan
Pasien memulai pendidikannya dari jenjang TK sampai dengan lulus SMP. Pasien tidak
melanjutkan ke jenjang SMA dikarenakan orang tua tidak memiliki biaya.
Riwayat kehidupan pribadi
 Riwayat pekerjaan: Pasien pernah bekerja berdagang membantu orangtua.
 Kehidupan beragama: Pasien rajin sholat 5 waktu di jalankan.
 Kehidupan sosial dan perkawinan : Pasien belum menikah. Hubungan dengan
orang-orang di lingkungan sekitarnya jarang bersosialisasi lebih sering sendiri
dirumah.
Riwayat Keluarga
Status mental

 Penampilan :
 Seorang laki-laki, penampilan sesuai usia, memakai baju dan celana RSJ Provinsi Jawa
Barat berwarna hijau, tampak rapi. Postur tubuh normal. Rambut cepak lurus, bewarna
hitam , tersisir rapi, kuku terlihat bersih.. Kontak mata jarang ada. Tampak seperti
kosong.

 Kesadaran : CM, tidak tampk terganggu


 Perilaku dan aktivitas psikomotor:
 Sebelum wawancara : berdiri di depan pintu ruang bangsal, mondar-mandir
 Selama wawancara : pasien tenang dan menjawab pertanyaan sambil mondar-mandir
 Setelah wawancara : pasien bersalaman.
 Pembicaraan : tidak spontan, volume bicara pelan, intonasi kurang jelas, reaksi
terhadap pertanyaan baik, miskin ide.
Alam perasaan
 Suasana perasaan (mood) : sulit dinilai
 Afek ekspresi afektif
Arus : cepat
Stabilisasi : afek labil
Kedalaman : dangkal
Skala diferensisasi : sempit
Keserasian : tidak serasi
Pengendalian impuls : kuat
Ekspresi : tumpul
Dramatisasi : tidak ada akting emosional
Empati : tidak dapat dirasakan
 GANGGUAN PERSEPSI
Halusinasi : audiotorik (ada suara yang menyuruh untuk pergi mengaji)
Ilusi : tidak ada
Depersonalisasi : tidak ada
Derealisasi : tidak ada

 SENSORIUM DAN KOGNITIF ( FUNGSI INTELEKTUAL)


Taraf pendidikan : tamat SMP
Pengetahuan umum : tidak dapat dinilai
Kecerdasan : tidak dapat dinilai
Konsentrasi : buruk

Orientasi
Waktu : baik
Tempat : baik
Orang : baik
Situasi : baik
 Daya ingat
Tingkat
Jangka panjang : baik
Jangka pendek : baik
Segera : baik
Gangguan : Tidak ditemukan adanya gangguan.

 Pikiran abstraktif : Buruk


 Visuospasial : belum dilakukan
 Bakat kreatif : Menyanyi
 Kemampuan menolong diri sendiri : baik (mampu mandi, BAB dan BAK sendiri)
Proses pikir
 Arus pikir
Produktifitas : Hanya menjawab ketika pertanyaan diajukan, Miskin ide.
Kontinuitas : Inkoheren, verbigerasi, tangensial
Hendaya bahasa : Tidak ada
 Isi pikir
Preokupasi dalam pikiran : Pasien ingin pulang
Waham : Waham kebesaran ,Waham curiga
Obsesi : tidak ditemukan
Fobia : tidak ditemukan
Gagasan rujukan : tidak ditemukan
Gagasan pengaruh : tidak ditemukan
Pengendalian impuls : kuat
Daya nilai social

 Daya Nilai dan Tilikan


Norma Sosial : Terganggu
Uji daya Nilai : Terganggu
Penilaian Realita : Terganggu
Tilikan : Pasien menyangkal dirinya tidak sakit ( tilikan 1)
 RTA/ Reality testing ability : buruk
Pemeriksaan fisik

 Keadaan umum : Baik  Jantung : S1,S2 reguler, murmur (-),


gallop (-)
 Kesadaran : Compos mentis
 Paru : suara nafas vesikuler, wheezing
 Tensi : 110/70 mmHg
(-), ronkhi (-)
 Nadi : 80x/menit
 Abdomen : bising usus (+) normal
 Suhu badan : 36°C
 Ekstremitas : terdapat luka lecet pada
 Frekuensi pernafasan : 18x/menit tangan kanan, deformitas (-)
 Bentuk tubuh : Tidak dilakukan  Sistem urogenital : Tidak dilakukan
pemeriksaan pemeriksaan
STATUS NEUROLOGIK

Saraf kranial (I-XII) : Tidak ditemukan kelainan


Gejala rangsang meningeal : Tidak dilakukan
Mata : CA-/-, SI -/-
Pupil : isokor, refleks cahaya +/+
Ofthalmoscopy : Tidak dilakukan
Motorik : normotoni, normotrofi
Sensibilitas : Tidak dilakukan
Sistim saraf vegetatif : Tidak dilakukan
Fungsi luhur : Fungsi Bahasa: baik
Fungsi memori (ingatan) : baik
Fungsi orientasi : baik
Gangguan khusus : Tidak ditemukan gangguan
 Pemeriksaan penunjang : Hb, Ht, L, T, SGOT,SGPT
Ikhtisar penemuan bermakna

 Agresivitas verbal  Dari pemeriksaan status mental :


penampilan rapi , sesuai usia.
 Agresivitas motoric Perawatan diri tampak baik.
 Insomnia Menjawab pertanyaan jarang
dengan melakukan kontak mata
 Autistik
disertai cekikikan.
 Halusinasi auditori
 Cara bicara : tidak spontan,
 Waham kebesaran, waham curiga volume bicara pelan, intonasi
kurang jelas, reaksi terhadap
 Agitasi
pertanyaan baik, miskin ide.
 Tilikan 1 : menyangkal dirinya sakit
Evaluasi multiaksial

 Aksis 1: skizofrenia Hebefrenik


 Aksis 2:tidak ada ciri kepribadian dan retradasi mental
 Aksis 3:tidak ada
 Aksis 4 :putus obat , keluarga
 Aksis 5 :60 -51 gejala sedang
Formulasi Diagnostik
- Aksis I
 Berdasarkan iktisar penemuan bermakna, pasien pada kasus ini dapat
dinyatakan mengalami:
 Gangguan jiwa, atas dasar adanya waham dan halusinasi, agresivitas verbal
dan motoric, pasien berbicara dan tertawa sendiri, keadaan ini
menyebabkan distress pada penderita dan keluarga serta terdapat hendaya
(dissability) pada fungsi psikososial, pekerjaan dan penggunaan waktu
senggang sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien menderita gangguan
jiwa.
 Gangguan jiwa ini termasuk gangguan mental non-organik/GMNO, karena
Tidak terdapat adanya gangguan kesadaran neurologik
Tidak tampak ada gangguan fungsi kognitif
Tidak ada riwayat trauma kepala yang dapat menimbulkan disfungsi.
Formulasi Diagnostik
- Aksis I
 Gejala yang terdapat pada pasien mengarah pada skizofrenia, karena:
 “waham curiga”: waham tentang keyakinan palsu bahwa keluarganya bersekongkol
untuk memisahkan dia dengan pacarnya karena iri hati akibat dia memiliki pacar
yang sangat cantik (waham curiga). “waham kebesaran” : waham tentang
keyakinan palsu bahwa ia adalah nabi utusan Tuhan untuk menyelamatkan dunia
yang rusak.
 Adanya halusinasi audiotorik : mendengar suara Tuhan untuk menyuruhnya mengaji
 Terdapat halusinasi auditorik bahwa mendengar suara Tuhan.
 Melakukan tindak kekerasan kepada orang sekitar.
Formulasi Diagnostik
- Aksis I
 Gejala skizofrenia yang dialami diiringi perilaku dengan tujuan, dengan maksud,
adanya waham dan halusinasi, pembicaraan yang tak menentu mood pasien yang
dangkal dan tidak wajar, cekikikan (giggling) atau puas diri, tertawa menyeringai
(grimaces), senyum sendiri, proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan
tidak menentu, gejala mulai pada usia 15-25tahun. Pada pasien ini ditemukan
adanya waham dan halusinasi, adanya perilaku yang tak dapat diramalkan, mood
yang tidak dapat ditentukan, pasien suka tertawa sendiri, terdapat pembicaraan
yang tidak menentu (inkoheren) gejala gangguan jiwa muncul pada saat usia
pasien 23 tahun. PPDGJ III, pasien didiagnosis Skizofrenia Hebefrenik (F20.1)
 Kondisi pasien ini juga dapat didiagnosis banding dengan Gangguan Waham
menetap (F22), karena:
 Adanya waham kebesaran yang menetap
 Tidak adanya gangguan suasana perasaan.
 Aksis II : Tidak ada gangguan kepribadian dan retardasi mental
 Aksis III : Tangan kanan tampak edem, dan terdapat luka lecet.
 Aksis IV : Masalah putus obat, masalah dengan keluarga
 Aksis V : Global Assessment of Functioning (GAF) Scale 60-51
Prognosis

 Faktor yang mempengaruhi  Ad vitam : dubia ad bonam


 Baik  Ad functionam : dubia ad malam
 Precipitasi jelas
 Ad sanationam : dubia ad malam
 Adanya dukungan keluarga untuk sembuh
 Gejala positif
 Menikah
 Riwayat keluarga non afektif

 Buruk
 Onset usia muda
 Riwayat pramorbid buruk
 Relaps berulang kali
Daftar problem

 Organobiologik : tidak ditemukan kelainan fisik


 Psikologi/psikiatrik : waham curiga, waham kebesaran, halusinasi
auditorik, agresivitas verbal, agresivitas motorik
 Sosial/keluarga : tidak direstui untuk menikah, ayah main perempuan
lain.
Terapi
 Psiko farmaka  Psikoterapi

R/ tab Risperidone mg 2 No X (sepuluh)  Psikoventilasi : berikan problem solving pada


pasien
S 2 dd tab 1 pagi malam
 Persuasi : membujuk pasien agar meminum
----------------------------------------------- (Tanda obat dan kontrol rutin
tangan)
 Desentisasi :dilatih kerja agar terbiasa di
lingkungan kerja
Pro: Tn. R
Umur: 27 tahun
 Edukasi
 Edukasi keluarga mengenai penyakit pasien dan menerima kondisi pasien
 Edukasi bahwa kondisi pasien seperti ini dapat dibantu dengan mendukung
kesembuhan pasien
 Edukasi bahwa kerja sama keluarga sangat diperlukan untuk memastikan pasien
minum obat teratur dan kontrol teratur
 Edukasi agar pasien selalu menjalan ibadah sesuai ajaran agama yang dianutnya,
yaitu menjalankan sholat 5 waktu.