Anda di halaman 1dari 9

Martabak Manis

SINOPSIS FILM DOKUMENTER


MARTABAK MANIS
Aku, Alfin Nayyirotu Shofiyah.
Salah satu pelajar di Matholi’ul Huda Bugel yang mempunyai keinginan bisa
pandai membaca kitab kuning. Yang suatu saat akan membanggakan orang
tua juga madrasah.
“ Bagaimana kamu bisa sukses kalau game melulu yang ada ditanganmu ‘’
Inilah kelemahanku. Game PUBG telah membuatku buta akan manisnya bisa
membaca kitab.
Akankah aku bisa merasakan martabak manis buatan Syaikh Ibnu Hajar Al
Asqolani yang mampu melunakkan batu dengan air hujan Nya?
Bismillah...
film ini kami terinspirasi oleh sosok beliau, Syaikhuna Ibnu Hajar Al Asqolani
yang diceritakan bahwa dulunya beliau adalah salah satu santri yang
semangat betul dalam mencari ilmu walau akal yang belum mampu
menerima segudang ilmu dari guru-gurunya. Semua hal sudah beliau
lakukan demi menampung ilmu tersebut, namun Allah berkehendak lain.
Ilmu itu belum dapat diterima oleh akal beliau.
Beliau akhirnya pasrah dan memutuskan untuk pulang dari pondok pesantren.
Di tengah perjalanan pulang, hujan deras mengguyur beliau. Beliaupun berteduh
disuatu tempat. sambil menunggu hujan reda, beliau melamun memandangi sebuah
batu yang cekung terkena tetesan air hujan.
“ Batu yang keras aja bisa lunak terkena tetesan air, apalagi otak kita yang lunak? ‘’
Inilah alasan mengapa beliau langsung kembali ke pondok dan melanjutkan
memupuk ilmunya. Dengan ikhlas, tawadhu, juga sabar beliau khidmat pada guru-
gurunya. Melalui pemikiran bahwa ilmu tidak bisa langsung diterima oleh akal kita,
melainkan harus melewati sebuah proses. Sedikit demi sedikit ilmu itu akan
bertambah dengan sendirinya.
Suatu ketika, Syaikh Ibnu Hajar Al Asqolani diminta gurunya untuk membaca kitab
didepan teman-teman. Sang guru sangat terkejut akan kelancaran membaca kitab
Syaikh. Setelah kejadian tersebut, guru penasaran dan mendatangi kamar Syaikh
yang dilihatnya beliau sedang mengarang kitab tentang pertemuan beliau dengan
batu yang telah membuat semangat beliau tumbuh kembali. Sampai saat ini beliau
telah mengarang karangan sebanyak 282 kitab.
Dari sinilah kita mengangkat cerita ini. Yang diharapkan dapat memotivasi bagi
pelajar sekarang.
Allah berfirman dalam KalamNya ( QS. Ar Rad : 11 ),
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu yang
mengubahnya sendiri’’
Film dokumenter ini ini kami persembahkan untuk Warga Islam
Selandia Baru yang menjadi korban pengamalan Game PUBG
dengan cara penembakan secara brutal di dua masjid ketika
melaksanakan solat jum at. Semoga mereka tergolong orang-
orang yang mati syahid. Semoga mereka diterima disisiNya...
ALFATTIHAH
CREW & PEMAIN:

1. Tokoh Utama : Alfin Nayyirotu Shofiyah


2. Tokoh Pendukung :
a. Silfi Amalia
b. Nadia Salamatus Saadah
3. Sutrada dan Penulis : Aris Rahmatin
4. Editing : Anis Naila Rahmatin
5. Kamera : Luluk Sofwatul Muna
6. Penata Musik : Fera Amelia Putri
Soundtrek yang digunakan film dokumenter
ini adalah :
a. Anji : Menunggu kamu
b. Opik : Rapuh
c. Alan Walker : Only My way
d. Queen : We are the champion
e. Nissa Sabyan : Atouna Toufuli
f. Sheila on 7 : Sebuah kisah klasik untuk
masa depan
g. Aris Rohmatin : Original Soundtrek
Martabak Manis
PERLENGKAPAN
1. Isa Nabila Sakib
2. Hilyatuzzakiyah
3. Widya Maharani

Alat yang digunakan untuk


pembuatan film dokumenter :

1. Kamera DSLR 1300 D


2. Lensa Sigma
3. Tripod
4. Laptop Axio core I 5
PRODUSER

SALIS SAFITRI
WASSALAMUALAIKUM...WR.WB

“ Undzur Ma Qola, Wa La Tandzur Man Qola ’’