Anda di halaman 1dari 48

Functional MRI ( fMRI)

Ni Ketut Sutariniasih
Functional Imaging
Pengertian
• f MRI : merupakan suatu maping dari
hemodinamik otak, yang di stimulasi oleh
gerakan tubuh seperti gerakan tangan,
gerakan mata, bicara, pendengaran.
Tergantung center mana yang di rangsang
supaya center di otak teraktivasi, setelah
senter di otak aktif baru di rekam.
f MRI
• Ada korelasi aktifitas otak dengan konsumsi O2
dari otak.
• O2 akan meningkat pada daerah yang
dirangsang, aliran darah meningkat.
• Darah membawa eritrosit ada hemoglobin
• Hemoglobin yang mengikat O2 di sebut
oxygenated (diamagnetik) MRI tidak ada signal.
• Hemoglobin sampai ke neuron menjadi
deoxygenated (paramagnetik) MRI signal
meningkat.
F MRI
• Dalam f MRI bukan oxygen yang diukur, tetapi
kadar dyoxyhemoglobin yang bersifat
paramagnetik yang menimbulkan MR signal.
Teknik f MRI
• BOLD ( Blood Oxygenation Level Dependent)
• Prinsip BOLD berdasarkan peningkatan aliran
darah di dlm pembuluh darah yang diikuti
aktivitas neuron di otak yang menjadi
deoxyhemoglobim (paramegnetik), MR signal.
Persiapan pemeriksaan
• Sebelum melakukan f MRI pasien harus
dilatih terlebih dahulu, jelaskan pada saat
scanning akan 2 jenis aktifitas yaitu saat rest/
diam dan aktifitas seperti mengerakan tangan,
mengucap, mendengar atau melihat
tergantung area mana yang akan di ukur.
Paradigm
• Umumnya didalam melakukan BOLD imaging,
diperlukan instruksi ke pasien.
• Instruksi harus difokuskan area yang akan di
ukur dari fungsi otak
• Contoh instruksi menggerakkan tangan dan
diam dalam waktu tertentu
• Instruksi ini disebut paradigm
BOLD teknik
• 1. Bicara/ Bahasa >>> broca, temporal
• 2. Mendengar >>>>>> temporal
• 3. Motorik >>>>>>>>> gyrus precentral
• 4. Visual/ penglihatan >>>> occipital
Bicara
• Rest
• Aktifitas: pasien disuruh menyebutkan fungsi
kata benda dalam bibir, mis pulpen u menulis,
tinta , dan seterusnya bisa di ulang sampai 6
jawaban.
• Rest
• Aktifitas... dan seterusnya
Mendengar
• Rest
• Aktifitas mendengarkan musik klasik
• Rest
• Aktifitas
Motorik
• Rest
• Aktifitas dengan menggerakkan tangan
• Rest
• Aktifitas
Visual
• Rest
• Aktivitas dengan melihat gambar melalui
proyektor.
• Rest
• Aktifitas
Metode pemeriksaan
• 1. Anatomy
• 2. f MRI ( rest, activity)
Protokol
• 1. Axial T2 W TSE
• 2. Sagital T1W 3D TFE
• 3. Axial FE EPI/ T2*W
T1W 3D gradient echo
• Ref anatomi untuk f MRI >>> dpt di gunakan
sbg underlay I view Bold
• Semua brain tercover
• TR/ TE : 7.4 / 3,4 ms
• FA :8
FE EPI >>> BOLD Imaging
• Heavy T2*W sequence, singleshot FFE scan
• Fast imaging mode EPI
• TR/ TE : 3000/ 35 ms
• Sl : 24
• Dynamic : 60
• Scan time : 3 m
Planning BOLD
Rest Activation
Motorik – finger tap
Auditory
Auditory stimulation

abnormal
Normal

Pasien dengan gangguan pendengaran di telinga kiri


Blood Oxygenation Level Dependent
Diffusion Tensor Imaging
( DTI )

Ni Ketut Sutariniasih
Diffusion
• MRI yang mendeteksi ( in vivo) atau dalam
kehidupan artinya mengukur difusi dari air
dalam jaringan otak.
• Difusi air sepanjang neuron ( dari central
sampai perifer).
• Aplikasi diffusion: DWI, DTI ( Traktography
yaitu pencitraan pada jalur)
DWI
• Pengukuran lokal suatu area random (
isotropic) >>> kualitatif mis infark acut
• Pengukuran ADC ( Apparent Diffusion
Coefficient)>>> kuantitatif ( jumlah sel) mis
abses ADC naik
• Normal ada pergerakan intra dan extra celuler
jadi jumlahnya sama
• Infark akan terjadi gangguan difusi tidak ada
aliran intra dan extra seluler
DTI
• Mendeteksi proton air sepanjang neuron (
fiber track) dan rute difusi tergantung dari
arah neuron
• Di otak ada ribuan tract fiber seperti network
yang saling berhubungan
• Pengukuran sepanjang neuron dari central
sampai ke cortek
• DTI pengukuran satu arah ( anisotropic
sampel)
Visual DTI
• Anatomi
• Local tensor information ( satu arah)
• Fiber tract ( ke semua arah)
DWI

Isotropic ADC
DWI ADC
Axial T2 Flair
Colorcoding direction

H
R F L

P
Optical tract
Axial T1 W post contrast
Axial T2 FLAIR
Sagital dan axial T1 W post contrast
. Corticospinal tract

. Sensory tract