Anda di halaman 1dari 20

STUNTING

PROGRAM GIZI
UPT PUSKESMAS KELING II
STUNTING TERLAMBAT 105 cm 125 cm 100
DIKENALI cm
(BARU DAPAT DILIHAT
SETELAH 2 TAHUN)

Usia 2
tahun Usia 4
2 bulan tahun
4 bulan
7 thn 7 thn 4 thn

Stunting:
• Dilihat berdasarkan Panjang Badan
per Umur (PB/U) atau Tinggi Badan
per Umur (TB/U). 2 2
• Nilai Z-score <-2,0
Batasan WHO STUNTING MENJADI
PERMASALAHAN BILA > 20%,

Balita Stunting (Tinggi Badan per Umur) :


▪ Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013,
prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2

▪ Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018,


prevalensi stunting di Indonesia menjadi 30,1 %▪

Hal ini berarti pertumbuhan yang tidak maksimal dialami


oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau 1 dari 3 anak
Indonesia mengalami stunting
▪ Lebih dari 1/3 anak berusia di bawah 5 tahun di Indonesia
tingginya berada di bawah rata-rata
APA ITU STUNTING?
Tenaga Kesehatan
Tinggi Badan/ umur (<2SD)
Kerangka Konsep Penyebab Stunting

GIZI
IBU
Kemiskinan Gagal Tumbuh Infeksi
masa Janin
Kestabilan
sosial politik Kekurangan Gizi CACAT
Mikro STUNTING
Meningkat-nya
paparan “pendek”
penyakit

Ketahanan Kekurangan Gizi


pangan rendah Makro WASTING
Meninggal
Akses
pelayanan
kurang Pemberian ASI
Infeksi
jelek
Bagaimana Menangani Stunting?
Penangan stunting dilakukan melalui
Intervensi Spesifik dan Intervensi
Sensitif pada sasaran 1.000 hari pertama
kehidupan seorang anak sampai
berusia 6 tahun.

Intervensi Gizi Spesifik


Intervensi yang ditujukan kepada ibu hamil dan
anak dalam 1.000 hari
pertama kehidupan
Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh sektor
kesehatan
Intervensi spesifik bersifat jangka pendek,
hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif
pendek
• Intervensi Gizi intervensi gizi spesifik
Sensitif
Idealnya dilakukan adalah masyarakat
melalui berbagai secara umum dan
kegiatan khusus ibu hamil dan
pembangunan diluar balita pada 1.000 Hari
sektor kesehatan dan PertamaKehidupan
berkontribusi pada (HPK)
70% Intervensi
Stunting.
intervensi gizi spesifik
7. Memberikan Pendidikan
1 Menyediakan dan Pengasuhan pada Orang
Memastikan Akses tua.
pada Air Bersih. 8. Memberikan Pendidikan
2 Menyediakan dan Memastikan Anak Usia Dini Universal.
Akses pada Sanitasi 9. Memberikan Pendidikan
3. Melakukan Fortifikasi Bahan Gizi Masyarakat.
Pangan. 10. Memberikan Edukasi
4. Menyediakan Akses kepada Kesehatan Seksual dan
Layanan Kesehatan dan Reproduksi, serta Gizi
KeluargaBerencana (KB). pada Remaja.
5. Menyediakan Jaminan 11. Menyediakan Bantuan
Kesehatan Nasional (JKN). dan Jaminan Sosial
6. Menyediakan Jaminan bagi Keluarga Miskin.
Kesehatan Nasional (JKN). 12. Meningkatkan Ketahanan
Pangan dan Gizi.
Gambaran Status Gizi Balita
Kabupaten Jepara Th. 2018

30

25

20 15.91
15 Series 2
13.19 Series 1
10 9.3
5 11.09
3.84 4.39
0
BB/U TB/U (Stunting) 27 % BB/TB (wasting )13,69
(underweight)17,93 %
BALITA STUNTING

Stunting
40.00

35.00

30.00 27.78

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

0.00
BALITA WASTING

Wasting
18.00

16.00 15.23

14.00

12.00

10.00

8.00

6.00

4.00

2.00

0.00
BALITA UNDERWEIGHT

Underweight
17.74
18.00

16.00

14.00

12.00

10.00

8.00

6.00

4.00

2.00

0.00
Klasifikasi Tingkat Keparahan Masalah
Gizi
PREVALENSI
Klasifikasi Stunting Wasting Underweight
RENDAH < 20 <5 < 10
SEDANG 20 - 29 5-9 10 -19
TINGGI 30 -39 10 -14 20 -29
SANGAT TINGGI > 40 > 15 > 30
Kesimpulan :
Kab Jepara 27% Sedang 13,69 % Tinggi 17,03 Sedang
TERIMA
KASIH