Anda di halaman 1dari 36

Kerangka umum Pedoman program

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)

Oleh
UPKRS
RSUD CILACAP
Sistematika
• Konsep Promosi Kesehatan Rumah
Sakit
• Peran PKRS dalam akreditasi
Nasional Versi 2012 - JCI
Dasar Hukum

• UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


• UU RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
• Permenkes No.004 Th 2012 tentang Petunjuk
Teknis Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Perbedaan PKRS, Marketing & Humas

Promosi Kesehatan Pemasaran Humas


Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit

Pasien dan klien RS serta Tersedianya pelayanan Tersebarnya informasi


masyarakat tahu, mau dan kesehatan yang layak tentang seluk beluk
mampu ber-PHBS untuk "dijual" dengan harga yang rumahsakit & diperoleh
menangani masalah- dapat dijangkau isu/umpan balik dari
masalah kesehatan masyarakat masyarakat

Lingkungan rumah sakit


Tumbuhnya permintaan Dapat disampaikannya
aman, nyaman, bersih dan
(demand) akan pelayanan respon terhadap isu-isu
sehat, kondusif untuk
yang "dijual" rumah sakit
PHBS
Tupoksi
Upaya RS untuk meningkatkan
kemampuan pasien, keluarga dan
masyarakat di RS, agar dapat mandiri
dalam:
Mempercepat kesembuhan
Rehabilitasi,
Mencegah masalah-masalah
kesehatan
TUJUAN PKRS
Terciptanya RS ber-PHBS.
– Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku
masyarakat rumah sakit dalam Ber-PHBS
– Meningkatnya pemeliharaan lingkungan RS
– Termanfaatkannya dengan baik semua pelayanan yang
disediakan RS

6
Tuntutan Pekerjaan
• Sensitif Skill utama:
• Public speaking
• Komunikatif
• Kesehatan Masyarakat
• Pro-aktif • Mengembangkan dan
• Cerdas, Jujur mengelola networking
• Dinamis • Lobby dan negosiasi
• Menulis (berita, laporan, dsb.)
• Percaya diri • Penguasaan teknologi
• Berpenampilan menarik informasi (pengelolaan
website, jejaring sosial,
termasuk di sini pengelolaan
database)
Peran PKRS: Informasi & Edukasi Kesehatan
Masyarakat
• Customer service, edukasi dan informasi layanan
kesehatan
• Membantu pasien & keluarga dalam proses
penyembuhan
• memberikan pemahaman pasien & keluarga
terhadap masalah kesehatannya
• Memberdayakan pasien & keluarga untuk meningkat
kesehatan secara mandiri
Prinsip PKRS
• Membantu pasien & keluarga
dalam proses penyembuhan
• memberikan pemahaman pasien
& keluarga terhadap masalah
kesehatannya
• Memberdayakan pasien &
keluarga untuk meningkat
kesehatan secara mandiri
Isu Strategis PKRS

Sebagian besar Rumah Sakit belum


• Menjadikan PKRS sebagai salah satu kebijakan upaya
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
• Memenuhi hak pasien untuk mendapatkan informasi
tentang pencegahan dan pengobatan yang berhubungan
dengan penyakitnya
• Mewujudkan tempat kerja yang aman, bersih dan sehat
• Menggalang kemitran untuk meningkatkan upaya pelayanan
yang bersifat preventif dan promotif
STRATEGI PKRS
GERAKAN
PEMBER- MASY. RS
K DAYAAN
E
M
P
I
T
BINA KETER- K
SUASANA LIBATAN
R R
A
A S
N
DUKUNG-
ADVOCACY AN
Manfaat
BAGI PASIEN
1. Mengembangkan
perilaku sehat (healthy
behavior)

2. Mengembangkan
perilaku pemanfaatan
fasilitas kesehatan
(health seeking behavior)
BAGI KELUARGA
1. Membantu mempercepat proses penyembuhan
pasien
2. Keluarga tidak terserang atau tertular penyakit
3. Membantu agar tidak menularkan penyakitnya ke
orang lain
BAGI RUMAH SAKIT
1. Meningkatkan mutu pelayanan
2. Meningkatkan Citra
3. Length of Stay (LOS)
PERAN PKRS DALAM AKREDITASI
NASIONAL VERSI 2012 - JCI
KERANGKA KONSEP DIT BUK RUJUKAN
OUTCOME OUTPUT KEGIATAN

Pembinaan Sistem Rujukan

Peningkatan program
1. Kegiatan
Peningkatan akses &
mutu pelayanan MDG’s terkait tupoksi
kesehatan Rujukan di 2. Kegiatan
Peningkatan Mutu Yankes
Fasyankes prioritas
Pengembangan Yan 3. Dukungan pada
Spesialistik dan Sub
Spesialistik daerah
4. Dekon
PRIORITAS KEMENKES
1. Dinkes
kab/kota/prov 1. Upaya Promotif-Preventif untuk PM &
PTM
2. Rumah Sakit
3. Saryankes lain 2. Peningkatan akses masyarakat untuk
4. Masyarakat yankes (IGD, ICU dan Kelas 3)
1. NSPK
3. Pemenuhan kebutuhan SDM di DTPK
2. Sos/adv/desiminasi
dan DBK
3. Bintek /pendamoingan
4. Peningkatan penggunaan IT di segala 4. Dukungan
aspek yankes
5. Fasilitasi
5. Manajemen yang bersih, akurat,
efektif dan efisien.
16
RPJMN & RENSTRA 
KEMENKES

Permasalahan & Tantangan


dalam RPJMN dan Renstra

Masih rendahnya akses masyarakat ke fasyankes

Tantangan :
Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan
kesehatan masyarakat.
DASAR HUKUM

1. Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran


2. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
4. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah
Propinsi & Pemda Kab/Kota.
5. Kepmenkes No. 922 Tahun 2008 tentang Pedoman Teknis
Pembagian Urusan Pemerintah, antara Pemerintah, Propinsi dan
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
6. Permenkes No. 147 Tahun 2010 tentang Perizinan Rumah Sakit
7. Permenkes No. 340 Tahun 2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit
8. Kepmenkes no 1114 tahun 2005 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Promosi Kesehatan di daerah .
9. Permenkes no 004/ tahun 2012 Tentang Petunjuk Teknis PKRS
UU NO. 44 : RUMAH SAKIT

Pasal 40

1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan RS wajib dilakukan


akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali
2) Akreditasi RS sebagaimana dimaksud pd ayat (1) dilakukan oleh
suatu lembaga independen baik dari dalam/luar negeri
berdasarkan standar akreditasi yg berlaku

3) Lembaga independen sbgmana dimaksud pd ayat (2) ditetapkan


oleh Menteri

4) Ketentuan lebih lanjut mengenai akreditasi RS sebagaimana


dimaksud pada ayat (1), & ayat (2) diatur dgn Peraturan Menteri
PERPANJANGAN PENINGKATAN
RS IZIN KELAS

STUDI KELAYAKAN &


TATA RUANG AKREDITASI
(Pelayanan bermutu - Kemkes)

IZIN MENDIRIKAN
(2 thn–Pemda Prop/Kab/Kota) MEMENUHI STANDAR INPUT,
PROSES, OUTPUT/OUTCOME

MEMENUHI STANDAR INPUT


(blm dpt memenuhi semuanya)
REGISTRASI
(Pencatatan resmi - Kemkes)
IZIN OPERASIONAL SEMENTARA
(1 thn – Pemda Prop/Kab/Kota)
IZIN OPERASIONAL TETAP
(5 thn – Pemda/Kab/Kota)
PENETAPAN KELAS
(pengelompokan RS berdasarkan
Fas & kmampuan yan - Kemkes)
HARAPAN
DI BIDANG PERUMAHSAKITAN

RS di Masa
Mendatang
• Kualitas layanan/mutu
• Lebih peka pada kebutuhan
masyarakat
• Patien Safety Oriented
• Kompetitif
Memberikan • Menyediakan layanan baru RS Berkelas
Yanmed Prima sesuai perkembangan iptek Dunia
• Lebih efektif
• Tarif lebih terjangkau
• Menciptakan kepuasan
pasien , provider , masy

21
AKREDITASI
RUMAH SAKIT

adalah suatu pengakuan ya


ng
diberikan pada Rumah Sak
it karena
telah memenuhi standar ya
ng
ditentukan
PELAKSANA
AKREDITASI RS DI INDONESIA

KOMISI
KOMISI AKREDITASI
AKREDITASI RS
RS (KARS)
(KARS)
adalah
adalah suatu
suatu Komisi
Komisi yang
yang dibentuk
dibentuk oleh
oleh
Menteri
Menteri Kesehatan
Kesehatan untuk
untuk membantu
membantu
Kementerian
Kementerian Kesehatan
Kesehatan
dalam
dalam pelaksanaan
pelaksanaan teknis
teknis akreditasi
akreditasi
dan
dan bekerja
bekerja secara
secara independent
independent (surveior)
(surveior)
PENYELENGGARAAN
AKREDITASI RS

BIMBINGAN PELAKSANAAN PENDAMPINGAN


PRA SURVEY PASCA
AKREDITASI AKREDITASI AKREDITASI

Penetapan Status
Akreditasi dengan
SK Ketua KARS &
diketahui oleh
Dirjen BUK a.n
MENKES
AKREDITASI DI INDONESIA

AKREDITASI AKREDITASI AKREDITASI


NASIONAL NASIONAL
INTERNASIONA
2007 2012
L
STANDAR AKREDITASI NASIONAL 2007

5 12 16

1. Admin & manaj


1. Admin & manaj 2. Yan Medis
1. Admin & manaj 2. Yan Medis 3. Gawat Darutat
2. Yan Medis 3. Gawat Darurat 4. Keperawatan
3. Gawat Darurat 4. Keperawatan 5. Rekam Medis
4. Keperawatan 5. Rekam Medis 6. Kamar Operasi
5. Rekam Medis 6. Kamar Operasi 7. Laboratorium
7. Laboratorium 8. Radiologi
9. Yan Risti
8. Radiologi 10. Pengendalian
9. Yan Risti Infeksi
10. Dalin 11. Farmasi
11. Farmasi 12. K-3
12. K-3 13. Rehabilitasi Medis
14. Yan intensif
15. Yan gizi
16. Yan darah
STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT
VERSI 2012

SASARAN I: SASARAN II:


Kelompok Standar Pelayanan Kelompok Standar
berfokus pada pasien Manajemen Rumah Sakit

STANDAR
AKREDITASI
RUMAH
SAKIT
SASARAN IV : SASARAN III:
MILLENIUM Sasaran Keselamatan
DEVELOPMENT GOALS (3 Pasien RS
bab)
SASARAN MDG’s

Sasaran I:
Penurunan angka kematian
bayi & peningkatan kesehatan
ibu
Sasaran III: Penurunan
angka kesakitan TB (6
bab)
MDG’s

Sasaran II:
Penurunan angka kesakitan
HIV/AIDS (6 bab)
KEDEPAN

Akreditasi di Indonesia akan


dikembangkan menjadi akreditasi
menuju standar internasional

 Standar Akreditasi mengacu kpd


standar JCI
 KARS terakreditasi oleh ISQua
STRATEGI
PENINGKATAN AKREDITASI
MENUJU STANDAR INTERNASIONAL

1 2 3
Penyusunan
Penyusunan TOT untuk surveior
Instrumen Akreditasi
Standar Akreditasi dengan Standar RS menuju standar
RS menuju standar Internasional (JCI) internasional di +
Internasional program prioritas
(MDG’s)
HASIL PENILAIAN
AKREDITASI BARU NASIONAL

PARIPURNA

UTAMA
MADYA
DASAR
STANDAR AKREDITASI RS INTERNASIONAL

SasaranKelompok
I: Standar Sasaran II : Kelompok Standar
Pelayanan berfokus pada pasien Manajemen Rumah Sakit

Standar
Akreditasi
RS
internasional

Sasaran III:
Sasaran
Keselamatan
Pasien RS
PERAN PROMOSI KESEHATAN

STRATEGI KEMENKES
RUANG
RUANG LINGKUP
LINGKUP
1. Meningkatkan
PROMOSI
PROMOSI KESEHATAN
KESEHATAN
pemberdayaan
masyarakat,
2. Meningkatkan
1.
1. Meningkatkan
Meningkatkan
pelayanan kesehatan kemampuan
kemampuan
individu
individu dan
dan
3. Meningkatkan masyarakat
masyarakat
pembiayaan
pembangunan 2.
2. Memperkuat
Memperkuat
gerakan
gerakan
kesehatan, masyarakat
masyarakat VISI DAN
4. Meningkatkan 3.
3. Menciptakan
Menciptakan MISI
pengembangan dan lingkungan
lingkungan yang
yang
pemberdayaan SDM kondusif
kondusif
kesehatan 4.
4.
Mengembangka
Mengembangka
5. Meningkatkan n
n Kebijakan
Kebijakan
ketersediaan, yang
yang
pemerataan, dan berwawasan
berwawasan
sehat
sehat
keterjangkauan obat
dan alat kesehatan 5.
5. Mereorientasi
Mereorientasi
pelayanan
pelayanan
6. Meningkatkan kesehatan
kesehatan
manajemen kesehatan
Tatanan
Pendekatan Promosi Kesehatan
1 Tatanan Administrasi Pemerintah

2 Institusi Pendidikan

3 Istitusi Pelayanan Kesehatan

4 Tempat-tempat Kerja

5 Tempat-tempat umum

6 Keluarga / Rumah Tangga


Contoh format pendidikan kesehatan
terintegrasi
TERIMA KASIH