Anda di halaman 1dari 7

Oleh : Hana Safitri Latif

15/379429/HK/20427
Menurut PP 61 Tahun 2014, Aborsi
diperbolehkan Apabila :
 Aborsi itu legal apbaila yang
bersangkutan telah mengalami
kedararutan medis.
 Aborsi itu perlu dilakukan bagi
korban pemerkosaan dengan
catatan kehamilan maksimal
memasuki usia 40 Minggu
terhitung sejak hari terkahir haid
 Aborsi sendiri dianggap sebagai
bagian dari Kesehatan Reproduksi
UU Nomor 36
tahun 2009 • Bagian Keenam Tentang Kesehatan
Reproduksi

PP Nomor 61 Tahun 2014 BAB IV Indikasi Kedaruratan Medis dan


Tentang Kesehatan Perkosaan Sebagai Penggecualian Atas
Reproduksi Larangan Aborsi
• Dapat dilakukannya Aborsi
Pasal 31
Pasal 32 • Indikasi Medis

Pasal 34 • Indikasi Perkosaan

• Penyelenggaraan Aborsi
Pasal 35
PRO
 Korban perkosaan berhak memilih
jalan hidupnya dan anak yang
dikandungnya
 Menjamin kepastian hukum korban
perkosaan
 Perempuan memiliki hak untuk
dirinya sendiri.
KONTRA
 Bertentangan dengan norma
agama
 Bertentangan dengan hak hidup
 Masyarakat bekum siap dengan
aborsi dilegalkan
 Dengan timbulnya pro kontra
dilegalkannya aborsi dengan
ketentuan khusus, pemerintah
perlu memperbanyak sosialisasi
dan edukasi kepada masyarakat
agar kebijakan ini dapat diterapkan
dengan baik dan benar.