Anda di halaman 1dari 179

Teori Evolusi

Dosen Pengampu:
Drs. Arwin Achmad, M.Si

Program Studi Pendidikan


Biologi
Jurusan PMIPA
FKIP Uiversitas Lampung
2016
Tata Tertib:
• Perkuliahan:
a. Tidak boleh terlambat setelah
perkuliahan dimulai
b. Berpakaian rapi, bahan pakaian
bukan jin, tidak pakai T-shirt,
tidak berpakaian ketat, tidak pakai
sandal, tidak berambut panjang
(laki-laki).
c. Tidak ribut, tidak merokok/makan.
Tata Tertib lanjutan….
 Ujian:
a. Mengikuti perkuliahan minimal 80%
b. Tidak mencontek
c. Tidak Bekerja sama
d. Tidak melakukan keributan
e. Sanksi butir b dan c nilai E
Tata Tertib lanjutan….
• Ujian:
a. Mengikuti perkuliahan minimal 80%
b. Tidak mencontek
c. Tidak Bekerja sama
d. Tidak melakukan keributan
e. Sanksi butir b dan c nilai E
 Penilaian

1. Ujian
a) UTS (25%)
b) UAS (25%)
2. Tugas:
a) Makalah (15%)
b) Presentasi makalah (25%)
3. Partisipasi (10%)
Bahasan

1. Teori evolusi pra-Darwin,


2. Mekanisme evolusi,
3. Variasi genetik dan seleksi alam,
4. Spesiasi
5. Evolusi primata,
6. Evolusi di masa dan pasca Darwin.
Asal Mula Istilah Evolusi

• Herbert Spencer
Ahli filsafat dari Inggris yang pertama kali
menggunakan istilah evolusi. Menurut Spencer,
konsep evolusi yang dimaksud adalah berkaitan
dengan suatu perkembangan ciri atau sifat dari
waktu ke waktu melalui perubahan bertingkat.
Pengertian tersebut tampak tidak terkait dengan
kajian biologi, dan pada perkembangannya istilah
tersebut tenggelam bersamaan dengan
perkembangan pemikiran ahli filsafat yang lain
Teori Evolusi

Evolusi (Latin):
•Berarti terbukanya sebuah gulungan

• Pengertian awal: menggambarkan proses


perkembangan suatu organisme dari
bentuk awal yang belum sempurna
menuju ke bentuk dewasa
Pengertian dimasa kini:
• Evolusi adalah proses perubahan
adaptif yang berkembang melalui
banyak generasi.

• Evolusi merupakan suatu proses


yang berlangsung dengan sangat
lambat dan lama
Pengertian lanjutan…
• Perubahan pada sifat-sifat terwariskan
suatu populasi organisme dari satu
generasi ke generasi berikutnya

• Perubahan frekuensi alel dari suatu


populasi persatuan waktu
Pengertian lanjutan….

• Proses perubahan makhluk hidup


secara lambat dalam waktu yang
sangat lama, sehingga berkembang
menjadi berbagai spesies baru yang
lebih lengkap struktur tubuhnya.
Pembagian evolusi
• Evolusi Biologi atau organik yaitu
evolusi yang dialami oleh tumbuhan,
hewan, dan manusia

• Evolusi Fisik atau anorganik yaitu


evolusi yang dialami oleh bumi,
bintang, dan planet-planet baik
secara kimia maupun fisika.
Evolusi Biologi
• Proses perubahan pada organisme
yang berlangsung dari generasi ke
generasi dengan sangat lambat dan
lama yang antara lain menjadi faktor
penyebab terjadinya keanekaragam-
an organisme (munculnya spesies
baru = spesiasi)
Perubahan Biologis:
• Perubahan dalam kromosom
• Perubahan dalam gen
• Rekombinasi dari berbagai mutasi yang
menghasilkan keanekaragaman individu

• Tugas 1: buatlah bahasan tentang 3 hal


tesebut.
Perubahan lanjutan…
• Semua organisme berasal dari
moyang yang sama, oleh karena
pengaruh kondisi yang berbeda,
maka spesies mengalami mutasi
gen, perubahan jumlah dan struktur
kromosom, seleksi alam, dan isolasi
reproduksi, sehingga terbentuk
spesies-spesies baru.
Mekanisme Evolusi

1. Seleksi alam
2. Bias genetik
3. Mutasi
4. Gen flow

• Tugas 2: buatlah bahasan tentang 4


hal tesebut.
Perubahan lanjutan…
• Akibat dari Evolusi:
a. differensiasi pada organisme
b. peningkatan kompleksitas struktur
dan fungsi organ atau sistem organ
c. spesies survive (evolusi progresif)
d. spesies extinct (evolusi reprogresif
atau retrogresif)
Evolusi dari Evolusi
• Parminedes:
Keanekaragaman dan perubahan
organisme yang telah teramati sejak
lama hanya suatu ilusi

• Heraclitus:
Organisme dalam perjalanan hidup-
nya selalu mengalami proses yang
konstan. Contonya???
Evolusi lanjutan…
• Anaximander dan Thales:

Manusia berasal dari jenis makhluk


yang menyerupai ikan, makhluk
hidup pada awalnya muncul dari air
Evolusi lanjutan…
• Empedocles:
Alam semesta berada dalam keadaan per-
kembangan yang mempengaruhi baik
organisme maupun benda-benda mati.

Manusia dan hewan berasal dari bagian-ba-


gian kepala, badan, dan tangan yang terpi-
sah-pisah, yang pada organisme tertentu ke-
tiganya tumbuh menjadi satu, sedangkan pa-
da yang lainnya hanya kepala dan badannya
yang tumbuh. Contoh???
Evolusi lanjutan…
• Paham Autogenesis:
Proses evolusi terjadi karena ada
dorongan dari dalam yang lebih
menentukan, lingkungan tidak
berpengaruh.

• Paham Finalisme atau Telefinalisme:


Proses perubahan organisme sampai
mencapai suatu bentuk akhir, karena ada
kekuatan transenden.
Evolusi lanjutan…
• Paham Orthogenesis, Nomogenesis,
dan Aristogenesis:

Organisme berubah secara evolutif,


sedangkan yang menentukan perubah-
an itu adalah germ plasma.
Evolusi lanjutan…
• Paham Orthogenesis:
Perkembangan organisme terjadi pada
garis lurus atau terjadi perkembangan
yang makin besar, makin bervariasi,
namun bertitik tolak dari yang sudah ada.

Contoh: variasi cangkang ammonit,


volume otak antar organisme, kepunahan
megaloceros.
Evolusi lanjutan…
• Paham Nomogenesis:
Perkembangan organisme hanya berlang-
sung sesuai dengan aturan tertentu,
sehingga untuk setiap makhluk ada aturan
yang mengikat.

• Paham Aristogenesis:
Perkembangan yang terjadi pada organis-
me adalah perubahan yang menuju ke
arah yang lebih baik.
Evolusi lanjutan…
• Aristoteles:
Setiap bentuk kehidupan memiliki
kedudukannya pada tangga alam,
pada bagian dasar terdapat benda-
benda mati, lalu organisme tingkat
rendah, lalu ikan, burung, mamalia.
Manusia menempati anak tangga
paling puncak.
Evolusi lanjutan…
• Carl von Linne (Linnaeus):
Setiap organisme mempunyai struktur
dan fungsi yang ideal, mempunyai
peranan dalam keseimbangan alam,
sebagai rangkaian tangga kehidupan,
dan organisme tersebut diciptakan
dan konstan.
Evolusi lanjutan…
• Linnaeus dan Bonnet:
Semua organisme mengalami “proses
pembentukan”, melalui rantai panjang
yang tak terputus, tak tersisipi. Rantai
tersebut bermula dari mineral, yang
selanjutnya berkembang menjadi
bentuk yang makin kompleks seperti
koral, polip, tumbuhan, invertebrata,
mamalia, kera, lalu menuju manusia.
Evolusi lanjutan…
• George Louis Leclerec (Comte de Buffon): Perubahan
secara evolusi dipengaruhi oleh faktor:
a. lingkungan
b. migrasi
c. isolasi geografis
d. kelimpahan populasi
e. perjuangan untuk mempertahankan hidup

• Proses evolusi berlandaskan kepada diwariskannya


sifat-sifat yang diperoleh (acquired character)
Evolusi lanjutan…
• Erasmus Darwin
Kehidupan bermula dari asal mula yang sama dan
respons fungsional akan diwariskan pada
keturunannya, tidak seperti moyangnya
• George Cuvier
Pencetus Paleontologi dan pendukung teori special
creation. Dari fosilnya diketahui bahwa hewan di
masa lalu sangat berbeda dengan hewan pada
jamannya. Dari teori Catastrofisme “Tuhan telah
menghancurkan bumi berkali-kali, setiap kali mata
rantai makhluk hidup diciptakan dan pada saat itu
pula bentuk baru yang lebih disesuaikan dengan
alam sekelilingnya.
Evolusi lanjutan…
• Jean Baptiste de Lamarck
Pendukung teori acquired character (contoh
evolusi leher jerapah), yaitu:
a. lingkungan menyebabkan kebutuhan
beberapa struktur tertentu pada organisme
b. organisme mencoba memenuhi kebutuhan
tersebut
c. sebagai respons terhadap usaha itu, struktur
dari organisme berubah
d. perubahan struktur pada organisme ini,
diturunkan kepada generasi berikutnya
Konklusi Teori Lamarck

• Terbentuknya organ baru pada organisme terjadi akibat


kebutuhan (ular: bulat, panjang, tidak berkaki, diperlukan
untuk bergerak di tempat yang sempit)
• Organ yang sering digunakan akan berkembang dan
bertambah kuat daripada organ yang tidak digunakan.
Organ yang tidak digunakan lama kelamaan akan
mereduksi atau lenyap (hukum use and disuse)
• Karakter yang diperoleh selama hidupnya akan
diwariskan kepada anaknya (jerapah berleher panjang
berasal dari jerapah berleher pendek)
• Jadi adaptasi adalah faktor penyebab terjadinya evolusi
Evolusi lanjutan…
• Charles Lyell
Mempopulerkan teori Uniformitarian,
“kekuatan-kekuatan yang memben-
tuk dunia sekarang, sama dengan
yang membentuk dunia dimasa lalu.
Fosil yang berada di dalam strata
merupakan bagian kecil dari spesies
hidup”.
Evolusi lanjutan…
• Thomas Aquinas
Pada mulanya makhluk hidup diciptakan,
untuk selanjutnya ia mengalami evolusi.

• Robert Malthus
Kenaikan produksi pangan seperti deret
hitung, sedangkan pertambahan penduduk
seperti deret ukur.
Evolusi lanjutan…
• Leibnitz
Antara spesies yang satu dengan spesies
yang lain ada spesies penyambung, yaitu
spesies peralihan (hukum kesinambungan).

• Leonardo da Vinci
Menemukan fosil-fosil kerang di pegunung-
an, dan berkesimpulan bahwa bagian darat-
an tersebut dulunya adalah lautan.
Konteks historis Teori Evolusi
Evolusi lanjutan…
• G. Sermonti dan R. Fondi
Biologi tidak akan mendapatkan manfaat
apapun dari Lamarck, Darwin, dan para
Darwinisme modern, sebaliknya biologi
harus dikeluarkan dari lorong buntu mitos
evolusioner.

• Martin Lings
Haruskah sains supaya jujur pada dirinya
sendiri tetap mempertahankan teori
evolusi?
Evolusi lanjutan…
• W.R. Thompson
Varietas tumbuhan dan hewan peliharaan
adalah hasil mutasi. Tetapi bentuk-bentuk
tersebut pasti tersisih di alam. Hal ini
sebagian disebabkan oleh fakta bahwa
mutasi tidak bersifat adaptif, dan
umumnya tidak berguna, detrimental,
atau letal.

• P. Lemoine
Evolusi adalah semacam dogma, yang
tidak lagi diyakini oleh imamnya, tetapi
tetap dijaga demi umatnya.
Evolusi lanjutan…
• D. Dewar dan S.G. de Beer
Bentuk transisi yang dibutuhkan oleh
evolusi tidak akan pernah muncul.

• C. Caullery
Alam akan memberi kita spesies yang
konstan dan tidak berubah yang suatu
masa akan mati dan punah.
Evolusi lanjutan…
• Y. Delage
Tidak pernah diketahui ada spesies yang
melahirkan spesies lain, dan tidak ada
bukti bahwa hal itu pernah terjadi.

• J. Piveteau
Evolusi tidak dapat menerima teori lain
yang berusaha menjelaskan evolusi.
Evolusi lanjutan…
• J. Challinor
Catatan fosil tidak sepenuhnya mendukung
evolusi, bahkan menguatkan adanya
penciptaan yang terpisah dan independen.

• J. Rostand
Saya percaya—karena tidak bisa berbuat
lain, mamalia berasal dari kadal, dan kadal
dari ikan ……, tetapi saya lebih suka me-
ninggalkan asal metamorfosis yang tak je-
las ini dari pada menambah interpretasi
konyol pada kemustahilannya.
Evolusi lanjutan…

• Harun Yahya (Adnan Oktar)


Seleksi alam tidak mampu menambahkan
organ baru pada mahluk hidup, mengha-
silkan organ, atau mengubah makhluk
hidup menjadi spesies lain. Hal ini
sungguh bertentangan dengan khayalan
evolusionis.
Teori Evolusi Darwin
• Makhluk hidup dimasa sekarang adalah keturun-
an dengan mengalami perubahan bertahap dari
moyang yang tidak menyerupai. Seleksi alam
adalah faktor yang menentukan arah perubahan
sekaligus sebagai faktor penuntun.

• Gagasan Darwin tentang evolusi ditandai dengan


tiga observasi dan dua kesimpulan sebagai
berikut:

• Obs. : bila tidak ada tekanan dari lingkungan,


makhluk hidup cenderung memperbanyak diri
seperti deret ukur.
Teori lanjutan…

• Obs.: dalam kondisi lapangan, meskipun anggota


populasi sering berubah dalam jangka waktu yang
panjang, namun besar populasi tetap.

• Kes.: tidak semua telur dan sperma dapat menjadi


zigot, tidak semua zigot dapat menjadi dewasa, ber
tahan dan mengadakan reproduksi, dan untuk
bertahan hidup diperlukan perjuangan.
Teori lanjutan…
• Obs.: tidak semua anggota suatu spesies adalah
sama, jadi ada variasi.

• Kes.: dalam perjuangan hidup, varian yang baik


akan menikmati hasil kompetisi terhadap varian
lain, lalu berkembang menjadi lebih banyak dan
mempunyai keturunan secara proporsional.

• Jadi seleksi alam dan variasi genetik merupakan


faktor penyebab terjadinya evolusi.
Seleksi Alam
• Ernst Mayr menguraikan teori seleksi alam dari
lima observasi dan tiga kesimpulan:

Obs. 1: semua spesies memiliki potensi fertilitas


yang besar sehingga jumlah populasi akan
meningkat secara eksponensial jika semua
individu yang dilahirkan berhasil bereproduksi
dengan baik.

Obs. 2: populasi cenderung menjadi stabil dalam


jumlah, kecuali ada fluktuasi musiman.
Seleksi lanjutan…
Obs. 3:
sumber daya lingkungan adalah terbatas.

Kes. 1:
produksi individu yang lebih banyak
dibandingkan yang dapat didukung oleh
lingkungan akan mengakibatkan adanya
persaingan untuk mempertahankan
keberadaan individu di dalam populasi itu,
sehingga hanya sebagian keturunan yang
dapat bertahan hidup setiap generasi.
Seleksi lanjutan…
Obs. 4:
individu-individu dalam suatu populasi
sangat jauh berbeda dalam hal ciri-ciri
khasnya, tidak akan ada dua individu yang
persis sama.

Obs. 5:
banyak di antara variasi tersebut dapat
diturunkan.
Seleksi lanjutan…

Kes. 2:
kelangsungan hidup dalam memperjuangkan untuk
mempertahankan hidup tidak terjadi secara acak,
tetapi bergantung sebagian pada susunan sifat yang
terwarisi dari individu yang bertahan hidup. Individu
yang mewarisi sifat-sifat baik yang membuat
individu tersebut cocok dengan lingkungannya,
besar kemungkinan akan menghasilkan lebih
banyak keturunan dibandingkan dengan individu
yang kurang cocok sifatnya dengan lingkungan.
Seleksi lanjutan…

Kes. 3:
kemampuan individu untuk bertahan
hidup dan bereproduksi yang tidak sama
ini akan mengakibatkan suatu perubahan
secara bertahap dalam suatu populasi,
dan sifat-sifat menguntungkan akan
berakumulasi sepanjang generasi.
Ringkasan Teori Seleksi Alam
• Seleksi alam adalah keberhasilan yang
berbeda dalam reproduksi (kemampuan
individu yang tidak sama dalam bereproduksi
dan bertahan hidup).
• Seleksi alam terjadi melalui suatu interaksi
antara lingkungan dan keanekaragaman
yang melekat diantara individu yang
menyusun suatu populasi.
• Produk seleksi alam adalah adaptasi po-
pulasi organisme dengan lingkungannya.
Observasi Teori Seleksi Alam
• Semua organisme menunjukkan variasi individu
(Darwin).
• Variasi biasanya berhubungan begitu rupa
dengan lingkungannya (Lamarck).
• Semua populasi organisme yang beragam,
cenderung melibihi persediaan makanannya
(Malthus).
• Organisme berubah bentuk sejalan dengan
perubahan waktu (Studi fosil).
• Bumi merupakan objek kekuatan uniformitarian
(Lyell).
Konklusi Teori Seleksi Alam
• Alam semesta menseleksi untuk cadangan,
variasi individu yang sudah sangat cocok dengan
lingkungannya.

• Karena lingkungan yang selalu berubah, maka


begitu pula organisme yang hidup di dalamnya.

• Individu-individu yang paling cocok dengan


lingkungannya akan membuahkan keturunan
yang lebih banyak. Keturunan tersebut adalah
yang tercocok.
Seleksi Buatan
Ciri Proses Evolusi

• Evolusi adalah perubahan dalam populasi,


bukan hanya dalam satu atau beberapa individu.
• Dalam evolusi terdapat faktor stabilitas, sehing-
ga sebagian ciri tidak berubah.
• Peristiwa evolusi memerlukan bias genetik, jadi
ada faktor perubahan dalam evolusi.
• Perubahan secara evolusi tidak mencakup se-
mua sifat yang ada. Evolusi adalah perubahan
yang selektif dengan faktor lingkungan yang
mengarahkan seleksi tersebut, jadi dalam
evolusi ada faktor pengarah.
Pemikiran Evolusi
• Sebelum masa Darwin

☻bumi merupakan pusat dari alam semesta


yang diatur oleh Yang Maha Kuasa.
☻bumi masih muda dan statis, kecuali dalam
masa-masa campur tangan Yang Kuasa,
spesies tidak berubah.
☻gradasi spesies terjadi karena bagian dari
pelajaran mulia dari sang Pencipta.
Pemikiran lanjutan…
• Pada masa Darwin

☻bumi merupakan satu dari sekian banyak planet


yang mengelilingi matahari dan mengikuti
hukum mekanis.
☻bumi tua dan berubah melalui kekuatan
uniformitarian yang perlahan, yang selalu
membentuk bumi kembali. Spesies berubah
sejalan dengan waktu.
☻gradasi spesies terjadi melalui proses alamiah.
Evolusi Populasi
• Dasar Evolusi
Evolusi terjadi karena ada variasi genetik dan
seleksi alam.
• Evolusi adalah perubahan susunan genetik
pada juriat yang berurutan, maka perlu berpaling
kepada genetika populasi, yang merujuk kepada
“gene pool”.
• Gene pool adalah total frekuensi setiap macam
gen atau ratio alel gen tersebut pada periode
tertentu dari populasi itu (dapat diketahui
dengan rumus G.H. Hardy-W. Wienberg).
Evolusi lanjutan…
• Perubahan frekuensi gen atau alel menjadi
faktor penyebab “mikroevolusi”.
• Mikroevolusi yaitu perubahan kumpulan gen dari
suatu populasi selama beberapa generasi. Hal
ini menjadi penyebab “makroevolusi”.
• Makroevolusi yaitu perubahan evolusioner
dalam skala besar, yang mencakup asal muasal
rancang baru, trend evolusi, radiasi adaptif, dan
kepunahan masal. Menjadi dasar spesiasi.
Evolusi lanjutan…

• Variasi genetik terjadi di dalam dan antarpopulasi,


dan menjadi dasar dari seleksi alam.
• Pengaruh seleksi alam pada berbagai karakter
dapat bersifat menstabilkan, mengarahkan, atau
menganekaragamkan, tetapi tidak dapat mem-
bentuk organisme sempurna.
Evolusi lanjutan…
• Rumus Hardy-Wienberg
Didalam kondisi tertentu, frekuensi gen dan
genotif, akan tetap sama dari suatu generasi ke
generasi yang lain dalam populasi yang
berkembang biak secara seksual.

• Rumus:
(p + q)2 = 1 atau
p2 + 2pq + q2 = 1
Latihan…
Dari 10.000 orang peduduk kecamatan
Natar, diketahui ada 36 orang menderita
Albino.
Tentukan:
a. Berapa frekuensi alel A dan a
b. Dari yang normal, berapa yang
bersifat homozigot dan berapa yang
heterozigot.
Evolusi lanjutan…
• Kondisi tertentu dalam hukum Hardy-Wienberg:
1. Ukuran populasi harus sangat besar. Dalam
populasi yang kecil, hanyutan gen (genetic drift),
dapat mengubah frekuensi alel.
2. Terisolasi dari populasi lain. Aliran gen (gene
flow), perpindahan alel antarpopulasi akibat
perpindahan individu atau gamet, dapat
mengubah gene pool.
Evolusi lanjutan…
3. Tidak ada mutasi, atau mutasi kedua arah se-
imbang. Dengan mengubah suatu alel menjadi alel
lain, mutasi akan mengubah kumpulan gen.
4. Perkawinan random. Jika individu memilih
pasangan kawinnya dengan sifat tertentu, maka
pencampuran acak gamet yang diperlukan untuk
kesetimbangan genetik tidak akan tercapai.
5. Tidak ada seleksi alam. Seleksi alam tidak
memberikan kesempatan yang sama bagi setiap
individu untuk terus hidup dan bereproduksi.
Evolusi lanjutan…
• Merujuk kepada lima agen potensial mikroevo-
lusi di atas, maka definisi evolusi pada tingkat
populasi dirumuskan menjadi:

“Evolusi adalah suatu perubahan dari genersi ke


generasi dalam frekuensi alel atau genotip
populasi (suatu perubahan dalam struktur
genetik populasi)”.
Pengaruh Seleksi
1.Seleksi penstabilan (stabilizing selection)
bekerja pada fenotip yang ekstrim dan
menyukai varian antara yang lebih umum.
Seleksi ini mengurangi variasi dan memper-
tahankan keadaan yang tetap (status quo)
untuk fenotip tertentu.
Contoh: berat bayi 3-4 kg lebih besar
peluangnya untuk terus hidup daripada
yang beratnya kurang atau lebih dari berat
tersebut.
Seleksi lanjutan…
2.Seleksi direksional (directional selection) se-
leksi ini akan menggeser untuk variasi bebe-
rapa fenotip menuju satu arah atau arah lain
dengan cara memilih atau lebih menyukai
apa yang pada mulanya merupakan individu
yang relatif jarang dan menyimpang dari
rata-rata untuk sifat tersebut.
Contoh: bukti fosil beruang hitam meningkat
pada tiap periode glasial, kemudian berku-
rang lagi pada periode interglasial.
Seleksi lanjutan…
3.Seleksi penganekaragaman (diversifying
selection): terjadi jika keadaan lingkung-
an bervariasi sehingga individu pada ke-
dua ekstrim suatu kisaran fenotip lebih
disukai.
Contoh: polimorfisme pada spesies burung
finch.
Asal Mula Spesies (Spesiasi)
Proses dalam spesiasi:
1.Anagenesis (evolusi filetik): adalah
akumulasi perubahan-perubahan yang
berhubungan dengan perubahan satu
spesies menjadi spesies lain (evolusi
konvergen).
2.Kladogenesis (branching evolution):
pembentukan satu atau lebih spesies baru
dari satu spesies tetua yang masih tetap
ada (diversifikasi spesies/evolusi
divergen).
Spesiasi lanjutan…
Spesiasi lanjutan…
• Isolasi reproduktif sebagai faktor
pengarah spesiasi:

1.Sawar (barrier) prazigotik: menghalangi


perkawinan antarspesies atau merintangi
pembuahan telur jika anggota-anggota
spesies yang berbeda berusaha untuk
saling mengawini.
a.Isolasi habitat
Dua spesies yang hidup di dalam habitat
yang berbeda di wilayah yang sama.
Contoh:
Bufo fowleri kawin di air yang tenang
B. americana kawin di air yang mengalir

Dua spesies parasit yang hidup pada inang


yang berbeda tidak punya peluang untuk
saling mengawini.
b.Isolasi perilaku
Mencegah kekeliruan memilih pasangan
kawin oleh hewan betina.

Contoh:
Kepiting jantan mengangkat capit tinggi-
tinggi, sembari mengitari lubang betina.

Kunang-kunang betina hanya akan mem-


berikan respons ke sinyal (kelap-kelip
cahaya) jantan yang khas spesiesnya.
c.Isolasi temporal
Dua spesies yang kawin pada waktu yang
berbeda (hari, musim, tahun).

Contoh:
Sigung berbintik barat (Spilogale putorius)
kawin di akhir musim panas, sigung ber-
bintik timur (S. gracilis), kawin di akhir
musim dingin.

P. radiata berbunga di awal Februari


P. muricata berbunga di awal April
d.Isolasi mekanis
Berkaitan dengan anatomi atau struktur
yang berhubungan dengan peristiwa per-
kawinan.

Contoh:
Hewan jantan lebih besar dari spesies lain.

Alat kelamin hewan jantan mempunyai


bentuk yang tidak cocok dengan kelamin
betina spesies lain.
e.Isolasi gametik
Peristiwa perkawinan yang tidak disertai
dengan fertilisasi.

Contoh:
Drosophyla viridis tidak dapat saling kawin
dengan D. americana, karena saluran repro-
duksi betina menggembung, sehingga sper-
ma mati sebelum sampai ke ovum.
f. Isolasi ekogeografis
Habitat dua spesies terpisah jauh oleh
sawar fisik (habitat simpatrik menjadi
habitat alopatrik).

Contoh:
Platanus occidentalis tumbuh di daratan
Eropa, sedangkan P. orientalis tumbuh di
daratan Asia.
2. Sawar Pascazigotik
• Sel sperma suatu spesies dapat membuahi ovum
spesies lain, namun zigot tidak berkembang men-
jadi organisme dewasa atau tidak fertil (steril =
mandul)

a. Ketahanan hidup menurun


Dua spesies dari genus Rana dapat saling mem-
buahi karena mereka hidup dalam habitat yang
sama, namun hibdrid yang dihasilkan tidak
berkembang atau lemah.
Pascazigotik lanjutan…
b. Penurunan Fertilitas Hibrid
Hibrid berkembang sampai dewasa, namun
steril. Mule atau Bagal, merupakan hasil
perkawinan dari kuda dengan keledai (spesies
berbeda, jumlah dan struktur kromosom berbe-
da), tetapi tidak bisa kawin dengan salah satu
individu dari spesies induknya, dan kawin sesa-
ma mule atau bagal pun tidak menghasilkan
anak.
Contoh Mule
Pascazigotik lanjutan…
c. Perusakan hibrid (hybrid breakdown)
Perkawinan antarspesies menghasilkan hibrid
generasi pertama fertil, namun untuk generasi
berikutnya steril. Contoh pada kapas.

d. Eliminasi hibrid
Perkawinan antarspesies menghasilkan hibrid
yang mati bujang (hibrid mati menjelang masa
reproduksinya).
Kesimpulan Isolasi Reproduksi

• Ada tiga mekanisme:


1. mencegah perkawinan
2. mencegah terbentuknya hibrid
3. mencegah kelangsungan hidup hibrid
Konsep Spesies
• Klasifikasi spesies dapat ditinjau dari:
a. Konsep spesies biologis
Menekankan isolasi reproduksi yaitu kemampuan
anggota suatu spesies untuk saling mengawini satu
sama lain, tetapi tidak dengan anggota spesies yang
berbeda.
b. Konsep spesies morfologis
Menekankan perbedaan anatomi yang terukur
antarspesies, sehingga sebagian besar spesies
terpisah berdasarkan kreteria morfologis.
Konsep lanjutan…
c. Konsep spesies pengenalan
Menekankan adaptasi perkawinan yang telah
mantap dalam suatu populasi karena individu
“mengenali” ciri-ciri tertentu dari pasangan kawin
yang sesuai.
d. Konsep spesies kohesi
Menekankan kohesi fenotip sebagai dasar penya-
tuan spesies, dengan masing-masing spesies
ditentukan oleh kompleks gennya yang terpadu
dan kumpulan adaptasinya.
Konsep lanjutan…
e. Konsep spesies ekologis
Menekankan peranan spesies (niche atau
relung), posisi dan fungsi spesies dalam
lingkungan.

f. Konsep spesies evolusioner


Menekankan garis keturunan evolusi dan
peranan ekologis.
Koevolusi

• Berevolusi secara bersama-sama

• Penyebab karena interaksi biotik seperti:


a. Predasi, herbivori, allelokimia, kompetisi
b. Simbiosis (mutualisme, parasitisme,
polinasi, dll).

• Terjadi pada tingkat populasi dan spesies.


Koevolusi Predasi
Predasi dan Parasitisme
Koevolusi Herbivori
• Herbivori adalah konsumsi tumbuhan oleh
hewan yang disebut herbivor.

• Ada dua cara tumbuhan mempertahankan


diri dari serangan herbivor tersebut, yaitu
(a) pertahanan fisik/mekanik pada
permukaan tumbuhan, dan
(b) pertahanan kimia
Herbivori
Contoh Herbivori
• Perlindungan fisik tumbuhan antara lain
berupa duri-duri tajam dan rambut-
rambut daun (trichome).

• Rambut-rambut kelenjar menggabungkan


pertahanan fisik dan kimia dengan cara
mensekresikan senyawa yang membuat
serangga sulit bergerak di permukaan
daun.
Trichoma
Jenis Trichoma
Nongranduler Granduler
Perlindungan Fisik
• Metabolit sekunder tanaman yang disebut
Allelokimia (mempengaruhi pertumbuhan,
kesehatan, populasi, dan perilaku hewan).

• Tipe allelokimia adalah


a) pemikat (attractant),
b) pencegah (deterrent),
c) pengusir (repellent),
d) penyebab alergi (allergenic) dan
e) racun (toxin).
Tumbuhan Penghasil Alelokimia
Tumbuhan penghasil Alelokimia

Rumput Teki Nanas


Beberapa Contoh Koevolusi
1. Kolibri dan Bunga Ornithophilous
Breeding season Kolibri bersamaan waktu-
nya dengan musim berbunga dari Ornitho-
philous sp. Bunga ini berbentuk tubuler
dengan panjang yang beragam dan mahkota
bungan melengkung serta warna yang
mencolok. Tiap spesies Kolibri harus menye-
suaikan panjang dan bentuk rostrumnya
dengan panjang dan lengkungan tubuler
bunga untuk menjangkau nectar di dasar
bunga, sedangkan rostrum yang panjang
melengkung dapat membawa banyak polen.
Kolibri dan Bunga Ornithophilous
2. Anggrek Angraecoid dan Ngengat Afrika
Kedua spesies ini berkoevolusi dengan
cara anggrek menghasilkan nectar yang
banyak sedangkan ngengat Afrika
memiliki probosis yang panjang untuk
mengambil nectar. Peluang polinasi lebih
besar bagi anggrek karena polennya
terangkut lebih banyak oleh ngengat.
Anggrek Angraecoid dan Ngengat Afrika
3. Swallowtail dan Fringed Rue
Kedua spesies ini berkoevolusi secara
antagonistik. Larva swalowtail (Papilio
machaon) hidup pada tumbuhan fringed rue
(Ruta chalepensis) yang mensekresikan
minyak eterik untuk menolak serangga
pemakan tumbuhan. Larva swallowtail
mengembangkan resistensi terhadap
senyawa racuntersebut, sehingga
mengurangi kompetisi dengan serangga
pemakan tumbuhan.
Papilio machaon Ruta chalepensis
4. Ular Garter dan Kadal Salamander
Koevolusi antara spesies predator dan
mangsanya adalah antara ular Garter
(Thamnophis sirtalis) dengan kadal Sala-
mander berkulit kasar (Taricha granu-
losa). Kadal salamander menghasilkan
neurotoksin kuat yang tersebar di permu-
kaan kulitnya, sedangkan ular Garter
mengembangkan kemampuan resistensi
terhadap racun ekstrim tersebut melalui
mutasi genetik. Perlombaan senjata
evolutif ini berlangsung secara periodik.
5. Semut Akasia dan Tumbuhan Akasia
Semut akasia (Pseudomyrmex ferruginea)
melindungi tumbuhan akasia bullhorn
(Acacia cornigera) terhadap serangga
pemangsa dan tumbuhan lain yang
bersaing memperebutkan cahaya.
Tumbuhan akasia bullhorn terjamin
hidupnya dengan mensuplai “gula” dan
tempat berlindung bagi semut.
6. Ngengat Yucca dan tumbuhan Yucca
Tumbuhan yucca (Yucca whipplei) dipolinasi
secara eksklusif oleh ngengat yucca (Tege-
ticula maculata). Ngengat yucca memakan
biji tumbuhan yucca dan memberikan
tempat bagi larva ngengat pada bagian
dasar bunga sehingga jauh dari jangkauan
predator, sedangkan pada saat yang
bersamaan ngengat mengkoleksi polen dari
tumbuhan yucca pada mulutny, sehingga
polinasi antartumbuhan berlangsung
efektif.
Bukti-bukti Evolusi

1. Biogeografi
Pulau-pulau yang memiliki spesies hewan dan
tumbuhan yang bersifat indigenous (spesies asli,
tidak ditemukan di tempat lain). Armadillo, berkulit
keras dan hanya hidup di Amerika, merupakan
moyang dari Armadillo modern.
2. Anatomi perbandingan
Homologi (struktur sama, fungsi berbeda) dan Analogi
(struktur berbeda, fungsi sama)
Bukti-bukti lanjutan…
3. Embriologi perbandingan
Perkembangan bentuk embrio (vertebrata)
dimasa zigot dimulai dari bentuk-bentuk
yang sama, yaitu morula, blastula, dan
gastrula, namun dalam bentuk dewasanya
menjadi sangat berbeda.
• Perbandingan
embrio pada
berbagai hewan
vertebrata
Bukti-bukti lanjutan…

Tentang embrio ini, von Baer menyatakan:


1. Sifat umum muncul paling awal untuk kemudian
diikuti oleh sifat-sifat khusus
2. Perkembangan dimulai dari yang umum sekali,
kurang umum, dan akhirnya ke sifat-sifat khusus
3. Hewan yang satu memisah secara progresif dari
hewan yang lain
4. Dalam perkembangannya, hewan multiseluler
bentuk embrionya sama, tetapi bentuk dewasanya
berbeda.
Bukti-bukti lanjutan…

4. Biologi molekuler
Semua bentuk kehidupan saling berhubungan
sampai tingkat tertentu, seperti bakteri dengan
manusia, memiliki beberapa protein yang sama,
misalnya sitokrom c.
Bukti kesamaan molekuler

• Titik percabangan menunjukkan jumlah asam amino yang


berbeda antara hemoglobin manusia dengan spesies
lainnya
Bukti-bukti lanjutan…
5.Biokimia perbandingan
Berdasarkan reaksi presipitasi antara antigen-
antibodi. Nutall melakukan percobaan dengan
menyuntikkan berulang kali darah manusia
pada kelinci, ternyata presipitasi terbanyak
dalam darah manusia lalu makin berkurang
secara berurutan pada monyet dunia lama,
monyet dunia baru, dan lemur.

• Kekerabatan manusia dengan kelinci lebih


jauh daripada kelinci dengan lemur.
Bukti-bukti lanjutan…

6. Catatan fosil
Bagian-bagian yang dianggap fosil adalah tulang,
cangkang, gigi atau bagian yang keras lainnya
yang dimiliki oleh hewan dan tumbuhan, atau
bekas yang ditinggalkan oleh organisme. Fosil
dapat berupa seluruh atau sebagian organisme
yang telah membatu atau berupa jejak (footprints)
Kesimpulan Tentang Fosil
1. Kelompok hewan yang hidup dimasa lalu memiliki
persamaan dengan kelompok yang hidup di masa
kini
2. Semua fosil tidak selalu terdapat pada setiap
zaman, tetapi muncul pada rentang waktu yang
cukup lama
3. Bentuk kehidupan yang paling primitif ditemukan
pada lapisan bumi yang paling tua
Kesimpulan lanjutan…
4. Dalam beberapa kasus, banyak ditemukan
kelompok yang berlimpah pada satu periode, tetapi
sedikit bahkan tidak ditemukan pada periode
lainnya, hal ini menunjukkan adanya radiasi
adaptasi

5. Tidak ada bentuk kehidupan di masa lampau yang


persis sama dengan kehidupan yang ada sekarang.
Fosil Paling Lengkap
Bukti lanjutan…
7. Organ Abortif (Vestigial)
Sayap pada burung onta (Struthio camelus) dan
kasuari (Casuarius uniapendiculatus), tidak
dapat digunakan untuk terbang. Ikan laut dalam
atau serangga yang hidup di gua, matanya
teredusir atau tidak ada sama sekali.
• Bedakan dengan organ rudimenter

• Pada manusia ditemukan beberapa organ


vestigial maupun rudimenter. Contoh???
SEJARAH HOMINID
• D. Schlaafhansen
Tengkorak tulang kening yang besar dari
lembah Neander: makhluk tersebut lebih
primitif dari pada tengkorak-tengkorak
lain.

• Rudolf Virchow
Makhluk Neander tersebut mati dan punah
karena kekurangan vitamin.
• Tafsiran lain
Tengkorak tersebut rusak karena luka.

• Thomas Huxley, Ch. Darwin, dan Ernest


Heakle
Kesimpulan: diduga manusia adalah paling
dekat dengan kera yang hidup di daerah
tropis, sehingga daerah tropis paling cocok
untuk mencari moyang manusia.
Pertanyaan: Apakah manusia lebih dekat
dengan:
a) kera Afrika (Darwin dan Huxley)
b) kera Asia (Heakle)
• Eugene Dubois
Manusia kera besar yang dapat berbicara
(Pithecanthropus alalus)sebaiknya dicari di
daerah tropis Asia (=Heakle). Di Indonesia
(1890-1894): menemukan tutup
tengkorak dan femur Pithecanthropus,
karena menduga femur tersebut milik
manusia kera bipedal, maka kata alalus
diganti menjadi erectus (manusia kera
berjalan tegak).
• R. Virchow dan beberapa ahli lain
Tidak mengakui penemuan Dubois, yang
menyatakan P. erectus adalah primata
yang menyerupai Gibbon, yang tentunya
bukan moyang manusia.

• Ralf von Koenigwald


Menemukan fosil hominid yang menunjuk-
kan Pithecanthropus bukanlah Gibbon
atau cabang hominid yang menyimpang.
• Davidson Black
Melakukan penggalian di goa Choukoutien
(Zhou Koun Dian) di China.

• Franz Wiedenrich
Melanjutkan penggalian Black, menemu-
kan banyak fosil manusia lengkap, dan
diberi nama Sinanthropus pekinensis
(manusia kera China). Fosil Jawa dan
China sebagai fosil yang sangat serupa,
diduga sebagai moyang hominid modern.
• Raymond Dart
Menemukan tengkorak kera yang belum
dewasa di goa dekat Taung, Afsel, diberi
nama Australophiticus africanus (manusia
kera dari selatan dari Afrika): otak kecil
dan pertumbuhan gigi seperti pada
manusia.
• Robert Brown
Menemukan tengkorak dewasa dari
Australophiticus (A. transvalensis), di goa
Makapansgat-Afsel, kemudian diberi nama
Plesianthropus (manusia primitif).
• Brown lanjutan…
Di goa Kromdraii (Afsel) ditemukan fosil
Australophiticus yang lebih besar dan kuat
(A. robustus).
Catatan: akhir 1950 sejumlah pola umum
evolusi hominid muncul sebagai hasil
temuan di Asia, Eropa, dan Afrika:
a) Austrolopithecine diakui sebagai homi-
nid purba yang dibuktikan oleh paling
sedikit dua jenis dari Afsel: A. africanus
dan A. robustus (Paranthropus) yang
merupakan keturunan Ramapithecus.
• Brown lanjutan…
b) Pithecanthropus dan Sinanthropus
(Homo erectus) diakui sebagai tahap
tunggal evolusi manusia yang terjadi
setelah Austrolopithecine dan sebelum
Homo neanderthal serta Homo sapiens
modern.
• Louis dan Mary Leaky
Menemukan tengkorak Austrolopithecine
yang hampir lengkap (- 1 mandibula) di
Olduvai George-Tanzania, diberi nama
Zinjanthropus boisei (manusia dari Afrika
Timur + Boisei = donatur). Fosil ini diberi
julukan nut-cracker man (manusia penghancur
kacang-kacangan), karena susunan wajah,
gigi, dan anatomi pengunyahan sangat besar.
Tahun 1960 mereka menemukan fosil yang
lebih mirip manusia (Homo habilis) = handy
man (= manusia cekatan).
• Don Johanson dan Tim White
Menemukan fosil hominid bipedal purba
yang berumur 3 – 4 juta tahun, dinamakan
A. afarensis (afarensis yaitu daerah
ditemukan di Afar-Ethiopia), ciri: morfologi
bipedal, susunan gigi mirip gigi kera, otak
kecil.
Homo sapiens neanderthalensis
• Neanderthal klasik
a. berumur 125.000 – 40.000 tahun
b. tersebar di Eropa Barat
c. kapasitas Kranium 1.200 – 1.800 cc
d. tulang kening bengkok (curved browridge)
e. wajah progmatic, besar, menonjol bagian
depan.
f. lobang hidung dan sinus lebar
g. memiliki occipital bun (tulang bundar di
belakang tengkorak)
• Neanderthal glaciasi akhir
a. hidup kira-kira 75.000 tahun lalu
b. tulang kening cegak
c. wajah masif
d. kranium bagian depan lebih tinggi
Homo ante Neanderthal
• Steinheim (Jerman):
a. kapasitas tengkorak kurang 1.200 cc
b. dahi tinggi
c. supra orbital tori menonjol dan bengkok
d. sinus nasal lebar

• Swanscombe (Inggris):
a. kranium panjang dan rendah
b. daerah tulang belakang cembung
• Arago (Francis):
a. tulang kening menonjol
b. dahi tinggi, tetapi landai
c. wajah bagian bawah progmatic
d. susunan gigi cegak
e. bentuk gigi besar
Teori Perkembangan dan
Kepunahan Homo neanderthal
• Punah 40.000 tahun yang lalu, digantikan
oleh Homo sapiens:
a. Neanderthal adalah bentuk transisi H.
erectus dan H. sapiens yang kemudian
menjadi manusia modern. Bentuk
progresif dari Timteng, dianggap paling
maju, ditemukan di:
1. goa Skhul dan Tabun di gunung
Carmel, Israel
2. Jebel Qafza dan Amud, Israel
3. Shanidar, Irak
b) Homo neanderthal telah terspesialisasi,
terisolir secara genetik, dan telah beradaptasi
dengan lingkungan dingin glacial Eropa.
Ketika iklim bertambah hangat, mereka
punah, atau digantikan oleh bentuk-bentuk
yang tidak begitu terspesialisasi dari Timur-
Tengah yang bermigrasi ke Eropa.
c) Sama dengan butir b, tetapi bukannya
digantikan oleh bentuk lain yang datang,
melainkan mereka secara genetik swamped
(tenggelam) begitu kawin dengan bentuk-
bentuk yang lebih progresif.
Fosil Hominoid
• Muncul pada masa Oligocene
• Radiasi keseluruh Afrika, Eropa dan Asia
1. Dryopithecus (Oak dan Kera)
a) Quadrapedal
b) Semi arboreal dan semi terestrial
c) Otak lebih kecil
d) Premolar dan canis berkembang baik
2. Sivapithecus (dewa Siva)
Berupa kelompok kera bukit Siwalik,
Himalaya, dan tersebar di Eropa Timur
dan Asia:
a) Geraham besar dan kembung
b) Email lebih tebal
c) Bentuk mikroskopis berlainan,
permukaan kuat
d) Ukuran tubuh lebih besar dari pada
Dryopithecus
3. Ramapithecus (dewa Rama)
a) Ditemukan di Siwalik oleh G.E. Lewis
tahun 1932.
b) Fosil potongan rahang dan gigi
c) Taring pendek seperti taring manusia
d) Dental arcade (susunan gigi pada rahang)
menyimpang ke belakang seperti menye-
rupai bentuk parabolik seperti pada
Hominid
Perkembangan Primata
1. Struktur tulang secara umum:
a) digiti 5 buah dengan kemampuan meng-
genggam
b) ada clavicula dan postur orthograde
2. Ada falcula, bukan cakar (manipulasi
objek)
3. Kebanyakan omnivora
4. Ketajaman penglihatan menurun
Perkembangan…

5. Kepekaan binocular stereoskopis vision


dan penglihatan warna
6. Otak berkembang
7. Periode parental care yang panjang
8. Kepekaan rasa sosial tinggi
Garis Prehuman
• Garis keturunan manusia bersifat non-
arborial, sebab:
• Jarak tumbuhan semakin jauh, memaksa
menggunakan kaki untuk berpindah dari
pohon ke pohon
• Hewan buas masih banyak; seleksi ter-
hadap kaki yang digunakan untuk berlari,
otot kuat, glutea besar
• Perubahan fungsi ekstrimitas superior,
sehingga terjadi koordinasi kompleks
antara tangan dengan mata
Homo sapiens
• Kapasitas tengkorak 1.350 cc
• Mempunyai dagu (os mentum)
• Ada kecenderungan:
1. tulang tengkorak lebih tipis
2. tulang alis lebih kecil
3. otot alis tidak begitu menonjol
4. gigi beragam bentuk, dan mereduksi
dalam ukuran
Radiasi Prosemian Awal
• Prosemian modern (Lemur, Aye-aye, dan
Tarsius)
• Ceboid (NWM): ekor prehensile
• Cercopithecoid (OWM): mengalami radiasi
pada masa Oligocene dan Miocene:
a. ekor tidak prehensile
b. pandangan sterioskopis
c. jari-jari bergerak bebas
d. ibu jari luwes
e. skeleton berkembang baik
f. pembesaran korteks serebri
Konsekuensi
pembesaran korteks serebri

• Dapat memperkirakan jarak dengan tepat


• Dapat memperkirakan waktu dengan
gerakan, koordinasi gerakan jari dan
anggota tubuh
• Intelegensi berkembang baik
Prosemian Awal
• Dengan ciri:
1. kecil menyerupai Shrew
2. moncong panjang
3. ekor panjang
4. tangkas, hidup di pohon
5. mata awas
6. koordinasi neuromuskular baik
Prosemian Modern
• Lemur dan Aye-aye
• Dengan ciri:
a) moncong panjang
b) ekor panjang
c) tidak mempunyai cakar
d) kuku pipih seperti pada Primata
• Tarsius
• Dengan ciri
a) moncong mereduksi
b) mata sterioskopis
c) ujung jari mempunyai bantalan
Penetapan Umur Fosil
• Caranya:
a. Langsung: mengukur umur lapisan
bumi
b. Tidak langsung: mengukur fosil yang
bersangkutan
• Contoh:
a. berdasarkan peristiwa laju erosi:
Kenyataan air hujan membentuk alur
erosi, makin dalam alur makin lama
hujan terjadi.
Penetapan lanjutan…

• Kedalaman jeram Niagara 7.5 mil, jarak


antara permukaan air dengan bibir jeram
diperkirakan terbentuk 9.900 tahun, dengan
laju erosi diperkirakan 4 feet/tahun.
• Berdasarkan laju sedimentasi, misalnya
pada sungai yang membentuk delta:

Umur delta = tebal delta/laju sedimentasi


Penetapan lanjutan…

• Berdasarkan kandungan garam


Menentukan umur air laut berdasarkan
kadar garam dengan mempertimbangkan
connate water (air yang terperangkap
sedimen) dan meteoric water (air hujan)
• Berdasarkan zat radioaktif
Bahan radioaktif dapat mengadakan
radiasi spontan memancarkan sinar alfa,
betha, dan gamma
• Sinar alfa (radioaktif) mengalami radiasi
spontan menjadi Pb (tidak radioaktif)
• Uranium (radioaktif) mengalami radiasi
spontan menjadi Pb (tidak radioaktif) dalam
tempo 7.6 milyar tahun
• Umur lapisan =
banyak Pb/banyak U x 7.6 milyar tahun
• Kelemahan U jarang ditemukan dalam tanah
• Pilihan lain adalah K (radiokatif) radiasi
spontan Ar (tidak radioaktif) dalam waktu
600 juta tahun
Evolusi Kultural
Kurun Waktu Budaya
• 15.000 th yl Pertanian
Industri
Teknologi dll

• 40. th yl Kebudayaan batu atas


Mulai berkesenian
Kultural lanjutan…
• 150 ribu th yl Upacara penguburan
Upacara persembahan

• 400 ribu th yl Ujung tombak dari batu


yang terarah
Ada alat kerja
Mulai kerajinan tangan
Kultural lanjutan…
• 700 ribu th yl Alat-alat batu kasar
Mulai mengenal api

• 1-2 juta th yl Alat batu yang langsung


diambil dari alam
Pemakan daging dan
tumbuhan

• 15-20 juta th yl ????


Asal Usul Makhluk Pertama
• Teori Abiogenesis/Generatio spontania
Makhluk hidup berasal dari materi yang
tidak hidup

• Teori Biogenesis
Omne vivum ex vivum atau omne ovum
ex ovo

• Teori Cosmozoic
Makhluk penghuni bumi berasal dari
“spora” kehidupan dari luar bumi
Asal lanjutan…
• Teori Special creation/”Super natural power”
Yang diciptakan bukan makhluk hidup itu
sendiri, tetapi materi pembentuknya.

• Teori Naturalistik/Neobiogenesis (Oparin)


Terbentuknya makhluk pertama dimulai dari
tahapan-tahapan tertentu, dari molekul CH4,
NH3, H2, dan H2O, yang terdapat di atmosfir
purba, sehingga makhluk pertama ini bersifat
heterotrop (didukung oleh Haldane dan
Bautner)
Tahapan teori Naturalistik

• Tahap 1
Molekul CH4, NH3, H2, dan H2O, yang
terdapat di atmosfir purba saling
berinteraksi membentuk senyawa organik
kompleks dengan energi panas bumi,
sinar radioaktif, dan sinar kosmis.
Tahapan lanjutan…
• Tahap 2
Terjadi pembentukan senyawa organik
lebih lanjut sbb:

CH4- Monosakarida
Gliserol dan asam lemak

NH3- Asam amino


Purin

H2O- Pirimidin
Tahapan lanjutan…
• Tahap 3
Reaksi selanjutnya dari zat organik yang
terbentuk pada tahap 2, yaitu:

Monosakarida + Monosakarida Polisakarida


Asam lemak + Gliserol Lemak
Purin + Pirimidin + Asam fosfat Nukleotida
Nukleotida + Nukleotida Asam nukleat
Tahapan lanjutan…

• Tahap 4
Tahap pembentukan nukleoprotein (telah
menunjukkan gejala mengadakan repro-
duksi, mutasi, dan nutrisi), yaitu:

Asam nukleat + protein nukleoprotein


Tahapan lanjutan…
• Tahap 5
Tahap yang menunjukkan perkembangan
lebih lanjut dari protein dengan gejala
seperti di atas:
protein memperoleh selubung bahan
organik dan menjadi protovirus (sel awal),
produk ini telah mampu melakukan
sintesis, pertumbuhan, perkembangan,
pengendalian internal, dan fermentasi
Tahapan lanjutan…
• Tahap 6
Protovirus berklorofil Tumbuhan
Makhluk sporofitik
Makhluk khemosintetik
Makhluk parasiter
Virus (parasiter)

• Tahap 7
O2 + CH4 H2O + CO2
O2 + NH3 N2 + H2O
O2 + O2 O3
O2 + logam Oksida Logam
O2 + metaloid Oksida metaloid
O2 diambil oleh makhluk aerobik CO2
H2O
Percobaan dan teori lain
• Percobaan Sydney W. Fox
Pemanasan 18-20 asam amino pada titik
leburnya ternyata menghasilkan protein

• Percobaan Malvin Calvin


CH4, NH3, H2, dan H2O dengan radiasi
dapat membentuk gula, asam amino,
purin, dan pirimidin
Percobaan lanjutan…
• Teori Oppurtunisme
Proses perkembangan yang menuju pada
pembentukan makhluk hidup tak terlepas
dari perkembangan alam sekitar dan bahwa
makhluk hidup dan “materi” pembentuknya
merupakan bagian integral dari alam
sekitarnya. Tahapannya adalah:

• Tahap 1
Komponen atmosfir purba CH4, NH3, H2,
dan H2O dengan energi matahari terjadi
pembentukan senyawa organik kompleks.
Percobaan lanjutan…
• Tahap 2
Evolusi organik menghasilkan makhluk
hidup heterotrop yang membebaskan energi
melalui fermentasi menghasilkan CO2 yang
melimpah.

• Tahap 3
CO2 yang melimpah digunakan oleh makh-
luk hidup heterotrop untuk sintesis yang
menghasilkan O2 dan lambat laun makin
maningkat
Percobaan lanjutan…
• Tahap 4
Atmosfir bumi kaya dengan O2 menopang per-
kembangan makhluk pengguna O2 untuk proses
pembebasan energi yang disintesis atau diaku-
mulasi, maka terbentuklah makhluk aerobik
(autotrop).

• Tahap 5
Makhluk autotrop makin berkembang, terbentuk
makhluk simbion (mutualisme, komensalis-
me, parasitisme, predatorisme) yang meru-
pakan makhluk heterotrop sekunder, sedang-
kan heterotrop primer punah.
Tentangan terhadap teori Evolusi
• Fakta penciptaan: “semua makhluk hidup
diciptakan”.

• Lebah madu
Mempunyai sarang dengan bentuk heksago-
nal

• Nyamuk
Mendeteksi mangsa dalam kegelapan
dengan sistem pelacak panas, gas,
kelembaban, dan bau.
Tentangan lanjutan…

• Rayap
Arsitek pembuat sarang adalah rayap buta.
Konstruksi bagian dalam:
● sistem ventilasi, koridor, saluran, ruang
larva, “ladang” jamur, pintu keluar daru-
rat, ruang musim panas, ruang musim
dingin.
Tentangan lanjutan…

• Burung Pelatuk
Membuat sarang dengan mematuk batang
yang keras tanpa gegar otak.
Dalam tempo 2.10 – 2.69 detik, 38 – 43
kali mematuk.
Struktur tengkoraknya dilengkapi dengan
sistem “peredam” getaran.
Tentangan lanjutan…
• Kelelawar
Mampu terbang dalam kegelapan tanpa
terjadi tabrakan.
Memiliki sistem navigasi “sistem sonar”.
Sistem ini mendeteksi frekuensi suara
50.000 – 200.000/detik.
Pantulan suara ini berguna untuk menen-
tukan lokasi objek dan mangsa.
Tentangan lanjutan…

• Paus
Sekali menghembuskan nafas ia menge-
luarkan 90% udara yang dipakai.
Oksigen disimpan di dalam “mioglobin”.
Dengan sistem ini, Paus mampu menye-
lam sedalam 500 meter dan berenang
selam 40 menit tanpa mengambil nafas.
Tentangan lanjutan…

• Raptor
Dilengkapi dengan mata tajam (berguna
“mengukur” jarak dengan mangsa) dan
besar (mampu melihat dengan lebih baik).
Sudut pandang 300o dan dapat memper-
besar bayangan 6 – 8 kali.
Diketinggian 4.500 meter, medan pandang-
annya mencapai 30.000 hektar.
Diketinggian 1.500 meter, kelinci di sela-
sela rumput masih tampak jelas.
Tentangan lanjutan…

• Laba-laba
Dinopsis sp, menangkap mangsa dengan
jala. Diameter benang jala 1/1.000 mm,
lima kali lebih kuat dari pada serta baja
dengan ketebalan yang sama. Benang ini
sangat ringan, sehingga untuk melingkari
bumi hanya diperlukan 320 gram saja.
Tentangan lanjutan…

• Hibernasi
Suhu tubuh sama dengan suhu lingkungan
pada saat musim dingin. Tetapi pada
Tupai, bersuhu normal 40o, dapat turun
sampai mendekati titik beku. Pada situasi
ini, metabolisme dan pernafasan melam-
bat, denyut jantung berkurang (dari 300
kali/menit, menjadi 3 – 7 kali/menit)
Tentangan lanjutan…
• Ikan listrik
Mempunyai tegangan listrik 500 – 600 volt
tanpa terpengaruh.

• Cumi-cumi
Di bawah kulitnya terdapat kromatofora
yang menyimpan warna kuning, merah,
hitam, dan coklat untuk berkamuflase.
Tentangan lanjutan…

• Katak beku
Di musim salju, denyut jantung, pernafas-
an, dan sirkulasi darah terhenti. Dalam
keadaan ini gula darahnya meningkat
mencapai 550 mmol/l (normal 1 – 5
mmol/l, manusia 4 – 5 mmol/l), hal ini
mencegah air ke luar dari sel.
Tentangan lanjutan…

• Burung Albatros
Menghabiskan 92% masa hidupnya di
laut. Mampu terbang berjam-jam tanpa
mengepakkan sayap. Albatros dengan
berat 10 kg, hanya kehilangan 1% dari
berat badannya, ketika melakukan migrasi
sejauh 1.000 km.