Anda di halaman 1dari 19

Reformasi Akuntansi

Pmerintahan
Reformasi1998
Wacanaperubahanmanajemenkeuanganpemerintah.

OtonomiDaerah
Undang-
UndangNomor22Tahun1999tentangPemerintahanDaerah
Undang-
undangNomor2Tahun1999tentangPerimbanganKeuanganant
araPemerintahPusatdanPemerintahDaerah
Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana
Perimbangan.
Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan
dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 tentang Pinjaman
Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara
Pertanggungjawaban Kepala Daerah.
Surat Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tanggal 17
Nopember 2000 Nomor 903/2735/SJ tentang Pedoman Umum
Penyusunan dan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2001.

Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman


Pengurusan Pertanggungjawaban dan Pengawasan
Keuangan Daerah, serta Tata Cara Penyusunan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Cara
Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,
Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah, serta
Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah.
Peraturanyang

PPNomor105Tahun2
mengakibatkan
perubahanmen
dasardalampe

000
ngelolaanAngg
aranPendapata
ndanBelanjaDa
erah (APBD)

KepmendagriNomor
29Tahun2002
UU yang berhubungan dengan keuangan dan

perbendaharaan negara

Undang-Undang
Nomor 17 Tahun
2003 tentang Undang-Undang Nomor
Keuangan Negara 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan
Negara.
Dalam kaitan dengan pemerintahan daerah
dan pengelolaan keuangan daerah

UU Nomor 32 Tahun 2004 sebagai pengganti UU


Nomor 22 Tahun 1999 yang terakhir sudah
diganti dengan UU Nomor 23 Tahun 2014

UU Nomor 33 Tahun 2004 sebagai pengganti UU


Nomor 25 Tahun 1999.

PP 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi


Pemerintahan.
PP Nomor 105 Tahun 2000, misalnya, diganti dengan PP
Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah.

Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002, diganti dengan


Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah

Kemudian dikeluarkan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007


tentang Perubahan Atas Pemendagri Nomor 13 Tahun
2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah,
sebagai perubahan pertama dan Permendagri Nomor 21
Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri
Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan
Karakteristik pengelolaan keuangan
daerah di era reformasi
Daerah adalah provinsi dan kota atau kabupaten.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah beserta perangkat
lainnya. Terdapat pemisahan antara legislatif (DPRD) dan
eksekutif (Pemda).
Perhitungan APBD menjadi satu dengan pertanggungjawaban kepala
daerah.
Karakteristik pengelolaan keuangan
daerah di era reformasi
Bentuk laporan pertanggungjawaban akhir tahun anggaran
terdiri atas:
Laporan Perhitungan APBD.
Nota Perhitungan APBD.
Laporan Arus Kas.
Neraca Daerah.
Dilengkapi penilaian kinerja berdasarkan tolok ukur Rencana Strategis
(Renstra)
Pinjaman APBD tidak lagi masuk dalam akun Pendapatan
(hak pemda), tetapi masuk dalam akun Penerimaan (belum
tentu menjadi hak pemda)
Karakteristik pengelolaan keuangan
daerah di era reformasi
Masyarakat termasuk dalam unsur-unsur penyusun
APBD, selain pemda yang terdiri atas kepala daerah dan
DPRD.
Indikator kinerja pemda mencakup:
Perbandingan antara anggaran dan realisasi;
Perbandingan antara standar biaya dengan realisasi;
Target dan persentase fisik;
Standar pelayanan yang diharapkan.
Karakteristik pengelolaan keuangan
daerah di era reformasi
Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah pada akhir
tahun anggaran adalah Laporan Perhitungan APBD
dibahas oleh DPRD dan mengandung konsekuensi atas
masa jabatan kepala daerah jika 2(dua) kali mengalami
penolakan DPRD.
Penerapan akuntansi dalam pengelolaan keuangan
daerah.
Sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara, yang mengatur penggunaan
basis akrual dalam sistem akuntansi keuangan pemerintah,
maka pemerintah merilis PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sebagai penganti
PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan yang menggunakan basis kas menuju basis
akrual (cash toward accrual). Untuk mendukung
pelaksanaan PP Nomor 71 Tahun 2010, telah dikeluarkan
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 238 Tahun 2011
tentang Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintah
(PUSAP) dan Permendgri No. 64 Tahun 2013 tentang
Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis
Akrual pada Pemerintah Daerah.
Standar Akuntansi
Pemerintahan
PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP) menyatakan
bahwa SAP adalah prinsip-prinsip akuntansi
yang diterapkan dalam menyusun dan
menyajikan laporan keuangan pemerintah.
Dalam PP 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

terdapat 3 (tiga) Lampiran yaitu:

Lampiran I tentang Standar Akuntansi


Pemerintahan Berbasis Akrual
Lampiran II tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan Berbasis Kas Menuju Akrual
Lampiran III tentang Proses Penyusunan
Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis
Akrual.
Lampiran I Standar Akuntansi Pemerintahan

Berbasis Akrual berisi:

Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan;


PSAP 01 Penyajian Laporan Keuangan;
PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas;
PSAP 03 Laporan Arus Kas;
PSAP 04 Catatan Atas Laporan Keuangan;
PSAP 05 Akuntansi Persediaan;
PSAP06 Akuntansi Investasi
PSAP 07 Akuntansi Aset Tetap
PSAP 08 Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan
PSAP 09 Akuntansi Kewajiban
PSAP 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Operasi
yang tidak dilanjutkan.
PSAP 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
PSAP 12 Laporan Operasional
Lampiran I berlaku sejak tanggal ditetapkan dan
dapat segera diterapkan oleh setiap
entitas,sedangkan Lampiran II berlaku selama
masa transisi bagi entitas yang belum siap untuk
menerapkan SAP Berbasis Akrual. Dengan kata
lain, Lampiran II merupakan lampiran yang
memuat kembali seluruh aturan yang ada pada
PP 24 tahun 2005 tanpa adanya perubahan.
Sistem Akuntansi Pemerintahan pada Pemerintah Pusat dan
Daerah diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
238/PMK.05/ Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Sistem
Akuntansi Pemerintahan (PUSAP). PUSAP bertujuan untuk
memberikan pedoman bagi Pemerintah dalam rangka
penyusunan Sistem Akuntansi Pemerintahan yang mengacu
pada SAP berbasis Akrual. Demikian pula Sistem Akuntansi
Pemerintahan pada pemerintah Daerah harus diatur dengan
peraturan gubernur/bupati/walikota yang mengacu pada
Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintah tersebut.
Sebagai aturan teknis pemerintah mengeluarkan
Permendagri No. 64 tahun 2013 sebagai pedoman bagi
pemerintah daerah dalam rangka penerapan SAP berbasis
akrual.
SELESAI Bagian 1………..