Anda di halaman 1dari 23

Psikososial dan Budaya

dalam Keperawatan
(Kasus ke-4)
Zahrotul. M (088) Chaerani (096) Anggia. N (104)
Fijri. R. N (093) Tsania. R (097) Ummi. N (111)
Tari. G (094) M. Alfian (103) Niasa. L (130)
Soal Kasus

 Seorang wanita sbg ibu rumah tangga yang berusia 24 tahun datang dari UGD ke
ruang perawatan penyakit dalam bersama perawat, suami, dan anaknya dengan
keluhan badannya terasa panas sudah 3 hari, kepala terasa sakit, mual, muntah,
tidak nafsu makan dan lemas. Pendidikan terakhir klien adalah SMP (MTs),
beragama Islam, dan berpandangan bahwa sakitnya karena ujian dari Allah SWT.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh perawat didapatkan TTV TD 100/70 mmHg,
suhu 38֯ C, nadi 60x/menit, perapasan 17x/menit, bercak merah pada kulit, uji
bendung positif,terdapat hematomegali dan hasil pemeriksaan laboratorium
didapatkan peningkatan Ht > 20%, penurunan trombosit < 50.000 /uL, dan
penurunan leukosit sampai 4.000/uL.
Lanjutan

 Dokter mendiagnosa klien menderita DHF. Dokter menyarankan klien harus dirawat
kurang lebih 5 hari dan harus melkukan transfusi trombosit sampai keadaan normal
karena penurunan trombosit yang rendah. Klien langsung menolak setelah mendengar
bahwa dirinya haru melakukan tranfusi trombosit dengan alasan dalam kepercayaan dan
budayanya yaitu suku kalimantan tidak boleh menerima tranfusi dari orang lain. Klien
jarang memeriksakan dirinya ke rumah sakit, akan tetapi klien pernah jatuh sakit dan
hanya berobat ke klinik dokter saja. Sesekali dokter pernah menyarankan pemeriksaan
berlanjut ke laboratorium tetapi klien mengabaikannya dg alasan minum obat pun sudah
bisa sembuh. Dalam biaya pengobatan klien dan suaminya tidak ada masalah karena
klien dan suaminya sudah punya tabungan. Klien dan keluarga mempunyai kebiasaan
makan sehari-hari adalah makanan hewani jarang memakan nabati. Makanan yang
dipantangi adalah daging babi.
PERAN PERAWAT

Zahrotul Mutingah - 1710711088


Peran Perawat
• adalah suatu cara untuk menyatakan aktivitas perawat
dalam praktik, yang telah menyelesaikan pendidikan
formalnya, diakui dan diberikan kewenangan oleh
pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung
jawab keperawatan secara profesional sesuai dengan
kode etik profesinya.
Peran perawat berdasarkan kasus:

Pemberi Asuhan
Keperawatan

Pendidik Kolaborator

Advokat
APLIKASI KONSEP TEORI
FIJRI RESKI NENDARESWARI – 1710711093
TSANIA RAMADHANTY – 1710711097
MASYARAKAT
KEBUDAYAAN RUMAH SAKIT
DAN KEBUDAYAAN
• Langsung menolak saat mendengar harus • Masyarakat rumah sakit dan
melakukan transfusi trombosit karena dalam kebudayaan
kepercayaan kebudayaan suku Kalimantan
yaitu tidak boleh menerima transfusi dari
orang lain
• Klien pantang memakan daging babi
karena dalam kebudayaan dan hokum
umat muslim, daging babi haram hukumnya
untuk dikonsumsi
PERAN DAN PRILAKU
PERSEPSI SEHAT SAKIT
PASIEN
• Pasien menganggap bahwa sakitnya datang karena • Pasien sudah mengetahui dirinya memiliki
ujian dari Allah SWT sebagai teguran untuk hambanya masalah kesehatan akan tetapi, enggan
memeriksakan dirinya kerumah sakit untuk
• Pasien tidak ingin melakukan cek laboratorium, cukup
melakukan cek laboratorium
minum obat saja sudah bisa sembuh karena mungkin
juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan terakhir • Klien dan keluarga mempunyai kebiasaan
pasien yaitu SMP sehingga tidak mengetahui makan sehari-hari makanan hewani jarang
pentingnya kesehatan dan akibat yang akan timbul sekali makanan nabati karena menurut
dari penyakit kelompok kami, pasien sangat minim
mengetahui tentang edukasi makanan yang
• Klien jarang memeriksakan dirinya kerumah sakit, saat
sehat karena pasien sangat jarang dating
klien sudah jatuh sakit pun hanya ke klinik saja karena
ketempat pelayanan kesehatan
klien beranggapan bahwa hanya ujian dari Allah dan
dengan mengkonsumsi obat saja akan sembuh
RESPON SAKIT/NYERI
ETIOLOGI (PENYEBAB)
PASIEN
• Pasien enggan melakukan transfuse • Pasien menganggap sakitnya
trombosit karena bertentangan dengan merupakan ujian dari ALLAH SWT
budaya Kalimantan karena pasien beranggapan bahwa
• Sebelumnya pasien merasakan ada sumber penyakit yang ia derita adalah
masalah dalam kesehatannya akan merupakan ujian dari Allah sebagai
tetapi enggan melakukan cek teguran.
laboratorium, cukup minum obat saja • Pasien datang dari UGD dengan
sudah bisa sembuh keluhan badannya terasa panas sudah
3 hari, kepala terasa sakit, mual,
muntah, tidak nafsu makan dan lemas.
Tari Gustika 1710711094
Chaerani 1710711096
 Persepsi klien tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi
permasalahan kesehatan saat ini :
“pasien jarang memeriksakan dirinya kerumah sakit,akan tetapi pasien pernah jatuh
sakit dan hanya berobat ke klinik dokter saja”
 Persepsi sehat sakit :
“pasien merasa kalau sakitnya dapat hilang hanya dengan minum obat tanpa harus
memeriksa nya lebih lanjut ke laboratorium”
 Kebiasaan berobat atau mengatasi masalah kesehatan.
“ketika merasa sakit,pasien biasanya pergi ke klinik dokter.
 Alasan mencari bantuan kesehatan:
“untuk memperoleh kesembuhan.”
 Alasan klien dalam memilih pengobatan alternatif. : -
 Agama yang dianut : Islam
 Status pernikahan : Sudah menikah
 Cara pandang klien terhadap penyebab penyakit : Klien memandang bahwa
sakitnya merupakan ujian dari Allah SWT
 Cara pengobatan :-
 Kebiasaan agama yang berdampak positif terhadap kesehatan. :-
 Nama lengkap :-
 Nama panggilan :-
 Umur :24 tahun
 Tempat tanggal lahir :-
 Jenis kelamin :Perempuan
 Status : Istri
 Tipe keluarga :
 Pengambilan keputusan dalam keluarga : Suami
 Hubungan klien dengan kepala keluarga : Istri
 Posisi dan jabatan yang dipegang oleh kepala keluarga : -
 Bahasa yang digunakan :-
 Kebiasaan makan :Pasien dan keluarga sering makanan hewani dan jarang
mengkomsumsi makanan nabati.
 Makanan yang dipantang dalam kondisi sakit : Daging Babi
 Persepsi sakit berkaitan dengan aktivitas sehari-hari :
 Kebiasaan membersihkan diri :-
 Jam berkunjung :-  Pekerjaan klien : Ibu rumah
tangga
 Jumlah anggota keluarga yang
boleh menunggu :-  Sumber biaya pengobatan : Klien
dan suami memiliki tabungan
 Cara pembayaran untuk klien
yang dirawat :-
ANALISA DATA
DAN
DIAGNOSA
Anggia Nur – 1710711103
Niasa Lora – 1710711130
Diagnosa ke-1
Data Fokus
You will… I will... Problem Etiologi
DS : Risiko Distres Program Pengobatan
 prepare your materials  give you directions for morning work
1. Klien mengatakan menolak untuk tranfusi trombosit dengan alasan kepercayaan dan budayanya Spiritual
 <material 2> assist you
2. minum
Klien mengatakan jarang memeriksa dirinya ke Rumah Sakit, dengan alasan obat pun with questions
sudah bisa about morning
 get focused and be ready to begin
sembuh work and check it over/discuss it with you
3. Klien listen tobahwa
mengatakan or read <insert
sakitnya karnateacher’s
ujian yang name>
berasal dari Allah
 be tracking respectful and responsible
4. directions
Klien mengeluh sakit kepala, badannya terasa panas sudah 3 hari.
student behavior with <insert behavior
DO :  complete what you have been assigned quietly
1. Hasil pemeriksaan Lab:
and carefully
system>
a. Ht: > 20%
 Did you finish early?
b. Penurunan Trombosit : < 50.000/uL
 <list what students can do if they finish
c. early> : 40.000/uL
Penurunan Leukosit
1. Dx. Medis : DHF
2. Dokter menyarankan klien harus melakukan transfusi trombosit
Diagnosa ke-2
Data Fokus Problem Etiologi
DS : Defesien Volume Kehilangan Cairan
1. Klien mengeluh : Badannya terasa panas sudah 3 hari, Kepala terasa sakit, Mual dan muntah, Tidak Cairan Aktif
nafsu makan, Lemas

DO :
1. TTV: TD : 100/70 mmHg, S : 38oC, N : 60x/menit, RR : 17x/menit
2. Terdapat bercak merah pada kulit
3. Uji bendung (+)
4. Terdapat hematomegali
5. Hasil Pemeriksaan Lab: Ht: > 20%, Penurunan Trombosit : < 50.000/uL, Penurunan Leukosit :
40.000/uL
6. Dx. Medis : DHF
INTERVENSI
Ummi Nurahmah – 1710711111
Intervensi Ke-1

Diagnosa Kriteria hasil intervensi


Risiko Distres Spiritual 1. HT tidak lebih dari 20% 1. Lakukan sosialisasi dampak jika
berhubungan dengan program 2. Trombosit 100.000/ul tidak mau transfusi darah
pengobatan 3. Leukosit normal 2. Beri pasien banyak minum
3. Kontrol H2TL pasien
4. Anjurkan pasien berdoa sesuai
agama yang diyakini
Intervensi Ke-2

Diagnosa Kriteria hasil intervensi


Defesien Volume Cairan 1. TTV normal 1. Cek tanda tanda vital
berhubungan dengan kehilangan TD =120/90mmhg 2. Kolaborasi dengan dokter
cairan aktif S =37 pemberian obat diuretik
N= 60x/menit 3. Uji bendung ulang
R= 17x/menit 4. Periksa bagian abdomen pasien
2. Uji bendung negatif 5. Kolaborasi pemberian cairan
3. Tidak ada hematomegali infus
Terimakasih atas
perhatiannya...
Apakah ada yang ingin bertanya?
Memberi saran?