Anda di halaman 1dari 6

JENIS USAHA/ KEGIATAN WAJIB AMDAL

PABRIK KOPI
• Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar dunia
setelah Brazil, Vietnam dan Colombia. Strata industri kopi dalam
negeri sangat beragam, dimulai dari unit usaha berskala home
industry hingga industri kopi berskala multinasional. Produk-produk
yang dihasilkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi
kopi dalam negeri, namun juga untuk mengisi pasar di luar
negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kopi di dalam
negeri merupakan pasar yang menarik bagi kalangan pengusaha yang
masih memberikan prospek dan peluang sekaligus menunjukkan
adanya kondisi yang kondusif dalam berinvestasi dibidang industri
kopi.
• Hasil penelitian menunjukkan, pada proses pengolahan biji kopi
dihasilkan biji kopi sekitar 65% dan 35% berupa limbah kopi yang
merupakan bahan organik berkadar selulose yang mengandung
beberapa zat kimia beracun seperti alkaloids, tannins dan
polyphenolics, yang membuat lingkungan degradasi bilogis terhadap
material organik lebih sulit.
DAMPAK PENTING (LINGKUNGAN)
1. Polusi organik limbah kopi pada perairan
Dampak itu berupa pengurangan oksigen karena tingginya BOD
(Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand).
Substansi organik terlarut dalam air limbah secara amat lamban dengan
menggunakan proses mikrobiologi dalam air yang membutuhkan
oksigen dalam air. Karena terjadinya pengurangan oksigen terlarut,
permintaan oksigen untuk menguraikan organik material melebihi
ketersediaan oksigen sehingga menyebabkan kondisi anaerobik. Kondisi
ini dapat berakibat fatal untuk makhluk yang berada dalam air dan juga
bisa menyebabkan bau, lebih jauh lagi, bakteri yang dapat
menyebabkan masalah kesehatan dapat meresap ke sumber air minum
penduduk sekitar.
DAMPAK PENTING (LINGKUNGAN)
2. Polusi udara
Pengoperasian selalu menghasilkan limbah debu dan sisa kulit kopi
bertebaran terbawa angin sehingga menyebabkan pencemaran udara
yang dialami penduduk sekitar yang bisa menyebabkan sesak nafas.
3. Polusi suara dan getaran
Pengoperasian selalu menyebabkan adanya kebisingan dari mesin kopi
serta getaran yang dapat mengganggu aktivitas pendudul sekitar.
ALTERNATIF UNTUK MENGURANGI DAMPAK PENTING
• Menambahkan mikroorganisme anaerobik dalam menguraikan limbah yang
ditimbulkan.
• Melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah buah
kopi yang baik dan benar. Menampung limbah buah kopi dalam suatu tempat dan
dilakukan pembuatan kompos.
• Pemanfaatan limbah buah kopi menjadi makanan seperti nata de coffe.
• Mencegah timbulnya erosi serta membantu penghijauan di areal usaha.
• Menghindari polusi dan gangguan lain yang berasal dari lokasi usaha yang dapat
mengganggu lingkungan berupa bau busuk, suara bising, serangga, tikus serta
pencemaran air sungai/sumur.
• Setiap usaha penanganan pasca panen kopi, harus membuat unit pengolahan
limbah perusahaan (padat, cair dan gas) yang sesuai dengan kapasitas produksi
limbah yang dihasilkan.
• Sebagai bentuk upaya pengelolaan lingkungan sebelum melakukan
kegiatan usaha pabrik kopi wajib untuk membuat AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) sesuai dengan Permen LH No.
5 Tahun 2012.
• AMDAL adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha
dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang
diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.