Anda di halaman 1dari 26

Lari Estafet dan Lari Jarak Pendek

Materi Kelas XII


ANDREW HAGI TANUWIJAYA
XII IPS II
Lari Estafet

 Lari Estafet adalah salah satu perlombaan cabang


atletik yang dilakukan bergantian atau berantai

Satu Regu terdiri dari 4 pelari , Nomor lari yang


sering dilombaka 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter
Tehnik Penerimaan Tongkat

 Dengan cara melihat (visual) : Tehnik penerimaan tongkat dengan cara


menoleh ke belakang untuk melihat tongkat .
 Dengan cara tidak melihat ( non visual) : Tanpa melihat tongkat
Tehnik Pemberian Tongkat

 Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima
menggunakan tangan kiri.
 Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah.
Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap
bawah.
 Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di
bawah pinggang.
 Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga
menggunakan tangan kanan. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari depan melalui
atas.
Daerah Pergantian Tongkat

 1. Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan lintasan tikungan

 2. Pelari ke 2 Di daerah start kedua dengan lintasan lurus

 3. Pelari ke 3 Di daerah start ketiga dengan lintasan tikungan

 4.Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di


garis finish
Daerah Pergantian Tongkat
Peraturan Perlombaan

 1. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2


meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meter pra-
zona.
Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat
dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi penggantian
tongkat.

 2. Jarak Tempuh Lari estafet : 4×400 M (Putra/Putri) Dan 4×100 M. Start


yang sering digunakan dalam Lari Estafet: Start Jongkok sering digunakan
pada pelari pertama
Sedangkan Start Berlari sering digunakan pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan
ke-Empat (2,3,4).
Hal Penting Yang Harus Diperhatikan

 1. Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3


memegang tongkat pada lengan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4
memegang tongkat dengan lengan kiri.
 2. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari
masing-masing pelari, misalnya pelari 1 dan 3 yang benar-benar baik
dalam menikung. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyari
daya tahan yang baik.
 3. Jarak penantian pelari 2,3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan
tepat seperti pada waktu latihan.
 4. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan
masing-masing
Lari Jarak Pendek

 Lari jarak pendek atau sprint adalah salah


satu jenis lari yang dilakukan dengan
kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang
garis lintasan dari start hingga finish dimana
pemenangnya ditentukan berdasarkan
catatan waktu yang paling singkat. Terdapat
tiga jarak lintasan yang dilombakan pada lari
jarak pendek, yaitu lari jarak 100 meter, 200
meter dan 400 meter.
Pengetahuan Dasar Lari Jarak Pendek

 Tubuh sedikit condong ke depan saat berlari, kedua lengan sedikit fleksi
90 derajat dan diayunkan searah dengan gerakan saat berlari.
 Otot-otot bagian depan dan kedua lengan tetap dalam keadaan rilek.
 Tungkai bawah ditolakan dengan kuat sampai lurus, dan pengangkatan
pada depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah.
 Pinggang tetap dalam posisi ketinggian yang sama selama berlari.
 Ketika mencapai finish, badan dicondongkan dengan serentak ke depan
untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita.
Teknik Start Lari Jarak Pendek

 Terdapat tiga macam teknik start dalam lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut:
Start Pendek (Bunch Start). Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri
sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan
ibu jari terpisah.
 Start Menengah (Medium Start). Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan
tumit kaki kiri jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan diletakkan di belakang garis
start dengan empat jari-jari rapat. Ibu jari terpisah.
 Start Panjang (Long Start). Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri,
jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari
rapat dan ibu jari terpisah.
 Menurut Bompa (1999), terdapat tiga urutan atau langkah-langkah teknik start lari jarak
pendek, yaitu dijelaskan berdasarkan aba-aba sebagai berikut:

a. Aba-aba bersedia
 Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua
kakinya menyentuh blok depan dan belakang, kemudian lutut kaki belakang diletakkan
di tanah, terpisah selebar bahu. Jari-jari tangan membentuk V terbalik dan kepala dalam
keadaan datar dengan punggung, sedangkan mata tetap menatap lurus ke bawah.
 b. Aba-aba siap
Setelah ada aba-aba siap, posisi badan
seorang pelari adalah lutut ditekan ke
belakang, lutut kaki depan ada dalam
posisi membentuk sudut siku-siku 90
derajat, sedangkan kaki belakang pelari
membentuk 120-140 derajat. Dan posisi
pinggang sedikit diangkat lebih tinggi dari
bahu, tubuh sedikit condong ke depan,
serta bahu agak maju ke depan dari dua
tangan.
c. Aba-aba Yaak
Setelah seorang starter memberikan aba-aba, maka gerakan seorang pelari
adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak atau
menekan keras pada start blok, dan kedua tangan diangkat dari tanah
secara bersamaan untuk kemudian diayunkan bergantian. Kaki belakang
mendorong lebih kuat, dorongan kaki depan sedikit demi sedikit, namun
tidak lama, kaki belakang diayunkan ke depan dengan cepat sedangkan
badan condong ke depan, lutut dan pinggang diluruskan penuh pada saat
akhir dorongan.
Teknik Lari Jarak Pendek
 a. Fase Topang
 Fase topang bertujuan untuk memperkecil hambatan saat
menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Fase
topang terdiri dari topang depan dan topang dorong. Adapun
tekniknya adalah sebagai berikut:
 Mendarat pada telapak kaki.
 Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortasi.
 aki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki
topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak.
 Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.
 b. Fase layang
 Fase layang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan
dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif
saat menyentuh tanah. Adapun tekniknya adalah sebagai
berikut:
 Lutut kaki ayun bergerak ke depan dan ke atas.
 Lutut kaki topang bengkok dalam fase pemulihan, ayunan lengan
aktif namun rilek.
 Kaki topang bergerak ke belakang.
Teknik Melewati Garis Finish

 Pelari dikatakan sudah mencapai garis finish, apabila


bagian-bagian tubuhnya sudah dalam bidang vertikal
dari sisi terdekat garis finish, sesuai dengan peraturan
dan garis yang telah disediakan. Bagian tubuh yang
dimaksud adalah kepala, leher, lengan dan kaki.

Menurut Muhtar (2011:14), terdapat tiga teknik pada


saat melewati garis finish pada lari jarak pendek, yaitu:
Menjatuhkan dada ke depan.
 Menjatuhkan salah satu bahu ke depan.
 Lari secepat-cepatnya sampai beberapa meter
melewati garis finish.
Peraturan Perlombaan Lari Jarak
Pendek
 a. Peraturan Perlombaan
 Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan sebuah garis selebar 5 cm siku-siku
dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis
fnish terdekat dengan garis start.
 Aba-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah "bersedia", "siap" dan "ya" atau
bunyi pistol.
 Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba "ya" atau bunyi pistol yang ditembakkan
ke udara.
 Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimal 3 kali kesalahan).
 Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan empat tahap, yaitu babak pertama,
babak kedua, babak semi final, dan babak final.
 Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak
maju ke babak berikutnya.
 b. Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah
 Hal-hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu:
Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali.
 Memasuki lintasan pelari lain.
 Mengganggu pelari lain.
 Keluar dari lintasan.
 Terbukti memakai obat perangsang.
 c. Sarana dan Peralatan Lari Jarak Pendek
 Lintasan. Perlombaan lari jarak pendek dilakukan di lapangan yang
dibuat lintasan atau ban. Lintasan atau ban perlombaan jumlahnya ada
delapan buah. Lebar setiap lintasan berukuran 1,22 meter.
 Peralatan. Alat yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek,
misalnya sepatu spikes, start block, tiang finish, stopwatch, dan bendera
start atau pistol