Anda di halaman 1dari 12

DISUSUN OLEH :

Fikriatul Khasanah (C.131.18.0063)


Fran Nurvin Favian (C.131.18.0094)
Aulia Sebastian (C.131.18.0098)
Bayu Aji Wicaksono (C.131.18.0107)
Bagus Adji Saputra (C.131.18.0117)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


“KESETARAAN GENDER” UNIVERSITAS SEMARANG
Kesetaraan GENDER
Pengertian GENDER Menurut Islam
Pengertian GENDER

GENDER adalah seperangkat peran yang seperti halnya kostum dan topeng di
teater menyampaikan kepada orang lain bahwa kita adalah feminin atau
maskulin. Perangkat perilaku khusus ini yang mencakup penampilan, pakaian,
sikap, kepribadian, bekerja di dalam dan di luar rumah tangga, seksualitas,
tanggung jawab keluarga dan sebagainya secara bersama-sama memoles
peran gender kita.
Kesetaraan GENDER Menurut Islam

PRINSIP-PRINSIP yang memposisikan


laki-laki dan perempuan sama-sama
sebagai hamba Tuhan

Laki-laki dan perempuan akan mendapatkan penghargaan


Laki laki dan perempuan adalah sama-sama sebagai hamba
dari Tuhan sesuai dengan pengabdiannya

Laki-laki dan perempuan mempunyai persamaan dalam hak


Laki-laki dan perempuan sebagai khalifah di bumi
kehormatan

Laki-laki dan perempuan mempunyai persamaan hak


Laki-laki dan perempuan berpotensi meraih prestasi
berpolitik
Laki laki dan perempuan adalah sama-sama
sebagai hamba

Dalam alqur’an (Az- Zariyat: 56) disebutkan : ‘’Dan Aku tidak


menciptakan jin dan manusia melainkan supayamereka
menyembahku’’. Dalam kapasitasnya sebagai hamba, tidak ada
perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai
potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal.
Hamba ideal dalam al-Qur’an biasa diistilahkan dengan orang-
orang yang bertakwa (muttaqin).
Laki-laki dan perempuan sebagai khalifah di bumi

Maksud dan tujuan penciptaan manusia di muka bumi ini adalah


Juga dalam Alqur’an (al-Baqarah: 30) disebutkan : “Ingatlah
di samping untuk menjadi hamba yang tunduk dan patuh serta
ketika Tuhanmu berfirman kepada para
mengabdi kepada Allah, juga untuk menjadi khalifah di bumi,
malaikat:Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
sebagaimana tersurat dalam Alqur’an (Al-An’am: 165) : “Dan
khalifah di muka bumi. Mereka berkata: mengapa Engkau
dialah yang menjadikan kalian penguasa penguasa di bumi dan
hendak menjadikan (khalifah) di bumi orang yang membuat
Dia meninggikan sebahagian kalian atas sebahagian yang lain
kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami selalu
beberapa derjat, untuk mengujimu tentang apa yang
senantiasa bertasbih kepadaMu dan mensucikan Mu. Tuhan
diberikanNya kepada kalian. SesungguhnyamTuhan kalian amat
berfirman, sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak
cepat siksaanNya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun
kalian ketahui:”.
lagi Maha Penyayang”.
Laki-laki dan perempuan berpotensi meraih prestasi

Tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan untuk


meraih peluang prestasi. Disebutkan dalam Alquran (Al-Nisa:
124) : “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik
Juga (al-Mu’min:40): “Barangsiapa mengerjakan
laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka
mereka ituperbuatan jahat,surga
masuk ke dalam Maka Dia tidak
dan mereka akan dibalasi
tidak dianiaya
melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan
walau sedikitpun”.
Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-
laki maupun
Juga perempuan
(Al-Nahl: 97): sedang ia dalam
“Barangsiapa Keadaan amal
yang mengerjakan
beriman, saleh,
Makabaik mereka
laki-lakiakan masuk
maupun surga, mereka
perempuan dalam keadaan
beriman,
diberi rezki Maka Sesungguhnya
di dalamnya tanpa hisab”.akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri
Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari
apa yang telah mereka kerjakan”.
Laki-laki dan perempuan akan mendapatkan penghargaan
dari Tuhan sesuai dengan pengabdiannya

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-


laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan
yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan.“ (An Nahl : 97)
Laki-laki dan perempuan mempunyai persamaan
dalam hak kehormatan

(Surat Al Hujurat ayat 11) “Hai orang-orang yang beriman


janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang
yangberiman,
lain (karena)
(Surat Al Hujurat ayat 12) “Hai orang-orang
boleh jadikebanyakan
mereka (yang diolok-olok)sesungguhnya
lebih baik dari mereka
jauhilah dari prasangka, sebagian
(yang mengolok-olok)
prasangka itu adalah dosadan jangan kamu
dan janganlah pula mencari-cari
wanita-wanita
(mengolok-olok)
kesalahan orangwanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-
lain dan janganlah sebahagian kamu
wanita (yang diperolok-olokkan) lebihSukakah
baik dari wanita (yang
menggunjing sebahagian yang lain. salah seorang di
mengolok-olok) dan janganlah
antara kamu memakan dagingkamu mencelayang
saudaranya dirimu sendiri
sudah dan
mati?
janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah
buruk.
kepadaSeburuk-buruk panggilan ialah (panggilan)
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerimayangtobatburuk
lagi
sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka
Maha Penyayang.”
mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Laki-laki dan perempuan mempunyai persamaan
hak berpolitik

(Surat At Taubah ayat 71) “Dan orang-orang yang beriman,


lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi
penolong bagi sebagian yang yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat
pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat
oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.”
Kesimpulan
Gender adalah suatu konsep yang mengkaji tentang perbedaan antara laki-laki dan
perempuan sebagai hasil dari pembentukan kepribadian yang berasal dari masyarakat (kondisi
sosial, adat-istiadat dan kebudayaan yang berlaku).
Dalam pandangan Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sama dibandingkan dengan
laki-laki. Kesetaraan yang telah diakui oleh Al Qur’an itu, bukan berarti harus sama antara laki-
laki dan perempuan dalam segala hal. Untuk menjaga kesimbangan alam (sunnatu tadafu’),
harus ada sesuatu yang berbeda, yang masing-masing mempunyai fungsi dan tugas tersendiri.
Tinggi rendahnya kualitas seseorang hanya terletak pada tinggi-rendahnya kualitas pengabdian
dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Allah memberikan penghargaan yang sama dan setimpal
kepada manusia dengan tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan atas semua amal
yang dikerjakannya.