Anda di halaman 1dari 35

Muhammad Wildan Al Hakim

02111645000025
Dosen Pembimbing:
Ir. Julendra Bambang Ariatedja, MT.

PENGARUH LUBANG PADA PIRINGAN CAKRAM


TERHADAP DISTRIBUSI TEMPERATUR KAMPAS REM
CAKRAM

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut


Teknologi Sepuluh Nopember
2018
LATAR BELAKANG

Piringan Cakram

Kampas Rem

Calipper
TUJUAN

Mengetahui distribusi Mengetahui pengaruh lubang


Mensimulasikan fenomena pada piringan cakram terhadap
temperatur kampas rem yang
pengereman dalam software temperatur permukaan atau
dihasilkan dari proses
finite element temperatur rata – rata kampas
pengereman.
rem
BATASAN MALAH

1. Analisa dilakukan pada motor honda supra x 125


2. Kampas rem terbuat dari bahan asbestos dan disk terbuat dari cast iron
3. Gaya yang diberikan kampas rem pada disk dianggap konstan.
4. Proses pengereman dilakukan saat kondisi jalan turun dengan sudut
kemiringan 20º tanpa melepas handle rem dan kecepatan kendaraan 30
km/jam.
5. Kecepatan sudut, Gaya gesek dan Konduktifitas termal material dianggap
konstan selama proses pengereman.
6. Heat Flux dianggap konstan selama proses gesekan.
7. Perpindahan panas konveksi dan radiasi diabaikan.
FLOWCHART PENELITIAN

Flowchart Penelitian
Mulai

Studi Literatur dan Pengumpulan


Data

Pembuatan Geometri
sederhana

Simulasi Software
Perhitungan Energi Yang
Dibangkitkan

Penghitungan Temperatur
Permukaan kampas rem

Tidak
Verifikasi : Temperatur
Permukaan Sama
Dengan Calculation

Ya
Pembuatan Geometri
Yang Sebenarnya

A
FLOWCHART SIMULASI
Material Properties

Properties Disk (Gray Cast Iron) Kampas Rem ( Asbestos)


Density (Kg/m3) 7300 2500
Modulus young (Mpa) 124 160
Poition Ratio 0,33 0,3
Konduktifitas Thermal 53,3 0,54
(w/mK)

Specific Heat (J/KgK) 490 1907


SIMULASI FINITE ELEMENT SERVER

Input Properties of Material

Import Part Dari Dari Solidwork


SIMULASI FINITE ELEMENT SERVER

Input Step

Assembly part
SIMULASI FINITE ELEMENT SERVER

Create Interaction

Hasil Output Yang Diinginkan


SIMULASI FINITE ELEMENT SERVER

Boundary Condition : Pressure

Contact Properties
SIMULASI FINITE ELEMENT SERVER

Meshing
Boundary Comdition : Kecepatan Sudut
SIMULASI FINITE ELEMENT SERVER

Proses Visualization
SIMPLIKASI BENTUK SEBAGAI VERIFIKASI DENGAN
HAND CALCULATION

Bentuk Disederhanakan
Pada perhitungan tahap awal sebagai validasi antara
simulasi dengan perhitungan digunakan Input:
Fp = 100 N
ω = 3,14 rad/s
µk = 0,43
Skema R = 0,185 m
Simplifikasi
A = 0,003685 m2

Dimana :
Fp = Gaya piston yang menekan brake (N)
A = Luas penampang kampas rem yang
Pemodelan bentuk awal menggunakan bergesekan (m2)
software Finite Element µk = Koefisien gesek pada rem
R = Jarak Pusat piringan ke kampas rem
ω = Gaya piston yang menekan brake (N)
Hand Calculation

MENGHITUNG TEMPERATUR SURFACE KAMPAS REM


Dimana :
Fbc = µ . Fp (N) Q = Heat Generation (W)
q = Heat Fluq (W/m2
Tbc = Fbc . R (Nm) ω = Kecepatan sudut (Put/min)
Tbc = Torsi Pengereman rem cakram (Nm)
Fbc = Gaya gesek pengereman rem cakram (N)
Q = ω . Tbc (W) R = Jarak antara pusat piringan ke kampas rem (m)
µ = koefisien gesek pada rem
Fp = Gaya piston yang menekan brake (n)
Q = ω . µ. Fp . R (W)

Q ω . µ. Fp . R
q= =
𝐴 𝐴

Tsur = To + (ºC)
VERIFIKASI GRAFIK

Simulasi Vs Hand Calculation

70

60

50
Temperature (ºC)

40
Temperature vs Time Simulasi
30

20
Temperaur vs time Hand Calculation
10

0
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Time (s)

Grafik Hasil Simulasi Vs Hand Calculation


PEMBUATAN MODEL SEBENARNYA

Pembuatan Model Sebenarnya


PERHITUNGAN GAYA PENGEREMAN

Perhitungan data proses pengereman

RODA AKAN TERJADI LOCK APABILA


(Gaya yang diberikan sistem) Fbf ≥ µ Wf ( Gaya yang dibutuhkan sistem)
AGAR TIDAK TERJADI LOCK PADA RODA, MAKA :
(Gaya yang diberikan sistem) Fbf < µ Wf ( Gaya yang dibutuhkan sistem)
PERHITUNGAN GAYA PENGEREMAN
Mencari Wf Pada jalan turunan 20º
𝟑𝟎𝐤𝐦 Dilakukan penimbangan motor dan penumpang pada kondisi datar didapatkan :
𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐌𝐨𝐭𝐨𝐫 Wf = 66,5 kg
𝐣𝐚𝐦 Wr = 112,6 kg
W = Wf + Wr
Dari data spesifikasi motor honda supra X 125 jarak antara sumbu roda depan dan belakang
yaitu :
L = 1235 mm = 1,235m
Untuk tumpuan di roda belakang (titik B) :
𝑊𝑓 Fbf .Rf
Lr = .𝐿 Ff piston =
𝑊 Rdb
Lr = 0,46 m Ff piston = 2380,9 N
Lf = L- Lr Dimana :
Lf = 0,77 m Ff piston = Gaya Gesek antara kampas rem dan cakram
Dimana : Fbf = Gaya Pengeraman depan
Lf = Jarak sumbu roda depan dengan CG Rdb = Jarak antara pusat roda dengan kampas rem
Lr = Jarak sumbu roda belakang dengan CG Rf = Jari – jari roda
Sehingga gaya piston yang menekan piringan cakram (Fp) adalah
F
( 𝑊 cos  .Lf )−( Wr cos  L) Fp = f piston
h= µb
𝑊 sin 
h = 0,40 m
Fp = 5537 N
𝑊 ℎ
Wf = ( Lr + ( sin  + µaspal + fr Kendaraan )
𝐿 cos ℎ
Wf= 138,47 kg = 1384,7 N
HASIL SIMULASI LUBANG TANPA VARIASI
HASIL SIMULASI LUBANG TANPA VARIASI

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Permukaan 1 : 16,970 detik atau 83 Putaran Permukaan 1 : 5,5133
Permukaan 2 : 17,485 detik atau 85 putaran Permukaan 2 : 5,4031
Permukaan 3 : 17,652 detik atau 86,5 putaran
Permukaan 4 : 20,439 detik atau 100 putaran
Permukaan 3 : 5,3729
Permukaan 4 : 5,0535
1 2 3 4

Temperature vs Time Temperature vs Time


(Setiap Permukaan Kampas Rem) (Tendline 4 Permukaan)
250 235
y1= 5,5133x + 106,1
225
200 y2 = 5,4031x + 105,14
215
Temperature (ºC)

Temperature (ºC)
y3 = 5,3729x + 104,65
150 205
y4 = 5,0535x + 97,476
195
100
185

50 175

165
0 155
0 5 10 15 20 25 12 14 16 18 20 22
Time (s) Time (s)

Permukaan 1 Permukaan 2 Permukaan 3 Permukaan 4 Permukaan 1 Permukaan 2 Permukaan 3 Permukaan 4


VARIASI LUBANG

Penambahan 8 Lubang Penambahan 8 Lubang Penambahan 8 Lubang


Pada Diameter 161 mm Pada Diameter 181 mm Pada Diameter 200 mm

Piringan Cakram
Tanpa Variasi

Variasi Lubang Memanjang Variasi Lubang Elips Tanpa Lubang


VARIASI LUBANG

VARIASI PENAMBAHAN 8 LUBANG PADA DIAMETER 161 mm

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Tanpa Penambahan Lubang : 16,970 detik atau 83,3 putaran Tanpa Penambahan Lubang : 5,5133
Penambahan Lubang: 5,4725
Penambahan Lubang: 17,03 detik atau 83,7 putaran

Temperature vs Time Trendline Temperature vs Time


(Penambahan 8 Lubang Pada Diamter 166mm) (Penambahan 8 Lubang Pada Diamter 166mm)
Permukaan 1 Permukaan 1
250
230 y1 = 5,5133x + 106,1
200 220

Temperature (ºC)
Temperature (ºC)

210 y2 = 5,4725x + 106,35


150
200
100
190

50 180

170
0
12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
0 5 10 15 20 25 30
Waktu (s)
Time (s)
Penambahan 8 Lubang Tanpa Penambahan Lubang
Penambahan 8 Lubang Tanpa Penambahan Lubang
VARIASI LUBANG

VARIASI PENAMBAHAN 8 LUBANG PADA DIAMETER 181 mm

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Tanpa Penambahan Lubang : 16,970 detik atau 83,3 putaran Tanpa Penambahan Lubang : 5,5133
Penambahan Lubang: 5,5104
Penambahan Lubang: 17,054 detik atau 83,73 putaran

Temperature vs Time Trendline Temperature vs Time


(Penambahan Lubang Pada Diameter 181mm) (Penambahan Lubang Pada Diameter 181mm)
Permukaan 1 Permukaan 1
230 y1= 5,5133x + 106,1
300
220
250

Temperature (ºC)
y 2= 5,5104x + 105,4
Temperature (ºC)

210
200
200
150

100 190

50 180

0 170
0 5 10 15 20 25 30 35 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
Time (s) Time(s)
Penambahan 8 Lubang Tanpa Penambahan Lubang
Penambahaan 8 Lubang Tanpa Penambahan Lubang
VARIASI LUBANG

VARIASI PENAMBAHAN 8 LUBANG PADA DIAMETER 200 mm

Gradien Garis Mencapai Suhu 200ºC


Tanpa Penambahan Lubang : 5,5133 Tanpa Penambahan Lubang : 16,970 detik atau 83,3 putaran
Penambahan Lubang: 5,4143
Penambahan Lubang: 17,6 detik atau 86,4 putaran

Temperatur vs Time Trendline Temperatur vs Time


(Penambahan 8 Lubang Pada Diameter 200mm) (Penambahan 8 Lubang Pada Diameter 200mm)
Permukaan 1 Permukaan 1
230
y1= 5,5133x + 106,1
250
220

Temperature (ºC)
200 y2 = 5,4143x + 106,71
Temperature (ºC)

210
150 200

100 190

50 180

0 170
0 5 10 15 20 25 30 12 14 16 18 20 22
Time (s)
Time(s)
Penambahan 8 Lubang Tanpa Penambahan Lubang Penambahan 8 Lubang Tanpa Penambahan Lubang
VARIASI LUBANG

VARIASI BENTUK LUBANG MEMANJANG


VARIASI LUBANG

VARIASI BENTUK LUBANG MEMANJANG

Temperature vs Time Trendline Temperature vs Time


(Variasi Bentuk Lubang Memanjang) (Variasi Bentuk Lubang Memanjang)
Permukaan 1 Permukaan 1
230 y 1= 5,5133x + 106,1
250
220

200
210

Temperature (ºC)
Temperature (ºC)

y 2= 5,3315x + 105,15
150 200

100 190

180
50
170
0
0 5 10 15 20 25 30 160 Time (s)
12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
Time (s)
Variasi Lubang Memanjang Tanpa Variasi Bentuk Lubang

Variasi Lubang Memanjang Tanpa Variasi Lubang

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Tanpa Variasi Lubang : 16,970 detik atau 83,3 putaran Tanpa Variasi Lubang: 5,5133
Variasi Lubang Memanjang : 17,7 detik atau 86,73 putaran Variasi Lubang Memanjang: 5,3315
VARIASI LUBANG

VARIASI LUBANG BENTUK ELIPS


VARIASI LUBANG

VARIASI LUBANG BENTUK ELIPS

Temperature vs Time Trendline Temperature vs Time


(Variasi Bentuk Lubang Elips) (Variasi Bentuk Lubang Elips)
Permukaan 1 Permukaan 1
230 y 1= 5,5133x + 106,1
250
220

200 210

Temperature (ºC)
Temperature (ºC)

200 y 2= 5,2926x + 101,31


150

190
100
180
50
170

0 160
0 5 10 15 20 25 30 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
Time (s)
Time (s)
Variasi Lubang Elips Tanpa Variasi Lubang Variasi Lubang Elips Tanpa Variasi Lubang

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Tanpa Variasi Bentuk Lubang : 16,970 detik atau 83,3 putaran Tanpa Variasi Bentuk Lubang : 5,5133
Variasi Lubang Elips: 18,67 detik atau 91,48 putaran Variasi Lubang Elips: 5,2926
VARIASI LUBANG

PIRINGAN CAKRAM TANPA LUBANG


VARIASI LUBANG

PERBANDINGAN PIRINGAN TANPA LUBANG DAN DENGAN LUBANG

Temperature vs Time Trendline Temperature vs Time


(Dengan Lubang dan Tanpa Lubang) (Dengan Lubang dan Tanpa Lubang)
Permukaan 1 Permukaan 1
300
y1= 8,3392x + 106,84
350
280
300
Temperature (ºC)

260

Temperature (ºC)
250
200 240 y2 = 5,5133x + 106,1

150
220
100
200
50
0 180
0 5 10 15 20 25
Time (s) 160
12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Tanpa Lubang Dengan Lubang Time(s)

Tanpa Lubang Dengan Lubang

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Tanpa Lubang: 11,6 detik atau 56,84 putaran Tanpa Lubang: 8,3392
Dengan Lubang: 16,970 detik atau 83,3 putaran Dengan Lubang: 5,5133
PERBANDINGAN

PERBANDINGAN HASIL VARIASI LUBANG

Temperature vs Time Temperature vs Time


(Beberapa Variasi) (Beberapa Variasi)
Permukaan 1 Permukaan 1
350 290
300
y1 = 8,3392x + 106,84
270
Temperature (ºC)

Temperature (ºC)
250 250
y2 = 5,5113x + 106,1
200 230
150 210 y3 = 5,3315x + 105,15
100 190
y4 = 5,2926x + 101,31
50 170
0 150
0 5 10 15 20 25 30 10 12 14 16 18 20 22
Time (s) Time (s)
Tanpa Lubang Dengan Lubang Dengan Lubang Variasi Bentuk Lubang Memanjang
Variasi Lubang Bentuk Memanjang Variasi Lubang Bentuk Elips
Variasi Bentuk Lubang Oval Tanpa Lubang

Mencapai Suhu 200ºC Gradien Garis


Tanpa Lubang: 11,6 detik atau 56,84 putaran Tanpa Lubang: 8,3392
Dengan Lubang: 16,970 detik atau 83,3 putaran Dengan Lubang: 5,5113
Variasi Lubang Bentuk Memanjang : 17,7 detik atau 86,73 putaran Variasi Lubang Bentuk Memanjang : 5,3315
Variasi Lubang Bentuk Elips : 18,67 detik atau 91,48 putaran Variasi Lubang Bentuk Elips : 5,2926
KESIMPULAN

1. Simulasi pada kampas rem dengan bentuk yang sebenarnya, temperature permukaan kampas rem tertinggi
terjadi pada permukaan nomor 1 dimana terjadi gesekan terakhir antara kampas rem dengan piringan cakram,
sedangkan temperature permukaan kampas rem terendah terjai pada permukaan nomor 4 dimana awal terjadinya
gesekan antara kampas rem dan piringan cakram.
2. Temperatur kampas rem dengan lubang pada piringan cakram menghasilkan temperatur yang lebih rendah bila
dibandingkan temperatur kampas rem tanpa lubang.
3. Penambahan 8 lubang pada diameter 166 mm, 181 mm dan 200 mm tidak mengubah temperature permukaan
kampas rem cakram secara signifikan 4. Variasi bentuk lubang piringan cakram dari bulat menjadi memanjang dan
elips sedikit menurunkan temperatur permukaan kampas rem cakram
5. Variasi lubang piringan cakram berbentuk elips menghasilkan temperatur permukaan kampas rem terendah dari
pada lubang tanpa variasi, variasi bentuk lubang memanjang, penambahan lubang dan tanpa lubang.
TERIMA KASIH
SIMULASI NUMERIK DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA
KAMPAS REM CAKRAM

Salah satu faktor yang menentukan kenyamanan dan


jaminan keselamatan suatu kendaraan adalah. kepakeman
fungsi sistem pengereman. Kampas rem merupakan
komponen berfungsi memperlambat dan menghentikan
putaran poros, mengendalikan poros dan untuk
keselamatan pengendara sendiri. Permodelan dilakukan
dengan bantuan software Solid Works 2015, dan untuk
proses simulasi dilakukan dengan bantuan software
ABAQUS untuk mengetahui distribusi temperature pada
kampas rem cakram.

Presentasi Proposal Di
C113,26 April 2018
DATANG REKKK!!!!