Anda di halaman 1dari 16

TEKNOLOGI PEMANFAATAN BATUBARA

 KELOMPOK 2

Budiman Achmadi
Lutpi Dwi Kurniawan
Muhammad Al-Hafiz
Valencia Tara Situmorang
Batubara adalah salah satu bahan
bakar fosil. Pengertian umumnya
adalah batuan sedimen yang
dapat terbakar, terbentuk dari
endapan organik, batuan organik
yang terutama terdiri dari karbon,
hidrogen dan oksigen.
PEMBAKARAN BATUBARA DAPAT DILAKUKAN DENGAN
BEBERAPA CARA, YAITU:

 Pembakaran dalam Unggun Tetap ( fixed


bed)
 Pembakaran Batubara Serbuk( Pulverized
/ PCC )
 Pembakaran lapisan mengambang
(fluidzed bed combustion / FBC)
PEMBAKARAN DALAM UNGGUN TETAP ( FIXED BED)

Fixed bed system atau


Grate system adalah
teknik pembakaran
dimana batubara
berada di atas
conveyor yang berjalan
atau grate. Sistem ini
kurang efisien karena
batubara yang terbakar
kurang sempurna atau
dengan perkataan lain
masih ada karbon yang
tersisa
Teknologi Fixed bed
 Pada pola pengumpanan overfeed aliran
batubara dan udara saling berlawanan.
Batubara diumpankan dari atas unggun
bergerak kebawah sambil terbakar,
sementara udara mengalir keatas melewati
lapisan abu dan batubara baru. Umpan
batubara akan terpanaskan karena kontak
dengan batubara yang sudah terbakar yang
ada dibawahnya dan juga oleh gas hasil
pembakaran yang mengalir berlawanan
arah. Material sisa pembkaran turun ke
permukaan grate dan secara periodic
 Pada pola pengumpanan underfeed
aliran batubara dan udara terjadi
secara parallel dan biasanya mengalir
keatas. Zat terbang, uap air dan uara
pembakaran mengalir dari lapisan
bahan bakar yang terbakar. Tipe ini
menghasilkan lebih sedikit asap pada
pengumpanan dan pengoprasian
beban rendah.
 Dalam pola crossfeed ini batubara
sebagai bahan bakar bergerak secara
horizontal, sementara udara bergerak
dari bawah keatas. Pola pembakaran
system ini terdiri dari stoker yang
dilengakapi dengan hopper untuk
tempat pengumpanan, chain grate,
travelling grate dan vibrating,
reciprocating atau iscillating grate.
PEMBAKARAN BATUBARA SERBUK( PULVERIZED /
PCC )

 Pada system pembakaran pulverisasi, partikel


batubara harus cukup halus agar bisa dimasukkan
oleh tekanan udara pembakaran.
 Berdasarkan abu yang dikeluarkan, tanur pulverisasi
terbagi dua yaitu tanur dry bottom untuk tanur
yang pengeluaran abunya dilakukan dalam keadaan
kering dan tanur sag tap atau wet bottom untuk
tanur yang pengeluarannya abunya dilakukan
dalam keadaan leleh.
PEMBAKARAN BATUBARA SERBUK(
PULVERIZED / PCC )

 Dry Bottom Firing


Operasi unit abu kering lebih sederhana dan lebih
fleksibel terhadap perubahan jumlah dan sifat-sifat
batubara dibandingkan dengan unit wet bottom
firing. Kerugian utama unit dry bottom firing ini
adalah karena ukuranya lebih besar (sehingga lebih
mahal) dan sekitar 80-90% abu.
PEMBAKARAN BATUBARA SERBUK(
PULVERIZED / PCC )

wet bottom
Unit wet bottom firing ini dikembangkan untuk
mengatasi masalah penanganan debu dengan cara
membuat abu lebih berat, berbentuk granular dan
tinggal dalam tanur lebih banyak dibandingkan dalam
unit abu kering. Dalam unit web bottom ini aliran
leburan abu yang mengalir dari tanur disemprot
dengan air pendingin sehingga terbentuk produk
dengan ukuran yang diinginkan.
 Slurry Firing
Pembakaran dalam bentuk slurry bertujuan agar bahan
bakar lebih mudah ditransportasikan, disimpan dan
digunakan dibandingkan dalam bentuk padat. Bahan
bakar dalam bentuk slurry ini diantaranya coal-water
mixtures(CWM) dan coal-oil Mixtures (COM).
 Coal- Water Mixture(CWM)

CWM merupakan campuran antara batubara


berukuran halus dan air dengan perbandingan tertentu
serta dengan penambahan aditif tertentu untuk
menjaga kestabilan fluida agar batubara tidak dapat
mengendap.
 Coal-Oil Mixtures(COM)

 COM merupakan campuranantara batubarahalus dan


minyak dengan perbandingan tertentu. COM tidak
 Tanur Cyclone
 Pengembangan metoda pembakaran
pulverized coal diantaranya adalah dengan
menginjeksikan udara dan batubara secara
tangensial dan dengan kecepatan tinggi
kedalam tanur cyclone horizontal silindris,
kemudian membakar batubara tersebut
bergerak mengikuti bentuk spiral.
PEMBAKARAN LAPISAN MENGAMBANG (FLUIDZED
BED COMBUSTION / FBC )

 Fluidized bed system adalah sistem


dimana udara ditiup dari bawah
menggunakan blower sehingga benda
padat di atasnya berkelakuan mirip
fluida. Teknik fluidisasi dalam
pembakaran batubara adalah teknik
yang paling efisien dalam
menghasilkan energi
 Teknologi fluidized bed biasanya
digunakan di PLTU (Pembangkit
 Pressure Fluidized-bed Combustion
Pada pembakaran jenis ini tekanan
pembakaran bisa lebih diperkecil sehingga
menurunkan biaya investasi. Pada tekanan
pembakaran diatas 4-6 atm, turbin gas dapat
dijalankan oleh gas pembakaran untuk menekan
udara pembakaran dan menghasilkan daya listrik.
Hasilnya dapat meningkatkan efisiensi dalam
menghasilkan listrik.
 Beberapa keuntungan fluidized-bed adalah :

 Biaya capital dan biaya oparasi lebih rendah

 Peepindahan panas ketabung boiler cukup


PENGENDALIAN POLUSI

 Pada umumnya polutan yang ada di udara


berasal dari sumber pembakaran dalam sekitar
90% dan polutan ini berasal dari hanya lima
jenis emisi yaitu gas karbon monoksida,
hidrokarbon, partikulat, nitric oxida dan sulfur
oksida. Emisi yang berasal dari batubara
disebabkan oleh abu, nitrogen clan sulfur.
EMISI DAPAT DIKENDALIKAN DENGAN SALAH SATU
ATAU LEBIH DARI KE TIGA CARA BERIKUT INI:

 Penghilangan substansi yang


menyebabkan pencemaran dari bahan
bakar (contoh : de-ashing dan
gasifikasi).
 Modifikasi variabel-variabel yang
mengendalikan proses pembakaran itu
sendiri.
 Penghilangan substansi yang tidak
diinginkan dari effluent.