Anda di halaman 1dari 28

JIP.SM02.010.

01
Siswa mampu membuat perencanaan/ persiapan
sambungan las
Siswa mampu melaksanakan pengelasan
sambungan sudut dan tumpul pada pelat
posisi mendatar (horizontal)
Siswa mampu mengidentifikasi cacat las
Siswa mampu melaksanakan pemeriksaan
(evaluasi) hasil pengelasan secara visual dan
melaporkan hasil pengelasan
Ada 5 sambungan umum di las :
 Sambungan tumpul (butt joint)

 Sambungan tumpang (lap joint)

 Sambungan T (tee joint)

 Sambungan sudut (corner joint)

 Sambungan tepi (edge joint)

 Sambungan yang lain : variasi dari sambungan-


sambungan umum diatas
Las TEE

LAS SUDUT DALAM & LUAR


 Penumpu las digunakan untuk menahan
logam-logam yang disambung agar
memperoleh hasil pengelasan dengan ukuran
yang presisi.

 Desain penumpu las harus sedemikian rupa


sehingga logam-logam yang disambung dapat
dipasang dan dilepaskan dengan mudah
 Menambah ketepatan ukuran dan keseragaman hasil
akhir dari produk-produk pengelasan
 Mendapatkan operasional pengelasan terbaik untuk
digunakan pada posisi datar, dan selain itu untuk
memastikan adanya efisiensi kerja yang tinggi dan dapat
diandalkan.
 Menekan tegangan pengelasan pada lembar kerja dengan
menahannya pada permukaan plat, atau pencegahan
deformasi pada lembar kerja dengan memberikan
tegangan yang berlawanan.
 Memperbesar volume pekerjaan dan juga pengurangan
biaya
Logam induk
(lembar kerja)

Daerah las

Kolom
pemutar
Penahan Logam induk
belakang (lembar kerja)

(a) Tumpuan penahan (b) Penumpu putar


 DEFORMASI LAS ADALAH PERUBAHAN
BENTUK PADA BENDA KERJA SETELAH
DILAKUKAN PROSES PENGELASAN
(REGANGAN PENGELASAN)

 DISEBABKAN KARENA BENDA KERJA


TERPENGARUH PANAS YANG
DIHASILKAN PADA SAAT PROSES
PENGELASAN
 Minimalkan masukan panas total pada tiap-tiap
daerah pengelasan
 Bentuk kampuh bersudut kecil dengan bukaan
akar kecil juga minimalkan jumlah logam las
 Hindari sambungan yang terkonsentrasi untuk
mencegah konsentrasi masukan panas pengelasan
 Gunakan tumpuan penahan
 Ubahlah urut-urutan pengelasan untuk
memastikan penyusutan secara simetris dan untuk
menghindari konsentrasi masukan panas
 Gunakan metode pengaturan penyimpangan
 DIBENGKOKKAN KURANG LEBIH 5º DARI
BENDA KERJA RATA

Sebelum pengelasan Setelah pengelasan


 DISEBUTKAN JUGA LAS IKAT, LAS
CANTUM

 Digunakan untuk membuat las sementara pada


benda kerja, dimana secara sementara
menahan benda kerja agar tidak bergeser
sebelum pengelasan utama dilakukan
 Las ikat tidak boleh dibuat pada ujung, sudut atau
bagian penguatan penting dimana terjadi
konsentrasi tegangan
 Secara umum rigi-rigi las ikat harus pendek seperti
titik pada lembaran yang dilas, dan dengan
panjang sekitar 35 mm pada plat atau batangan
logam. Untuk baja kuat tarik tinggi (high tensile
steel) atau plat khusus dengan kemampuan
kekerasan yang tinggi, rigi-rigi las ikat tidak boleh
lebih pendek dari 50 mm.
 Seperti pada pengelasan utama, las ikat juga harus
menggunakan material las yang sesuai dengan
material logam induk.
 Las ikat pada batangan logam atau baja khusus
dan las ikat pada suhu udara dingin memerlukan
pemanasan awal. Temperatur pemanasan awal
harus 20oC sampai 30oC lebih tinggi daripada suhu
pemanasan awal pada pengelasan utama
 Jika ditemui retak pada las ikat, atau jika bagian
dengan penguatan penting harus dilas ikat, logam
las ikat harus dibuang sebelum pengelasan utama.
 Las ikat harus dilaksanakan dengan sangat hati-
hati sehingga tidak menyebabkan cacat las, seperti
terak yang terperangkap
 SETTING BENDA KERJA SESUAI POSISI
PENGELASAN
 LAKUKAN TACK WELD PADA UJUNG
BENDA KERJA

pengelasan
ikat
 LAKUKAN PENYALAAN BUSUR DENGAN
METODE BACKSTEP PROCESS

usur
n b
ya laa
i pen
is
Po s
 LAKUKAN BEADING
 PERHATIKAN SUDUT-SUDUT PENGELASAN
DAN UKURAN LEG LENGTH
 NAIKKAN ARUS LAS
Elektroda
 LAKUKAN BEADING
 ARUS LAS DITURUNKAN SEDIKIT
 LAKUKAN BEADING
 PERHATIKAN LEG LENGTH TERAKHIR
HASIL PENGELASAN
Masing-masing lajur
las saling bertumpukan
tak beraturan

Panjang
masing-masing
kaki sudut tidak
ada yang sama

Tumpang tindih
dan takikan
Elektroda

Posisi
mata
Tangkai
penjepit

Penyangga

Sikat baja

Kabel

LETAKKAN KABEL DI PUNDAK


g e la s a n
n
Ara h p e
Elektroda
Kira-kira 1mm

Baik

Rigi-rigi
Bentuk
terakhir
gelombang
yang tidak
merata

Pelebaran
Baik Buruk
 LAKUKAN PENGELASAN 1F SESUAI SOP
YANG DIBERIKAN INSTRUKTUR

 LAKUKAN PENGELASAN 1G SESUAI SOP


YANG DIBERIKAN INSTRUKTUR

 PERHATIKAN CACAT LAS YANG TERJADI


DAN IDENTIFIKASI PENYEBABNYA