Anda di halaman 1dari 38

Hasil Observasi

Puskesmas Bahu
oleh kelompok 3
Puskesmas Bahu.
• Faskes Tingkat Pertama BPJS Kesehatan di Kota Manado
• Tipe Puskesmas : Perawatan (Rawat Inap)
• Akreditasi : Madya
• WiFi : Ada
• Waktu pelayanan: Senin-Jumat 08.00-10.45 (Pendaftaran)
08.00- selesai (Pelayanan)
Setiap hari 24 Jam khusus Persalinan dan UGD
*Visi Misi / motto , ikon
• Motto
“Puskesmas Bahu SEHAT Melayani Masyarakat”
Smart Educate Humanly Attitude Technology
• Visi
Menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat yang Bermutu Menuju
Masyarakat Sehat Mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu
• Misi
-Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu dan
Manusiawi
-Menjalin Kemitraan dengan Semua Pihak yang Terkait dalam
Pelayanan Kesehatan
* Struktur organisasi Puskesmas
*SDM di Puskesmas
a. Man (Jumlah petugas (paramedis dan non paramedis) )
Yg
No Jabatan Yang Ada Kekurangan Ket.
dibutuhkan
1. Dokter Spesialis Anak 1 - -
2. Dokter Umum 8 - -
3. Dokter Gigi 1 - -
4. Analis 2 - -
5. Apoteker 1 - -
6. Asisten Apoteker 2 1 1 -
7. Perawat 16 14 2 -
8. Bidan 15 11 4 -
9. Perawat Gigi 6 4 2 -
10. Sanitarian 2 2 - -
11. Penyuluh Kesehatan Masyarakat 1 - -

12. Nutrisionis 1 1 - -
13. Pekarya 5 5 - -
14 Tenaga IT 2 1 1 -
14. Tenaga Administrasi 2 2 - -
15. Satpam / Pol PP 1 - 1 -
16. Sopir 2 1 1 -
17. Petugas Kebersihan 2 1 1 Tenaga Honor Puskesmas
Jumlah 57 13 -
b. Machine
1. Luas tanah Puskesmas Bahu kurang lebih 2.000 m2
2. Puskesmas Bahu merupakan sebuah bangunan
yang terdiri dari dua lantai. Adapun
• ruangan-ruangan yang tersedia di Puskesmas Bahu • Ruang gizi
dalam menjalankan upaya kesehatan berupa:
• Ruang surveilens / epidemiologi
• Ruang kepala Puskesmas
• Ruang isolasi
• Rekam Medik
• Ruang Olahraga/lansia
• Poliklinik umum
• Ruang laboraturium
• Poliklinik gigi & mulut
• Ruang Mutu
• Poliklinik Anak
• Apotik/Farmasi
• Ruang Promkes/kesling
• Tata usaha
• Gudang obat
• Ruang administrasi
• Poli Lansia
• Poli KIA/KB • Gudang Alkes

• Ruang UGD 1 x 24 jam • Gudang ATK

• Ruang PONED/Persalinan • Toilet


• Ruang Pertemuan
• Ruang KIA/KB
• Ruang Imunisasi
c. Money
sumber pembiayaan puskesmas yaitu:
• Pemerintah
• Sumber Lain
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Universal Coverage (UHC).
d. Material
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) terdiri
dari:
• Catatan : kartu individu, rekam kesehatan keluarga dan buku register
• Laporan : bulanan, tahunan dan KLB (Kejadia Luar Biasa)
e. Methode
Penerapan pendekatan Basix Six ( 6 upaya kesehatan wajib ) meliputi : Promosi
Kesehatan, Peningkatan gizi Masyarakat, Pemberantasan Penyakit Menular
(P2M) , Pengobatan, Kesehatan ibu dan anak dan Keluarga Berencana (KB),
Kesehatan Lingkungan.

f. Market
Sasaran / pasar yang akan diberikan pelayanan, yaitu masyarakat yang
membutuhkan pelayanan kesehatan baik yang sehat maupun yang telah sakit.

g. Minute/Time
Puskesmas Bahu telah secara rutin melakukan perencanaan waktu pencapaian
tujuan yang dirumuskan pada Minilokakarya Puskesmas
ANALISIS KELUARAN PUSKESMAS
A. Upaya Kesehatan Wajib

1. Promosi Kesehatan
2. Kesehatan Lingkungan
3. KIA dan KB
4. Perbaikan Gizi Masyarakat
5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6. Pengobatan
B. Upaya Kesehatan Pengembangan

• Senam ibu hamil yang diadakan 1 bulan 1 kali


• Senam pagi hari dan kerja bakti tiap hari jumat
• Puskesmas keliling
• Imunisasi bagi bayi yang dilakukan setiap hari Kamis
• Pelayanan poliklinik umum dan pengobatan yang diadakan setiap hari
• Pelayanan kesehatan dasar gigi dan mulut di puskesmas dan
posyandu
C. Upaya Kesehatan Penunjang

Berupa laboratorium sederhana, dan dapat melakukan pemeriksaan :


*Hematologi dasar *Kimia Darah
*Urinalisis *Tes Hamil
*Golongan darah *Sputum BTA
*RDT Malaria *HIV
*Hepatitis *Sifilis
*Gula Darah *Kolesterol
*Asam Urat
D. Promosi Kesehatan
1. Penyuluhan
2. Rumah Tangga Ber Perilaku Hidup Bersih Sehat
3. ASI Eksklusif

E. Kesehatan Ibu
1. Pemeriksaan Ibu Hamil
2. Cakupan TT Ibu Hamil
3. Pemberian Tablet Fe

F. Usaha Kesehatan Sekolah


Pelayanan Pasien
Rujukan BPJS
Kondisi-kondisi yang perlu rujukan bila di Puskesmas Bahu tidak dapat
menanganinya seperti diagnose spesialistik contoh : Gangguan Jantung,
Hipertensi komplikasi, Serangan Stroke, DM belum pengobatan.
Daftar RS yang berkerja sama dengan BPJS di
wilayah kerja Puskesmas Bahu
Tarif Pelayanan di Puskesmas Bahu
Pengaplikasian Teknologi Informasi
1. Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
- Finger print
- Simpus
- PI-CARE
- SIKDA Generik
2. Rekam Medik
• 2 langkah pengisian Rekam Medik yaitu pertama dilakukan secara offline
atau manual dalam bentuk catatan lembar dokumen kemudian lembar
dokumen rekam medik akan upload di komputer dengan menggunakan
aplikasi P-Care dan SIMPUS. Lembar dokumen rekam medik manual akan
disimpan di ruang rekam medic
• Beberapa data juga disimpan secara manual seperti Laporan Kunjungan
Luar Gedung, dan penyakit-penyakit yang belum ada di aplikasi SIMPUS.
*Jumlah kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Gangguan Jiwa di
Puskesmas Bahu tahun 2017

1. Rawat Jalan
Dilihat dari jumlah penduduk tahun 2017 yang ada yaitu 27.666 jiwa dengan jumlah kunjungan Puskesmas
22.150 orang yang terdiri dari Kunjungan umum, Jamkesmas, Jamkesda, Askes, Gratis, periksa
laboratoriun, pembuatan Surat Keterangan Dokter.
2. Rawat Inap
Puskesmas Bahu juga merupakan Puskesmas rawat inap khusus persalinan. Pada tahun 2017 jumlah
pasien yang dirawat inap di Puskesmas Bahu adalah 501 orang, yang terdiri dari pasien umum, pasien
Askes dan Jamkesmas.
3. Usaha Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
Posyandu
Pada tahun 2017 Puskesmas Bahu Malalayang memiliki 15 Posyandu dengan telaah kemandirian Posyandu
adalah sebagai berikut :
Posyandu Madya ada 9 Posyandu, Posyandu Purnama ada 6 Posyandu, dan Posyandu mandiri ada 1
Posyandu.
*Rekapitulasi 10 Besar Kunjungan Pasien Puskesmas Bahu Periode
Agustus 2018
Jumlah Pasien
1) Essential (primary) hypertension (Hipertensi)
2) Acute nasopharyngitis [common cold]
400
(Selesma)
350
3) Non-Insulin-dependent diabetes mellitus
300
without complications (NIDDM)
250
4) Acute tonsillitis, unspecified (Tonsilitis akut)
200
5) Paranoid schizophrenia (Skizofrenia
150
paranoid)
100
6) Acute pharyngitis, unspecified (Faringitis
50
Akut)
0
7) Hypertensive heart disease without
(congestive) heart failure (Penyakit jantung)
8) Diarrhoea and gastroenteritis of presumed
infectious origin (Diare dan Gastroenteritis)
9) Scabies (Skabies)
MANAJEMEN POLI GIGI
Struktur Poliklinik Gigi
Denah Ruangan
Ergonomis Poli Gigi
Pengontrolan Infeksi (SOP dan pelaksanaan) Imunisasi.

Berdasarkan pengamatan di Puskesmas Bahu, pengontrolan infeksi dalam hal ini


pemberian imunisasi sudah baik, operator maupun dental assisten sudah diberikan
imunisasi Hepatitis B.

Sebelum Merawat Pasien Melakukan Pemeriksaan Riwayat Medis Menyeluruh

Hasil pengamatan: yang kami peroleh dari observasi di Puskesmas Bahu, pemeriksaan
riwayat medis telah sepenuhnya dilakukan untuk mendapatkan catatan medis yang
lengkap dari pasien yang sedang mereka tangani serta dijadikan acuan untuk setiap
tindakan yang akan dilakukan pada pasien, hal ini juga berhubungan dengan perlindungan
terhadap diri sendiri jika ada pasien yang diketahui memiliki penyakit menular.
Menggunakan penutup disposable untuk mencegah kontaminasi permukaan,
atau mendesinfeksi permukaan sesudah melakukan perawatan.
Hal tersebut berbeda dengan yang kami dapatkan di lapangan, dari observasi kami
mendapatkan pada poli gigi di Puskesmas Bahu tidak menggunakan wrapping dan
juga tidak ada desinfeksi permukaan sebelum dan sesudah melakukan pelakukan
perawatan kepada pasien.
Teknik barier
Teknik barier di Puskesmas Bahu kurang baik karena tenaga kesehatan kadang kala
menggunakan handscoon dan tidak di ganti setiap pergantian pasien kemudian
tidak menggunakan kacamata pelindung maupun baju kerja, tenaga kesehatan gigi
hanya menggunakan baju dinas saat melakukan tindakan kepada pasien.
Perlindungan tangan
Sebagian besar hal-hal yang berhubungan dengan perlindungan tangan telah
dilaksanakan, hanya saja saat memakai dan melepas sarung tangan tidak sesuai
prosedur. Dan hampir semua responden bagian periodonsia hanya menggunakan
sarung tangan periksa saat kerja pasien.
Menghindari tertusuk instrument tajam dan jarum suntik

Dari hasil observasi yang kami lakukan semua tenaga kesehatan gigi berhati-
hati dalam memegang benda atau instrument tajam. Menutup kembali disposible
setelah pakai, menempatkan benda tajam bekas pakai dalam wadah khusus.
Sesudah Merawat Pasien Menggunakan Sarung Tangan Kerja Tebal Saat
Membersihkan Instrument

hasil pengamatan: Tenaga kesehatan gigi tidak menggunakan sarung tangan tebal
ketika membersihkan instrument. Justru ketika mencuci alat hanya dengan sarung
tangan periksa.
Membersihkan instrument bekas pakai secara menyeluruh
Hasil pengamatan: Tenaga kesehatan gigi melakukan pensterilan instrument dengan baik yaitu
menggunakan lysol dan autoclave namun tidak melakukan desinfeksi pada dental unit setiap
pergantian pasien
Memegang instrument tajam dengan hati-hati
Melakukan dekontaminasi permukaan kerja
Hasil pengamatan:Tenaga kesehatan gigi di Puskesmas Bahu tidak melakukan desinfeksi permukaan
kerja setiap pergantian pasien dan tidak meggunakan menutup / melindungi pegangan, lampu atau
benda lainnya.
Membuang sampah yang sudah terkontaminasi sesuai prosedur

 Hasil pengamatan: di Poli gigi Puskesmas Bahu sudah membuang sampah yang sudah
terkontaminasi sesuai prosedur, misalnya mengguyur cairan darah, saliva, sisa-sisa debris dan
kalkulus pada pembuangan yang dihubungkan dengan sistem sanitasi.
Mencuci tangan setelah melepas sarung tangan

• Hasil pengamatan: berdasarkan hasil observasi operator maupun dental asisten mencuci tangan
setelah melepas sarung tangan.
Manajemen Pengolahan Limbah (SOP dan Pelaksanaan)
Hasil pengamatan: secara keseluruhan, pengolahan limbah di Puskesmas Bahu mendekati
sangat baik, hanya saja belum memiliki incineratornya sendiri.

• Rancangan arus lalu lintas

• Untuk rancangan arus lalu lintas pelayanan, masih sangat kurang, karena tidak ada sama
sekali jalur untuk instrument steril dan kotor. Keduanya masih melewati jalur yang sama
2. Tata Letak
Desain tata letak alat-alat utama (dental unit, mobile cabinet, dental cabinet)
mempeperhatikan efektifitas dan efisiensi pererakan operator dan dental assisten.

Hasil pegamatan: Untuk masalah letak dental unit antara satu dengan yang lain sangat
berdekatan sehingga tidak memungkinkan menggunakan four handed dentistry.
Jenis- jenis Pelayanan Kegiatan dalam Upaya
1. Pemeriksaan (Pengkajian Rekam Pengembangan Kesehatan Gigi
Medik) dan Mulut
2. Mendiagnosa
•Membuat Rujukan 1. UKGS/UKS
•Mencetak Protesa 2. Penyuluhan tentang kesgimul di TK
sampai dengan SD
-Pencabutan gigi tetap dan gigi susu 3. Screening pemeriksaan gigi anak
-Pengobatan Pulpa (mumifikasi) sekolah
-Tambalan gigi tetap 4. Sikat gigi massal
-Scalling 5. Edukasi/Penyuluhan pada pasien
-Tambalan Sementara gigi rawat jalan
-Drainase abses
Obat-Obatan yang Ada di Poli Gigi
1.Lidocain compositum 2% 11.Iodoform paste
2.Chlor Ethyl 12.Zinc Cement Dorident (Liquid dan
Powder)
3.Fletcher 13.Amalgam Powder cair/liquid
4.GC Luting 2 Lining Cement 14.CHKM
5.GIC Fuji IX 15.Chresotin
6.GC Posterior Extra 16.TKF
7.Toxavit (devitalisasi) 17.Eugenol
18.Betadine/Povidone Iodine
8.Caustinerf Forte (u/ devitalisasi
pulpa) 19.Calcium hydroxide paste (Pulp
Capping)
9.Elite Cement 20.Disclosing Solution
10.Citodur (tambal sementara) 21.Gentien violet
* Data Kesakitan Poli Gigi Menurut Kelompok Umur Januari-Agustus
2018.
200

180

160

140

120 Karies
Penyakit Pulpa & Periapikal
100
Gingivitis & Periodontal
Gangguan gigi & Penyangga
80
Penyakit Rongga Mulut
60

40

20

0
1-4 thn 5-9 thn 10-14 thn 15-19 thn 20-44 thn 45-54 thn 55-59 thn 60-69 thn >70 thn
Kesimpulan

Puskesmas Bahu sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan


Kabupaten/ Kota telah melakukan berbagai program dalam
menyelenggarakan pembanguan kesehatan. Program yang dilakukan
umumnya telah terlaksana dengan baik, namun kualitas pelayanan
kesehatan serta sarana dan prasarana yang dimiliki Puskesmas Bahu
dinilai masih kurang dan butuh perbaikan lagi.
TERIMA KASIH