Anda di halaman 1dari 14

PMS

Gonnorrhea

Kelompok 19 :
Syubban Afif K.
Tastrya Nur Yunita
Definisi

• Gonorrhea atau gonore merupakan penyakit


kelamin yang bersifat akut yang pada
permulaan keluar nanah dari orifisium uretra
eksternum sesudah melakukan hubungan
kelamin.

• Infeksi gonore hampir selalu ditularkan saat


aktivitas seksual
• Gonore disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae,
bakteri yang dapat tumbuh dan berkembang biak
dengan mudah di daerah lembab hangat, dari
saluran reproduksi, termasuk serviks (membuka
rahim), uterus (rahim), dan tabung fallopi (saluran
telur) pada wanita , dan di uretra (saluran urin) pada
wanita dan laki-laki.

• Bakteri juga dapat tumbuh di mulut, tenggorokan,


mata, dan anus.
Etiologi
• Gonore disebabkan oleh gonokok yang ditemukan
oleh Neisser pada tahun 1879 dan baru diumumkan
pada tahun 1882.

• Kuman tersebut dimasukkan dalam kelompok


Neisseria sebagai N. gonorrhoeae.
Manifestasi Klinis
Pada Pria

• Masa inkubasinya berkisar antara 1 sampai 14 hari


atau lebih lama.
• Gejala yang sering ditimbulkan adalah sekret dari
uretra dan disuria.
• Keluhan subjektif berupa rasa gatal, panas di bagian
distal uretra di sekitar orifisium uretra eksternum,
dapat pula disertai nyeri pada waktu ereksi.
Gejala Pada Wanita
• Pada perempuan, gejala dan tanda timbul dalam 7
sampai 21 hari.
• Gejala yang muncul yaitu :
 peningkatan sekret vagina
 Disuria
 perdarahan uterus diluar siklus menstruasi
 menorrhagia.
Patofisiologi

• Bakteri gonokokus merusak membran yang


melapisi selaput lendir terutama kanalis endoserviks
dan uretra. Infeksi ekstragenital di faring, anus, dan
rektum dapat dijumpai pada kedua jenis kelamin.
• Penularan terjadi melalui kontak langsung antara
mukosa ke mukosa.
• Risiko penularan laki-laki kepada perempuan lebih
tinggi dari pada penularan perempuan kepada laki-
laki terutama karena lebih luasnya selaput lendir
yang terpajan dan eksudat yang berdiam lama di
vagina.
• Setelah terinokulasi, infeksi dapat menyebar ke
prostat, vas deferens, vesikula seminalis, epididimis,
dan testis pada laki-laki.
• Pada perempuan infeksi dapat menyebar ke uretra,
kelenjar Skene, kelenjar Bartholin, endometrium,
tuba falopii, dan rongga peritoneum, yang dapat
menyebabkan Pelvic Inflammatory Disease (PID)
pada perempuan.
• Infeksi gonokokus dapat menyebar melalui aliran
darah, menimbulkan bakteremia.
• Bakteremia dapat terjadi pada laki-laki maupun
perempuan. Perempuan berisiko paling tinggi
mengalami penyebaran infeksi pada saat haid
karena terjadinya peningkatan pH diatas 4,5 saat
menstruasi.
• Penularan perinatal kepada bayi saat lahir, melalui
ostium serviks yang terinfeksi, dapat menyebabkan
konjungtivitis dan akhirnya kebutaan pada bayi
apabila tidak didiagnosis dan diobati
Pathway
Komplikasi
• Komplikasi lokal pada pria bisa berupa
 tisonitis (radang kelenjar Tyson)
 Parauretritis
 Littritis (radang kelenjar Littre)
 Cowperitis (radang kelenjar Cowper)
• Pada wanita
 infeksi pada serviks (servisitis gonore) dapat
menimbulkan komplikasi salpingitis
 penyakit radang panggul.
Penatalaksanaan

Pengobatan Spesifik Gonore


Regimen pengobatan yang dianjurkan
Sefiksim
Levofloksasin
Pilihan pengobatan lain
Kanamisin
Spektinomisin
Tiamfenikol
Penatalaksanaan
Obat-obatan Infeksi Gonore
 Sefalosporin
 Penisilin
 Ampisilin dan Amoksisilin
 Spektinomisin
 Kanamisin
 Tiamfeniko
 Kuinolon
Terimakasih