Anda di halaman 1dari 21

KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL

KELOMPOK II :

I Dewa Ayu Kusuma Wardani (E118005)


Wahyu Lestari Risyaningrum (E118011)
Kehamilan & Kebutuhan Dasar Ibu Hamil
■ Kehamilan (graviditas) adalah mulai dengan konsepsi
(pembuahan) dan berakhir dengan persalinan yang merupakan
pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa dan membentuk
zigot. Kehamilan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu trimester I
dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trimester II dimulai bulan
ke- 4 sampai bulan ke- 6, trimester III dimulai bulan ke- 7 sampai
bulan ke- 9.
■ Kebutuhan dasar ibu hamil: suatu penunjang kesehatan Ibu dan
Janin pada masa Kehamilan (graviditas). Adapun kebutuhan
Dasar Ibu Hamil yang dibahas pada presentasi ini adalah, Body
Mekanik, Exercise, Istirahat, Traveling, Seksualitas serta Aktivitas
Dalam dan Luar Ruangan.
dipengaruhi oleh :

■ suatu usaha mengkoordinasi sistem


muskuloskeletal dan sistem saraf dalam
mempertahankan keseimbangan, postur,
dan kesejajaran tubuh selama
mengangkat, membungkuk, bergerak, dan
melakukan aktivitas sehari-hari.
Penggunaan mekanika tubuh yang tepat
dapat mengurangi resiko cedera system
muskuloskeletal, dan juga memfasilitasi
mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan
otot dan penggunaan energy otot yang
berlebihan.
Duduk, dengan
posisi
punggung
tegak. Atur
dagu ibu dan
tarik perlahan
bagian atas
kepala seperti
ketika ibu
berdiri.
Posisi tidur, ibu hamil boleh
tidur tengkurap. Kalau
sudah terbiasa, namun
tekuklah sebelah kaki dan
pakailah guling supaya ada
ruangan bagi bayi. Posisi
miring juga menyenangkan,
namun jangan lupa
memakai guling untuk
menopang berat rahim.
Sebaiknya setelah usia
kehamilan 6 bulan, hindari
tidur terlentang, karena
tekanan rahim pada
pembuluh darah utama
dapat menyebabkan
terjadinya pingsan. Tidur
dengan kedua kaki lebih
tinggi dari badan dapat
mengurangi rasa lelah.
Membungkuk dan mengangkat barang, terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak
kembali. Hindari membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk mengambil sesuatu
yang ringan sekalipun. Jika mengambil sesuatu di lantai, berjongkoklah untuk mengambilnya. Ketika berdiri,
pertahankan agar punggung tetap tegak. Hati-hati mengangkat barang agak berat. Bawa dengan dipeluk,
bukan dijinjing dengan sebelah tangan.
kebutuhan aktivitas fisik yang akan terjadi peningkatan metabolisme yang
pada dasarnya dengan peningkatan metabolisme diperlukan peningkatan
Exercise/Senam penyediaan oksigen sehingga senam hamil akan meningkatkan
Hamil kebutuhan oksigen. Penanggulangan aspek fisik dari persalinan dan
pemeliharaan kehamilan yang bertujuan melindungi ibu dan anak adalah
dengan jalan memberikan bimbingan pada ibu hamil dalam persiapan
persalinan yang fisiologis melalui penerangan, berdiskusi, dan
memberikan latihan fisik kepada wanita hamil

- Menguasai teknik pernapasan.


- Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut.
Tujuan - Melatih sikap tubuh selama hamil.
- Melatih relaksasi sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
- Ibu dapat melahirkan tanpa penyulit sehingga ibu dan bayi sehat setelah
persalinan.
Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut
dan dasar panggul yang penting dalam proses persalinan
Melatih sikap tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-
Manfaat keluhan seperti sakit
Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan
dapat menjalani persalinan secara lancar, dapat memanfaatkan
tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan
normal langsung relatif cepat.
Latihan-latihan yang bisa dilakukan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut:

■ Jalan-jalan saat hamil


■ Senam pernapasan
■ Senam kaki
■ Senam relaksasi
■ Jongkok dan bangun di tepi tempat tidur
■ Mengepel di lantai
■ Merangkak di lantai
■ Melatih kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul.
■ Senam panggul
■ Sikap tegak senam panggul
■ Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan
dengan baik, karena istirahat dan tidur secara
teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani
dan rohani untuk kepentingan perkembangan
dan pertumbuhan janin.
ISTIRAHAT ■ Selama hamil, tubuh ibu butuh tidur selama 6 –
8 jam sehari. Ini sama dengan tidur orang sehat
pada umumnya. Hanya saja, berbagai
perubahan tubuh kerap membuat ibu hamil
gampang lelah dan mengantuk. Itu sebabnya,
ibu hamil biasanya perlu tambahan waktu
istirahat dan tidur sekitar 30 menit hingga 1 jam
setiap rentang 3 hingga 4 jam.
Pada masa kehamilan ibu hamil ■ Menurut WHO, seorang ibu yang tidak
diharuskan melakukan imunisasi pernah diberikan imunisasi tetanus,
sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan (I
tetanus toksoid (TT). Gunanya pada pada saat kunjungan antenatal I dan II
antenatal dapat menurunkan pada 2 minggu kemudian).
kemungkinan kematian bayi karena
tetanus. Ia juga dapat mencegah ■ Jadwal pemberian suntikan tetanus
kematian ibu yang disebabkan oleh adalah :
tetanus. Terutama imunisasi tetanus – TT 1 selama kunjungan antenatal I
untuk melindungi bayi terhadap penyakit – TT 2 → 4 minggu setelah TT 1
tetanus neonatorum. Imunisasi
dilakukan pada trimester I / II pada – TT 3 → 6 minggu setelah TT 2
kehamilan 3 – 5 bulan dengan interval – TT 4 → 1 tahun setelah TT 3
minimal 4 minggu. Lakukan suntikan – TT 5 → 1 tahun setelah TT 4
secara IM (intramuscular) dengan dosis
0,5 mL. Imunisasi yang lain dilakukan ■ Karena imunisasi ini sangat penting,
dengan indikasi yang lain. maka setiap ibu hamil hendaknya
mengetahui dan mendapat informasi yang
benar tentang imunisasi TT.
■ Ibu hamil menyampaikan rencana bepergian pada dokter atau bidan.
Misalnya, ke mana, berapa lama, dan naik transportasi apa.
■ Ibu hamil yang memiliki kehamilan sehat, bepergian dengan pesawat
udara tidak akan membahayakan kehamilan. Tekanan udara di
dalam kabin penumpang telah diatur sesuai atmosfer biasa
■ Jika naik pesawat, ibu hamil memberitahukan usia kondisi kehamilan
saat membeli tiket atau check in. maskapai penerbangan memiliki
aturan tertentu mengenai penumpang yang sedang hamil.
■ Saat pesawat mendarat (landing), ibu hamil harus sedikit
mengangkat tubuh dari kursi agar tidak merasakan benturan.
■ Jika naik mobil, wanita hamil dianjurkan untuk menggunakan sabuk
pengaman tiga titik yang dipasang pada posisi yang benar.
■ Jika naik mobil, ibu hamil ahrus memilih jalan yang mulus dan tidak
boleh mengemudi. Ibu hamil juga harus berhenti setiap 2 – 3 jam
untuk berjalan-jalan.
■ Jika sering mabuk perjalanan, ibu hamil bisa menggunakan obat anti
mabuk yang aman bagi kehamilan atas saran dokter.
■ Ibu hamil mengenakan baju yang nyaman dan menyerap keringat serta sepatu hak
datar.
■ Ibu hamil harus menghindari berdesak-desakan atau bediri lama.
■ Di pesawat, ibu hamil lebih baik duduk di kabin tengah karena paling nyaman, tetapi
jangan dekat dengan pintu darurat. Di mobil, duduk di kursi tengah karena
guncangannya tidak sekeras di belakang.
■ Ibu hamil lebih baik duduk di kursi sebelah luar agar mudah keluar masuk.
■ Mundurkan kursi agar ada tempat longgar untuk meluruskan kaki.
■ Jangan duduk lama pada satu posisi karena menyebabkan pembekuan pembuluh
darah, mencetus kram, dan pegal. Ubah posisi setiap 2 – 3 jam dengan berdiri, berjalan
di lorong/gerbong sambil berpegangan, senam dan stretching.
■ Sering minum agar tidak dehidrasi, khususnya karena kelembapan yang rendah di kabin
pesawat, dapat menimbulkan efek dehidrasi
■ Hubungan seksual yang disarankan pada ibu hamil
adalah:
■ Posisi diatur untuk menyesuaikan dengan pembesaran perut.
Posisi perempuan di atas dianjurkan karena perempuan dapat
mengatur kedalaman penetrasi penis dan juga dapat melindungi
perut dan payudara. Posisi miring dapat mengurangi energy dan
tekanan perut yang membesar terutama pada kehamilan
trimester III.
■ Pada trimester III hubungan seksual agar dilakukan dengan hati-
SEKSUALITAS hati karena dapat menimbulkan kontraksi uterus sehingga
kemungkinan dapat terjadi partus premature, fetal bradicardia
pada janin sehingga dapat menyebabkan fetal distress.
■ Hindari hubungan seksual yang menyebabkan kerusakan janin.
■ Hindari kunikulus (stimulasi oral genetalia wanita) karena apabila
meniupkan udara ke vagina dapat menyebabkan emboli udara.
■ Pada pasangan berisiko, hubungan seksual dengan memakai
kondom supaya dilanjutkan untuk mencegah penularan penyakit
menular seksual.
Hubungan seksual disarankan tidak dilakukan pada ibu hamil
bila:
■ Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertai
rasa nyeri atau panas.
■ Terjadi perdarahan saat berhubungan seksual.
■ Terdapat pengeluaran cairan (air) yang mendadak.
■ Terdapat perlukaan di sekitar alat kelamin bagian luar.
SEKSUALITAS ■ Serviks telah membuka.
■ Plasenta letak rendah.
■ Wanita yang sering mengalami keguguran, persalinan
preterm, mengalami kematian dalam kandungan atau
sekitar 2 minggu menjelang persalinan.
■ Bila gemelli (kehamilan kembar) jangan lakukan pada
trimester III.
■ Beberapa posisi yang baik dianjurkan untuk kehamilan adalah:
■ Posisi menyendok (spooning), Pasangan pria dapat memposisikan
diri di belakang istri dan mencoba berbagai sudut yang
memungkinkan adanya penetrasi. Coba hindari untuk bertumpu di
sisi kanan badan pada saat berhubungan dengan posisi ini.
■ Sideways (posisi menyamping), Memungkinkan lebih banyak lagi
kontak secara fisik daripada posisi menyendok, tapi penetrasi
akan sedikit lebih sulit dilakukan. Mungkin cara terbaik untuk
membantu penetrasi adalah saling mengaitkan kaki ke bokong
pasangan. Posisi ini cukup nyaman selama tidak ada beban yang
POSISI SEKS
timbul dari badan pasangan.
■ Doggy Style (posisi menungging), Agar perut tidak mendapat
tekanan, istri bisa bersangga pada lutut dan tangannya, seperti
hendak merangkak. Hanya saja, jika perut istri sudah sangat
besar, bisa saja perut tetap menyentuh alas. Posisi ini juga tidak
bisa dilakukan dalam tempo lama, karena cukup melatihkan bagi
istri, walau ia tidak melakukan gerakan aktif. Keuntungannya,
pembuluh darah di punggung tidak tertekan oleh berat perut.
■ Beberapa posisi yang baik dianjurkan untuk kehamilan
adalah:
■ Woman on Back (posisi duduk), Perempuan duduk di
pangkuan pasangan, ketika hamil belum terlalu besar, posisi
berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin
membesar, posisi tidak berhadapan dapat dipilih. Posisi ini
dapat menjadi pilihan pada masa kehamilan akhir trimester
ke-2 atau pada awal trimester ke-3. Posisi ini cukup nyaman,
baik untuk istri maupun suami, sekali pun tidak memberikan
POSISI SEKS kesempatan bagi pasangan untuk banyak melakukan
gerakan aktif saat pemanasan (foreplay). Sayangnya, posisi
duduk ini hanya nyaman dilakukan bagi berat tubuh istri
tergolong normal. Sebab, pada posisi ini suami harus
menopang berat tubuh istri pada pangkuannya
■ Seks Non-Penetratif, Di luar alternatif-alternatif posisi
tersebut, bisa juga melakukan seks non-penetratif. Artinya,
alat kelamin suami tidak perlu memasuki vagina istri. Suami
– istri bisa saling memberikan seks oral atau masturbasi.
■ Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya
seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di
luar rumah pun, pekerjaan rumah tangga
sudah menguras tenaga dan pikiran, apalagi
Aktivitas Dalam dan
kalau seorang wanita masih sudah harus Luar Rumah
menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau
seorang wanita masih harus bekerja di luar
rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada
waktu hamil. Jika seorang suami yang
bertanggung jawab dan memiliki rasa
kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka
pasti tidak akan membiarkan istrinya melakukan
pekerjaan rumah tangga sambil tetap bekerja di
luar rumah pada saat hamil. Bicarakanlah segera
dengan pasangan dan keluarga dekat jika
memang menghadapi masalah seperti ini, karena
jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi
tetapi juga diri ibu sendiri. Pada saat hamil,
kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa
dilakukan. Kurangilah bersentuhan dengan
bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti
cairan pembersih lantai, pestisida tanaman, dan
obat serangga lainnya.
■ Wanita pekerja diluar rumah
Wanita hamil boleh melakukan pekerjaan sehari hari, di kantor atau pun di pabrik asal
bersifat ringan. Di Indonesia wanita hamil diberi cuti hamil selam 3 bulan yaitu 1,5 bulan
sebelum bersalin dan 1,5 bulan sesudahnya, selama hamil berhati-hatilah dan selalu
menjaga kehamilan.
KESIMPULAN
■ Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan
adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi
perubahan fisik, mental dan sosial.
■ Kebutuhan dasar ibu hamil sesuai dengan tahap perkembangan meliputi: nutrisi,
oksigen, personal hygiene, pakaian, eliminasi, mobilisasi, body mekanik,
exercise/senam hamil, istirahat/tidur, imunisasi, traveling, seksualitas, ativitas dalam
dan luar rumah.
Any questions??