Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN

CEDERA KEPALA
DAN
DISORIENTASI
OLEH: Abraham Nurlatu
NIM:
BAB I
Hasil Penelitian
O Gambaran Lokasi Penelitian
Rumah Sakit Bhayangkara merupakan salah satu
rumah sakit Provinsi Maluku yang berada di wilayah
jalan.Sultan Hasanuddin – Tantui Ambon

Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 31 oktober


2018 sampai 15 November 2018 di ruang Instalasi
Gawat Darurat RS Bhayangkara Ambon, penyajian
hasil meliputi analisa univariat dan analisa bivariat
dimana bertujuan untuk melihat hubungan cedera
kepala dengan Disorientasi.
b. Analisis Univariat
O Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan
Jenis Kelamin dan umur
Variable N %
Jenis Kelamin
Laki-laki 38 69,1

Perempuan 17 30,9

umur N %
>20 9 16,4
21-30 9 16,4
31-40 20 36,4
41-50 17 30,9
Pekerjaan N %
Polri 3 5,5
Siswa/mahasiswa 1 1,8
Lain-lain 26 47,3
PNS 21 38,2
Wiraswasta 4 7,3

Pendidikan
SD 1 1,5
SMP 3 5,5
SMA 23 41,8
PT 28 50,9
TOTAL 55 100
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Cedera Kepala Dan Disorientasi
Pada Pasien Kecelakaan Lalu Lintas
Di IGD RS Bhayangkara Ambon

Cedera Kepala Disorientasi


Ringan Sedang Disorientasi Orientasi

14 11
(25)% 20%

41 44
(74,5) 80%
%
c. Analisis Bivariat
O Analisa Bivariat
Analisa bivariat dilakukan untuk mengetahui
hubungan antara dua variabel untuk membuktikan
hipotesis penelitian

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang


bermakna antara dua variable tersebut dilakukan Uji
Chi Square.
Tabel 5.3
Hubungan Cedera Kepala Dengan Disorientasi
Pada Pasien Kecelakaan Lalu Lintas
Di IGD RS Bhayangkara
Ambon

Cedera kepala Disorientasi

ya tidak total Nilai P


n % n % n %

Ringan 0 0 41 100 41 25 0,00

Sedang 11 78,06 3 21,4 14 75

Total 55 100
O Dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,00
dengan demikian probabilitas (signifikansi)
lebih kecil dari 0,05 (0,00<0,05), maka H1
diterima atau ada hubungan antara cedera
kepala dengn dsiorientasi.

O Hal ini menunjukkan bahwa dengan cedera


kepala sedang akan membuat pasien mengalami
disoerintasi 23 kali lebih besar dibandingkan
dengan cedera kepala ringan.
BAB VI
PEMBAHASAN
A. Hubungan Cedera Kepala Dengan Disorientasi
Pada Pasien Kecelakaan Lalu Lintas Di IGD RS
Bhayangkara Ambon
O Dalam penanganan cedera kepala dibutuhkan penilaian status
neurologis secara cepat dan tepat. Penilian tingkat kesadaran
merupakan langkah penting untuk menentukan keputusan
intervensi yang tepat sehingga didapatkan outcome yang baik

O GCS adalah penilaian tingkat kesadaran seorang pasien


terutama pada pasien yang mengalami trauma. Tingkat
keparahan cedera kepala umumnya dibagi tiga, yaitu cedera
kepala ringan (CKR), Cedera kepala sedang (CKS) dan cedera
kepala berat (CKB). (Sanapati, Wiryana, Ariibawa, et al.,
2017).
O Dari hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa sebagaian besar
cedera kepala pada pasien kecelakaan
lalu lintas di IGD RS Bhayangkara
Ambon adalah cedera kepala ringan,
Sebagian besar disorientasi pada pasien
kecelakaan lalu lintas di IGD RS
Bhayangkara ambon cedera kepala
sedang Dan ada hubungan antara cedera
kepala dengan disorientasi pada pasien
kecelakaan lalu lintas di IGD RS
Bhayangkara Ambon.
BAB VII
PENUTUP
A. Kesimpulan
O Rata-Rata Pasien Kecelakaan Lalu Lintas Di
Instalasi Gawat Darurat Rs Bhayangkara Ambon
Mengalami Cedera Kepala
O Kebanyakan responden yang mengalami cedera
kepala sedang sebesar 74,5% dan Cedera kepala
ringan 25,5%
O Adanya Hubungan Cedera Kepala Dengan
Disorientasi Pada Pasien Kecelakaan Lalu Lintas Di
Instalasi Gawat Darurat RS Bhayangkara Ambon
Abraham Nurlatu.S.Kep