Anda di halaman 1dari 10

Diffusion Weighted Imaging

Disusun oleh

FITRAH AFDHAL
G1A218033

DOSEN PEMBIMBING
dr. H. Ali Imran Lubis, Sp.Rad

KEPANITRAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN ILMU RADIOLOGI
RSUD RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
BAB I
PENDAHULUAN

Diffusion Weighted Imaging


Difussion-weighted imaging (DWI) adalah teknik pencitraan resonansi magnetik (MR)
yangDWI
melaporkan proses fisik gerakan termal mikroskopis molekul air dalam jaringan
biologis.

Perbedaan dalam mobilitas proton air menciptakan kontras gambar, yang dipengaruhi
oleh interaksi molekul air dengan membran seluler, makromolekul, tingkat kepadatan
seluler, dan ukuran ruang ekstravaskuler ekstraseluler.

Kontras sinyal DWI dapat diukur dengan peta koefisien difusi yang jelas dan bertindak
sebagai alat untuk evaluasi respons pengobatan dan penilaian perkembangan penyakit.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Diffusion Weighted Imaging

Difusi, yang sering disebut juga gerak Brown, merupakan proses perpindahan molekul
DWI
secara acak yang hanya terlihat secara mikroskopik.

Difusi molekul air berhubungan dengan pompa natrium dan kalium yang terdapat pada
membran sel sehingga terjadi pergerakan dari kompartemen intraseluler ke ekstraseluler
maupun kebalikannya.

Parameter sensitivitas difusi dinamakan nilai b yang berhubungan dengan durasi,


kekuatan, dan interval waktu antara gradien yang menghasilkan difusi.

Nilai b yang digunakan pada pemeriksan umumnya 500–1000 s/mm2.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

DWI
Adapun b-value dapat dirumuskan sebagai
berikut:
b = γ2 G2 δ2 (Δ–δ/3)

4
The Power of PowerPoint | thepopp.com 5
The Power of PowerPoint | thepopp.com 6
The Power of PowerPoint | thepopp.com 7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Indikasi Diffusion Weighted Imaging

Aplikasi klinis pencitraan difusi secara langsung adalah untuk mendiagnosa stroke.
DWI

Lesi-lesi iskemik yang masih dini dapat diperlihatkan dengan pencitraan MRI difusi
sebagai daerah dengan diffusi air yang lebih lambat akibat akumulasi air intraseluler
dan/atau akibat pengurangan ruang extra seluler.

Pencitraan MR difusi dapat memperlihatkan lesi-lesi iskemik baik


yang irreversible maupun yang reversible, sehingga potensial dapat membedakan
jaringan otak yang masih dapat diperbaiki dengan jaringan yang mengalami
kerusakan irreversible sebelum dilakukan tindakan terapi.
8
BAB III
Kesimpulan

Difusi, yang sering disebut juga gerak Brown, merupakan


proses perpindahan molekul secara acak yang hanya terlihat
DWI
secara mikroskopik.

Biasanya rentang untuk pemberian b-value adalah 500 s/mm2


sampai 1000 s/mm2 dalam pembobotan citra DWI serta
menggunakan waktu.

Aplikasi klinis pencitraan difusi secara langsung adalah untuk


mendiagnosa stroke.

9
Terimakasih