Anda di halaman 1dari 22

KUMPULAN SOAL VENTILASI

TAMBANG
Bab #2 Basic math
Mean Entry Velocity
4 X 5 = 20 Ft.2 272 X 20 = 5,440 cfm

1) Measure area 3) Calculate airflow behind


behind curtain. curtain.

4 ft.
5,440/80 = 68 fpm
16 Ft.

5 ft. 5) Divide airflow reading behind curtain


by entry area.

2) Take anemometer reading behind 4) Measure remaining area of


curtain. entry.
Velocity = 272 fpm 16 X 5 = 80 Ft.2
2
Bab #2 Basic math
Vent Tubing Example

 R2
Q=VA
Area = 3.14 X 12
Area = Q=3.14 X 2,350
Area = 3.14 ft.2
Q=7,379 cfm

24 inch Diameter Tubing 5 ft.


20 ft.

Anemometer reading = 2,350 fpm

Entry Area = 5 X 20 - 3.14 = 97 ft.2

Mean Entry Velocity = 7,379/97 = 76 fpm


3
Bab #2 Persamaan
A ventilation shaft of diameter 5 m passes an airflow of 200 m3/s at a
mean density of 1.2 kg/m3 and a mean temperature of 18oC.
Determine the Reynolds number for the shaft.
Example A ventilation shaft of diameter 5 m passes an airflow of 200 m3/s
at a mean density of 1.2 kg/m3 and a mean temperature of 18oC. Determine
the Reynolds number for the shaft.

Solution For air at 18oC


  (17.0  0.045 18) 106
 17.81106 N s / m2

Air velocity
Q 200
u  2
A 5 /4
 10.186 m / s
 ud
Re 

1.2 10.186  5
  3.432  10 6

17.81106
This Reynolds’ number indicates that the flow will be turbulent.
Bab #3 Energi dalam aliran fluida
• Suatu tambang bawah tanah batubara berukuran 10 x
10 ft dengan panjang terowongan 7500 ft. Kondisi
terowongan lurus dengan faktor gesek sebesar 90 x
10-10 lb.min2/ft4. Jika debit udara dalam terowongan
tersebut sebesar 100.000 cfm, tentukan velocity head
dan friction head dengan menggunakan nomograph
Bab #3 Energi dalam aliran fluida

• Bobot isi air = 62,4 lb/ft3


Pengaruh beda tinggi utk kolom 1 inci air pada kondisi udara standar
adalah :
H1 = w2.H2/w1
= 62,4 l lb/ft3.1 in/0,075 lb/ft3
= 832 in udara = 69,3 ft udara

• Jadi untuk udara d.p.l, kenaikan elevasi sebesar 69,3 ft akan menaikkan
head potensial (Hz) sebesar 1 in dan head statik (Hs) akan turun 1 in
• 1 in air = 70 ft udara
Bab #4 : Jaringan Ventilasi
1. Suatu lubang tambang batubara dengan ukuran 4 x 12 ft, panjang
3000 ft mempunyai kondisi batuan sedimen, agak berbelok dan
moderately obstructed irregularities sedang. Jika aliran udara
sebesar 48.000 cfm dengan bobot isi udara 0,075 lb/cuft,
tentukan friction loss
2. Suatu sistem ventilasi mempunyai head 2,5” air menghasilkan
suatu aliran udara sebesar 35.000 cfm
a. Tentukan berapa aliran udara yang dihasilkan bila head
berubah menjadi 3”
b. Berapa tahanan jalan tersebut
3. Sejumlah udara Q = 150.000 cfm dengan Hx = 2,25”. Luas
A = 40 ft2 . Tentukan besarnya Ar (luas penampang regulator)
Bab #4 : Jaringan Ventilasi
Saluran ventilasi di suatu tambang bawah tanah mempunyai
skema seperti di bawah ini. Dengan head loss dan jumlah udara
untuk masing-masing saluran seperti terlihat pada skema di
bawah ini, tentukan :
1. Jumlah aliran udara total
2. Mine static head (head statik tambang)
3. Lokasi dan besarnya regulator
4. Air horse power
5. Jika terowongan mempunyai bentuk bujur sangkar 10 ft x 10
ft, koefisien kontraksi = 0,5 tentukan ukuran regulator pada
salah satu cabang
Bab #4 : Jaringan Ventilasi

A O

0.8” 2.5” 60.000 cfm 1.7”

0.7” 1.2” 30.000 cfm 2”


C D
B E
2” 20.000 cfm
0.9” F G 0.9”
2.2”
2.5”
2” 30.000 cfm
2” 50.000 cfm
1.5 ” 30.000 cfm

0.9” I 1.3” 2.1” 2” 1.9” 1.8”

H 45.000 cfm J K L M N

0.5” 30.000 cfm 2” 40.000 cfm


Bab #4 : Jaringan Ventilasi
HUKUM KIRCHOFF 1 HUKUM KIRCHOFF 2
• Bila ada aliran udara yang masuk suatu • Penjumlahan kehilangan tekanan
titik (Junction) dan keluar lagi ke pada jalur tertutup sama dengan 0
percabangan, maka udara keluar harus
sama dengan udara masuk S HL = 0
• Aliran udara keluar pesimpangan ( + )
• Aliran udara masuk ( - ) S HL = Ra|Q1|Q1 + Rb|Q1|Q1 +
Rc|Q1|Q1 - Rd|Q2|Q2
Q1 + Q2 - Q3 - Q4 = 0 Q1 a
SQ=0
Q3 Q
Q1
Q2
b
d

Q2
Q4
Q c
Bab #4 : Jaringan Ventilasi
2. Tentukan aliran udara yang
CONTOH melalui jalur 1 dan 2 bila fan
bekerja dengan head statik 1”
1. Diketahui : dan tahanan saluran 1 dan 2
Q1 = 200.000 cfm masing-masing 10x10-10 dan
Q2 = 300.000 cfm 15x10-10 in min2/ft6
Q3 = 900.000 cfm
S HL = 0
S Q = 0 = Q1 + Q2 – Q3 – Q4 = 0 = -1 + 10 x10-10|Q1|Q1
Q4 = 200.000 + 300.000 – 900.000 + 15 x10-10|Q2|Q2
= -400.000 cfm (masuk)
Q2 = Q1
S HL = -1 + 25 x10-10|Q1|Q1 = 0
1 = 25 x10-10|Q1|Q1

|Q1|Q1 = 1/25. 10-10


= 4 x 10+8
Q1 = 2 x 10+4
Q2 = 2 x 10+4
Bab #4 : Jaringan Ventilasi

CONTOH SOAL VENTILASI TAMBANG

Gambar 8 : Contoh jaringan ventilasi


Bab #5 Psikometri Udara Tambang
Autokompresi
Jika udara standar sebanyak 100.000 cfm
(47,19 m3/det) dimasukkan dalam tambang
bawah tanah sedalam 1000 ft (304,8 m) maka
dibutuhkan refrigerasi :
= debit x density x autokompresi x kedalaman
= 100.000 ft3/menit x 0,075 lb/ft3 x 1 Btu/lb/778ft x 1000 ft
= 9637 Btu / menit
= 48,2 ton refrigerasi/hari (169,5 kW)