Anda di halaman 1dari 17

SARIN GAS

Nama Kelompok

• A.A Sagung Dyah Prameswari (17-48)


• Novi Tamauli Herawati Simalango (17-49)
• Amanda Awalia Ramadhani (17-50)
• Elnike Kuslianti (17-51)
• Risky Kholiyatin (17-52)
KASUS
Sarin adalah gas yang dapat merusak saraf dengan
mengganggu sinyal normal antara sel-sel saraf. Sarin
memiliki rumus [(CH3)2CHO]CH3P(O)F. Ia adalah
cairan yang tidak berwarna dan tidak berbau
Apa Sih Gas Sarin Itu ?
yang digunakan sebagai senjata kimia dengan efek
ekstrim yang berpotensi sebagai perusak sistem
saraf (nerve agent).
Nama sarin didapatkan dari penemunya yaitu
Schrader, Ambros, Rudiger, dan Van der Linde.
Dikembangkan pada tahun 1938 oleh peneliti
Jerman.
Gas Sarin ini telah diklasifikasi sebagai “Senjata
Pembunuh Massal” pada Resolusi PBB 687.
Produksi dan penyimpanan Gas Sarin ini telah
dilarang oleh Chemical Conventions Weapon
pada tahun 1993 yang mana ia diklasifikaskan
kepada zat kimia level 1.
BAGAIMANA SARIN BISA
MEMBUNUH ?
Berikut ini gejala yang akan dirasakan jika
terpapar sarin dalam dosis kecil:

- Mata berair - Diare


- Ingusan - Mual, muntah atau nyeri
- Sakit mata perut
- Penglihatan kabur - Kebingungan
- Air liur dan keringat - Lemah
berlebihan - Sakit kepala
- Batuk - Denyut jantung lebih cepat
- Dada terasa sesak atau lebih lambat
Apabila terkena sarin dalam dosis besar,
gejala yang akan dirasakan yakni:

- Hilang kesadaran
- Kejang
- Kelumpuhan
- Gagal napas yang menyebabkan kematian
TOKSOKINETIKA
ABSORPSI

Dapat melalui
oral yaitu ketika
terpapar melalui
pernapasan ketika memakan
kuit, mata, juga
menghirup gas makanan dan air
dapat bertahan
sarin yang telah
pada pakaian
terkontaminasi
gas sarin.
DISTRIBUSI

Gas sarin terdistribusi ke


jaringan atau organ hingga
ke sistem neuron (saraf).
Dalam waktu 1 menit saja
gas sarin sudah
terdistribusi hingga ke
otak, paru-paru, jantung,
dan konsentrasi tertinggi
terdapat di ginjal, liver,
dan plasma.
METABOLISME
Setelah sarin termetabolisme atau
terbiotransformasi, sarin menjadi senyawa
isopropyl methylphosphonic acid yang
merupakan hasil metabolit primer.
EKSRESI

Ginjal merupakan
rute akhir dari hasil
metabolisme sarin.
Ekskresi senyawa
isopropyl
methylphosphonic
acid hasil metabolit
yaitu melalui urine
METODE ANALISIS

1. HPLC
Sampelnya yaitu plasma tikus dan urine tikus
2. GC dengan detektor FID
Memonitor fluorine pada urine korban sarin attack di Jepang
3. LC-MS
Mengukur hasil metabolit sarin pada serum dari korban sarin
attack di Jepang
4. Menggunakan chelat logam
Untuk menentukan adanya ion fluoride