Anda di halaman 1dari 18

 Leukemia asal kata dari bahasa Yunani, Leukos-

putih, dan haima-darah.


 Leukemia terjadi ketika sel darah bersifat
kanker yakni membelah tak terkontrol dan
mengganggu pembelahan sel darah normal.
A. Berdasarkan asal sel kanker
 Myelocytic/Myelogeneus Leukemia

Jika sel darah kanker berasal dari sel darah


merah, granulocytes, macrophages, dan keping
darah.
 Lymphocytic Leukemia

jika sel leukemia berasal dari sel lymphocyte


B. Berdasarkan cepatnya perkembangan kanker
 Leukemia Akut

Bila waktu hidup penderita tanpa pengobatan


dalam hitungan minggu

 Leukemia Kronis
bila waktu hidup penderita tanpa pengobatan
dalam hitungan tahun.
 Leukemia akut  cepat, mematikan, dan memburuk
 Leukemia kronis  tidak begitu cepat, harapan hidup lebih lama

 Berdasarkan jenis sel :


 Leukemia limfositik akut (LLA)
 paling sering terjadi pada anak-anak. pada dewasa (≥65 tahun).

 Leukemia mielositik akut (LMA)


 sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.

 Leukemia limfositik kronis (LLK)


 sering diderita oleh orang dewasa (> 55 tahun.), dewasa muda, dan
hampir tidak ada pada anak-anak.

 Leukemia mielositik kronis (LMK)


 sering terjadi pada orang dewasa., anak-anak.
 LLA • LLK
• LMA  LMK
Dikenal adanya :
 Leukemia aleukemik : leukosit < 10.000
 Leukemia subleukemik : 10 – 25.000
 Leukemia leukemik : Leukosit > 25.000
 Hiperleukositosis : Leukosit > 50.000
 Keganasan atau maligna yang muncul dari
perbanyakan klonal sel-sel pembentuk sel darah
yang tidak terkontrol.
 Mekanisme kontrol seluler normal mungkin tidak
bekerja dengan baik akibat adanya perubahan
pada kode genetik yang seharusnya bertanggung
jawab atas pengaturan pertumbuhan sel dan
diferensiasi.
 Sel-sel leukemia menjalani waktu daur ulang yang
lebih lambat dibandingkan sel normal. Proses
pematangan atau maturasi berjalan tidak lengkap
dan bertahan hidup lebih lama dibandingkan sel
sejenis yang normal
 Kekurangan SDM fungsional
Kulit pucat, mudah lelah, nafas
pendek.

 Kekurangan SDP fungsional


Mudah terinfeksi penyakit

 Kekurangan Plt fungsional


mimisan, gusi meradang/berdarah,
timbul bintik-bintik merah biji jagung
sebesar pada kulit.
 BELUM JELAS
 Diduga :
 Virus ( virus onkogenik, virus HTLV )
 Faktor eksogen sperti : sinar x, sinar radioaktif,
hormon, bahan kimia ( benzol, arsen, preparat
sulfat), infeksi (virus , bakteri)
 Faktor endogen : ras,konstitusi (sindr down>),
herediter ( kakak beradik / kembar identik)
 Terdesaknya sistim eritropoetik, granulopoetik
dan trombopoetik oleh sel leukemia

 Infiltrasi sel-sel leukemia ke organ non


hemapoetik
 Pucat ( mendadak )
 Panas
 Nyeri tulang / sendi
 Biru-biru dibadan, hidung berdarah
 Bengkak dileher, perut
 Anemis
 Petekie, purpura, ekimosis
 Epitaksis, perdarahan gusi, melena
 Pembesaran kel limfe ( leher, inguinal )
 Hepatosplenomegali
 CNS: pusing, muntah, kesadaran menurun
 Akibat terdesaknya sist. Hemopoetik normal di
SS tulang
 Anemia
 Trombositopenia
 Granulositopenia
 KHAS :Terdapatnya sel leukemia
( limfoblast ) pada pemeriksaan darah tepi
 BMP :dominan limfoblast
terdesaknya sis eritropoetik,
granulopoetik & trombopoetik
 Keluhan
 Pemeriksaan fisik
 Ditemukannya limfoblast pada sediaan darah
tepi
 Limfoblast dominan pada pemeriksaan
sumsum tulang
 Bila menyerang SSP, sel leukemia dalam
Liquor
 Suportif
 Isolasi
 Makanan adekuat
 Mengatasi infeksi
 Transfusi komoponen darah
 Pengobatan Khusus
 Sitostatika
 Radioterapi
 Transplantasi SST