Anda di halaman 1dari 22

KRISIS HIPERGLIKEMIA

KAD & HHS


Oleh :
Gede Nanda Suryawijaya
16710261

Pembimbing: dr. Ketut Ari Suastawa, MSc, Sp.PD


KRISIS HIPERGLIKEMIA
Krisis Hiperglikemia merupakan suatu
komplikasi akut dari diabetes melitus
ditandai dengan tingginya kadar gula darah
tubuh yang terdiri dari Ketoasidosis diabetik
(disingkat KAD) dan Hiperglikemia
Hiperosmolar State (disingkat HHS)
KETOASIDOSIS DIABETIK
Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah keadaan
dekompensasi metabolik yang ditandai oleh
hiperglikemia, asidosis dan ketosis.
PATOGENESIS KAD DAN HHS
Kategori KAD
Faktor Pencetus KAD
Gejala Klinis

 Rasa tidak enak badan


 Muntah
 Nyeri perut
 Lesu
 Pingsan
 Poliuria dan polidipsi
 Pernapasan cepat dan dalam ( Kussmaul)
 Napas berbau aseton
 Takikardi
 Hipotensi
Kriteria Diagnosis

1. Kadar glukosa darah > 300 mg/dl


2. PH < 7,35
3. HCO3 rendah < 20 mEq/L
4. Anion gap tinggi
5. Keton serum positif
HIPERGLIKEMIA HIPEROSMOLAR STATE

Suatu sindrom yang ditandai dengan


hiperglikemia berat, hiperosmolar,
dehidrasi berat tanpa ketoasidosis,
disertai penurunan kesadaran
GEJALA KLINIS

• Tidak ada riwayat DM


• Usia lanjut > 60 tahun
• Poliuria
• Hypotension
• Penurunan kesadaran
• Takikardia atau bradikardia
• Biasanya mual (-), muntah, (-) nyeri abdomen (-)
dan pernafasan kussmaul (-)
• Sering diperberat dengan penyakit penyerta seperti
 AMI, Stroke, Sepsis, dan pneumonia, ginjal
FAKTOR PENCETUS HHS
Kriteria Diagnosis
- Hiperglikemia > 600 mg/dL
- Tidak ada riwayat DM
- Tidak ada nafas Kussmaul
- Tidak ada Ketonemia

- Dehidrasi berat, hipotensi -> syok, terdapat gejala


neurologi

Diagnosis pasti ditegakan apabila terdapat diagnosis


klinis dan osmolaritas darah > 325 – 350 mOSM/L
Defisit Air dan Elektrolit
Komplikasi KAD dan HHS

Hipoglikemia/
Hipokalemia

Trombosis Edema
Vaskuler KOMPLIKASI Serebral

ARDS
Pencegahan
Pencegahan
Pada sebagian besar kasus, kejadian-kejadian ini
dapat dicegah dengan akses yang lebih baik terhadap
perawatan medis, termasuk edukasi pasien intensif dan
komunikasi efektif dengan penyedia layanan kesehatan
selama kesakitan akut. Target-target pencegahan termasuk
mengendalikan defisiensi insulin, menurunkan sekresi hormon
stres berlebihan, menghindari puasa berkepanjangan dan
mencegah dehidrasi berat.

dengan informasi spesifik pemberian insulin kerja


pendek, target glukosa darah selama sakit, cara-cara
mengendalikan demam dan mengobati infeksi dan inisiasi diet
cair mudah cerna berisi karbohidrat dan garam. Paling penting
adalah penekanan kepada pasien untuk tidak menghentikan
insulin dan segera mencari konsultasi ahli pada awal masa
sakit
KESIMPULAN
- KAD dan HHS  kegawatdaruratan Endokrinologi

- Edukasi merupakan pencegahan KAD dan HHS

- Faktor pencetus utama  infeksi

- Perawatan intensif  HCU

- Terapi awal  rehidrasi